
Ketika Asena dan Gibran tengah beradu mulut untuk saling menyenangkan diri mereka masing-masing dalam lelehan nikmatnya, tiba-tiba saja ada sesuatu ya yang mulai muncul dari dalam air.
BLUPUP...BLUPUP....BLUPUP....
"Suara apa itu?" Tanya Asena, melepaskan tautan dari ciuman milik mereka berdua.
Gibran yang juga sama-sama mendengar suara gelembung air yang ada di pinggir sungai, memutuskan untuk menghentikan aksi mereka, sampai-
BRRMMM........
Suara mesin mobil tiba-tiba saja muncul dan perlahan permukaan air yang tadinya berarus tenang itu memperlihatkan sesuatu yang langsung mengejutkan mereka berdua.
"I-itu? Woi Alves! Apa kau datang kesini setelah menguntit kami berdua?" Protes Asena setelah ia mengetahui mobol sedan berwarna putih yang baru saja muncul ke permukaan air itu adalah mobil khusus milik Alves.
__ADS_1
"Jadi wanita percaya diri sekali ya? Aku mana mungkin menguntit kalian. Aku ini ada banyak urusan, sampai terpaksa harus menyelam, apa kalina berdua paham?" Jawab Alves.
Mobil yang dikendarai oleh Orson pun mengambang di air layaknya perahu, dan terus mengambang mencari tepi sungai yang datar agar mobilnya bisa naik ke jalan lagi.
Karena rupanya tepi sungainya tidak begitu jauh, Orson langsung pergi menuju kesana dan akhirnya bisa keluar dari sungai dengan selamat tanpa perlu menyelam seperti di laut waktu itu.
KLEK...
Ketiga pintu mobil itu pun terbuka dan mengeluarkan tiga orang yang cukup mereka kenal, yaitu Orson, Alves, juga Elly tentunya.
Tapi karena itu juga, Elly yang sempat membuka pintu mobilnya sedikit, alhasil Elly tubuhnya jadi basah sendiri, sedangkan mereka berdua tidak.
"Maaf, aku telat memberitahumu." Kata Orson.
__ADS_1
"Yang penting kan kita selamat." Tukas Alves, dia pun lantas pergi menghampiri Elly dan memberikannya jas miliknya yang tidak Alves pakai untuk menutupi tubuh dari wanita ini.
Melihat ketiga orang di depan mereka berdua terlihat berantakan, Asena pun bertanya. "Alves, memangnya urusan apa yang membuat kalian bertiga sampai menyelam seperti itu?"
"Seperti biasa, kami baru saja di kejar-kejar musuhnya Bos." Ucap Orson, kembali pada mode sebagai sekretaris sekaligus asisten pribadi kedua nya Alves, setelah posisi itu sudah di ambil oleh Elly.
"Musuh? Apa kau di kejar oleh sekelompok penjahat lagi? Di siang bolong seperti ini?" Kernyit Asena, dia tidak habis pikir kalau dunia milik pria yang pernah bertunangan dengannya, lebih rumit ketimbang penampilannya yang seperti madu dan membuat banyak semut ingin menggerumutinya.
"Hmm, jika tidak seperti itu, mana mungkin kita bertiga nyelam dengan mobilku." kata Alves, dia semakin merasa pusing saja, harus menghadapi sekelompok penjahat yang baik itu yang sudah di tangkap maupun yang sekarang.
"Tapi apakah kita bisa pulang sekarang?" Sela Elly. Di siang hari yang begitu terang dan akan mulai di padati langit kelabu membawa air hujan, angin di tepi sungai yang besar itu terus menerjang mereka semua, kecuali Elly sendiri yang tubuhnya sudah separuh basah dengan rahang sudah gemetar, sebab air sungai itu memang cukup dingin, meskipun sekarang masih musim semi.
"Tidak." Kata Orson. "Jika kita pulang sekarang, ada kemungkinan kalau mereka bisa menemukan kita lagi." Imbuhnya.
__ADS_1
"Sepertinya kalian bertiga butuh bantuan dari kita." Pungkas Gibran, sedang menyeka bibirnya sendiri karena di sudut bibirnya ada lipstik yang tertinggal sebab baru saja saling berciuman dengan sang Istri.
'Apa hanya aku saja yang disini jomblo?' Pikir Orson, merasa kalau diantara para orang yang ia kenal, Orson selalu berada di titik untuk melihat dua orang baru saja bersenang-senang dengan kekasihnya, jadi tentu saja dia jadi merasa iri sendiri.