Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
116 : Karena Miaw


__ADS_3

“Aku sangat ingin tahu bagaimana perempuan itu bisa menjadi asisten nya Tuan muda.”


“Dari penampilannya itu, dia seperti lebih muda dariku. Tapi seperti ucapanmu, di saat Tuan Orson mengadakan pemilihan asisten untuk Tuan muda, Tuan muda hanya menempatkan asisten yang diterima hanya satu atau dua hari saja, setelahnya mereka dikeluarkan karena tidak cocok. Apakah dia akan sama seperti mereka?”


Beberapa orang terus menatap kepergian dari Tuan muda mereka yang pergi diikuti oleh asisten baru Tuan mereka. 


“Karena hari itu kau tidak masuk, kau pasti tidak tahu ya? Soal kejadian yang terjadi pada asisten Tuan muda itu?” Seseorang menyela pembicaraan mereka berdua. 


Wanita ini lantas menoleh ke samping kanan, dan bertanya : “Memangnya ada saat aku tidak masuk, ada kejadian apa?” 


“Beberapa hari yang lalu di depan pintu masuk, Tuan muda, melindungi asisten nya itu dari siraman kopi yang dilakukan oleh Nona Yuli. Apalagi kopi itu masih cukup panas, makannya, model untuk brand ambassador perusahaan kita membatalkan kontrak dengan beliau.” Jelasnya dengan panjang lebar, berharap kalau orang-orang di sekitarnya yang belum tahu, bisa tahu juga. 


Wanita ini pun terkejut. Dia adalah salah satu fans berat dari Yuli, wanita yang sempat bertengkar dengan Elly sampai membuat Alves ikut kena imbas nya juga tiga hari yang lalu. 


“Ada kejadian seperti itu?! Aku tidak percaya, tapi karena kau yang mengatakannya, dan jika TKP nya ada di sini, berarti banyak orang yang melihatnya juga?” Tanyanya. 


“Tentu saja, banyak orang yang melihatnya, bahkan aku awalnya juga tidak percaya kalau aktris sekaligus model yang aku kagumi, ternyata punya temperamen yang buruk seperti itu. Tapi hebatnya, perempuan tadi, bisa dengan santainya melawan semua ucapannya.” Sela teman dari wanita tadi. “Bahkan-” nadanya berubah menjadi berbisik, dan membisikkan sesuatu kepada temannya itu. 


Sebuah cerita awal masuk Elly yang di hadang oleh salah satu resepsionis mereka tapi mampu Elly lawan dengan baik tanpa menggunakan kekerasan apapun, membuat wanita yang sedang diberikan bisikan ini kembali dibuat terkejut. 


“A-apa?” Matanya membulat lebar saking terkejutnya, sampai sudut matanya yang masih mampu melihat keberadaan dari Tuan muda nya itu masuk ke lift bersama dengan asistennya, terlihat Tuan muda nya itu memberikan senyuman lembut kepada asisten tersebut. 


____________


Di dalam kantor nya Alves. 


Dua orang benar-benar sudah sibuk dalam urusannya masing-masing. Ketika Alves sedang sibuk menandatangani semua dokumen yang mulai menggunung lagi, maka Elly sedang sibuk di depan komputer. 


Tak…tak…tak…tak..tak..


Berkerut-kerut dahi Alves mendengar bunyi keyboard yang berisik itu. 


Alves mencoba untuk menahannya, setidaknya sampai setengah jam. 


Tapi bahkan ketika setengah jam itu lewat, namun Elly tidak terlihat ada tanda-tanda berhenti, sedangkan pikirannya Alves mulai terganggu dengan suara itu, Alves akhirnya angkat suara. 


“Elly.”


“Ya Tuan?”


“.........” Sayang sekali, karena ada perjanjian baru yang di tambahkan di dalam kontrak mereka berdua, Alves pun mau tidak mau harus mendengar bahasa formal keluar dari mulut Elly. 


Padahal selama ini, wanita itu begitu ringan mulut untuk memanggil namanya secara langsung. 


Benar, sekali peraturan di tulis, dan di masukkan kedalam surat kontrak hubungan kerja sama mereka, Elly benar-benar langsung menjalaninya dengan baik, seakan Elly tiba-tiba saja langsung mendapatkan program tambahan. 


Padahal Alves sudah merasa nyaman dengan cara Elly memanggil namanya, namun disebabkan adanya tambahan peraturan tambahan, maka seperti inilah keadaanya. 


“Apa anda butuh sesuatu?” Tanya Elly, bahkan di saat Elly mencoba melihat majikannya sendiri sedang menatap ke arahnya, jari jemari tangannya sama sekali tidak berhenti untuk mengetik. 


Terlihat seperti robot. 


Hanya itu yang Alves lihat pada diri Elly saat ini. 


“Aku seb-”


Belum sempat bicara dengan benar, Alves kedatangan Orson yang tiba-tiba saja mengetuk pintu dan langsung masuk. “Bos, setelah jam istirahat siang selesai, ada pertemuan mendadak dengan Tuan Jefferson di restoran Miaw.”


Mendengar nama restoran itu begitu aneh, Elly tiba-tiba saja menghentikan kesepuluh jarinya itu untuk mengetik. “Miaw?” Tanya Elly seraya menatap wajah Orson yang kembali sedang memakai topeng, menutupi jati diri Orson yang sebenarnya menjadi orang lain sebanyak 180 derajat. 


Tidak sebanyak Orson sampai 180 derajat, Elly hanya memerankan dirinya sendiri sebagai pelayan sekaligus asisten pribadi Alves menggantikan Orson tentunya, Elly hanya memerankan posisinya itu hanya 50 persen saja, dengan kata lain Orson sudah seperti sepenuhnya jadi seperti orang lain.


“Ya, seperti yang anda dengar, Miaw? Suaranya mirip apa?” Tanya balik Orson agar Elly berpikir. 

__ADS_1


“Kucing?” 


Orson membenarkan posisi kacamata yang terlihat hampir jatuh itu, dan memberikan acungan jempol kepada Elly. 


‘Apa dia menganggapku anak kecil, kenapa pakai memberikan jempolmu?’ Sedikit tersinggung dengan cara respon Orson terhadapnya. 


Tapi tidak seperti Elly yang begitu penasaran sekaligus berminat ingin tahu seperti apakah restoran tersebut, Alves malah memasang ekspresi wajah yang begitu muram. 


Tidak seperti Orson yang hanya berekspresi datar layaknya tembok, karena sedang dalam mode penyamaran, maka Elly justru sedikit memiringkan kepalanya, mencoba mengamati apa alasan di balik wajah tampan majikannya itu malah seperti muram dan memperlihatkan aura hitam yang mampu membekukan seluruh sisi kantornya itu?


______________


Di Restoran Miaw. 


Seorang pria paruh baya berumur 45 tahunan, dengan pakaian pakaian mencolok layaknya seorang kepala gangster, di tambah dengan menggunakan rantai kalung emas dan gelang besar berwarna emas juga. Tidak kalah mencoloknya dengan kacamata hitam serta cincin batu akik yang tersemat di jari jempolnya, pria tersebut langsung berdiri dengan senyuman cerah tersungging di bibir tebal nya. 


“Ah, selamat datang Alves, bagaimana kabarmu setelah sekian lama tidak bertemu, kau-” Salam sapa dengan jabatan tangan kepada Alves, tiba-tiba langsung teralihkan dengan Elly yang berdiri di belakangnya Alves dan berkata : “kelihatannya sudah punya kekasih baru setelah pertunanganmu dengan Asena batal ya?” Pria ini pun mencoba untuk berjabat tangan dengan Elly, dan Elly sendiri membalasnya. 


“Saya asisten nya, Elly.”


“Oh, namamu cantik seperti waj-” Sayang sekali, Jefirson langsung bertemu dengan tatapan sengit dari Alves, karena tidak mau melihat dan mendengar Jerfirson menyatakan pujian yang terdengar sedang menggoda. 


Tapi lain hal dengan Alves yang begitu intens memberikan tatapan tidak suka nya, Elly justru merespon nya dengan senyuman, “Tentu saja, yang memberikan nama saya saja, juga tampan, alhasil nama yang beliau kasih kepada saya adalah nama yang cantik. Maka saya terima pujian anda, terima kasih.” Senyum Elly lalu langsung melepaskan jabatan tangannya dengan Jefferson. 


Jerfferson tertawa, “Ahahaha…., kau asisten yang berani, unik pula. Ayo duduk, duduk, dan Alves-” Jefferson merangkul bahu Alves dengan tiba-tiba dan menyuruh Alves ikutan duduk di sebelahnya. 


‘Ternyata, berbeda dari penampilannya yang seperti gengster, orang ini malah terlihat begitu menyenangkan. Sangat bertolak belakang dengan Alves.’ Elly duduk di kursi yang ada di sana, setidaknya ia tidak ikut duduk bersama dengan mereka berdua, karena ia hanya ingin memberikan tempat untuk mereka berdua bicara.


Akan tetapi, Elly yang hendak duduk di belakang dari meja yang ada di sebelah mereka berdua, Alves malah langsung mencengkram tangannya, menghentikan Elly pergi. 


“Elly, dia tidak ingin di tinggal, duduk saja dengan kami.” Kata Jefferson kepada Elly dengan senyuman ramah nya. 


“Tapi- bukankah anda dan Tuan saya harus berbicara berdua saja?”


Sampai tiba-tiba saja ada kucing berwarna abu-abu yang memiliki bulu tebal, berjalan mendekati Alves dan mengeram senang di samping kakinya Alves. 


“...........!”


“Miaw…miaw…miaw…” Kucing ini akhirnya bersuara.


Tidak seperti Tuan Jefferson yang justru memperlihatkan rasa senang karena ada kucing orange yang berjalan mengitari kaki kanannya, maka Alves justru bereaksi dengan wajah horor nya. 


“Elly, tugasmu singkirkan kucing ini dariku.”


“Ya?” Elly teleng, mendengar perintah Alves.


“Ahahaah, padahal lucu seperti ini, tapi kau masih saja tidak menyukai kucing.” Jefferson pun tertawa lepas, bahkan memilih untuk melepaskan rangkulan tangannya demi menggendong kucing orange itu dan memberikannya pelukan dengan wajah gemas nya. 


“Miaw..miaw…”


“Kau butuh pelukan kan? Sini-sini.” Jefferson mencoba memeluknya, tapi kucing itu salah satu tangannya terus mencoba menggapai Alves yang ada di sebelahnya itu. “Kau mau dipeluk oleh anak ini?”


“Miaw.” Jawab sang kucing orange. 


“Dia ingin dipeluk olehmu.” Dengan sengaja Jefferson menyodorkan kucing tersebut ke depan wajah Alves.


Sontak Alves langsung menarik tangan Elly dan menyeretnya ke depan untuk di jadikan tameng. 


“Miaw..!” Dan kucing ini pun langsung ketakutan melihat Elly berpindah ke depannya, sehingga kucing ini langsung memberontak tidak ingin dekat-dekat dengan Elly. 


“Jika tujuan paman ingin mengerjaiku, aku akan pergi.” kata Alves, 


“Miaw…! Miaw…! Miaw…!”

__ADS_1


Jefferson langsung terkejut dengan reaksi kucing yang ia pegang itu benar-benar ketakutan dengan sosok Elly. 


Padahal baginya, Elly memang wanita cantik, tapi yang menjadi pertanyaannya, kenapa kucingnya menolak dekat-dekat dengan asisten nya Alves?


‘Aku tidak tahu, Elly ternyata berguna juga untuk aku bawa.’ Alves dalam diam tertawa senang, karena Elly yang dari luar memang kelihatan seperti wanita biasa saja, sebenarnya ada satu rahasia yang dimiliki Elly. 


“Hei, comot, kenapa kau takut pada wanita secantik dia? Kau harusnya senang kan? Hei.” Jefferson yang tidak tahu kenapa salah satu kucing kesayangannya itu tiba-tiba takut pada Elly, terus mengguncang tubuh Comot. 


“Miaww…miaww…!” Kucing ini segera mengalami pusing sendiri. 


“Padahal saya juga ingin memeluknya.” Raut wajah Ellly berubah menjadi sedih, padahal itu hanyalah akting belaka, karena di balik ekspresinya itu, tersimpan banyak makna.


"Kau, mentang-mentang kucing betina, kau mau bermanja dengan majikanku? Sini, biar aku yang menggantikannya. Aku akan memberikan apa yang kau mau itu dengan caraku yang paling ampuh.”


Kata Elly di lain kalimat yang keluar dari mulut Elly barusan, sehingga kucing orange itu langsung kalap karena sudah melihat kedua tangan Elly yang sudah mau menggapai tubuhnya.


"Miaww....!" Takut dengan sosok Elly yang punya dua topeng di dalamnya, kucing ini langsung lari dan melompat.


Ketika kucing bernama Comot ini berhasil lolos dari tangannya Jefferson dengan melompat ke bahu Elly, Comot pun kemudian melompat untuk mendapatkan Alves sebagai keinginannya untuk mendapatkan pelukannya.


".........!" Alves yang memang tidak menyukai kucing, langsung membelalakkan matanya, ketika si Comot sudah mulai terbang ke arahnya.


Alves merem, dia ingin mundur, tapi ada meja di belakangnya persis.


Sebagai orang yang tidak menyukai kucing, salah satunya, ia pun seolah jadi kehilangan kendali atas pikirannya, dimana seharusnya Alves hanya tinggal berlari bergeser saja, justru kedua kakinya jadi kaku, tidak mau bergerak.


Elly yang akhirnya memang sudah di beritahu bahwa Alves punya alergi terhadap kucing, makannya Alves datang dengan masker, segera berlari ke arah Alves.


"Miaw!" Panggil kucing ini terhadap manusia di depannya, dan tinggal setengah meter lagi akan sampai ke tempat Alves berada.


"Comot!" Panggil Jefferson.


Sedangkan Elly, dia sudah mulai merentangkan tangannya ke depan, dan sekuat tenaga untuk menangkap kucing tersebut, dan tugasnya pun langsung terwujud.


GREP...


'"Miawhh..!" Comot langsung meronta, menggerakkan ke empat kakinya yang hampir saja menyentuh pakaiannya Alves.


"'Ketangkap juga." Gumam Elly dengan wajah seriusnya, terhadap kucing Orange yang begitu semangat ingin melepaskan diri lagi.


"Waduh...waduh..., Alves, kau tidak apa-apa kan?" Tanya Jefferson.


"Apa itu pertanyaan sebagai tanda khawatirmu kepadaku?" Tanya balik Alves dengan nada tegas, ia tidak begitu puas hati karena ruangan yang seharusnya, setidaknya tidak ada satu kucing apapun yang masuk, sebab sudah di sewa untuk satu jam ke depan, malah kecolongan.


Dan Alves hampir saja menjadi bahan bulan-bulanan satu dari dua kucing yang begitu menyukai Alves, karena Alves yang tidak suka dengan kucing, tapi beberapa kali pernah datang ke restoran Miaw itu, akhirnya berhasil di cegah oleh Elly.


"Apa kau mau marah kepada pamanmu ini? Marah saja kepada mereka yang tidak becus menjaga kucingnya." Jefferson malah jadi menyalahkan dua oran pegawai restoran yang kelihatannya sudah panik, karena ruang khusus yang suah di reservasi itu, malah kedapatan kucing yang menyusup masuk.


"M-maafkan kami Tuan, kami bersalah karena tidak menjaga kucing kami dengan benar." Kata perempuan berpakaian maid ini.


"Iya Tuan, maafkan kami, kami akan segera menerima apapun kompensasi yang anda inginkan dari kami, asal jangan membuat kami di pecat dari pekerjaan kami, Tuan." Ucap rekan kerja yang satu nya lagi.


Mereka berdua pun membungkuk kepada mereka bertiga, merasa bersalah karena membuat onar, hanya karena kucing.


"Aku akan urus kalian nanti, bawa kucing kedua kucing itu pergi." Titah Alves terhadap kedua pegawai restoran Miaw, untuk segera mengeluarkan kedua kucing itu dari ruangan mereka.


"B-Baik, kami akan segera pergi." Dengan buru-buru mereka berdua berlari lalu mengambil kedua kucing itu dan membawanya pergi dari sana.


"Bukankah ini terlihat aneh? Padahal jelas ini restoran khusus untuk pecinta kucing, tapi kau malah membenci kucing."


"Kan paman yang mengundangku kesini! Jadi ini semua salah paman. Cepat, jangan membuang waktuku dengan drama ini." Tegas Alves, akhirnya ia pun naik darah sendiri, ketika berhasil membuat pertemuan dengan paman nya yang super sibuk juga itu, kenyataan pahitnya, pertemuan nya malah di adakan di tempat yang tidak Alves sukai.


"Ya, lagian, restoran di sini makanannya malah lebih enak ketimbang restoran lainnya," Senyum Jefferson, menyindir Alves yang tidak tahu apa-apa, atas alasan Jefferson mengadakan pertemuan di tempat tersebut.

__ADS_1


'Kenapa aku merasa semua orang yang ada di dekat Alves aneh-aneh semua?' Lirik Elly, melihat Alves sedang memperbaiki dasi yang sempat longgar. 'Ya? Padahal aku juga sadar kalau aku juga aneh.' Elly pun pasrah sendiri, karena Elly sendiri juga diam-diam memang punya kemampuan yang ia rahasiakan dari banyak orang.


__ADS_2