Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
32 : PTRI : Merenggut mahkota


__ADS_3

'Aku tidak mungkin menyerukan kata seperti itu.' Pertegas Elly pada kondisi pikiran yang sadar?


Elly seketika menyadari kalau dirinya saat ini mampu berpikiran jernih sendirian, tapi kenapa mulut dan tubuhnya melakukan hal di luar kendalinya?


Ada apa ini?


"Hah~ Siapa gerangan orang kurang ajar yang memberikanku obat seperti ini? Dasar, kalau aku menemukannya, aku membuatnya masuk kedalam kandang singa." Suara dari kutukan milik seorang pria langsung terdengar.


"Ugh~ P-panas." D*sah suara milik Elly sendiri?


Tapi kenyataannya memang seperti itu, Elly merasa tubuhnya sedang kepanasan, ingin sekali jika tangannya itu bisa Elly kendalikan, segera dia lepaskan saat ini juga.


Tap karena dia tidak bisa mengendalikannya, dia pun hanya pasrah. Dia harus menerima sesuatu yang ada di luar akal sehatnya. 'Aku ingin sekali masuk kedalam kulkas.' Benak hatinya.


Sampai suatu ketika, ia akhirnya melihat pria yang baru saja masuk.


Dengan pandangan yang sedikit samar, tapi bisa Elly lihat siapa atau seperti apa wajahnya, betapa mengejutkannya Elly saat mengetahui laki-laki yang kini hanya sudah berbalut kemeja putih, dan sedang menarik dasi yang mencekik lehernya dengan kasar, adalah seseorang yang Elly kenal?!


'A-apa? Kenapa aku bertemu Alves? Tunggu, dia terlihat lebih muda?' Mata yang sudah menatap sendu Alves, terus mencoba untuk meneliti kalau pria di depan sana memang benar-benar Alves! 'Ada apa ini? Tadi tubuh ini di jeb-'


Yah, dalam seperkian detik itu juga Elly sadar kalau saat ini momen dengan suasana panas di dalam kamar hotel itu bukanlah miliknya, melainkan kenangan lama milik dari tubuh yang Elly diami itu.


"Kenapa ada wanita disini? Ugh ..." Alves langsung merasakan denyutan yang cukup merumitkan suasana hatinya itu. "Apa kau sengaja datang ke kamarku agar bisa mendapatkan uang dariku hm? Aku tidak mempermasalahkannya, karena aku juga memang butuh melakukannya."


"T-tidak, bukan itu. Aku sama ... sekali bukan wanita yang seperti kau pikirkan!" Protes Elly?


Entah, karena Elly sendiri masih tidak tahu siapa nama dari tubuh yang Elly diami itu.

__ADS_1


"Bukannya buktinya ada disini? Tubuhmu saja sudah kepanasan seperti itu, artinya kau ingin apa yang sedang aku inginkan, ya kan? Jadi tidak usah beralasan lagi." Cetus Alves.


Dengan beringasnya, Alves berjalan dengan cepat menghampiri Elly yang ada di atas tempat tidur dalam kondisi tangan yang di borgol.


"Jadi ini yang namanya dua orang sama-sama kepanasan?" Seringai Alves setelah berhasil menindih tubuh Elly.


"'Tidak, janganhh~" Matanya merem melek saat Alves yang terlihat berusia lebih muda sekitar dua puluh tahunan itu menyapu perutnya dengan menggunakan tangan.


Sentuhan yang terasa dingin tapi juga membuat tubuhnya merasakan geli, mengantar Elly bersuara aneh.


"Hah....hah....hah...." deru nafas Elly kian memburu seiring waktu dan seiring tangan itu terus menyetrika kulit tubuhnya. "Jangan, tidak ... Jangan seperti itu. Aku .... Tidak mau." Elly menggeleng-gelengkan kepalanya tidak mau dengan apa yang mau di perbuat oleh pemuda itu.


"Kau sangat berisik." Ketus Alves dengan tatapan paling dingin. Dia sama sekali tidak suka jika lawannya sok lemah seperti itu, padahal di dalamnya ingin sesuatu yang semangat.


'H-hei! Apa dia gila! Dia mau apa?' Pekik Elly yang sekarang. Dia benar-benar di hadapi oleh Alves yang sudah membuka pakaiannya sehingga memperlihatkan semua otot tubuhnya yang berhasil di bentuk dengan cukup baik.


BRUK.


Sehingga saat Alves menyingkap gaun tipis yang cukup menerawang itu keatas, dia langsung di suguhi dengan pesona yang membuat gairahnya semakin muncul.


"T-tidak, aku mo..hon, ja...ngan lakukan itu. Jangan! Aku tidak mau di anggap pela*cur."


Racau gadis belia ini, meronta ingin lepas dari kungkungan laki-laki di atasnya.


Sedangkan pria yang tidak lain adalah Alves muda, justru tidak menghiraukan semua racauan akan permohonan dari gadis yang ada di bawahnya itu, karena dala, waktu singkat yang tidak dapat di ulur lagi, ia segera menjelbloskan Elly kedalam penjara.


"Akhhh...!" Elly berteriak keras dengan air mata mengalir membasahi wajah cantiknya.

__ADS_1


"Sempitnya, kau ternyata masih perasan. Yang benar saja." Kutuk Alves dengan mata mengernyit, saat adiknya sudah berhasil di jebloskan kedalam penjara kenikmatan.


Karena apa?


Karena siksaan dari penjara yang di miliki oleh wanita itu adalah sesuatu yang harus di lawan dengan tantangan yang keras juga.


"Sa-sakit, hiks, kau ..aku benci kau."


"Benci aku juga tidak benci uang kan?" Hina Alves ini. Dia yang tidak kuasa menahan apa yang namanya di sebut di remas, membuatnya adiknya agar masuk kedalam kelas paling hebat, yang letaknya ada di dalam sana.


'S-sial, kenapa rasanya sakit? Tubuh ini benar-benar masih perawan! Dan Alves orang pertama yang justru mengambil keperawanannya? Yang benar saja? Ah~ S-sesak. Dasar, anak ini kenapa saat muda kelakuannya bisa senakal ini? Apa dia hanya berpikir uang bisa mengatur segalanya?' Protes Elly yang sekarang dengan semua sensasi yang dia dapatkan sekarang adalah akibat apa yang sedang terjadi oleh tubuh yang ia diami, sekaligus Alves kurang ajar yang berhasil merenggut mahkota gadis belia ini.


"S-sakit, hiks...hiks ....hiks ...." Tangisan itu terus tertahan ketika tanpa di sadari, tubuhnya merasakan sesak serta denyutan di dalam penjara miliknya.


Alves yang tidak menghiraukan segala permohonan atau rintihan dari rasa sakit yang mendera tubuhnya, terus menghujam senjatanya untuk memporak-porandakan penjara nyaman layaknya selimut hangat yang cukup lembut.


PHAK.


"Anghhh~" D*esah Elly dengan kepala semakin kosong, dan susah untuk melakukan perlawanan ketika kedua tangannya saja di ikat dengan menggunakan borgol.


"Ini menyusahkan." Gumam Alves saat melihat borgol yang mengikat kedua tangannya itu justru menjadi sesuatu yang menghalangi tujuannya.


Karena itulah, Alves langsung mencengkram kedua tangan itu, memegang bagian kedua sisi borgol itu, dan tiba-tiba langsung di hentakkan dengan arah yang saling berlawanan.


KLAK...


Borgol itu seketika terlepas dari pergelangan tangan Elly.

__ADS_1


'Dia bisa melakukannya tanpa kunci juga? Bahaya sekali Alves ini? Tapi tunggu, kenapa tingkahnya saat ini yang seperti anak nakal, justru yang sudah besar itu bisa sedewasa itu?' Elly pun hanya paham sedikit, kalau Alves yang muda dan yang sekarang sudah mengalami banyak jalan kehidupan, makannya kesan pertama saat Elly melihat Alves yang sudah dewasa itu seperti orang yang berkharisma.


Padahal saat muda, seperti berandalan.


__ADS_2