
Di Villa Green night milik kediaman dari salah satu tempat yang dimiliki oleh Felix.
Rumah yang begitu mewah itu di isi dengan beberapa orang yang sedang
“Lepaskan, aku bis-”
PLAK…
Elly seketika langsung membungkam mulutnya sendiri setelah pan*tat nya tiba-tiba saja di tampar oleh Arshen.
“Kau terlalu sibuk memberontak dan berteriak, giliran sudah aku pukul pant*atmu, baru diam. Jangan-jangan kau memakai celana sependek ini untuk menggoda kita-kita kan?” Kata Arshen sambil memikul tubuh Elly di bahu kanannya.
‘Kurang ajar, dia berani-beraninya memukul panta*tku. Jika bukan karena aku penasaran dengan hubungan apa yang mereka miliki dengan tubuh ini, aku mana mungkin diam saja. ‘ Kutuk Elly di dalam hati.
“Wah-wah Arshen, siapa wanita yang kau bawa itu?” Seorang laki-laki yang baru saja keluar dari dapur, langsung dibuat penasaran dengan keberadaan dari Arshen yang sedang memikul tubuh seorang wanita di bahunya.
“Pelayan kita yang dulu, aku membawanya kembali.” Jawab Arshen dengan serta merta, lalu setelah berada di samping sofa, ia langsung melempar tubuh Elly di sana dengan cukup kasar.
BRUK..
“Ahhw…, kasar sekali sih jadi laki-laki.” Gerutu Elly sambil memegang pant*at nya yang masih sakit karena baru saja di pukul oleh Arshen.
“Dia?!” Darren langsung berjalan menghampiri Elly, dan mencoba melihatnya dari dekat, mengamati Elly dari atas sampai bawah.
“Ekspresi sama seprti ekspresiku tadi, tapi jangan heran, dia memang pelayan kita yang sempat menghilang itu.”
“He, Arshen, kau beneran membawa wanita yang benar?”
“Iya lah, aku sangat yakin dia adalah si udik itu, pelayan kita yang sempat dinyatakan menghilang,” Arhsen pun menatap Elly sebagai bahan penyelidikan dengan melihat wajah Elly lagi.
“Darimana kau menemukannya?”
“Di supermarket.” jawab Felix menyela uacpaannya Darren sekaligus mewakili jawaban yang hendak di jawab oleh Arshen.
Saat ini di tangannya sudah ada dua kantong plastik berisi barang belanjaan, dan isinya penuh juga. “Darren, kau ambil sisa belanjaannya di dalam mobil.”
Dareen sebenarnya saat ini sangat enggan untuk pergi, karena ia masih belum puas untuk menatap Elly yang mereka pikir adalah Raelyn, sebab penampilannya jelas berbeda dari yang dulu.
“Iya.” Tapi karena perintah dari Felix tidak boleh di langgar, ia secepatnya pergi dari hadapan Elly dan berrai keluar untuk mengambil barang belanjaan sisa yang masih ada di dalam mobil, dan segera masuk kedalam rumah lagi agar ia bisa kembali memuaskan rasa penasarannya yang masih ada.
__ADS_1
“Cepat amat nih anak,” Lirih Arshen melihat Darren sudah kembali masuk kedalam rumah, padahal belum satu menit berlalu.
“Tapi Arshen, jangan-jangan kau mengambil wanita yang salah. Mana munkin wanita dekil itu berubah jadi wanita secantik ini.” Darren tentu saja masih ragu untuk meyakinkan hatinya bahwa Elly bukanlah Raelyn, karena terakhir kali yang mereka semua ingat tentang Raelyn adalah wanita dekil yang bahkan hanya berpenampilan sederhana, jadi mana mungkin ia langsung percaya dengan apa wanita yang dibawa oleh Arshen dan Felix ke tempat mereka.
‘Wah, dia jeli juga, dia bisa ngungkapkan kegelisahan hatinya kalau aku adalah orang lain, padahal tubuhnya adalah tubuh yang sama dengan yang mereka kenal, dan isinya aku adalah yang berasal dari dimensi lain. Tapi karena aku tinggal dengan Alves yang kaya raya, makannya aku pun bisa merawat tubuh ini.
Ya, aku bahkan mengakui kalau wajah dan tubuh ini cantik, tapi jika melihat si Arshen ini bahkan tetap kasar kepada tubuh ini, berarti kalian semua adalah satu komplot yang menggunakan tubuh ini untuk dijadikan pesuruh kalian.
Sayangnya karena aku masih belum tahu latar belakang dari tubuh ini, aku jadinya hanya mempredksi kalau posisinya memang cukup rendah di mata mereka. Tapi setelah aku dibawa kesini, apa yang akan mereka lakukan kepadaku?
Dan-’ Elly memalingkan pandangannya ke arah lain dan menemukan Felix sedang menatapnya juga. ‘Kira-kira Alves akan bagaimana ya, jika aku tiba-tiba menghilang?’
“Kau perlu bukti? Aku bisa membuktikannya.” Jawab Arshen atas rasa ragu yang dimiliki oleh Darren atas penampilan Elly dikiran bukanlah Raelyn.
‘Bukti? Memangnya dia bisa membuktikan kalau aku adalah wanita yang sama dengan yang mereka kenal?’ Melihat Arshen tiba-tiba saja meliriknya dengan tatapan mata jenaka, Elly jadi sedikit panik.
Tanpa aba-aba Arshen mengulurkan kedua tangannya ke arah Elly, tangan kirinya memegang bahu kanan Elly dan langsung mendorongnya ke belakang sedangkan tangan kanan Arshen digunakan untuk untuk membuka sedikit dari ujung baju Elly.
BRUK…
“Apa yang mau kau lakukan?! Minggir!” Ucap Elly dengan nada geram.
Tidak ada yang menggubirs dari permintaannya Elly, dan hanya dijadikan bahan tontonan oleh kedua teman dari Arshen, sontak hal itu membuat Elly jadi semakin marah, sehingga saat Arshen sebentar lagi akan melihat apa yang ada di samping pinggang Elly, tangan kiri Elly langsung menampar wajah Arshen.
PLAK….
“Arshen!” Darren terkejut dengan tamparan yang begitu kuat tadi benar-benar menyambut wajah tampan Arshen.
“Raelyn, kau-! Kau menamparku, berani-beraninya wanita rendahan sepertimu menampar wajahku yang berharga!” Pekik Arshen, sudah terprovokasi dengan tindakan Elly yang benar-benar berani menampar wajah Arshen.
“Siapa suruh kau tidak mau melepaskanku! Wajah jelek seperti itu, kau anggap tampan? Apa kau sama sekali tidak pernah bercermin? Bahkan dibandingkan kau, dia lebih tampan darimu!” Balas Elly dengan kemarahan yang sama.
“.........” Dan ketika ujung jarinya menunjuk pada pria bernama Felix, Felix yang awalnya hendak angkat bicara itu, jadi hanya mengatupkan mulutnya dan langsung pergi dari sana.
Arshen yang sudah tersulut amarah itu, langsung mencengkram kerah baju Elly dengan cukup kuat, lalu tangan kanannya pun dia layangkan untuk menampar wajah Elly, “Kau benar-benar, perempuan tidak berguna, aku kembalikan tamparanmu ini!”
GREP…
Tapi niatnya itu langsung terhenti saat tangan kiri Elly tiba-tiba saja berhasil menangkap tangannya Arshen.
__ADS_1
“Apa?!” Arshen tersentak dengan kekuatan yang digunakan oleh Elly untuk mencengkram tangannya, benar-benar cukup kuat, sampai saat Arshen berusaha untuk melepaskan diri, tangannya Arshen justru mendapatkan satu cakaran, karena kuku Elly yang sudah panjang namun terawat itu, menekan kulit serta bagian pembuluh nadi Arshen. ‘Akhh, kenapa cengkraman tangannya kuat sekali.’
Arshen terheran, dan rasa sakit itu benar-benar ada sampai Arshen melihat kalau kuku panjang Elly lebih menekan kulit tangannya, sehingga ia merasa kaalu dagingnya akan robek.
“Sikapmu memang perlu diberi pelajaran, Arshen.” Ucap Elly dengan nada penhu penekanan, sampai sorotan matanya yang tajam dan penu keberanian itu lansgung membuat kedua orang itu merinding.
‘K-kenapa dia punya tatapan mata yang berbeda? Bahkan berani!’ Darren yang melihat aksi dari wanita yang sudah ia percaya bahwa Elly adalah Raelyn yang dinyatakan menghilang itu, jadi sedikit takut.
Dia mempercayai kalau Elly adalah Raleyn, sebab Darren sesaat tadi sudah melihat adanya dari bekas jahitan yang ada di pinggangnya Elly, maka dari itu Darren pun jadi merasa tidak percaya kalau wanita yang hendak mendapatkan siksaan dari Arshen seperti biasanya, sekarang jadi berubah terbalik, yang tersiksa bukan lagi Elly, melainkan Arshen sendiri.
‘Padahal hanya wanita, tapi kenapa kuat sekali? Tidak, aku tidak boleh membiarkan dia membalasku.’ Karena Arshen tidak mau kalah, Arshen pun saat itu juga langsung sedikit memutar tangan kanannya ke bagian dalam, sehingga dengan gerakan ringan itu, karena tangan Elly secara otomatis langsung terpelintir, Elly pun secara otomatis jadi melepaskan cengkraman tangannya dari pergelangan tangannya Arshen.
“Arshen, sudah …, jangan lakukan itu lagi.” Peringat Darren kepada Arshen.
‘Itu apa?’ Elly jadi curiga dengan perkataanya Darren.
Arshen yang tidak menggubris peringatan dari Darren, bahkan ketika Arshen hanya mentap satu wajah yang ada di depannya itu, Arshen saat ini seperti benar-benar tidak mendengar apapun kecuali suara nafas Elly yang begitu terdengar jelas di telinganya Arshen.
“Kau harus membayar atas perbuatanmu tadi.” Hembus Ashen.
Elly yang semakin waspada dengan apa yang akan di lakukan oleh Arshen kepadanya, langsung berekspresi lebih serius dan berani.
“Kaulah yang seharusnya membayarnya, bocah ingusan.” Ledek Elly, semakin membuat Arshen jadi terprovokasi.
“.........” Dengan raut wajah terdingin dan paling datar yang dimiliki oleh Arshen, tangan kanan Arshen yang sudah lolos dari cengkraman tangannya Elly, langsung terangkat dan mencengkram rambut Elly.
GREP…
“Dasar pria yang menyedihkan, kau tahunya hanya marah pada seorang wanita. Pengecut.” sindir sekaligus menghina, hal itu pun sukses menambah rasa sakit yang diterima oleh Elly, karena rambutnya di jambak.
“Kelihatannya kau memang sedang ingin memancing kemarahanku, baiklah, sesuai dengan imblan karena kau berhasil membuatku marah, kau harus rasakan ini.” kata Arshen, matanya menyipit, membuat kesan tatapan mata yang cukup tajam itu seolah cukup menusuk.
Tepat setelah mengatakan ancaman itulah, Arshen pun langsung menarik salah satu dari sisi kerah bajunya Elly dengan cukup kuat hingga beberapa kancing bagian atas, benangnya mulai kena tarik dan putus.
Tidak begitu memperdulikan dengan apa yang sudah dilakukan oleh Arshen kepada pakaian dan rambutnya, saat itulah Elly yang harus menahan rasa sakitnya karena rambutnya di tarik, tangan kanan Elly langsung meraih tangan kiri Arshen, mencengkramnya dari area dalam tangan kirinya Arshen layaknya ular yang sedang melilit tangannya, lalu ia pun menarik tangannya sendiri ampai tangan kiri Arshen otomatis tertekuk ke arahnya, saat itulah Elly langsung meraih leher Arhsen.
Leher Arshen yang di tarik ke bawah oleh Elly, sontak membuat tubuh Arshen otomatis langsung turun ke bawah, dan kedua kaki yang Elly yang sempat di tindih dengan satu kaki kirinya Arshen dengan kuat, Elly tiba-tiba membuka kedua kakinya, menuntun lutut kaki Arshen secara otomatis langsung mendarat ke permukaan sofa.
Di saat itulah Elly mengeluarkan tenanganya ke bagian kakinya, untuk mengunci pergerakan kaki kirinya Arshen, langsung mendorong tubuh Arshen dengan mneggunakan bahu sebelah kanannya, membuat tubuh Arshen yang tadinya berada di atas, sekarang berubah jadi di bawah.
__ADS_1
BRUK…