Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
166 : Interogasi


__ADS_3

"Aku hanya ingin coba-coba."


"Hah?" Liam, Arya dan Orson, mereka bertiga melongo dengan jawaban dari satu orang itu.


"Aku baru saja membuat bom jenis baru, jadi aku ingin coba melakukannya di tempat itu karena-"


"Karena apa?" Tanya Orson jadi merasa geram, karena membuat bom, hanya di gunakan untuk coba-coba sampai membuat orang lain sebagai objek percobaan.


"Karena aku ingin tahu apa ada yang bisa menjinakan bom itu atau tidak!" jawab Dodo. "Dan lagi pula, mereka itu hanya suka hidup enak, karena orang kaya dengan banyak harta seperti kalian itu cukup mengganggu, dan cara paling ampuh untuk membereskan orang-orang seperti kalian adalah dengan memberikan pemicu pada tempat resort milik Alves itu. Karena dialah yang paling aku benci.


Gara-gara dia, aku jadi tidak punya pacar. Aku benci orang tampan, dia sangat mengganggu, karena wajah dia selalu saja menarik perhatian semua wanita di negeri ini." ungkap Dodo.


"Dia gila," ejek Arya.


"Hei, kau juga sama gilanya." ucap Liam kepada Arya.


"Kalian bertiga gila! Gara-gara kalian, aku jadi harus lembur mengurus permasalahan ini semua, paham?!" Pekik Orson, karena ternyata dia berurusan dengan orang yang punya pikiran sama gilanya dengan Alves juga. "Dodo- kalau kau memang ingin punya pacar, makannya rawat dirimu biar jadi lebih bersih, dan tampan, bukan dandan seperti wanita. Jadi kau tidak punya hak untuk menyalahkan Bos ku yang tampan itu.


Dan Liam, kalau kau mau perhiasan, tinggal bilang saja, tidak perlu repot-repot mencuri.


Aku sudah tahu latar belakangmu, kau suka dengan seni, dan kau bisa mendesain banyak perhiasan, tapi karena Bos ku, jadi kau ingin mencuri karyanya, hanya karena dialah orang yang mendominasi pasar perhiasan sekalinya di buat.


Kau tidak usah melakukannya, jika kau mengajukan diri untuk bekerja dengannya, kau bisa bersinar juga seperti Bos ku itu.


Dan Arya, kau yang paling penting, aku akan menginterogasimu sendirian." Ucap Orson begitu panjang lebar.


Selesai menjelaskan apa yang ingin dia beritahu kepada mereka bertiga, semuanya pun jadi terdiam.


Mereka memang punya tujuan masing-masing untuk menghancurkan reputasi Alves.


Tapi begitu mendengar Orson mengatakan kalau kesulitan mereka terjadi karena keberadaan dari Alves yang punya segudang reputasi, dan reputasinya itu membuat menutupi sosok mereka, lalu solusinya adalah hanya tinggal bekerja sama dengannya secara langsung, mereka semua pun jadinya terdiam.


"Apa kalian paham apa yang aku katakan tadi? Jika kalian merasa tidak bisa bersinar, kalian bisa jadi orang yang terkenal juga jika kalian mau bekerja di bawah Bos ku, maka kalian pasti akan jadi orang yang bisa di kenal banyak orang juga.


"Paham." jawab mereka bertiga secara serentak.


Bisa menginterogasi dua orang dan memberinya solusi secara bersamaan, Orson akhirnya bisa sedikit bernafas lega, kecuali satu orang lagi, yaitu Arya.


Dia adalah orang yang secara khusus tidak memiliki motif sepertu dua orang tadi. Karena Arya ini adalah suruhan dari seseorang, siapa itu?


Orson sebenarnya sudah mengantongi nama, akan tetapi karena Orson ingin mendengar sendiri jawabannya dari Arya secara langsung, Orson pun akan menanyai orang itu secara terpisah.


__________


"Siapa yang menyuruh kalian?! Cepat lepaskan aku!" pekik Yuli.


Karena tetap di diami oleh kedua penjaga itu, Yuli pun semakin berteriak.


"Kelian berdua! Lepaskan aku! Jika kalian berdua mau uang lebih banyak, aku bisa membayarmu lebih banyak dari majikan yang kau layani itu!" ucap Yuli.


'Dia ini berisik sekali.' Pikir Cecil. Karena Yuli di tangkap, Cecil pun ikutan di tangkap juga.


Tapi apa yang terjadi, dua orang tersebut tetap saja diam dan bahkan tidak bereaksi apapun selain diam berjaga di tempatnya mengawas mereka berdua.

__ADS_1


Cecil yang hanya diam saja, terus memperhatikan kedua orang itu.


Sampai pintu yang mereka berdua jaga itu, tiba-tiba saja terbuka.


KLEK.....


Kedua tangan yang mendarat di masing-masing bahu mereka berdua, membuat kedua orang itu langsung berbalik dan mereka pun segera menyapa Bos nya itu dengan sebuah bungkukkan hormat sebelum kedua orang tersebut pergi keluar dan meninggalkan Alves bersama dengan kedua orang wanita itu, Yuli dan Cecil.


"Kau pasti sedang berusaha keras untuk menyuap mereka berdua ya? Sayang sekali, mereka itu tuli, jadi mau kau berteriak sekeras apapun sampai pita suaramu rusak, mereka tidak akan mendengarkanmu." Ungkap Alves, memberitahu masalah dari dua orang anak buahnya itu, bahwa dua orang tersebut memang memiliki kekurangan di bagian telinga, karena itu mereka berdua tidak bisa mendengar teriakan dari Yuli itu.


'Pantas saja, aku merasa aneh. Ternyata mereka berdua tuli. Untung saja aku tidak ikut-ikutan heboh berteriak seperti Yuli.' batin Cecil.


"Cecil, Yuli, aku tahu apa yang sebenarnya kalian perbuat kepada orangku." Seringai Alves. "Yuli, apa kau tahu apa yang terjadi berkat kau menyiramkan kopi kepadaku? Gara-gara kau, aku jadi harus punya luka yang cukup besar."


"I-itu kan tidak aku sengaja!"


"Aku tidak akan mendengar alasanmu yang satu itu, karena kau jelas sedang bertengkar dan mau menyiram kopi ke orangku." tukas Alves. "Tapi aku akan mendengarkan alasan kenapa kau mau bertindak lebih buruk dari sekedar bertengkar di depan kantorku waktu itu, sampai kau benar-benar punya keberanian untuk mencampurkan obat kedalam makanan dan kosmetiknya.


Itu sudah pelanggaran paling berat, apa kau tahu apa yang terjadi karena kau melakukan hal itu?


Kau akan aku penjara." beritahu Alves.


Dan kata penjara, sontak membuat Yuli dan Cecil tercengang.


Melihat wajah terkejut milik mereka berdua, Alves pun dalam diam jadi ikutan senang juga.


___________


"Sebenarnya kemana dia pergi? Dia bahkan tidak bilang kepadaku mau pergi kemana, gara-gara aku ketiduran." Gerutu Elly saat dia melihat di garasi mobil, dari tiga mobil, satu mobil tidak ada di tempatnya, yang artinya memang sudah di bawa pergi. 'Di hubungi saja tidak di angkat, padahal aku ingin bicara dengannya.' pikir Elly.


Cip!


Cip...cip...


"..." mendengar ada suara kicauan burung yang begitu ribut, Elly langsung mencari arah dari suara itu.


Cip!


Meong! Meong!


Di tambah ada suara kucing, hewan yang paling tidak di sukai oleh Alves, sontak Elly langsung pergi mencarinya.


Meong!


Cip!


Dan ketika di cari, Elly langsung menemukan ada seekor kucing yang terjebak di atas pohon, dan sekarang sedang ribut dengan dua ekor burung.


Meong! Meong!


Cip! Cip!


'Suaranya, berisik sekali. Jika aku tidak segera membuat kucing itu pergi, Alves pasti akan membuatnya masuk ke dalam kuburan.' Tatap Elly melihat kucing berwarna abu dengan corak hitam seperti seekor macan, tengah memeluk batang pohon, tapi di depannya persis ada sarang burung juga, sehingga dua hewan itu pun saling berdebat, entah apa yang sedang di perdebatkan oleh kedua hewan itu, tapi misi milik Elly kali ini adalah satu, membuat kucing itu turun dan di bawa pergi.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian.


Meoong!


Sang kucing tidak suka jika Elly mendekatinya, tapi Elly justru dengan bersikeras akan membuat kucing itu turun.


Dengan menggunakan tangga, Elly bisa menaiki pohon yang lebih tinggi dengan mudah.


"Apa kau mau tinggal di sini terus?"


Meong!


"Kalau kau tidak mau aku bantuin, berarti kau harus terjebak disini sampai hujan-hujanan, kau mengerti?"


Meong!


Meong...meong!


'Dia kelihatannya memang sangat tidak mempercayai ku, karena takut manusia. Tapi sebentar lagi juga mau hujan, aku mana mungkin bisa meninggalkan kucing secantik ini di pohon!' Geram sendiri karena masih saja belum bisa membujuk kucing tersebut, dengan terpaksa, Elly yang sudah tidak tahan untuk menahan diri itu, langsung menarik ekornya dengan cepat.


MEOONGG!


Sontak kucingnya hampir terjatuh, dan hanya tinggal dua tangan yang sudah mengerahkan cakarnya ke batang pohon agar tidak jatuh.


"Makannya, aku bilang turun ya turun, aku akan membantumu turun!" Tegas Elly.


Seketika nyali si kucing langsung menciut begitu di marahi oleh Elly, sehingga kucing itu pun hanya mengibaskan ekornya sambil berusaha menahan berat tubuhnya itu.


'Imut.' Sipu malunya pun muncul juga melihat keimutan dari kucing itu, sehingga Elly pun mencoba untuk memeluk kucing itu.


Begitu berhasil, dia mulai mencoba untuk turun, tapi begitu Elly turun dan sudah menginjak salah satu tangga, tangannya tiba-tiba saja bergoyang dan tidak stabil.


"Eh?" Elly yang iku terhuyung ke samping, jadi terkejut.


"Cepat bantu dia!" Dan kakek nya Alves yang baru saja datang itu, langsung memerintahkan bodyguard nya itu untuk segera menolong Elly.


Dengan terburu-buru dia pun keluar dari mobil dan berlari untuk menyelamatkan Elly yang hampir terjatuh itu.


DRAP......DRAP....DRAP....


"E-eh~"


Meong~


Si kucing yang merasakan ada bahaya pada dirinya sendiri, buru-buru langsung kabur dari pelukannya Elly dengan melompat pergi dari sana dengan secepat kilat, sedangkan pria ber jas dari supir kakeknya Alves, dengan cepat segera mengulurkan kedua tangannya untuk menangkap Elly.


"Nona!"


"..." Tapi Elly dengan begitu tenang, tiba-tiba langsung menumpukan kaki kanannya ke tangga yang langsung membuat Elly berhasil melompat dari tangga sebelum akhirnya tangga itu jatuh, sedangkan Elly dia yang berhasil melompat itu, dengan cepat sukses mendarat dengan sempurna.


BRUKK...


Dengan posisi kaki berlutut layaknya seorang pria yang akan melamar, anak buah pribadi kakeknya Alves yang sudah bersiap untuk menangkap tubuhnya Elly, sontak berhasil terdiam dengan wajah bengong, melihat kedua tangannya tidak dapat menangkap apapun, tapi yang ada dia justru sedang di hadapi oleh Elly yang berlutut di depannya persis.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan di depanku?" Tanya Elly detik itu juga, seraya mendongak ke atas, sedangkan pria itu menunduk ke bawah.


__ADS_2