
Karena Alves berhasil memepet tubuh Elly ke dinding lift, sekarang mereka berdua akhirnya jadi saling bertatap mata.
Berbagi oksigen, berbagi aroma, sentuhan, dan saling bertukar pandang.
Dua orang itu pun berhasil membawa diri mereka untuk saling menatap satu sama lain, melihat wajah mereka masing-masing dari pantulan mata lawan pandang mereka.
"Kenapa raut wajahmu seperti itu?" Kernyit Elly. Matanya menyipit, melihat ekspresi wajah Alves yang terlihat begitu khawatir?
Kenapa pria ini begitu terlihat mengkhawatirkannya?
"Kau tanya kenapa? Harunya akulah yang tanya, kenapa kau ada di dalam kamar dengan pria lain?" Tanya Alves, hanya ingin tahu alasannya dari mulut Elly secara langsung.
"Dia yang menyeretku. Dari pada itu, kenapa kau menyusul? Apa kau sudah makan?"
"Kenapa kau mengkhwatirkan perutku? Aku sama sekali belum makan karena pelayanku tidak ada di rumah, makannya aku mencarimu. Tapi siapa yang akan menyangka kau malah berdua dengan pria lain di saat majikanmu ini sedang membutuhkanmu?" Tatap Alves. Sekalipun Alves mengatakan dirinya membutuhkan Elly karena Elly adalah pelayan, dan dirinya sedang mencarinya, tapi lain mulut lain dengan pikiran.
Tentu, pikiran Alves malah tertuju pada Elly yang seakan-akan Istrinya yang baru saja selingkuh darinya. Itulah yang membuatnya tiba-tiba saja merasa kesal sendiri dengan Elly yang suka pergi dan melakukan hal seenaknya seperti itu.
__ADS_1
"Maaf-" Elly memejamkan matanya sambil meminta maaf. 'Gerah-' Detik hati Elly dengan dahi sudah mulai bercucuran keringat sendiri, dan nafas yang kian menggebu, karena suasana nya terasa sesak, apalagi di tambah dengan Alves yang memojokkannya ke sudut lift, hal tersebut pun berhasil membuat Elly jadi merasa lebih panas.
Selain, saat pipinya tadi tidak sengaja bersentuhan dengan lengan Alves yang terpampang jelas akibat lengan bajunya di gulung, saat itulah Elly jadi merasakan sentuhan yang begitu dingin?
Elly tiba-tiba saja mengernyitkan matanya lagi. Dia tidak boleh kalah dengan obat yang baru saja bekerja di dalam tubuhnya itu.
"Apa kau bisa menjauh? Aku merasa sesak jika kau memepetku seperti ini." Elly mendorong bahu Alves.
Namun tangan kanannya yang ia gunakan untuk mendorong tubuh beruang itu malah tiba-tiba saja di cengkram oleh Alves.
Sebuah pertanyaan kembali terlontar dari mulutnya. Dari situ juga tatapan mata Alves yang begitu tajam layaknya Elang membawa Alves terhanyut untuk menuntut wanita di depannya itu untuk mengatakan semua alasan tersembunyi kepadanya.
Kesal, cemburu, merasa dipermainkan, tapi juga merasa khawatir. Merasakan keempat hal itu secara bersamaan di waktu yang begitu singkat itu, membuat Alves begitu merasa terhina.
Sebagai seorang pria, serta sebagai laki-laki yang lebih banyak di puji, di dambakan oleh banyak wanita, karena banyak yang menginginkan dirinya, justru disini ada yang terbalik, dia benar-benar berhasil terikat dengan apapun yang berhubungan dengan wanita di depannya ini, yaitu Elly.
Wanita asing yang sejujurnya belum begitu lama Alves kenal, namun- Alves merasa ia harus menyukai wanita ini bersamanya, dan memberikannya sentuhan akan bagaimana rasanya mencintainya.
__ADS_1
CUP.
Dan karena itulah, sebuah kecupan pun mendarat di permukaan telapak tangan kanan Elly yang sedang Alves pegang itu.
"............!" Elly langsung memejamkan matanya rapat-rapat, ia saat ini sangat sensitif, dan membuat Elly begitu ingin mengeluarkan suaranya.
Tapi karena Elly sama sekali tidak mau membuat suara aneh, Elly pun jadinya menahan suara tersebut.
"Tidak, aku sama sekali tidak sengaja. " Seperti itulah jawaban yang di berikan oleh Elly kepada Alves, membuat Alves begitu kurang puas, dan akhirnya Alves pun menampilkan sosoknya yang begitu garang di depan Elly.
Tatapan yang cukup mengintimidasi mangsanya yang berhasil memancing amarahnya.
'Sebenarnya kepada aku jadi merasa marah? Elly ini, padahal dia sama sekali tidak melakukan apapun kepadaku, tapi apapun yang aku lihat pada dirinya, jika tidak sesuai dengan keinginan dan harapanku, tiba-tiba saja muncul perasaan yang tidak mengenakkan ini.
Sebenarnya perasaan tidak asing apakah ini? Aku jelas belum begitu mengenal wanita ini, tapi apa yang aku rasakan, justru seperti orang yang merasakan kehadiran yang aku rindukan sejak lama.
Sebenarnya apa-apaan ini? Kenapa aku jadi seperti ini?' Pikir Alves.
__ADS_1