
“Jadi rasakan ini, kau pasti akan ketagihan, aku berani jamin kalau wanita udik sepertimu bahkan bisa jadi wanita ja*ang juga seperti wanita di luar sana.” Ucap Arshen, dan di saat itu juga jari tangannya pun sudah mulai menyusuri bagian pangkal paha milik Raelyn, membuat air mata kesedihan akhirnya keluar dan membanjiri pelupuk matanya sampai pelipinya pun jadi basah karena itu.
Menyedihkan, adalah kalimat pertama yang cocok untuknya, dan kalimat keduanya adalah Raelyn benar-benar sudah di anggap sebagai wanita rendahan.
“‘Anghh…” Raelyn pun mengernyitkan matanya, ketika satu jari itu menusuk area pribadinya. Sampai kedua tangan Raelyn terus mengepal dengan cukup erat itu tidak membuat Arshen seperti memiliki satu simpati kepadanya, untuk melepaskannya. ‘Apa aku akan berakhir jadi wanita kotor? Apa aku akan seperti ini? Menjadi mainannya? Kenapa aku? Kenapa harus aku?
Banyak yang mengatakan kalau kita hidup karena memiliki arti dan makna yang tidak di ketahui, tapi apakah hanya aku saja yang mendapatkan makna lain dari arti diriku lahir ke dunia ini? Apakah aku hanya di jadikan sebagai alat untuk pelampiasannya?’ pikirnya.
“Lihat ini, punyamu bahkan sudah basah.” Kata Arshen kepada Raelyn yang sudah menjadi burung lemah, karena Arshen berhasil menemukan kelemahan milik Raelyn dan itu berada di erea bawah sana. “Kau jadi wanita me*sum Raelyn.” Imbuhnya lagi.
Selepas Arshen memperlihatkan apa yang keluar dari milik Raelyn ke si pemilik tersebut, Arshen lantas menoleh ke samping kirinya.
“Elena, lihat ini? Benar-benar enak.” Dengan wajah mes*um nya, Arshen menunjukkan sebuah cairan yang sudah membasahi kedua jari tangannya di depan sebuah kamera, dimana panggilan VC yang terhubung dengan Elena masih berlangsung.
Dan setelah berhasil menunjukkan kepada Elena, wanita yang ada di ujung telepon, Arshen tiba-tiba saja langsung menjilat cairan itu dengan gerakan yang begitu sensual.
Membuat Elena yang masih menyaksikan adegan vulgar itu langsung memasang ekspresi wajah diam tapi terlihat penuh dengan amarah.
Dan hal itu menjadi kesempatan dari Arshen untuk tersenyum merendahkan, karena berhasil membuat Elena tidak mampu berkata-kata dalam waktu itu juga.
-”Dengar Arshen, mau kau melakukan apa dengan wanita di sana, aku sudah tidak peduli lagi. Jadi jangan hubungi aku lagi.”- Pungkas Elena, setelah itu Elena langsung mengakhiri panggilan tersebut.
TUT….
Tepat setelah mengatakan itu, panggilan itu langsung dimatikan secara sepihak, membuat Arshen yang tadinya begitu senang melihat ekspresi wajah enggan milik Elena, berubah menjadi datar.
“Hmm…..” Arshen terdiam dengan sudut mata menatap handphone nya dengan tatapan yang begitu dingin. ‘Apa aku gagal?’ Detik hati Arshen. Untuk sesaat ia kembali melihat ke arah Raelyn yang masih ia jaga di bawah tubuhnya.
“Karena pacarmu sudah mematikan panggilannya, jadi lepaskan aku.” Ucap Raelyn dengan mata sudah berkaca-kaca.
Ia berharap kalau permintaannya dikabulkan, karena tujuan dari Arshen pun sudah gagal.
Tapi sayangnya, ekspektasi tersebut harus kandas saat Arshen tiba-tiba saja menarik CD milik Raelyn dengan begitu kasar.
“Sudah separuh jalan bodoh, lebih baik aku teruskan.” Cetus Arshen dengan tangan kanan sudah berhasil mendapatkan celana dal*am yang di gunakan oleh Raelyn.
Dan kata-kata tersebut sukses membuat Raelyn langsung mematung. “A-apa? Jangan begitu, kau i-itu manusia a-atau bin-”
“..........” Ucapannya Raelyn seketika langsung di telan kembali saat Arshen langsung menatapnya dengan tatapan yang cukup sengit. “Aku tentu saja manusia, tapi sifatku pasti jadi mirip seperti bin*atang, ya kan? Tapi asal kau tahu saja, semua pria juga akan seperti ini, jadi diam dan patuhi saja! Paham?!”
SRAKK…..
Dalam satu tarikan itu, Arshen berhasil merobek kaos yang di pakai oleh Raelyn, dan membuat Raelyn semakin diam dengan ekspresi wajah paling mengejutkan, apalagi setelah melihat tubuhnya sekarang ini sudah separuh telanjang di mata Arshen.
“Akhh…! Arshen! Aku kutuk kau, aku akan mengutukmu jadi im-”
PLAKK…..
Kalimat milik Raelyn benar-benar berhasil meghilang bersamaan dengan suara tamparan yang cukup kuat itu mendarat di pipinya Raelyn.
“Kalau kau bicara lagi aku akan menyiksamu lebih dari tamparan ini, jadi diam saja wanita bodoh! Mau mengutukku? Yang benar saja, kutuk saja dirimu sendiri, kenapa kau punya nasib yang begitu menyedihkan.” Sarkas Arshen dengan tatapan mata penuh amarah mengarah ke arah Raelyn yang baru saja mendapatkan tamparan. “Ayo, kita lanjutkan. Kira-kira dimana dulu? Ah, ini sesuatu yang kecil tapi memang empuk ini.”
Dengan tatapan yang begitu menggoda, Arshen membela salah satu buah dada milik Raelyn, dan mer*asnya dengan sedikit kasar.
“Ahh…A-Arshen, s-sakit~”
“Mau sakit atau tidak, aku tidak peduli.” Ketus Arshen dan terus membelai salah satu aset milik Raelyn dengan kasar.
Walaupun sebenarnya ada beberapa campuran perasaan yang ia terima dari perbuatan Arshen terhadapnya, Raelyn hanya memiliki satu arti dari perasaan yang palling mempengaruhi suasana hatinya yang membuat air matanya jadi mengalir di bawah tekanan Arshen, dan itu adalah kesedihan.
__ADS_1
Sedih, bahwa masa muda nya akan berakhir buruk.
____________
Flashback Off.
PLAKK…..
Suara tamparan itu pun berhasil mengisi keheningan di dalam rumah besar itu, setelah tangan ringan milik Elly berhasil mendarat di pipi mulus milik Arshen, Arshen pun langsung diam dengan mata membulat sempurna.
Tentu, itu adalah ekspresi terkejut yang di miliki oleh Arshen. Maka dari itu saat Elly melihat wajah Arshen berekspresi horor seperti itu, membuat Elly jadi tersenyum tipis, senyuman yang memiliki banyak makna tersembunyi.
Baik itu senyuman rasa puas sudah menampar wajah pria hidung belang ini, senyuman bermakna sedang mencibir dirinya sendiri, maupun senyuman menginginkan lebih dari sekedar menampar wajah.
Satu senyuman, memiliki banyak arti dan makna. Tidak ada orang lain yang tahu kecuai Elly sendiri, ia sedang memaknai apa senyuman yang menghias bibir ranumnya itu.
“Kalau kau bicara lagi, aku akan menyiksamu lebih dari tamparan ini, jadi diam saja wanita bodoh? Oh ..bukan, bukan. Bukan wanita, tapi pria, kan yang aku tangani ini adalah laki-laki yang sudah melecehkanku. Jadi sekarang posisi kita sudah terbalik kan? Kau adalah-” Setelah mengatakan hal itu, Elly mengarahkan jari telunjuknya di depan kening Arshen persis, dan menekan-nekan kepala itu dengan sedikit kasar, lalu ia berbicara lagi. “Pria bodoh itu karena kau salah memilih wanita untuk di bawa kesini.”
PHAK…
Di saat itu juga, Elly mengangkat salah satu kakinya ke atas kursi dan mendarat di antara paha milk Arshen.
Karena saat ini Elly memang kebetulan memakai sepatu high heals, dan menggunakan celana jeans pendek, maka kaki jenjang putih milik Elly pun benar-benar terpampang di hadapan Arshen secara langsung.
Setelah itu, Elly mencengkram wajah Arshen dengan satu tangan dengan cukup kuat, lalu Elly pun berbicara lagi : “Ah~ Lihat ini, wajah penuh amarah, kau sedang menahan amarahmu kepadaku? Kenapa? Bukannya kau orang yang suka membentak orang lain?
Kelihatannya mulut ini sudah di jahit ya?” Tepat di saat Elly mengatakan bibir, jempol kanannya pun mengusap bibir Arshen yang terlihat seksi itu.
Dan Arshen pun jadi terdiam dengan sentuhan jari jempol yang mengusap bibirnya dengan sedikit kasar itu.
Tapi setelah itu, Arshen tiba-tiba menyunggingkan sebuah senyuman, hingga jari jempolnya Elly yang tadi tengah mengusap bibir penuh maut itu, jadi terhenti di samping bibir ranum itu persis.
“Apa? Aku pikir tadi pilihanmu untuk diam itu adalah keputusan yang tepat, tapi karena kau bicara lagi-” Dan seketika itu sorotan mata Elly jadi kian menjadi dingin, seakan ia sudah masuk kedalam kegelapan. “Aku tidak akan segan. Kau waktut itu menggunakan bagian ini kan?”
Dengan jelingan yang cukup tajam itu, Elly melirik ke bawah dan melihat ujung dari sepatu high heals nya langsung menekan kasar pusaka yang berdiam diri di dalam celana yang di pakai oleh Arshen.
Sebuah daging yang begitu gembul, wah, tapi sayangnya bagi Elly, daging yang lebih gemuk dan sangar itu adalah milik Alves, jadi ia tetap menganggap dibalik celana itu adalah sesuatu yang sudah biasa saja.
Tapi, karena tekanan yang di berikan oleh ujung kaki Elly begitu kuat, hal itu pun sukses membuat Arshen akhirnyai mengernyitkan matanya antara menahan dua hal, sakit juga sesuatu yang lain dari yang lain.
‘Setelah penghiaan ini berakhir aku pasti akan membalas perbuatanmu ini.’ Detik hati Arshen. ‘Kau tidak tahu siapa aku ya? Tapi karena kau memperlakukanku seperti ini, jangan salahkan aku jika nanti aku akan mengirim anak buahku untuk menculikmu.
Mungkin saja kau saat ini begitu kesal, marah, sampai bisa mengintimidasiku seperti ini. Tapi awas saja, setelah ini kau pasti akan memohon kepadaku, Raelyn.’ Pikiir Arshen.
Sampai segala pikiran itu segera menghilang selepas Elly tiba-tiba saja mencengkram rambutnya.
GREP…
“Akhh….!” Rintih Arshen, merasakan sakit di rambut yang sudah di jambak oleh Elly.
“Sakit? Inilah yang aku rasakan juga.” Kata Elly dengan nada yang begitu lirih dan sangat rendah, sampai bulu kuduk milik Darren akhirnya kembali berdiri.
‘A-apa-apaan dengannya? Kenapa aku jadi takut juga? Padahal yang dia lakukan kan ke bukan aku, tapi Arshen.
Tapi walupun begitu, semua kata-katanya seperti sedang tertuju kepadaku juga.
Semoga dia tidak melakuka apapun kepadaku.’ Pikir Darren penuh dengan harap.
PLAK….
__ADS_1
“Akkhh….!”
Dengan begitu lihai, Elly awalnya melakuan pemanasan, dengan cara menjamah tubuh Arshen dengan sebuah godaan, tapi semua itu berakhir dengan kata yang menyakitkan. Sesuai dengan apa yang pernah di lakukan oleh Arshen kepadanya, Elly pun melempar balik apa yang sudah Arshen tabur kepadanya juga.
Itulah harga dari Arshen yang harus di terima, karena sudah melecehkan Raelyn sampai membuat tubuh yang sekarang Elly diami itu pernah menangis, memohon, dan bahkan di siksa oleh pria yang bahkan tidak pantas di sebut pria.
BYURR…..
Satu botol air dingin yang baru keluar dari kulkas, langsung mengguyur membasahi tubuh Arshen.
“.........!” Dan Arshen pun jadi kembali di buat terkejut dengan apa yang diperbuat oleh Elly kepadanya. Arshen membulatkan matanya sempurna, karena air dingin itu benar-benar sudah membasahi tubuhnya.
“Mandilah dengan air dingin ini, itu harga yang pantas karena kau pernah menceburkan tubuhku ke kolam, sampai aku hampir tenggelam.” gumam Elly, tanpa menghilangkan kesan dari ekspresi wajahnya yang cukup datar.
Perlahan Arshen mendongak ke atas, dan akhirnya melihat wajah Elly atau Raelyn, bukanlah wajah dari wanita polos biasa yang tidak tahu apa-apa, melainkan wanita yang memiliki banyak kebencian, dan itu terletak di dalam matanya.
“Tch…” Karena merasa tidak tahan jika menatap wajah itu, tanpa sengaja mulutnya jadi berdecih keras, dan membuat Elly kembali bergerak.
PLAK….
Mulutnya Arshen langsung di tampar keras oleh Elly. “Kau berdecih kepadaku kan? Kalau seperti ini, sekalian saja aku berikan kau pembelajaran bagaimana kau bisa bicara sopan, apalagi kepada wanita.”
“Ha? Memangnya kau siapa, mau mengguruiku?” Akhirnya setelah keterdiaman yang Arshen lakukan selama beberapa waktu, ia akhirnya angkat bicara, dan dengan tatapan yang begitu berani, ia menatap Elly yang sudah diselimuti emosi juga.
Ya, mereka berdua pada dasarnya sudah di selimui emosi sejak awal, tapi dari situ pula mereka menahan emosi milik mereka.
Tapi sebagai dua orang yang sama-sama keras kepala, ada akhirnya mereka mengatakan kebencian mereka masing-masing dalam adu fisik, tatap, maupun ferbal.
“Siapa? Memangnya kau pikir aku ini siapa? Kau menganggapku Raelyn kan? Ya, aku memang Raelyn, tapi aku bukan lagi Raelyn yang dulu kau permainkan, kau tindas, dan selalu ada di dalam tekanan kalian semua.
Aku sudah punya sisi yang baru, atau kau bisa menganggapnya sebagai diri Raelyn yang lain.”
Saat setelah mengatakan itu, Elly tiba-tiba sedikit tertawa, namun langsung di tahan kembali.
“Ha~ Padahal jika tidak ada wanita, orang sepertimu pasti tidak akan lahir. Aneh, kenapa kau yang pria malah melakukan hal kejam kepada wanita sepertiku ya? Padahal aku pikir aku sama sekali tidak pernah memiliki dendam padamu.
Yah,...itu awalnya sih, tapi sekarang itu sudah berbeda, aku jadi memiliki dendam kepadamu.” Ejek Elly. “Kalau saja ada sistem dasar keturunan, jika wanita yang menjadi ibumu mati, secara otomatis kau bisa lenyap dari sini. Bukankah itu adalah kekuatan yang pastinya sangat mempermudah untuk menghapus nenek moyang sampai keturunannya, ya kan?” tambahnya lagi.
Membuat segala kalimat yang di ucapkannya itu, langsung membuat Arshen dan Darren membelalakkan matanya.
“Kenapa kau tiba-tiba jadi menyebut ibuku?”
“Ya, kan salah kau sendiri.” Elly mengacungkan jari telunjuknya tepat di depan wajah Arshen. “Kau orang yang bahkan tidak tahu cara memperlakukan wanita, jadi apa pantasnya kau hidup di dunia ini jika kau sendiri menyakiti wanita. kau piki Ibu mu bukan wanita?” Beber Raelyn.
Sontak, semua ucapan itu segera membuat mereka semua terkejut, karena ucapannya Elly begitu mengganggu pikiran mereka, karena sebenarnya mereka memang tidak begitu memperdulikan wanita, jika mereka tidak menyukainya.
Sedikit lelah dengan ucapannya yang begitu panjang dan lebar, Elly akhirnya menghela nafas pelan, memunggungi mereka berdua, Elly menatap pintu rumah sambil berdecak pinggang.
“Hahh~ Dasar, pria memang selalu seenaknya saja main sana main sini menggunakan selangkangannya, apa kalian pikir setelah melakukan itu tidak ada derita lain yang di dapai oleh wanita? Pikiran kalian memang benar-benar cetek.
Enak sekali mencetak anak, tapi tidak mau bertanggung jawab, kalian selalu saja seperti itu, aku jadi bosan.”
“Raelyn, bagaimana kau bisa punya pikiran seperti itu?”
Dan satu suara milik Felix, membuat Elly langsung menoleh ke belakang.
“Pikiran soal apa? Apakah soal mencetak anank?”
Felix, Darren, Arshen, sampai Warren yang baru saja muncul, langsung diam dan terus menatap Elly dengan ekspresi terkejutnya.
__ADS_1