Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
88 : PTRI : Membawanya pulang.


__ADS_3

“FELIX!” Teriak Darren dan Warren. Mereka berdua langsung berlari terbirit-birit keluar rumah untuk menyusul dua orang yang tadi sudah keluar lebih dulu. 


KLAK….


Ketika pintu sudah terbuka dan mereka berdua keluar dari rumah, Darren dan Warren langsung di suguhi dengan pemandangan lain, dimana seorang pria yang masih duduk di dalam mobil sport berwarna hitam, ada satu orang dengan wajah paling menonjol ketimbang mobil mewah itu sendiri.


BRUKK….


Dan orang yang menyamar jadi polisi itu langsung jatuh tersungkur setelah mendapatkan pinggangnya mendapatkan tembakan yang berasal dari belakangnya persis. 


Tentu saja tersangka yang baru saja menembak pelaku penipuan dan kekerasan itu adalah Alves. 


Karena itu Felix pun jadinya terbebas dari segala ancaman akan di tembak atau apapun itu, selepas penjahat tersebut sudah di bereskan oleh orang yang ada di dalam mobil itu. 


“Kenapa dia bisa menemukanku?” Gumam Elly melihat Alves dengan serta merta keluar dari dalam mobil, lalu melangkahi tubuh polisi gadungan yang sudah tergeletak itu, lalu berjalan menghampiri Elly. 


Elly melihat pistol yang sempat digunakan oleh Alves, dimasukkan kembali kedalam mantel coat yang di pakainya itu. 


“Siapa dia?” Tanya Warren melihat Darren begitu terkejut saat melihat pria dewasa itu berjalan dengan langkah cepat dan tegas. 


‘Pria itu, bukannya dia Tuan muda Alves yang itu?’ Darren masih mengingat dengan jelas tentang Alves yang satu tahun lalu pernah menjadi model ambassador dari jam tangan yang di luncurkan dari perusahaannya sendiri, yang membuat wajah Alves semakin dikenal oleh banyak orang. 


Sebuah wajah yang langsung menjadikan Alves sebagai pria dengan urutan pertama yang paling sempurna untuk menjadi suami idaman.


Tapi semua itu, pria yang digadang-gadang masih melajang, serta pernah gagal tunangan sebanyak satu kali ini, tiba-tiba sudah ada di depan mata mereka. 


Dengan tampang yang angkuh, merasa kalau semua orang yang ada di dunia ini tunduk kepadanya, Warren dan Darren tentu saja secara otomatis jadi langsung merasa jadi orang kecil. 


“Elly, kenapa kau malah disini?” Satu pertanyaan langsung tertuju kepada wanita di sebelah mereka berdua, yaitu Elly. 


“Elly?” Tanya Darren dan Warren secara bersamaan, karena mereka pikir wanita di sebelah mereka berdua namanya adalah Raelyn. 

__ADS_1


Untuk mengkonfirmasi kebingungan yang dimiliki oleh mereka berdua, Elly pun menjawab. “Namaku memang Raelyn, tapi karena dia memberikanku nama lebih bagus, aku jadi di panggil Elly, atau Ellynda.” 


“Kau belum jawab pertanyaanku Elly, kenapa kau bisa ada di sini?” Tuntut Alves. ‘Padahal aku sudah susah payah mencarinya, dia ternyata malah dikelilingi oleh lebih banyak pria.’ 


Perempatan siku di dahinya pun muncul juga, karena ia sekarang melihat empat orang pria, sudah termasuk satu yang tergeletak di tanah. 


“Aku kan di culik oleh dia.” Elly dengan entengnya menunjuk pada wajah Felix. 


Alves menoleh ke arah Felix, dan melihat Felix dengan senyuman manisnya, hanya melambaikan tangannya. 


Alves menghela nafas kasar, “Hahh~ Kau tahu, gara-gara kau tidak pulang, aku jadi mencarimu. Ayo pergi, kau tidak seharusnya ada di sini.”


“Kenapa? Aku kan anak muda, sudah seharusnya aku berkumpul dengan anak seumuran denganku.”


“Tapi kau itu sudah jadi orangku, patuhlah, ayo pulang.” Menarik tangan Elly, dan langsung membawanya pergi dari sana. 


“Kalian berdua, dadah.” Dengan senyuman manisnya, Elly malah memberikan alam perpisahan dengan sebuah lambaian tangan kepada Darren dan Warren. 


BLUSSH…


“Kenapa dia tiba-tiba tersenyum ke arah kita ya? Padahal beberapa saat tadi, raut wajahnya saja seperti orang yang mau membunuh.” Gumam Warren tidak habis pikir kalau Raelyn yang mereka kenal, sekarang benar-benar berubah seratus delapan puluh derajat. 


“Jangan melambaikan tangan pada pria lain.” Alves yang kesal dengan sikap Elly, langsung meraih satu tangannya lagi yang masih bebas itu untuk segera mengakhiri lambaian tangan tidak berguna itu.


“Pelit sekali, padahal tangan juga tanganku sendiri.” Gerutu Elly, lalu dipaksa masuk kedalam mobil dan pergi meninggalkan mereka semua. 


BRRMMM……


“Felix! Kau tidak apa-apa kan?” Karena mereka berdua sudah pergi, Darren pun berlari menghampiri Felix yang masih berad di halaman depan, dengan satu orang pria sdah terjatuh dalam keadaan yang cukup mengenaskan, sebab banyak darah yang keluar dari bagian tubuh yang ditembak oleh Alves. 


“Aku tidak apa-apa.”Jawab Felix singkat sambil menatap kepergian dari mobil yang sudah membawa Raelyn bersama dengan Alves. 

__ADS_1


“Selanjutnya harus apa? Rumahmu jadi berantakan seperti ini.” Tanya Warren. 


“Kita akan bahas masalah itu setelah borgol di tangan kita lepas.” beritahu Felix, membuat Darren dan Warren yang dari tadi diberikan tekanan ketegangan oleh satu orang yang cukup tidak terduga, membuat mereka berdua melupakan kalau borogol masih mengingat di kedua tangan mereka bertiga. 


“Kau benar juga, Warren ayo cari kuncinya dulu.” Kata Darren.


‘Alves, pantas saja dia jadi berubah seperti itu, semua itu karena Alves. Sepupuku sendiri. Hahaha, aku tidak menyangka kalau Alves lah yang menyembunyikan Raelyn kepada kita semua.


Ya, aku akui dia memang punya kekuasaan lebih, tapi yang lebih pentingnya adalah kenapa Alves terlihat begitu memperhatikannya? Dia kan bukan tipe orang yang suka membuang-buang waktu dengan wanita, tapi ini jelas sangat berbeda. 


Apa dia akhirnya punya perasaan padanya? Tapi kenapa harus dia?’ Pikri Felix panjang lebar. 


Karena liburan mereka sempat terkendala dengan kejutan tidak terduga itu, Felix pun akan mengutus beberapa orang untuk membereskan kekaacauan yang sudah terjadi itu, setelah beres barulah mereka berempat melanjutkan acara mereka lagi, walaupun sayangnya mereka harus kehilangan satu orang wanita yang sudah mereka harapkan untuk membantu mereka dalam melaksanakan pesta mereka. 


______________


“Kalian semua sudah bekerja keras.” Ucap Orson melihat kerja keras orang-orang yang mau membantu untuk mendekorasi interior rumahnya dengan cukup baik, bahkan sudah berjalan sembilan puluh persen. 


“Ini sudah menjadi tanggung jawab kami untuk melayani klien kita, tuan Orson.


Tapi, ngomong-ngomong sebenarnya Tuan Alves tadi sempat pergi kemana ya?” Tanya laki-laki ini, dialah orang yang bertanggung jawab untuk mendesain menata letak semua perabotan yang ada di dalam rumah milik Orson, Darrius. 


“Oh, dia sedang pergi mencari kucing peliharaannya yang tiba-tiba menghilang.” Jawab Orson dengan alasan paling tidak berguna, karena Alves sebenarnya tidak suka dengan hewan peliharaan. 


“Saya baru tahu, rupanya Tuan pecinta binatang ya?” 


‘Tidak, dia pecinta manusia. Tapi sekarang yang dia pedulikan kan hanya si wanita yang menjadi pelayan pribadinya itu.’ Pikir Orson. 


BRRMM….


Mendengar adanya dua suara mobil yang masuk ke garasi rumahnya Orson, Orson pun keluar dari rumah dan melihat Elly serta Alves sudah kembali dengan utuh.

__ADS_1


“Kenapa kalian di luar? Apa sebegitu penasarannya apa yang aku bawa pulang?” Tanya Alves sedkit ketus. 


“Ya, saya hanya penasaran apakah Bos sudah mendapatkan apa yang anda cari?” Tanya Orson, seketika berubah menjadi mode sekretaris sekaligus asisten Alves yang patuh. 


__ADS_2