
“Jadi mana kucingnya?” Darrius yang merupakan pecinta kucing, jadi penasaran Alves sebenarnya membawa kucing seperti apa.
Alves mengangkat salah satu alisnya dan bertanya, “Kucing apaan? Aku hanya mencari dan membawa pelayanku pulang.” Cetus Alves langsung kepada intinya.
“Tapi tadi bilang-” Darrius melirik kearah Orson, dan senyuman lebar megartikan kalau itu sama saja.
Kalau kucing yang dimaksud oleh Orson barusan adalah bahwa pembantu cantik itulah sang kucing kecil yang baru saja di cari oleh Alves.
“Tapi pelayan, membawa mobil sendiri.” Gumam Darrius terheran dengan hal tersebut.
“Tentu saja dia harus bisa pakai mobil sendiri, jika tidak lantas siapa yang akan membawa dia pergi ke supermarket untuk belanja?”
“Kan anda punya banyak anak buah.”
“Aku tidak suka terlalu banyak orang.” Padahal lebih tepatnya karena kebanyakan anak buah Alves itu pria, maka dari itu ia tidak akan pernah mau membiarkan mereka dekat-dekat dengan Elly.
“Lebih baik menyetir sendiri.” tiba-tiba Elly menyela.
Membuat Darrius jadi melihat langsung sosok Elly yang sesaat tadi bersembunyi di belakang tubuh Alves.
“Kau?!” Darrius membelalakkan matanya melihat Elly dengan wajah terkejutnya.
“Ya? Aku kenapa?” Tanya Elly bingung.
“Bukankah kamu Raelyn, yang sekelas dengan anakku? Jessica?”
“...........” Elly terdiam, karena ia tidak memliki ingatannya soal ia pernah satu kelas dengan Jessica.
Karena itu, Alves pun buru-buru merentangkan tangan kanannya di depan wajah Elly serta Darrius, dengan maksud agar tidak bicara lebih jauh lagi soal Raelyn.
Melihat Alves begitu melindungi Elly sampai memperlihatkan ekspresi wajah yang begitu serus, Darrius terpaksa jadi tidak bisa mengatakan lebih banak hal, terutama kenapa Raelyn atau Elly ini bisa bekerja dibawa Alves.
“Bos, kami sudah selesai.” Anak buah Darrius pun berhasil memecah rasa canggung diantara mereka semua.
“Karena pekerjaan kami sudah selesai, kami undur diri lebih dulu.” Kata Darrius, tidak jadi mengatakan apapun soal Elly lagi, karena Alves terlihat jelas angat enggan untuk diberikan banyak pertanyaan kepada Elly.
“Ya, terima kasih bantuannya.” Kata Orson.
Sebab semua pekerjaannya sudah selesai, Darrius pun pergi bersama dengan anak buahnya.
Satu persatu orang yang tadi berada di dalam rumah Orson, keluar berurutan dan akhirnya bisa meninggalkan kedamaian untuk mereka bertiga lagi.
__ADS_1
“Eh tunggu,” Melihat ada satu orang tersisa hendak pergi keluar juga, Orson menghentikannya.
“Ya, ada apa Tuan?” Tanya pria ini. “
“Tunggu disini.” perintah Orson, tidak lama kemudian Orson keluar dengan membawa sebuah tas, lalu memberikannya kepada orang tersebut. “Bawa ini,” pinta Orson, meminta untuk membawa tas berisi beberapa gelas cup berisi air minum yang masih dingin.
“Oh, terima kasih Tuan, saya pergi dulu.” Membungkuk hormat, pria ini pun pergi dari sana, menyusul teman-temannya yang sudah lebih dulu masuk kedalam mobil serta truk.
__________
Malam harinya.
Karena rumah milik Orson sudah terisi, mereka pun jadi tidak kesulitan untuk beraktivitas ini dan itu karena semuanya sudah cukup lengkap.
BYURR…..
“Hahaha, ternyata rumahmu canggih juga. Air kolamnya hangat,” puji Elly dengan wajah senang, karena ia akhirnya bisa menikmati kehidupan dengan rutinitas yang lebih sedikit dari pada pekerjaan di kehidupan sebelumnya.
Ya, jika di kehidupan pertamanya, ia bahkan tidak memiliki waktu untuk memanjakan diri, sekarang ia bisa melakukan ini dan itu sesuka hatinya tanpa perlu mencemaskan uang, sebab semua itu sudah ada yang mengaturnya.
Dari uang dan tempat tinggal, Alves lah, orang yang memiliki keutamaan di hal tersebut, sehingga Elly tetap mendapatkan kenyamanan.
“Kau pikir rumahku kaleng-kaleng?” Tanya Orson sudah bersiap untuk berenang juga. Hanya dengan bermodalkan celana dan pakaian renang, ia tetap masih bisa menampilkan tubuh atletisnya juga.
“Kau terlihat sangat senang sekali ya?” Alves sendiri muncul dengan hanya menggunakan celana renangnya saja, sehingga ia bertelanjang dada.
“Tentu saja. Akhirnya aku bisa seidikit rileks di di tempat luas dekat dengan alam.” Jawab Elly sambil berenang dalam posisi mengapung.
Dia memilih posisi tersebut karena ia juga sedang menikmati langit malam yang bersih. Awan hitam yang sempat muncul sudah menghilang, maka dari itu Elly mampu melihat bintang dan bulan dari tempatnya itu, karena di atas kolam renang itu sendiri dipasang sebuah atap dari kaca.
“.........” Alves terdiam, perlahan dia mencelupkan kakinya kedalam kolam renang, sampai ia akhirnya membasahi semua tubuhnya di dalam air yang hangat itu.
Setelah itu, Alves meluncur dan menyamakan posisinya untuk mengapung di permukaan air kolam renang tersebut.
“Apa kau ingat siapa mereka tadi?” Tiba-tiba Alves membahas topik yang berhubungan dengan apa yang terjadi tadi siang.
“Tidak, aku hanya tahu mereka ada Felix, Darren dan Arshen, satu orang lagi siapa tapi aku tidak tahu. Aku tahu nama mereka saja karena mereka sempat saling memanggil nama satu sama lain. “Tapi satu hal yang aku pikirkan, mereka pasti satu kampus denganku.” Imbuhnya.
‘Sepertinya dia masih belum tahu soal Felix sebenarnya punya hubungan denganku juga. Tapi itu tidak penting, yang terpenting itu adalah siapa yang tadi siang itu.’ Pikirnya. “Oh ya, siapa orang yang berpakaian polisi itu? Aku tidak sempat melihat wajahnya, jadi aku tidak tahu apa permasalahan yang baru saja kau hadapi dengannya.”
“Sebenarnya, kami sempat di tuduh karena memnyimpan narkoba.”
__ADS_1
“Apa?!” Alves dan Orson berteriak bersamaan, sampai Orson yang tadinya sedang menyelam, jadi langsung muncul keluar dengan teriakan dari keterkejutannya yang sama.
“Dia berpakaian polisi untuk mengelabuhi kami. Tujuan utamanya sebenarnya mendapatkan kembali barang terlarang yang diselundupkan kedalam barang makanan yang aku ambil itu.
Tapi karena di satu sisi di rumah itu ada empat orang anak punya kemungkinan untuk di tipu dengan dalih di bawa ke polisi, tapi sebenarnya mau di culik, dengan tujuan kedua untuk mendapatkan tebusan dari kedua orang mereka, tentu saja aku harus turun tangan kan?” Jelas Elly panjang lebar.
“Alves, selain jadi pelayan, sepertinya dia juga punya potensi untuk jadi bodygiardmu.” Saran Orson.
Karena ada satu hal penting lagi yang ingin Orson sampaikan, Orson berjalan menghampiri Alves dan berbisik.
“........!”
“Ahh, aku benar-benar berasa seperti hidup lagi.” Gumam Elly, perlahan posisi tubuhnya menjauh dari kedua orang itu.
“Kau ada benarnya.”
“Iya, mungkin karena alasa itulah, Elly ingin pergi ke GYM, ya kan?” Tanya Orson lirih kepada Alves.
Alves jadi meganggukkan kepalanya, setuju dengan apa yang disarankan oleh Orson kepadanya.
“Kau berhasil menghastk, bagus.”
PLAKKK….
“Aduh!” Orson yang kehilangan keseimbangan berkat pukulan di belakang punggung yang di lakukan oleh Alves, Orson pun jadi terpeleset dan jatuh masuk kedalam air.
BYURR….
“Kyaa…” Elly pun jadi terpengaruh karena gelombang besar yang diciptakan oleh Orson itu. Maka dari itu Elly jadi ikut masuk dan mendarat di dasar kolam.
“Kalian~” Alves yang ditinggal pergi oleh Orson dan Elly yang tiba-tiba menyelam, membuat Alves jadi ikutan menyelam.
10 Menit kemudian.
“Aduh, aku kebelet.” Rutuk Orson, tiba-tiba jadi kebelet. Oleh karenanya, Orson keluar dari kolam dan pergi masuk kedalam rumah untuk buang air besar.
“Hmm..hmm…hmm…”
“Elly, apa kau bisa melakukan sesuatu?” Tanya Alves, menghilangkan keheningan diantara mereka berdua.
“Bisa.” Elly yang tadi sempat bersenandung ria sambil mengetuk-ketuk lantai tepi kolam, terpaksa menghentikan aktivitas kecilnya. “Aku harus melakukan apa?”
__ADS_1
“Tidak sulit, kau bahkan pasti bisa melakukannya. Walaupun sembarangan, juga tidak masalah.” ucap Alves, membuat Elly semakin tidak mengerti arah dari tujuan Alves meminta sesuatu terhadapnya.