Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
68 :PTRI : Pertemuan


__ADS_3

"Felix! Itu mana mungkin terjadi!!" Teriak mereka bertiga kepada Felix, menyangkal ucapan dari satu sahabatnya itu.


“Yah~ Terserah apa kata kalian, aku hanya mengatakan kebenaran yang aku dapat dari sudut pandangku saja.”


"Tapi kelihatannya semenjak Raelyn menghilang, sepertinya kau jadi lebih pendiam dari sebelumnya, deh." Kata Arshen.


"Oh, sepertinya memang begitu. Biasanya kan Raelyn itu budak hariannya Felix, tapi karena si budak itu tidak ada, makannya jadi pendiam, atau sebenarnya ada se-"


Felix mengangkat kedua bahunya dan menyela ucapan salah satu temannya itu, "Entahlah. Tapi karena mainanku sudah hilang, jadi mau bagaimana lagi? Apakah aku harus mencari mainan lagi untuk menjadi budakku? Itu sangat merepotkan, aku tidak mau membuang waktuku untuk mengajarinya cara menjadi budak, karena satu saja sudah cukup menyita waktuku.”


Mendengar perkataan dari Felix, mereka bertiga pun jadi terdiam sejenak.


“Padahal dia yang paling penurut, jadi rasanya aneh saja dia tiba-tiba menghilang dari bagian kita.” Ucap Darren secara tiba-tiba. 


“Iya juga sih, kalau ada dia ka-” Menyadari kalau ucapannya terkesan seperti khawatir kepada wanita yang selama ini menjadi budak mereka, Darren pun menutup mulutnya.


“Kenapa diam?” Tanya Felix, memancing Darren yang tiba-tiba saja menjadi diam begitu saja, padahal mulutnya hampir berasumsi soal Raelyn lagi. 

__ADS_1


Darren hanya menjeling Felix dengan tatapan yang tajam, sebelum mulutnya akhirnya mengatakan hal lain selain membahas topik soal Relyn lagi. “Ngomong-ngomong, besok malam ada lomba balapan mobil di jalan xxx, apa kalian mau ikut?”


“Hm, memangnya hadiahnya apa?”


“Lumayan sih, yang menang bisa dapat uang 200 juta.” Jawab Darren, sambil memeriksa handphone yang sempat mendapatkan notifikasi pesan dari seseorang. 


Warren, Arshen, dan Felix langsung membelalakkan matanya. 


“200 juta? Kau yakin soal itu?” pekik Arhsen, merasa ada pancingan yang cukup besar untuk ikutan. 


“200 juta itu bukan uang yang sedikit, siapa yang mensponsori balapannya? Atau itu hasil patungan yang ikutan lomba?” Tanya Felix, sukses mewakili pertanyaan dari kedua orang temannya itu. 


TING..


Mereka bertiga langsung mendapatkan notifikasi pesan dari Darren yang berisi link pendaftaran. 


Sayangnya, baru juga mereka bertiga hendak mengisi formulir link yang dibagikan oleh Darren, tiba-tiba saja hujan langsung mengguyur mereka. 

__ADS_1


ZRASSHH…


“Sial! Kenapa harus hujan!” Kutuk Arshen, lalu dia langsung berlari meninggalkan mereka bertiga. 


“Kalian! Tunggu Aku!” Teriak Warren, tidak mau di tinggal oleh mereka bertiga yang sudah lari kencang menuju kampus yang jaraknya tidak begitu jauh lagi dari tempat mereka. 


Dan mereka berempat pun lari bersama-sama, sebelum hujan semakin deras. 


“Makannya jangan hanya tahu makan saja, cepat! Jam masuknya juga sudah hampir habis!” Teriak Arshen kepada Warren, karena Warren berlari di belakang mereka.


Dan tidak sampai lima menit, mereka akhirnya menemukan gerbang kampus mereka yang masih terbuka dengan lebar.


Dengan posisi masih berlari, mereka langsung menerobos beberapa orang yang berlalu lalang dengan payung yang di pakai oleh mereka, tanpa terkecuali seorang wanita tengah berdiri tepat di depan gerbang kampus. 


Darren, Warren, dan Arshen hanya punya pikiran untuk terus berlari masuk, tanpa memperdulikan wanita yang berdiri di tengah jalan itu, namun tidak dengan Felix, yang ketika itu dia berlari melewati wanita itu, sudut mata Felix tiba-tiba menemukan wajah tak asing di miliki oleh wanita itu. 


‘Raelyn?’ Sehingga, tatkala ketiga temannya sudah berada jauh di depan sana, Felix justru memilih untuk menghentikan langkah kakinya dari aktifitas larinya. 

__ADS_1


ZRASSH….


“.........” Wanita yang tidak lain adalah Elly itu, sontak langsung menyadari Felix yang tiba-tiba saja berhenti berlari dan justru memilih untuk menatap ke arahnya. ‘Kenapa dia menatapku?'


__ADS_2