Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
65 : PTRI : Elly Punya Tekad


__ADS_3

"Apa?" Tanya Orson setelah dia menyerahkan paper bag kepada Elly yang berisi gaun untuk Elly pakai, karena pakaian sebelumnya sudah basah bersamaan dengan pakaian milik Bos nya.


"Ulurkan tanganmu." Pinta Elly. Untuk beberapa alasan, dia meminta Orson untuk mengulurkan salah satu tangannya.


"Untuk apa ya?"


"Aku hanya ingin tahu sesuatu-" Elly langsung mengambil salah satu tangan Orson karena dari tadi pria ini belum juga menuruti keinginannya, karena ekspresi wajah Orson yang terlihat ragu itu. "Seberapa kuat cengkraman tangan yang bisa aku lakukan ini.”


“Kalau mau, anda bisa mengukurnya dengan alat pengukur.” Saran Orson sebelum Elly benar-benar menggunakan tangannya untuk berjabat tangan dan mencoba meremas tangannya itu dengan sepenuh tenaga. ‘Seperti yang di katakan oleh Bos, apapun yang di lakukan oleh wanita ini aku harus hati-hati. 


Tubuhnya memang kelihatan kurus, dan seperti wanita biasa, apalagi dengan wajah polosnya, jika aku tidak tahu kalau dialah orang yang berhasil menggagalkan pencurian itu, aku pasti akan tertipu karena tampang wajahnya itu.’


Maka dari itu, untuk menghindari hal terburuk, karena tangannya Orson adalah tangan yang cukup berharga sampai di juluki tangan emas, Orosn pun terpaksa menyarankan hal lain kepada Elly.


“Aku tahu, tapi jika aku tidak mencoba melakukan sekali untuk mengukur kekuatan remasan tanganku bisa membuat reaksi sakit atau tidak, aku tetap tidak akan tahu.” Tekan Elly. “Makannya aku ingin mencobanya denganmu, bagaimana? Kau kan pria, masa takut dengan wanita sepertiku?”


Terpicu dengan kata takut yang di ucapkan oleh Elly, Orson pun terpaksa mengiyakan, karena ia sendiri juga penasaran. 


‘Tapi kenapa jantungku jaid berdebar ya? Hanya saja, kenapa telapak tangannya kasar ya? Seberapa lama dia mengerjakan pekerjaan kasar?’ Pikir Orson, dia merasakan telapak tangan Elly cukup kasar, yang membuktikan bahwa selama ini Elly melakukan pekerjaan kasar di rumah itu. 


Tempat di mana Elly di besarkan dan mendapatkan siksaan serta pekerjaan berat sebagai seorang pelayan yang bahkan tidak pernah di gaji sepeserpun. 


Ya, Orson sudah mengetahui latar belakang Elly, dan Alves sendiri juga sudah mengetahuinya, maka dari itu Orson pun lumayan bersimpati pada Elly karena wanita di depannya itu benar-benar sudah bertahan cukup lama, bahkan setelah hampir berada di ambang kematian, wanita ini justru masih bisa hidup, walaupun Orson sadar kalau tingkah dari Elly berbeda dari apa yang Orson tahu setelah menyelidiki latar belakang Elly serta melihat dari semua rekaman cctv yang sempat Orson retas. 


“Hmm, ternyata kau sendiri tidak merasakan sakit, artinya tangan ini cukup lemah, jika menggunakan alat pengukur, ada kemungkinan tekanan yang bisa aku lakukan kurang dari dua puluh lima kilo.” Ucap Elly sambil mencoba meremas tangan kanan Orson. “Tidak sakit kan?” Tanya Elly untuk memastikan.


“Sama sekali tidak.” Jawab Orson, merasa apa yang di lakukan oleh Elly terhadapnya cukuplah menggelitik hatinya, karena terlihat lucu.


“Begitu ya?” Elly menatap tangannya sendiri dengan tatapan datar, mulai hari ini hal yang pertama akan Elly lakukan adalah beristirahat dulu dari rutinitas fisik yang berat, itu prosedur utama agar tubuhnya tidak mengalami lagi lagi, jika di paksakan. ‘Dan di dalam kepalaku masih ada sedikit gumpalan darah, cara paling ampuh itu memang agar aku bisa menggunakan otakku lebih keras, dan hal yang paling efektifnya adalah dengan berpikir. 


Menulis, dan membaca, itu cukup bisa di jadikan bahan peristirahatan tubuh fisik, jika kemungkinan gumpalan darah tersisa itu sudah menghilang, baru aku bisa latihan olahraga. 


Sebaiknya seperti itu, agar dia tidak menceramahiku terus soal kepala, padahal aslinya saja aku punya kepala dan tubuh yang super sehat. Tapi karena aku sudah merasuki tubuh orang lain, aku terpaksa melakukan semuanya dari awal lagi. 


Walaupun agak melelahkan, tapi mau bagaimana lagi? 


Setelah beberapa malam berlalu, aku punya beberapa mimpi dari memori tubuh ini. 

__ADS_1


Aku punya adik tiri bernama Cecil, dan ibu tiri yang jahat, menganggap tubuh anak ini adalah bagain dari pembantunya, dengan demikian berarti masih ada kemungkinan besar kalau dunia yang terlihat luas ini sebenarnya sempit, dengan kata lain ….


Aku bisa bertemu dengan mereka berdua.’


Setelah berpikiran demikian, Elly pun melepaskan cengkraman tangannya dari tangan Orson.


"Orson, apa aku bisa meminjam uangmu dulu?"


'Meminjam? Bukankah wanita ini adalah pelayan sekaligus kekasih Bos, memangnya tidak di berikan uang, dan hanya bekerja dengan bayaran tubuhnya?' Pikir Orson. 'G-gila, mana mungkin Bos seperti itu, ya kan? T-tapi-'


Mau di lihat dari manapun, saat Orson melihat ke arah Elly dan memperhatikan Elly dari atas sampai bawah, Orson hanya melihat kalau wanita yang ada di hadapannya itu seolah baru saja melakukan pekerjaan tubuh yang menggunakan fisik dalam artian khusus.


"Ada apa Orson? Apakah ada sesuatu dengan penampilanku ini?" Tanya Elly dengan wajah polosnya.


Seperti wajah seseorang yang tidak mengerti akan situasi dari penampilannya sendiri, Elly pun jadi melirik ke bawah, dan melihat tubuhnya yang saat ini sudah di balut dengan handuk kimono yang hanya menutup tubuhnya sampai di atas lututnya.


BLUSH...


"T-tidak ada, saya hanya penasaran, apa saya boleh bertanya satu hal kepada anda?" Orson yang sudah tidak bisa menahan rasa penasarannya itu pun akhirnya bertanya.


Sebuah gaun yang tidak lain mini dress berwarna biru Navy menjadi hadiahnya saat ini. Untuk Elly, gaun itu cukuplah pendek, seolah ia adalah patung yang harus memakai pakaian apapun tanpa di mintai pendapat.


"Apakah Nona mencintai Bos?"


"Aku hanya mencintai uangnya."


"Kalau soal hati?"


"Aku belum memilikinya." Jawab Elly singkat.


"Kalau anda mencintai Bos, kenapa anda tidak meninggalkan pekerjaan anda dari pelayan untuk menjadi kekasihnya Bos?"


"Mau jadi kekasih atau pelayan, bukannya itu akan berakhir sama saja? Bos mu-" Elly yang sudah puas dengan beberapa barang yang sudah berhasil dia keluarkan, ia letakkan di atas tempat tidur semua, dan memberikan kode kepada Orson agar berputar.


Orson yang tahu, hanya menerima kode tersebut dan segera memunggungi Elly. "Bos saya kenapa?" tanya Orson lagi.


Selepas Orson berbalik, Elly pun menghadap ke arah tempat tidur, dan perlahan dia menarik tali yang mengikat pinggangnya, sehingga dalam detik itu juga, Elly pun menanggalkan handuk kimono nya, dan mulai memakai apa yang harus ia pakai sebelum Orson berbalik.

__ADS_1


"Antara Bos mu dan aku, kita berdua hanya bekerja sama untuk mencapai keuntungan masing-masing. Karena aku tidak memiliki hati untuk menemukan rasa suka dari pria itu, jadi untuk apa aku memanfaatkan posisi itu yang aku pikir sama saja." Jelas Elly.


Hingga saat Elly melirik ke arah Orson yang sedang berdiri memunggunginya, ia sempat melihat rona merah di telinganya.


'Dia boleh tahan juga. Aku menyukai pria yang seperti ini, sangat patuh, seperti aku yang dulu.' Dengan senyuman tipisnya, Elly yang punya niat sedikit menggoda Orson, diam-diam langsung berjalan menghampiri pria yang sedang berdiri itu.


"Jadi apakah maksud anda, anda hanya mendapatkan keuntungan untuk melekat dengan Bos yang kaya, tanpa mau mengisi posisi sebelah Bos untuk jadi kekasihnya?"


"Benar. Kau pintar juga ya Orson?" Goda Elly dengan bumbu pujia.


Sampai tanpa di sadari oleh Orson, Orson tiba-tiba merasakan jantungnya berdebar, aroma sampo dari kayu cedar pun perlahan menyusuri indera penciuman Orson.


Mulai menyadari aroma itu semakin kuat, Orson pun langsung berbalik dan langsung di buat terkejut dengan keberadaan Elly yang sudah tadinya ada di belakangnya persis, jadi ada di depannya, dengan posisi memunggunginya.


"Sampai-sampai, kau pintar sekali memilihkan gaun dengan model tali seperti ini?" Sambil meraih rambutnya dan menempatkannya di bahu kanan semua.


Orson pun benar-benar di berikan akses untuk melihat apa yang tidak bisa Elly kerjakan sendiri, sebab gaun yang ia pakai itu memiliki banyak tali di bagian punggungnya, sehingga saat ini Elly sungguh ingin meminta bantuan dari Orson untuk mengikatnya, karena tangannya yang tidak sampai ke belakang.


"Mohon bantuannya, tanganku tidak sampai untuk mengobati luka di punggungku dan aku sama sekali tidak bisa mengikat talinya." Tambah Elly.


Jika tubuh yang Elly miliki adalah tubuh asli miliknya sendiri, maka gaun bertali seperti itu bisa Elly urus, karena kedua tangannya sudah lentur untuk mencapai punggungnya, tapi karena ia sudah memasuki tubuh lain, maka hal seperti itu tidak ada gunanya, bahunya yang akan merasakan sakit, karena belum terbiasa.


Dengan wajah gugup dan sipu malu yang semakin menjadi-jadi, Orson dengan perasaan enggan menghampiri Elly sambil bertanya, "M-maaf, sebenarnya bukan saya yang memilihkan baju untuk anda, jika saya tahu punggung anda ada luka, saya seharunya lebih memperhatikan pakaian apa yang seharusnya di beli untuk anda."


"Lagi pula ini sudah terlanjur di beli, aku bukan orang yang begitu pemilih, tapi- aku lebih suka pakaian yang simpel, agar aku bisa melakukan semuanya sendiri tanpa meminta bantuan orang lain. Jadi kau tidak perlu minta maaf, lagi pula kau masih di sini dan mau membantu mengikat talinya." Hanya dengan sekali bertemu, Elly merasa kalau Orson adalah orang yang cukup baik dan bahkan bertanggung jawab.


Mau situasi apa yang sedang di hadapinya, Orson tidak langsung mengelak, dan justru mau menghadapinya. Maka dari itu, Elly pun punya kesan tersendiri bahwa Orson memang anak buah Alves yang dapat di percaya, sekaligus dia adalah pria yang bisa di anggap sebagai teman.


"Apa kau mau memanggilku dengan namaku saja?"


Orson yang hendak menggapai ujung tali ikat untuk gaun itu, jadi menghentikan tangannya, karena mendengar sesuatu yang cukup mengejutkan.


"Kenapa anda menginginkan hal itu? Padahal saya bukanlah orang yang memiliki hak untuk memanggil nama anda secara langsung. Bukankah kita bukan ada dalam hubungan yang bisa anda tebak itu apa?'


"Karena aku bukanlah seseorang yang harus mendapatkan panggilan dengan kata Nona seperti itu. Aku lebih leluasa jika kau memanggilku dengan namaku.


Aku bukan atasanmu, dan memang bukan siapa-siapamu. Tapi aku kau sudah menganggapmu seperti teman, apakah permintaan seperti itu saja membuatmu merasa berat?" Lirik Elly, ketika Orson saat ini ada di belakangnya persis dan sedang mengatur tali dari gaun yang ada di belakang punggungnya untuk di ikat.

__ADS_1


__ADS_2