Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
62 : PTRI : Di Dalam Rasa


__ADS_3

TING.


Setelah pintu lift terbuka, Alves dan Elly keluar dengan terburu-buru.


"Bos! Apa yang terjadi dengan anda?" Terkejut Orson saat lift sudah terbuka, Orson harus di perlihatkan oleh pakaian milik Bs nya itu sudah cukup kotor, dengan aroma kopi yang cukup kuat langsung menyapa indera penciumannya. 


“Gara-gara aku, karena aku menghindar siraman kopi dari wanita tadi, Alves jadi kena imbas nya juga” Sahut Elly dengan wajah seriusnya. 


Bagaimana tidak serius jika korban dari perbuatannya bertengkar dengan Yuli tadi, membuat Alves jadi terluka. 


‘Itu kopi yang baru saja di seduh, dan pasti itu cukup panas. Kenapa Alves sama sekali tidak merintih? Aku harus mengobatinya. Ah~ Kenapa Alves pakai ada di belakangku segala? Gara-gara aku dia jadi terluka, kan.’ Merasa sangat bersalah dengan apa yang terjadi kepada Alves, Elly terus menarik tangan Alves untuk segera masuk kedalam kantor. “Orson, persiapkan salep untuk luka bakar, perban, plester.”


“Baik.” Orson pun menuruti perintah dari Elly. 


‘Apa dia mencemaskanku?’ Tatap Alves saat ia melihat wajah Elly yang begitu serius. 


Elly terus membawanya masuk kedalam kantor nya, bahkan setelah masuk kedalam kantor, Elly yang sudah mengetahui letak kamar yang ada di dalam kantor tersebut, segera membawa Alves ke sana juga sampai akhirnya dia memasukkan Alves kedalam kamar mandi dan langsung menyalakan air shower. 


“Elly, pakaianmu jadi basah.” Ucap Alves, khawatir kalau Elly ikut mengguyur tubuhnya juga, akan membuat tubuhnya itu sakit, karena kemarin saja Elly sudah hujan-hujanan. 


“Jika basah kan tinggal ganti.” Jawab Elly singkat. 


ZRASSHH…..


Di bawah guyuran air dari shower yang terasa seperti berada di bawah hujan, membuat tubuh mereka berdua pun akhirnya basah semua. 

__ADS_1


“Elly, aku bisa melakukannya sen-”


“Tidak. Kau jangan bergerak, biarkan aku yang membantumu. Ini salahku, seharusnya aku tahu kau itu ada di belakangku, jadi aku bisa menghalangi kopi itu darimu. Tapi ak-”


“Shhtt…” Desissan Alves itu membuat Elly langsung diam membisu. 


Apalagi dengan salah satu jari telunjuk milik Alves yang tiba-tiba saja mendarat di depan bibirnya, hal itu membuat Elly yang sedari tadi serius menatap dada Alves yang terkena siraman kopi dari Yuli, langsung mengalihkan pandangannya ke wajah Alves yang ternyata tiba-tiba saja begitu dekat. 


Wajah yang begitu dekat, sampai kepala Alves yang sedang menunduk ke arah Elly, membuat air shower tersebut lebih dulu mengguyur belakan kepala Alves. 


“Aku sendiri yang memutuskan untuk berdiri di belakangmu, jadi jangan salahkan dirimu soal kopi yang bahkan bukan kau yang menyiramkannya kepadaku kan?” Ungkap Alves, memberitahu bahwa apa yang ia lakukan itu tidak membuat Alves merasa kalau Elly bersalah, karena itulah keputusannya. 


Cara efektif untuk membuat sebuah dalih kecil. Dalih di mana Yuli yang seharusnya menjadi model dari brand ambassador hasil desain produknya, bisa di alihkan untuk di pakai oleh Elly. 


Meskipun tahu hal itu membuat tubuhnya tersiksa dengan rasa panas yang masih terasa di dadanya, tapi Alves entah mengapa memang tidak begitu mempermasalahkannya. 


“Tapi- tetap saja, kau terluka, dan aku merasa, akulah yang bersalah.” Kata Elly, masih belum bisa menerima perkataan dari Alves yang memang terdengar seperti sedang menenangkannya. Akan tetapi, Elly tetap tidak bisa merasakan itu, merasakan ketulusan hati Alves yang masih belum bisa Elly mengerti apa maksudnya. 


Melihat Elly terdiam karena merasa bersalah, Alves hanya memberikan senyuman ringan yang bahkan sama sekali hampir tidak terlihat.


"Aku akan bertanggung jawab merawatmu."


"Bukankah memang tugasmu itu adalah melayaniku? Tentu saja kau harus merawatku. Aku tidak akan memaksamu lagi, lakukan apa yang ingin kau lakukan." Pada akhirnya Alves memberikan akses kepada Elly untuk mengerjakan pekerjaannya itu sebagai seorang pelayan.


Elly mengangguk.

__ADS_1


Dengan tubuh yang sudah sepenuhnya basah, Elly dengan perlahan melepaskan jas hitam yang melekat di tubuh Alves. Akan tetapi karena Alves baru saja tersiram air kopi yang panas di pakaiannya itu, Elly terpaksa menggunting kemeja yang di pakai oleh Alves, agar tidak terlalu menyiksa kulit yang kemungkinan itu melepuh.


Dan seperti yang di perkirakan oleh Alves, Elly sangat begitu yakin dengan menggunting kemeja yang Alves pakai itu tanpa bertanya sedikitpun atau bahkan permisi, seakan Elly memang sudah cukup terbiasa dengan hal seperti itu.


"Apa di kehidupanmu dulu, kau ..., pernah melakukan hal seperti ini?"


"Iya, kadang aku harus merawat teman-temanku yang terluka, jadi aku sudah cukup terbiasa." Sebuah jawaban yang cukup lugas.


Alves masih cukup penasaran apa pekerjaan Elly di kehidupan lalunya.


'Tapi kelihatannya itu sama sekali tidak penting lagi. Karena wanita yang begitu cekatan untuk menangani beberapa masalah itu, kini ada di depanku.' Pikir Alves saat dia terus saja memperhatikan wajah cantik alami milik Elly.


Sampai Alves tiba-tiba saja teringat dengan apa yang pernah Elly beritahu saat mengigau beberapa hari yang lalu.


'Rasanya yang bagian itu, aku harus menyelidikinya juga. Soal-' Perlahan tatapan matanya kian menyipit, sorotan mata yang seakan masuk kedalam kegelapan. 'Jika aku memang benar-benar merenggut keperawanannya saat aku kuliah dulu, bukannya aku harus bertanggung jawab? Walaupun jiwanya sudah tidak ada, tapi seharusnya aku bertanggung jawab atas tubuh yang sudah pernah aku sentuh itu?'


Meskipun Alves sama sekali tidak mengingat soal kejadian saat ia baru masuk ke dunia orang dewasa, tapi Alves memang sedikit merasakan perasaan familiar.


Aroma familiar yang tidak bisa di ingat dengan otak, tapi masih cukup di ingat dengan tubuhnya, atau lebih tepatnya indera penciumannya.


Dan itu tidak lain adalah aroma tubuhnya Elly.


Ya, walaupun Alves tahu kalau wanita di hadapannya sebenarnya bernama Raelyn, tapi ia memilih untuk memanggil nama yang Alves berikan.


"Pasti ini sakit." Setelah berhasil melepaskan kain dari kemeja yang melekat di tubuh Alves, Elly benar-benar di suguhi oleh dada bidang dengan kulit yang agak memerah. 'Padahal ini sudah pasti cukup sakit, tapi kenapa dia sama sekali tidak protes kepadaku? Walaupun dia baik kepadaku, tapi apa yang harus aku balas?'

__ADS_1


__ADS_2