
"Tuan Jefferson, apa yang membuat anda ada di sini?" Tanya salah satu anak buah Alves yang di tempatkan untuk menjaga gudang senjata milik Bos mereka, yaitu Alves.
Meskipun begitu, mereka tahu siapa laki-laki yang baru saja keluar dari mobil antik berwarna biru metalik itu adalah Tuan Jefferson, paman dari Tuan mereka.
Tidak seperti pada umumnya, biasanya seorang yang berasal dari keluarga ternama, akan melakukan segala hal demi mendapatkan kekuasaan di perusahaan keluarga besar mereka, untuk mendapatkan posisi paling terhormat, dan akan di kenal banyak orang, keluarga Avaris sebenarnya cukup unik.
Selama ini tidak ada persaingan bisnis apapun di dalam keluarga Avaris, membuat Alves menjadi satu-satunya penerus dari perusahaan yang di bangun oleh kakek nya itu.
Dan tidak seperti yang di harapkan oleh mereka, bahwa paman dari Alves memiliki suatu ambisi untuk merebutnya, semua itu adalah ekspektasi belaka.
Banyak diantara mereka semua yang lebih tertarik untuk hidup sesuka hati mereka, mewujudkan keinginan mereka yang tidak begitu bersangkut paut dengan perusahaan yang memiliki sosial yang mencakup lebih luas dari apapun.
Maka dari itu, Alves hanya satu-satunya orang yang dengan bebas mengelola perusahaan yang sudah sepenuhnya di pegang oleh Alves itu sendiri.
__ADS_1
Dan paman Alves, Jefferson, tidak begitu tertarik dengan dunia bisnis seperti yang di jalankan oleh keponakannya itu, sebab perannya saat ini lebih menyenangkan.
"Aku sudah mendapatkan izin dari keponakanku sendiri untuk mencari dalang di balik kasus pencurian senjata di gudang penyimpanan ini. Apa kalian sudah memperbaiki sistem keamanannya?" Jefferson turun dari mobil, lalu berjalan masuk kedalam celah pintu gudang yang sudah di bukakan untuknya.
"Sudah, Tuan muda sendiri yang melakukannya, sehingga tidak ada seorang pun yang bisa membuka pintu itu kecuali Tuan muda sendiri." Jawab salah satu dari mereka yang jelas, sudah terlihat begitu khawatir, serta gugup.
'Dia memang anak yang pintar, tapi apa jadinya jika tempat inilah yang meledak? Dalam sekejap tempat ini sudah pasti akan musnah dan dialihfungsikan sebagai tempat untuk pembuangan kendaraan yang sudah mereka anggap sebagai rongsokan.' Tapi di sebabkan tidak akan ada orang gila yang akan melakukan hal sebodoh itu demi memancing emosi seorang Alves, maka Jefferson pun beranggapan tidak akan ada momen kejadian mengejutkan seperti itu.
___________
"Ahahaha, Tuan muda memang cukup hebat dalam segala bidang, anda jadi mengingatkan saya dengan anak saya yang belum lama ini pulang dari luar negeri." Seorang pria paruh baya dengan menggunakan pakaian olahraganya, tengah berdiri di samping sebuah bola kecil berwarna putih, tentunya.
"Hebat? Padahal pada dasarnya semua julukan dari orang yang hebat, pasti selalu di awali dengan proses." Papar Alves, menjelaskan. 'Jadi ini awal permulaan dia mau mengenalkanku kepada seseorang ya? Klise sekali.' Pikir Alves, lalu dalam sekejap, Alves yang baru saja meletakkan bola golf di atas alat titik tempat tumpuan bola golf itu sendiri, tiba-tiba saja langsung mengayunkan tangannya yang sedang memegang klab atau stik pemukul, dan lemparan jauh langsung di dapatkan oleh Alves.
__ADS_1
Ya, saat ini mereka sedang bermain permainan bola kecil, yaitu Golf.
Alves melakukan pertemuan itu karena salah satu pihak investor yang akan menanam saham di proyek resort yang akan Alves kerjakan, meminta melakukan pertemuan itu di tempat golf.
"Jadi apakah orang yang kau maksud itu anak angkatmu?" Tanya Alves, akhirnya terpancing, dengan dalih merasa tertarik dengan topik pembicaraan yang sedang di perbuat itu, padahal ia hanya sekedar basa-basi, dan lebih tertarik untuk memukul bola Golf nya lagi.
TAK...
Bola yang berhasil di pukul oleh Alves, langsung keluar dari pagar pembatas, hal itu pun membuat banyak orang yang melihatnya langsung kagum, dan mencari-cari siapakah orang yang berhasil memukul bola itu sampai sedemikian jauh?
"Wah, hebat sekali dia, sampai keluar dari pagar pembatas, padahal jaraknya cukup jauh." Satu bisikan pun terdengar oleh Alves tentunya, dan selebihnya hanya meliriknya saja, sambil membuat wajah kagum.
Siapa yang tidak kagum dengan ketampanan dari pria idaman semua wanita di seluruh dunia?
__ADS_1
Mereka semua kenal siapa Alves, tapi semenjak Alves pergi ke jamuan pesta pernikahan terakhir kali bersama dengan seorang wanita bernama Elly, yang meskipun perkenalan terakhirnya menyatakan kalau Elly adalah pelayan nya Alves, tetapi karena Alves begitu memperhatikan pelayannya, maka dari itu tidak ada dari mereka yang mau mendekat untuk menyapanya.
Sebab, sekarang saja, Elly yang baru saja masuk ke lapangan, langsung memberikan tatapan tajam ke arah mereka semua.