Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
147 : PTRI : Perbuatan Onar Elly


__ADS_3

"Apa yang sebenarnya terjadi di sana?" Suara milik Cecil langsung tergerus oleh suara dari kerumunan orang yang ada di depan sana.


Tapi walaupun begitu, wanita yang bersama dengan Cecil masih bisa tahu apa yang baru saja di tanyakan tadi.


"Hmmm, katanya ada artis, ada juga yang bilang bidadari, dan juga ada yang menyebutnya sebagai kembarannya Raelyn, itu sih yang aku tahu di grup chat ini." jawabnya.


Dan seperti yang di harapkan lagi, Cecil tiba-tiba saja nyalinya langsung terguncang.


'Kembarannya Raelyn, jadi apakah orang yang mereka kerumuni adalah wanita yang sempat berpapasan denganku di hotel? Apa dia Elly yang waktu itu juga hadir di pesta bersama dengan Alves?' Pikir Cecil. Dia awalnya ingin kabur, setidaknya ingin menghindari orang yang terasa cukup mengancamnya itu. Tapi niat itu segera terungkap setelah suara milik Elly keluar.


"Apa kalian semua bisa minggir? Aku tidak suka di kerumuni seperti ini." kata Elly.


"Tapi setidaknya beritahu kami namamu."


"Iya, nanti kami akan membuka jalan, jika kau memberitahu kami namamu."


"Hah, apa ini yang namanya pemaksaan?! Maaf saja, nanti kalian juga tahu sendiri, minggir, aku benar-benar tidak suka dengan arma kalian yang bercampur aduk ini, rasanya aku seperti menghirup aroma busuk." Ejek Elly, dia sungguh ingin sekali muntah, dan sekarang saja kepalanya jadi nyut-nyutan karena di siang hari seperti itu, di dalam lobby yang di selimuti suhu dingin dari AC, tetap saja tidak bisa menghilangkan aroma menyengat yang sangat mengganggu indera penciumannya yang sensitif itu.


"Busuk?


"Padahal aku wangi seperti ini, kenapa maladi katai busuk?!"


"Aku sensitif dengan parfum kalian, yang menurutku tidak ada enak-enaknya sama sekali. Minggir atau tidak aku hitung sampai tiga! Kalau tidak mundur aku pastikan menyita parfum busuk kalian dan menyiram kalian dengan air keran!" Tegas Elly, tidak ada rasa manusiawi di balik ekspresi wajahnya yang sedang marah itu, karena ia memang sudah tidak tahan dengan kumpulan manusia di sana.


Apalagi karena Elly sendiri sama sekali tidak menyukai make up untuk menyamar, jika itu adalah hal terbaik untuk menghindari seperti ini, maka hasilnya Elly jadinya harus memperlihatkan wajahnya yang ternyata mengundang banyak pasang mata laki-laki.


"Satu!"


"Eh, jangan ganggu dia."


"Dia kelihatannya sangat serius, kita pergi, ayo pergi."


"Aku kira dia baik, ternyata sama saja seperti wanita matre lainnya."


"Cepat pergi dari sini, lagi pula kelasnya akan di mulai."


"Tiga!" Begitu Elly sudah menyebutkan kata tiga, persetan mereka sudah mau pergi dari hadapannya, karena masih dapat di jangkau, Elly langsung menangkap dua orang yang bisa ia tangkap untuk menjadi contoh mereka yang tidak mendengarkan ucapan nya tadi.


GREP....


"Hah, hebat juga, kau kau takut seharusnya kau lari, jangan pergi dengan santai seperti ini."


"T-tunggu, apa kau benar-benar ma-"


"Hei, lepaskan aku! Baru juga datang tapi langsung buat onar, lepas tidak atau aku lap-"


"Siapa yang peduli itu? Sini, biarkan aku mandikan kalian!" Bebel Elly, dia langsung menyeret dua orang yang cukup mengganggu itu karena aroma parfumnya yang paling tidak enak, makannya dia pun terpaksa menyeret dua orang itu.


Mereka semua yang langsung mendengarnya, seketika wajahnya langsung bersemu merah.


"Dia wanita gila."


"Waduh, dia ternyata tidak waras sama sekali."


"Untung saja aku bisa kabur."


"Ini membuatku sadar, terlena hanya karena penampilannya, tapi lihat sifatnya itu, dia mengerikan."


"Tapi apa aku tidak salah dengar tadi? Memandikan dua culun itu? Yang benar saja?"

__ADS_1


"Tapi ini akan jadi berita heboh nih, selain berita soal Raelyn itu."


Ketika banyak mulut yang sedang menyindir Elly, Cecil dan temannya langsung melongo.


"Cecil, dia benar-benar mirip sekali dengan kakakmu itu. Tapi jelas, dia terlihat lebih berkelas dari Raelyn itu. Hanya saja, sifatnya ternyata begitu ya? Apa hari ini akan ada kasus pemaksaan, atau si wanita ca*bul? Ini bisa jadi berita menarik juga. Sebaiknya aku rek-" Belum sempat menyelesaikan ucapannya, Elly tiba-tiba saja berjalan menghampiri mereka?


Tidak, sambil menyeret dua orang laki-laki di tangannya itu, Elly sempat menjeling ke arah mereka berdua sambil berkata : "Kalau kau mau membuat berita tentangku, aku akan menandaimu sebagai sasaran berikutnya." ucap Elly dengan penuh penekanan.


"Wanita ini, sialan, aku akan- Akhh!."


"Jangan banyak bicara, karena mulutmu busuk." hina Elly.


Setelah Elly berhasil melewati mereka berdua, Cecil dan temannya itu langsung memasang wajah horornya.


"C-Cecil, apa kau barusan merasakannya?"


"Dia mengancam kita."


"Beraninya wanita itu, sombong sekali! Walaupun dia cantik bahkan seperti model sekalipun, aku akan buat dia menyesal karena sudah mengancamku seperti itu. Aku akan buat di bully di kemudian hai, sampai sifat arogan nya itu menghilang." gerutu teman dari Cecil ini.


_______________


Di dalam ruang kantor dosen.


Semua orang di sana langsung berdiri begitu melihat sosok yang pernah di beritakan di tv, sudah berdiri di depan mereka semua, Elly, untuk ke sekian kalinya dia pun berhasil menarik perhatian banyak orang di sana, bahkan ke semua dosen tersebut.


"Raelyn, bagaimana kau bisa ada di sini? Apa artinya berita yang di tv itu hanyalah kebohongan?" Tanya salah satu dosen wanita kepadanya, dia adalah Sisti, dia sebenarnya sudah kenal dengan Raelyn, tapi semenjak kehilangan kontak dengan Raelyn, wanita ini pun hanya bisa ikhlas saat mendengar berita tentang Raelyn yang masih simpang siur antara ada yang mengatakan kalau Raelyn bunuh diri karena sudah tidak sanggup hidup lagi atau satu lagi yang terbaru yaitu sebuah pembunuhan.


'Siapa dia? Aku hanya meminjam kamar mandi di sini untuk membuat dua anak itu mandi, tapi kelihatannya berita tentang tubuh ini sangat besar sampai mereka saja seperti menatapku seolah aku ini orang yang bangkit dari kuburan.' Batin Elly.


Maka dari itu, Elly pun terdiam dan memilih untuk menunggu dua orang yang ada di dalam.


"S-sebentar."


"Sepuluh detik lagi, tidak keluar aku dobrak." Sarkas Elly, membuat semua dosen di sana jadi merasa terhina juga.


"Raelyn, apa yang sebenarnya kau lakukan pada mereka berdua."


"Ini namanya pemaksaan."


"Kau, bahkan tidak sopan sekali tiba-tiba masuk ke kantor gurumu sendiri, apa ini sikapmu setelah pura-pura menghilang?"


'Sebenarnya apa sih yang mereka pikirkan, aku bahkan tidak suka dengan suara sumbang mereka yang bicara seperti itu.' Elly masih diam dan menahan diri untuk tidak menjawab ucapan mereka, karena lagi pula di sana selain wanita bernama Sisti, tidak ada satu pun dari mereka yang berharap bertemu dengannya.


Sebab, di dalam ingatannya, saat Raelyn di tindas oleh orang-orang, tidak ada satu pun dari mereka yang mau menolongnya. Dan hanya Bu Sisti saja yang mau membelanya.


'Tapi ngomong-ngomong apa alasan dia terlihat sangat baik kepada Raelyn ya? Di dalam ingatannya, Raelyn yang sering di tindas, dia justru memperlakukan Raelyn seperti seorang anaknya sendiri, tapi jelas kalau tidak ada hubungan diantara mereka berdua.' Pikirnya.


Tapi karena suasana di ruang dosen itu cukup mencekam, Bu Sisti pun tidak bisa berkata-kata lagi, selain tiba-tiba saja dua orang yang Elly seret itu keluar dari kamar mandi dengan roma sabun yang cukup segar, sebab Elly memang suka membawa sabun cair miliknya untuk ia gunakan sebagai cuci tangan.


"Nih pakaiannya." Elly tiba-tiba saja menyodor pakaian pria untuk kedua orang itu.


Awalnya pakaian itu akan ia gunakan sebagai hadiah untuk Alves, tapi karena Elly tidak tahan dengan penampilan mereka berdua yang terlihat kampungan karena punya rambut tapi tidak tertata rapi, aroma tubuh yang tidak enak, dan banyak lagi.


"Raelyn, ini namanya penghinaan pada orang lain, sebaiknya kau keluar dari sini sebelum aku memaksamu keluar." Tiba-tiba saja seorang pria paruh baya hendak berjalan mendekatinya. Tapi Elly yang tidak mau di dekati oleh orang tersebut, langsung menyeret salah satu laki-laki yang ia paksa untuk mandi untuk berdiri di depannya sebagai tameng.


"Seorang Dosen yang terlihat sok baik, apa kau bahkan mau memaksaku keluar karena hanya ingin membuat dua orang ini mandi?" tanya balik Elly.


"Berhentilah, sebenarnya apa yang akan kau lakukan dengan kami berdua?" sela pria yang sedang di gunakan sebagai tameng ini kepada Elly. "Sebaiknya kita keluar, kau sudah mempermal-"

__ADS_1


"Ketika aku bahkan menyeretmu untuk membuat kalian enak di pandang, apa aku termasuk sedang mempermalukanmu? Kau pria yang tidak di untung." Balas Elly, dengan sengaja dia pun meletakkan kedua tangannya di pinggang dari pria ini, dan seketika pria ini langsung jingkrak saking geli nya.


"Sini, kau harus keluar dari sini." pak tua ini pun tiba-tiba saja sudah mencengkram pergelangan tangannya Elly.


"....!" Elly yang merasa jijik di sentuh oleh orang tersebut, ingin sekali menepisnya, tapi di saat yang sama pula seseorang datang.


"Apa yang kau lakukan pak?" Sebuah cengkraman tangan yang begitu kuat pada tangan pak dosen tersebut, sontak membuat suasana jadi kacau.


"Felix?" Panggil Elly.


"Sebenarnya apa yang kau pikirkan? Baru masuk tapi kelakuanmu sudah berhasil membuat semua orang terprovokasi." timpal Felix.


"Aku hanya ingin membuat dua orang ini enak di hirup." kata Elly.


"Maksudmu enak di lihat karena baru mandi." Sela Felix merevisi ucapannya Elly.


"Felix, apa kau bahkan membantu anak yang sudah berbuat onar ini?" protesnya, karena tiba-tiba di cengkram oleh Felix.


"Kalau iya kenapa? Sebaiknya anda jangan mengganggu dia, karena dia adalah orangku." Tekan Felix. Tidak ada yang tidak tahu siapa Felix, karena di kampus Felix adalah orang yang cukup terkenal, sebab cukup badung. Suka berbuat onar dengan orang lain, dan bahkan berkelahi pun juga sering.


Hanya saja karena punya keluarga yang cukup berpengaruh, maka tidak ada yang berani menentang ucapannya jika orang itu adalah orang waras.


"Elly, dan kalian berdua, ayo pergi." Pinta Felix, dia mencengkram pergelangan tangannya Elly, tapi di saat yang bersamaan, Elly pun mencengkram tangan dari salah satu laki-laki tersebut, dan laki-laki itu juga melakukan hal yang sama kepada temannya juga.


Jadilah, mereka berempat pun saling bergandengan tangan.


_____________


"Jadi namamu Elly?" tanya salah satu dari dua orang yang di seret oleh Elly tadi.


"Namaku sebenarnya Raelyn, tapi aku punya namaku sendiri yang baru, Ellynda." Jawab Elly, mereka berempat, tidak, tapi melainkan mereka bertujuh, saat ini berada di ruang kelas yang kosong. "Tapi sebenarnya ada maksud apa kalian berempat jadi di sini juga?"


Elly pun tiba-tiba saja jadi merasa terdesak dengan keberadaan dari empat laki-laki yang ada di samping kanannya, dan dua lainnya ada di samping kirinya.


"Kami ingin melihatmu mau apakan mereka berdua." Felix mewakili teman-temannya bicara, dan ketiga teman Felix itu sendiri pun mengangguk setuju.


"Aku hanya ingin membuat mereka berdua lebih rapi dan enak di pandang, setidaknya walaupun bukan berasal dari kalangan orang kaya, ketampanan mereka tidak kan kalah dengan kalian, walaupun sebelas sepuluh sih." Ucap Elly dengan bangga, sampai dua orang yang di seret oleh Elly itu langsung saling menatap satu sama lain.


"Bukan sebelas dua belas, tapi sebelas sepuluh? Apa maksudmu ada orang yang lebih tampan lagi dari kita semua?"


Sambil mengeluarkan gunting, juga sisir, Ely pun menjawab : "Tentu saja, pria yang kalian lihat waktu itu, jauh lebih tampan dari kalian."


"Kau ini, percaya diri sekali." Ucap darren.


"Walaupun tidak bisa menyangkalnya juga." Kata Darren, menambahkan.


"Jika kau sudah menyelesaikan mereka berdua, maka giliran aku." Ucap Felix, dia pun menyeret kursi dan langsung duduk sambil menumpukkan kaki kanannya ke atas kaki kirinya. "Juga mereka bertiga, itu tugasmu."


"Jasaku untuk kalian berempat tidak gratis," Sahut Elly dengan tatapan sengit. Padahal urusan Elly hanya untuk dua orang ini, tapi karena ada empat tambahan, maka ada biaya tambahan pula.


"Itu tidak masalah, selama kau bisa membuat rambut kami semua lebih bergaya, aku akan membayarmu dan sekaligus membayar ketiga orang temanku juga, kau pasti suka uang kan?" Ucap Felix seraya tersenyum licik.


"Ok, satu orang satu juta, tapi untuk kalian berdua, gratis." Elly menatap dua orang laki-laki yang akan menjadi tikus percobaannya.


'Sebenarnya apa yang terjadi pada kami berdua? DI seret, mandi, dan sekarang potong rambut? Apa sikapnya bahkan ikutan berubah setelah penampilannya juga berubah? Dan mereka berempat? Bukannya mereka suka menindasnya dengan membuatnya menjadi budak, tapi melihat sikap mereka berempat, ada banyak yang tidak masuk akal saat aku bertemu dengan wanita ini.


Hahh..., seharusnya aku tidak ikut-ikutan penasaran dan mengerumuninya, jadinya kan aku masuk dalam situasi seperti ini.' Pikir laki-laki berambut coklat ini, dia punya rambut yang sedikit panjang, karenanya, ia memakai minyak rambut dan membuat poni samping ke kanan.


Tapi semua penampilannya itu akan di rubah oleh Elly.

__ADS_1


__ADS_2