
Di rumah sakit.
Nero dan Alves sama-sama di buat tegang seperti dua orang pria yang akan menjadi Ayah, karena sedang menunggu Istrinya melahirkan.
Jika Nero terlihat mondar mandir, maka tidak dengan Alves yang sedang mengutak atik handphone nya sendiri.
KLEK.
Pintu ICU yang tadinya tertutup sudah terbuka, dan seorang dokter pun keluar dari sana.
"Bagaimana dok? Apa yang sebenarnya terjadi kepada mereka berdua?" Tanya Alves lebih dulu, mencuri kalimat milik Nero.
Tampak wajah dari Asena, Alves dan Nero sama-sama khawatir.
"Dok, cepat katakan, apa yang terjadi kepada Elly dan Lysandra?" Asena pula yang bertanya.
"Benar dok, bagaimana kondisi Istri saya?" Tanya Nero juga. "Istri saya baik-baik saja, kan?" Imbuhnya.
Dokter bernama Lydia ini menghela nafas panjang, dia sedikit menyesal karena ada kabar lebih buruk dari pada yang seharusnya. "Apakah Nyonya Lysandra itu yang memakai gaun pengantin?"
"Benar dok, dia Istri saya." Jawab Nero detik itu juga.
"Mohon siapkan hati anda."
"Apa maksudmu dok! Jangan membuatku semakin khawatir dong dok!"
"Istri anda sebenarnya sedang mengandung anak anda. Tetapi sayangnya anak anda keguguran sebab ada racun yang menyerap ke kulit dari tangan pasien." ungkap wanita ini.
Hingga pada akhirnya Nero langsung di buat mematung. Ekspresi wajahnya langsung menjadi pucat pasi, sorotan matanya pun jadi menggelap, karena berita duka yang paling tidak mengenakkan itu.
Siapapun akan merasa terpukul kalau Istrinya tiba-tiba keguguran tepat di acara pernikahan mereka berdua?
Itu sungguh sesuatu yang memang sangat tidak mengenakkan hati.
__ADS_1
"Kalau Elly?"
"Untuk No-"
Tapi pertanyaan yang hendak di jawab oleh Alves itu langsung di tinggal begitu saja, karena Alves yang sudah tidak sabaran, langsung masuk kedalam ruang ICU dan di susul dengan Asena yang segera menarik tangan Nero agar ikut masuk juga.
'Kenapa jadi seperti ini? Padahal niatnya hanya ingin membuatmu senang, karena kau terlihat ingin pergi ke pesta seperti ini. Tapi-' Tapi sayangnya semua ekspetasinya untuk melihat senyuman di wajah Elly sudah sirna karena insiden yang terjadi kali ini.
"Elly," Panggil Asena saat melihat wajah Elly yang terlihat kalem itu. Ya...bahkan lebih kalem seperti anak kecil.
"Elly, kau bisa mendengarku?" Kini Alves pula yang mencoba memanggil namanya.
Tapi si empu sama sekali tidak membuat respon.
"Lysandra, Lyn, anak kita lyn, kau mendengarku kan?" Panggil Nero kepada Lysandra berulang kali. Tetapi seperti Elly, Lysandra pun sama sekali tidak merespon panggilannya.
___________________
PLAK....!
PLAK...!
"Stop! Berh-"
PLAK...!
"Rasakan itu! Kau pikir aku terus mempertahankanmu di sini karena apa? Itu semua karena kau cukup berguna untuk menjadi pembantu rumah ini! Aku tidak perlu susah-susah membayar orang lain, karena hanya dengan memberimu makan saja itu sudah cukup menguntungkan!"
PLAK....!
"AKhh...! Lalu apa alasan aku di pukul tib-"
PLAK....!
__ADS_1
Satu sabetan langsung mendarat di kulit tipisnya, membuat pakaian yang di pakainya perlahan memperlihatkan darah merah segar yang merembes ke pakaiannya itu.
"Ha? Ternyata otak bodoh tetap saja akan bodoh. Kau tahu, salah satu pakaian Cecil itu terbakar gara-gara kau menyetrikanya tidak becus! Apalagi gaun itu cukup mahal, dan kau seenaknya saja merusak gaun anakku! Rasakan ini! "
Sabetan yang cukup keras itu terus di ayunkan secara berulang-ulang dan mendarat di punggung dari seorang gadis muda yang kini sedang dalam kondisi kedua tangannya terikat dengan tubuh menggantung.
Dengan posisi itu, semua sabetan yang di lancarkan oleh sang Ibu, atau lebih tepatnya Ibu tiri, sukses besar melilit tubuhnya dan memberikan luka yang paling perih.
"Aku tidak pernah seceroboh itu, aku sel-"
"Halah! Tidak perlu buat alasan. Semua itu karenamu! Gara-gara kamu, Cecil tidak bisa pergi ke pesta menggunakan gaun itu!" Sela wanita paruh baya ini, dengan bentakan yang cukup memekakkan telinga, serta tangan yang tidak henti-hentinya memberikan hukuman kepada gadis itu.
PLAK....
"Khhw..berhenti, ini sakit." RIntih gadis ini dengan wajah memelas. "Hentikan ini, kalau seperti ini, aku tidak akan bisa..mel-"
PLAK...
"Aku tahu batasanku untuk menyiksamu, setidaknya biarkan tubuh jelekmu dan darahmu itu sebagai biaya ganti rugi gaun Cecil dengan hukuman yang pantas, dan bahkan~ ada yang lebih pantas lagi dari ini. " Ucapnya lagi dengan senyuman bangganya, karena ia menemukan ide untuk membuat gadis yang sedang dia hukum itu mendapatkan hukuman yang lebih pantas lagi.
PLAK...!"
"Akhh...!"
_____________
"HAHHH..?!" Elly langsung membuka matanya lebar-lebar. Wajah terkejutnya itu langsung menyapa Alves yang baru saja mengenakan pakaian barunya.
"Kau akhirnya sadar juga?" Tanya Alves langsung berbalik dengan wajah lega.
Tapi sebaliknya, ekspresi wajah Elly seperti wajah yang sedang marah.
"A-apa? Kenapa aku di rumah sakit lagi?!" Marah Elly antara kepada dirinya sendiri maupun kepada Alves, sampai membuat dokter Doni yang baru saja keluar dari kamar mandi setelah buang air kecil, ikut terkejut juga.
__ADS_1
'Kenapa wanita ini langsung marah setelah bangun?'
Satu pertanyaan yang sama-sama terlintas di kepala Doni dan Alves.