
“Orson, kenapa Elly lama?” Di sisi lain, Alves yang sedang menunggu Elly selama satu jam lebih, akirnya membuat Alves jadi bertanya-tanya kemana perginya wanita yang menjadi pelayannya itu?
Karena Elly adalah orang yang cukup bertanggung jawab dengan semua tugasnya, apalagi karena sudah berjanji dengannya bahwa semua Elly lah yang akan menyiapkan makanan untuk pesta malam nanti, maka Alves jadi menyadari keanehan karena Elly begitu lama untuk kembali.
“Mungkin saja dia sedang belanja banyak. Bukannya kau lebih tahu, kalau Elly suka brang dengan kualitas yang bagus, mungkin saja kendalanya dia sedang kebingungan untuk mencari sesuatu yang bagus-bagus di supermarket.” Jelas Orson agar Alves tidak begitu mencemaskan hal yang tidak perlu, karena Orson sendiri bahkan sudah tahu di kejadian saat pencurian di kantor pribadi Alves berlangsung, Elly lah orang yang menjadi dinding terdepan untuk menghalangi pencurian tersebut.
“Tapi tetap saja Orson, dia adalah orang yang bahkan belum begitu mengenal daerah sini, atau jangan-jangan dia ter-”
“Mobilnya kan ada GPS.” Orson menyela ucapannya Alves saat itu juga, membuat Alves jadi seperti orang bodoh, karena mobil yang digunakan Elly untuk pergi adalah mobilnya Orson yang memiliki fitur canggih, bahkan untuk sekedar GPS, tentu saja ada.
Dan barusan Alves jadi memperlihatkan ucapannya yang begitu bodoh kepada teman sekaligus anak buahnya itu.
“Bahkan jika ada apa-apa dengan mobilku, semua riwayat kerusakannya langsung masuk ke dalam handphoneku.” Imbuhnya lagi, kembali menghilangkan kemungkinan Alves akan mengatakan hal tidak berguna lagi.
“Tapi ini sudah lebih dari satu jam.”
“Makannya, apa kau sudah memberikan handphone kepada Elly? Itu akan jauh lebih mudah untuk mengabarinya.’
“Belum,”
“Kenapa belum?” Orson yang sedang mengerok isian dari daging kelapa muda, langsung menghentikan aktivitasnya dan menoleh ke arah Alves yang sedang duduk santai di kursi taman, sambil menikmati pemandangan laut di gazebo yang ada di belakang rumah Orson, dan menyatu dengan kolam renang.
“Karena aku sedang memesannya.” Jawab Alves singkat.
“Memesan? Kan ada banyak handphone, kenapa tidak memberinya handphone yang lain dulu? Lihat sekarang, jadinya susah kan mau mencari tahu keadaan atau Elly ada di mana?” Jelas Orson.
“Kau cerewet seperti kakekku saja, urus semua kelapa itu, aku akan mencoba mencari Elly ada di mana.” Cakap Alves, lalu meninggalkan Orson sendirian bersama dengan puluhan kelapa.
“Padahal aku mengatakannya baik-baik agar dia tidak jadi sebodoh itu, tapi tanggapannya seperti suami panik kehilangan istri,” Gerutu Orson, sesekali memakan daging kelapa muda itu.
_____________
TIN….TIN….
Baru juga Alves masuk kedalam rumah, tapi Alves langsung dihadapi oleh tamu yang diundang, mereka adalah orang-orang yang membawa semua perabotan rumah untuk interior rumahnya Orson.
Maka dari itu Alves segera pergi ke pintu depan dan menyambut semua anak buahnya itu.
“Tuan-”
__ADS_1
“Tidak usah banyak bicara kepadaku, tinggal tata saja. Jika kau tanya harus apa dan apa, yang punya ada di belakang rumah,” Sela Alves dan langsung nyelonong pergi keluar rumah untuk menyusul Elly.
“Aku pikir ini rumahnya Tuan untuk calon Istrinya, tapi kenapa dengan ekspresi Tuan muda? Dari ekspresi wajahnya, jelas Tuan sedang mengkhawatirkan sesuatu.” Gumam pria ini.
“Bos?”
Mendengar salah satu karyawannya memanggilnya, pria ini langsung membantu membukakan satu pintu lagi, agar mereka bisa memasukkan semua barang-barangnya ke dalam rumahnya Orson.
“Kalian ayo masuk, aku akan menginstruksikan kalian untuk diletakkan dimana.” Pesan pria ini kepada sepuluh orang yang masing-masing sudah membawa barang bawaannya untuk di letakkan di dalam rumah.
Sedangkan Alves, ia sudah pergi membawa satu mobil lain milik Orson.
‘Dia tidak mungkin selama ini, aku tahu jelas jika dia terkena masalah, dia pasti akan menghubungiku dengan menggunakan telepon umum atau handphone milik orang lain.
Dan aku belum memberikannya handphone, sebenarnya selain alasan aku sedang memesannya secara khusus, aku perlu mencoba mencari tahu kalau dia tidak berulah lagi dengan menggunakan handphoneku seperti yang terjadi beberapa hari yang lalu.’ Pikirnya.
____________
“Akh…akhh…!” Ronta Arshen dengan suara yang cukup melengking, bahkan bisa membuat orang yang mendengarnya salah paham sendiri, kalau suara itu sebenarnya bukanlah suara dari orang yang sedang menari kenikmatan, melainkan menahan geli yang ia alami. “C-cukup! Berhenti, aku sudah tidak kuat lagi.”
“Ha? Masa yang seperti ini kau sama sekali tidak kuat? Sebenarnya pria macam apa kau ini?” Tanya Elly tepat di belakang kepala Arshen, yang mana sekarang Arshen sudah dalam kondisi terikat di kursi.
Layaknya seorang penjahat, Elly mengikat Arshen yang sudah lebih dulu melakukan perkara dengannya, dan itu dengan cara membuat Arshen merasakan segala tekanan dari jari-jamari tangan Elly yang begitu lihai merambah kulit tubuh Arshen yang sudah dibanjiri keringat karena harus menahan sensasi yang diberikan Elly kepadanya.
Tidak, bukan bulu kuduknya saja, tapi juga dirinya yang lain pun sempat berdiri juga.
“Darren! Kenapa kau diam saja?! Bantu aku singkirkan wanita ini dariku!” Pekik Arshen meneriaki temannya yang sedang asik main game, dan di satu sisi lagi tangannya juga menyempatkan diri untuk mengambil air minum.
“Kan aku sudah memperingatimu, agar berhenti, tapi kau sendiri tidak mendengarkanku sama sekali. Bagus Raelyn, kau harus membalas apa yang pernah dia lakukan kepadamu.” Jawab Darren, bahkan ia hanya sempat meliriknya sesaat ke arah mereka berdua sebelum akhirnya Darren kembali menatap layar handphone nya.
Elly yang sebenarnya belum tahu siapa Raelyn kecuali hanya menebak kalau tubuh yang ia gunakan itu adalah orang yang memiliki nama Raelyn, dengan menggunakan nama itu juga Elly pun akan membalaskan dendam dari apa yang pernah Arshen lakukan kepada tubuhnya itu.
“Benar juga, kenapa aku dari tadi tidak memikirkan untuk membalas perbuatanmu yang dulu dengan hal yang lebih? Darren, katakan apa saja yang pernah anak ini lakukan kepadaku satu persatu dengan singkat, padat, dan jelas, sehingga saat iu juga aku akan melakukan pembalasanku sesuai dengan apa yang kau sebutkan.” Papar Elly, meminta bantuan Darren untuk menyebut satu persatu perbuatan yang sempat Arshen lakukan terhadapnya.
Darren yang mendengar permintaan itu dari mulutnya Elly seperti terdengar begitu serius, tentu saja Darren akan memenuhi keinginannya itu.
Sebab Darren merasa kalau kali ini akan ada sesuatu yang lebih menyenangkan ketimbang main game online.
“Ehem, di hari pertama dia memperlakukanmu dengan kasar, dia menampar wajahmu, hanya karena kau tidak sengaja menumpahkan air jus ke pakaiannya.”
__ADS_1
“Darren! Kau memihak wanita ini ketimbang ak-”
Tapi semua kalimatnya segera sirna setelah Elly menyela ucapannya. “Arshen,”
Nama yang Elly panggil, disusul dengan kedua telapak tangan yang perlahan bergerak dari belakang tengkuk Arshen menuju bahu Arshen.
‘Pria ini, dibalik sifatnya yang keras kepala, di saat seperti ini dia tidak akan bisa memberontak.’ Elly diam-diam tersenyum tipis.
Kedua tangan itu terus bergerak menyusuri tubuh atletisnya ke bagian depan dan berakhir dengan bawah leher Arshen, sehingga hal itu merubah warna kulit tubuh Arshen yang tadinya putih, berubah jadi memerah.
Hal itu disebabkan karena sentuhan yang dilakukan oleh Elly berhasil menciptakan suhu tubuh Arshen perlahan semakin meningkat, akibat salah satu dari sekian banyak hormon yang dimiliki Arshen sedang berfungsi dengan baik.
Ya, dan salah satunya adalah hormon Kortisol, yaitu dimana tubuh akan melepaskan hormon ini ketika merasa lelah, frustasi, cemas ataupun tertekan. Hal ini juga yang membuat mengapa orang yang sedang stres memiliki nafsu **** yang begitu kuat, dan itu sudah mulai muncul dengan perilaku Arshen yang tiba-tiba saja menelan saliva nya dengan kasar.
Arshen sudah tidak mampu menahan keinginan dari sentuhan Elly yang begitu memancing birahi seorang pria, dan itu terjadi kepada Arshen.
“Bukankah semua ini berasal dari salahmu sendiri?” Tanya Elly, tangan kanannya sudah mencapai dagunya Arshen. “Kau yang membawaku kesini, mau melecehkanku, dan bahkan mau menamparku. Dan kau sekarang sudah mulai merasa tertekan karena aku akhirnya mampu mengembalikan semua yang pernah kau lakukan kepadaku?”
GREP..
Ketika tangan kanannya mencengkram dagunya Arshen, maka tangan kirinya mencengkram lehernya Arshen, dan saat itulah Elly membuat kepala Arshen jadi mendongak ke atas, sehingga mereka berdua pun saling bertatap muka.
"Kau- kira-kira harus aku apakan ya?" Tatap Elly dengan tatapan mata sedang merendahkan Arshen.
GLUK.
Dan Arshen pun jadi dibuat kembali meneguk saliva nya sendiri selepas ia melihat wajah Elly yang begitu dekat dengan matanya, sehingga ia pun mampu merasakan setiap hembusan nafas Elly yang menerpa wajahnya langsung.
'Dekat sekali. Sebenarnya kemana perginya nyaliku beberapa waktu yang lalu? Kenapa aku sekarang jadi tidak berdaya, bahkan untuk menghadapi tatapannya itu, aku jadi tidak berani, dan merasa terintimidasi. Sebenarnya aku membawa Raelyn yang asli kan? Tapi kenapa saat melihat tatapan dan segala ucapan yang keluar dari mulutnya selalu saja memperlihatkan keangkuhan di dalam dirinya?' Pikir Arshen. Ia benar-benar tidak mampu untuk melawan lagi ketika ia menemukan setitik kemarahan di dalam manik mata hitam yang dimiliki oleh Elly terhadapnya.
Satu hal yang tidak pernah Elly alias Raelyn tunjukkan kepadanya sebelum ini.
“Siapa kau sebenarnya?” Pada akhirnya kejanggalan yang dimiliki oleh Arshen pun membuahkan hasil sebuah pertanyaan kepada Elly.
“Tentu saja aku adalah Raelyn, atau bisa dibilang-” Elly sengaja memotong ucapannya sendiri, lebih membungkukkan tubuhnya ke depan, Elly pun tiba-tiba saja membuat bisikan kecil tepat di samping telinganya Arshen. “Aku adalah Raelyn yang baru, yaitu Ellynda atau kau bisa memanggilku Elly.”
Arshen membelalakkan matanya, ‘Elly? Jangan-jangan wanita ini adalah orang yang sempat di bicarakan oleh teman-temanku, soal pria pebisnis yang gila kerja, Tuan muda Alves berangkat ke pesta bersama dengan pelayannya?’
“Dari reaksimu, kelihatannya kau sudah menyadari kalau aku sebenarnya siapa.” Sela Elly di tengah-tengah Arshen masih dalam keterkejutannya.
__ADS_1
‘T-tapi, tapi dia itu Raelyn, kenapa bisa jadi pelayan orang itu?!’ Pekik Arshen di dalam pikirannya.
“Hah~ Karena kau sudah tahu aku siapa, sekarang bukankah giliran sesi balas dendamku kepadamu setelah apa yang kau lakukan selama ini kepadaku?” Ancam Elly dengan senyuman penuh siasat.