
"Kau sedang tanya musuhku siapa?" Tanya Alves dengan polosnya. "Aku sendiri juga tidak tahu."
"...." Orson dan Elly seketika diam dengan ekspresi wajah jijik.
Melihat kedua wajah itu terlihat seperti orang yang enggan melihat sampah, Alves langsung bicara lagi : "Hei, kenapa ekspresi wajah kalian seperti itu?"
"Sebenarnya kau ini sudah tahu atau hanya pura-pura tidak tahu?" Sela Elly. Dia tidak begitu yakin dengan jawaban Alves yang terdengar seperti di buat-buat.
"Memangnya apa untungnya jika aku berbohong? Jika aku sudah tahu, aku sudah pasti memikirkan bagaimana cara mencegah hal seperti ini terjadi." Jawab Alves.
Sejujurnya, Alves sendiri memang tidak begitu tahu atau lebih tepatnya belum tahu siapa musuhnya yang sebenarnya.
Sebab, ia memang ada beberapa memori yang seolah terkunci, dan Alves sampai saat ini, ia terus bertanya-tanya pada dirinya sendiri, kenapa dirinya memiliki memori yang terkesan di simpan sangat dalam, dan memori itu sendiri adalah memori yang cukup penting.
Sedangkan memori soal masa kecilnya saja, ia masih ingat dengan jelas.
Tapi lain hal dengan ingatan selain yang berhubungan dengan pekerjaan, misalnya kejadian dimana dirinya pernah meniduri tubuh Elly, serta alasan dibalik semua penyerangan yang pastinya berhubungan dengan musuh yang sudah jelas cukup lama.
Kedua hal itu sama sekali tidak Alves ingat, itulah yang membuat Alves kadang terheran sendiri, apalagi soal obsesinya terhadap wanita yang ada di depannya itu, itu bukanlah main-main, seakan dirinya memang ditakdirkan untuk membuat Elly benar-benar jatuh cinta kepadanya.
__ADS_1
'Aku juga heran sendiri, jadi mau kau bertanya sebanyak apapun, jawabannya pun tetap sama.
Aku- tidak memiliki ingatan tentang, baik itu soalmu, maupun tentang siapa musuhku yang tiba-tiba bergerak secara rutin seperti ini untuk membunuhku. Mau di pikirkan bagaimanapun, karena aku memang masih belum bisa menemukan jawabannya, lebih baik bereskan mereka saja.' Pikir Alves panjang lebar, menatap mobil yang ada di belakangnya dengan tatapan datar.
'Kenapa dia malah melamun seperti itu? Apa dia benar-benar tidak tahu musuhnya sendiri? Sebentar- kenapa kesannya posisi di sama sepertiku?' Perlahan Elly pun jadi semakin curiga dengan Alves.
Bukan tentang Alves yang tidak tahu soal musuhnya sendiri, tapi justru merujuk ke ekspresi wajah dari orang yang terlihat kebingungan itu. Ekspresi wajahnya sama seperti Elly sendiri ketika Elly sama sekali tidak tahu situasinya sendiri ketika baru pertama kalinya berpindah tubuh dan harus hidup di dunia yang berbeda dengannya yang dulu.
'Alves, apa dia benar-benar punya hubungan dengan Azriel?' Pikir Elly, tepat di detik dimana ia tiba-tiba saja teringat dengan memori masa lalunya sendiri, dimana sebelum Elly mati karena ditembak oleh Azriel, orang yang dulu pernah di jodohkan di kehidupan sebelumnya, Azriel sempat memberikan pesan terakhirnya. 'Menunggu-'
Dan semua memori tentang semua ucapannya Azriel pun bermunculan di dalam kepalanya itu.
“Bukan soal waktu yang ada di sini, tapi waktu yang akan datang.”
“Apa kau mau aku ada di sisimu juga?”
“Karena kita tidak punya waktu untuk saling merasakan apa yang namanya cinta, di waktu selanjutnya aku pasti bisa membuatmu merasakan apa yang namanya itu cinta. Bukan kepada orang lain, tapi kepadaku."
'Kenapa memori tentangnya sangat jelas ada di dalam kepalaku?' Kernyit Elly.
__ADS_1
Dia terus di hantui dengan semua ucapan Azriel untuk terakhir kalinya, sebelum pria itu membunuh diri Elly. Sehingga, saat ini pun ia benar-benar merasa seperti kalau Alves ini adalah pria yang sengaja datang kepadanya setelah berhasil menunggu Elly datang kepadanya.
Sebab sekarang ini dirinya saja bisa bereinkarnasi ke zaman yang berbeda, jadi menurut sudut pandang Elly, hal semacam ini sudah bukan hal absurd lagi.
Sehingga, untuk mencoba memancing hasil dari pikirannya tadi, Elly pun tiba-tiba saja memanggil namanya. "Azriel."
"....?" Orson yang sedang menyetir dan Alves yang sudah kembali mengisi pelurunya kedalam magazine itu, sontak mengalihkan perhatian mereka berdua kepada Elly yang baru saja memanggil nama seseorang.
"Siapa nama pria yang sebutkan itu?" Tanya Alves, dia berusaha untuk tidak mengambil pusing nama yang baru saja keluar dari mulutnya Elly itu.
"Dia mantan tunanganku." Jawab Elly tanpa ekspresi wajah.
KLAK...
Alves yang berhasil memasang magazine nya lagi kedalam pistol, sepintas membalas tatapan matanya Elly yang terlihat sedang mengkonfirmasi sesuatu terhadapnya.
Meski Alves saat ini tidak begitu mengerti kenapa tiba-tiba Elly menyebut nama mantan tunangannya sendiri kepadanya, Alves pun bertanya : "Apa kau sedang menganggapku sebagai pria bernama Azriel itu?" Terka Alves.
Begitu mendengar Alves menjawab dengan sebuah pertanyaan kepadanya, Elly sesaat langsung tertawa kecil dan dia pun duduk kembali ke tempatnya dengan posisi duduk yang benar.
__ADS_1
'Sebenarnya apa yang sedang mereka berdua bicarakan? Azriel? Mantan tunangan? Tapi apa hubungannya dengan Alves?' Dan Orson yang tidak begitu mengerti dengan arah topik pembicaraan dari mereka berdua, hanya memilih diam.