Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
31 : PTRI : Tidak sesuai


__ADS_3

"Oh ya, aku penasaran, bagaimana caramu bisa datang ke kantorku?" Alves memakan bento hasil buatan Elly.


Karena lupa Bento pemberian Elly tertinggal di dalam helikopter, maka dari itu, sebagai menu tambahan setelah Alves sendiri sudah beli makanan, maka mereka berdua pun mengadakan jamuan makan sederhana di dalam kamar layaknya sedang kencan.


"Kau tanya karena penasaran?"


"Apa aku harus mengulangi nya kedua kali?"


"Aku pergi ke kota dengan jalan kaki."


Alves seketika tercengang dengan jawaban mengejutkan dari wanita yang ada di depannya itu. "A-apa? Jalan kaki? Bagaimana bisa kau jalan kaki?"


Ketika Alves perhatikan lagi lebih dalam, dia melihat Elly terlihat seperti orang yang bingung.


Elly akhirnya menarik nafas, lalu menjawab lagi. "Kan aku punya kaki, ya bisa jalan kaki." Setelah menjawab pertanyaannya, Elly menambah kalimatnya. "Dan aku, kan tidak punya uang untuk naik kendaraan umum."


'Dia-' Alves melirik kembali bento hasil masakan yang di buat Elly itu cukup bagus, dan bahkan saking bagusnya, terlihat seperti masakan hasil restoran bintang enam.


Namun dari pada itu semua, Alves justru merasa apa yang di lakukan oleh Elly ini cukuplah berlebihan, sampai mau jalan kaki sejauh tujuh kilometer untuk mengantarkan bento untuknya?


Alves menatap sushi yang di jepit dengan kedua sumpit.


Penataan rapi yang di tuangkan dalam setiap bentuk, membuat Alves merasa kalau kalau Elly membuatnya dengan penuh perasaan?


'Memangnya iya? Tapi selama beberapa hari ini, aku memang sering melihat Elly yang bisa memasak itu seperti seorang koki yang handal.


Bagaimana ada wanita sesempurna ini? Dia bisa memasak, membereskan rumah, sampai melayaniku, dan menolong perusahaanku seperti ini. Dia di luar dugaan. Tapi kenapa dia mau melakukannya sampai sejauh itu?


Dia bukanlah siapa-siapa, bahkan hubungan ini saja hanya di dasari saling membutuhkan.


Ya, memang benar saling membutuhkan, tapi yang ada aku merasa justru kalau akulah yang jauh lebih di untungkan.' Setelah berpikir banyak, Alves memakan satu suap sushi itu.


Dia seperti masuk kedalam nostalgia. Karena apa yang dia makan saat ini, Alves merasa ada perasaan masa lalu yang di tuangkan kedalam Sushi itu.


'Setiap sushi yang di buat memang terlihat sama pada umumnya, tapi aku jelas merasa seperti makan hasil dari masakan Ibuku.' Alves masih menikmati tiap kunyahan demi kunyahan, merasakan segala rasa yang ada di dalamnya. "Setelah ini, kau mau pulang atau tetap disini?"

__ADS_1


"Pulang saja. Karena di rumah, rasanya lebih tenang." Tatapan sendu itu terus menatap pemandangan kota yang bisa di lihat oleh mereka dari kantor milik Alves.


"Nyam~ ...Ok." Dengan mulut penuh.


_______________


WOSH ...


WOSH ...


WOSH ...


Angin kencang yang berasal dari baling-baling helikopter membawa mereka berdua mengarungi langit malam yang indah di penuhi dengan kerlap-kerlip dari lampu kendaraan yang menjalar di sepanjang jalan, dan cahaya dari semua gedung memberikan akses untuk mereka berdua menikmati lebih dari sekedar keindahan malam purnama.


'Dia tidur lagi. Apa mungkin efek dari gumpalan darahnya? Dia itu seharusnya Istirahat, tapi hari ini saja dia melakukan pekerjaan yang lebih berat ketimbang sebelumnya.' Alves lah yang mengendarai helikopter, melewati puluhan kilometer dalam sekali jalan.


Tapi niatnya memang bukan sekedar pulang saja, mereka berdua mengelilingi kota dengan helikopter lebih dulu, sampailah karena sudah terlalu lama, Elly yang jelas kelelahan karena tubuhnya belum benar-benar sembuh jadi langsung tertidur.


Karena sudah begitu, Elly pun Alves bawa pulang ke rumah.


Dan setelah itu, Alves gendong tubuh mungil Elly yang ternyata di balik tubuh yang kurus itu tersimpan tenaga yang kuat.


"Eungh~" Lenguh Elly dengan dahi bertautan. Dia kini sedang bermimpi buruk, sampai kemeja hitam yang di pakai Alves, di cengkram dengan kuat sampai kusut.


'Apa yang dia mimpikan?' Pikir Alves. Melihat Elly terlihat tersiksa seperti itu, Alves jadi merasa kasihan.


"Jangan, jangan lakukan itu, ah~" Elly semakin meremas kemeja Alves.


"Elly~" Satu panggilan itu menyeruak masuk kedalam gendang telinga.


____________________


Gelap juga dingin, itulah yang di dapatkannya setelah membuka kelopak matanya.


'Ugh~ kenapa kepalaku rasanya sakit sekali? Dan perasaan terbakar ini, ini aku seperti baru saja menerima obat.' Keluh Elly dengan tubuh yang terasa panas seolah dia sedang di panggang.

__ADS_1


Udaranya memang cukup dingin, tapi sayangnya tidak dengan tubuhnya yang terasa panas.


'Dimana aku? Kenapa tanganku tidak bisa aku gunakan un- ini di ikat!' Elly berusaha untuk untuk melepas ikatannya, tapi itu seperti tidak merespon dengan apa yang ada di otaknya! 'Kenapa ini? Hanya di ikat, ini memang menggunakan borgol, dan aku bisa melepaskannya. Tapi kenapa tubuhku tidak merespon dan hanya-'


"Dimana ini? Hiks ....., siapa yang menjebakku? Siapa? Tolong~"


'Hahh?! Ini suaraku, kenapa aku sampai menangis dan meminta tolong? Kan aku bisa urus masalah ini sendiri? Tidak, ini ada yang tidak beres. Dan lagi pula, aku tidak pernah berpikir untuk mengatakan itu!' Pikir Elly lagi.


Dan benar saja, setelah di coba untuk berbicara dengan mulutnya sendiri, Elly tidak bisa menggunakan mulutnya selain pikirannya.


"A-aku harus keluar dari sini. Harus. T-tapi-"


Setiap kali hendak bangun, tubuhnya itu benar-benar tidak kuasa untuk sekedar duduk. Kakinya merasa lemas, itu juga jadi salah satu masalah kenapa Elly tidak bisa bangun dari sesuatu yang terasa empuk di tubuhnya. Apalagi kalau bukan kasur.


'Arghh! Kenapa aku sama sekali tidak bisa bangun? Ini sangat panas, dan tubuhku terasa lemas. Apa-apaan ini? Bukannya tadi aku ada di helikopter ya? Kenapa aku bisa berada di sini?


Mana mungkin Alves membuangku, dia itu membutuhkan orang sepertiku, jadi mana mungkinkan? Aku sudah berusaha untuk menjadi pelayannya yang sempurna, jadi aku mana di buang seperti ini lagi kan, seperti di kehidupanku sebelumnya?'


Setiap kali Elly mencoba untuk bangun, tidak ada reaksi apapun, selain tubuhnya yang terasa terbakar dan ingin melepas semua pakaiannya.


Hingga kegelapan itu tiba-tiba sirna.


KLEK.


Terdengar adanya pintu yang terbuka, dan di susul dengan lampu yang sudah menyala, sehingga memperlihatkan sebuah kamar yang cukup mewah?


'I-ini kan hotel? Sudah pasti, ini pasti hotel! Lantas kenapa aku ada di sini! Bajingan Alves itu, dia membuangku ya! Awas saja kalau ketemu, aku pasti akan membuatmu bertekuk lutut di hadapanku!' Racau Elly. Dia sama sekali tidak terima dengan keadaannya yang sungguh kacau, karena saat ini ia akhirnya melihat penampilannya sendiri yang ternyata sudah memakai sebuah lingerie?


TAP ... TAP ... TAP....


Elly terus mewaspadai apa yang sedang datang menghampiri.


"Tolong~ Ah, kenapa tubuhku panas?" Lenguhan tak jelas itu jelas akan membuat siapapun yang mendengarnya akan tergoda.


Apalagi dengan memperlihatkan lekuk tubuhnya yang sedang bergelayut seperti cacing kepanasan, membuat suasana semakin menggoda.

__ADS_1


__ADS_2