Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
178 : Kejutan yang gagal


__ADS_3

"Ini Tuan, saya sudah membelinya." Salah satu anak buah Alves memberikan satu tas belanja, dimana tas itu berisi sebuah bingkai. "Tapi kalau boleh saya tahu, Tuan ingin menggunakan ini untuk apa?" Tanyanya, karena ia lah yang membeli bingkai itu untuk majikannya.


"Gara-gara aku tidak bisa memakainya, aku harus memajangnya." Alves langsung mengeluarkan sandal jepit ari dalam laci dan menaruhnya di dalam bingkai, yang mana alas dari sandal jepit itu sudah dia berikan lem tembak agar bisa menempel di dalam bingkai scrapbook itu.


"I-itu seperti sandal yang Nona beli, jadi anda juga mendapatkannya?" Tanyanya, dia cukup terheran, karena sandal murah itu malah di pajang di dalam bingkai mewah.


"Kan aku sudah bilang, aku tidak bisa memakai sandal dengan kualitas murahan seperti ini, makannya aku jadikan pajangan saja." Jawab Alves secara terus terang. "Nih, kau letakkan di dinding sebelah sana." Alves memberikan perintah berikutnya kepada anak buahnya tersebut, dan langsung di iyakan oleh anak buahnya itu.


'Orang kaya memang punya selera aneh.' Pikirnya.


___________


Pagi itu, pukul empat pagi.


Di dalam rumah yang begitu gelap, beberapa orang yang baru saja melewati pintu gerbang tersebut, perlahan masuk kedalam kediaman dari rumahnya Alves.


Mereka sempat berbisik satu sama lain, setelah menganggu setuju, mereka semua sepakat untuk masuk kedalam rumah itu bersama-sama.


KLEK....


Dengan langkah mereka semua yang begitu senyap, mereka mulai celingukan untuk mencari satu kamar yang di tinggali oleh seseorang yang harus mereka dapatkan itu.


"Dimana?" tanya salah satu dari mereka, menanyakan tempat dari orang yang harus mereka urus secepat mungkin.


"Di sana." menunjuk pada satu pintu kamar yang letaknya di sebelah kiri mereka.


Mengangguk setuju, dengan pelan-pelan mereka menghampiri pintu itu dan karena kebetulan pintunya tidak di kunci, hal itu pun jadi mempermudah mereka masuk kedalam kamar.


TAP...TAP....TAP.....


Di dalam kamar yang gelap dan hanya di temani cahaya dari lampu taman yang sempat menyelinap masuk lewat celah tirai, mereka akhirnya di perlihatkan sosok dari yang mereka cari itu.

__ADS_1


Seorang perempuan yang dengan begitu nyenyak, tertidur pulas dengan gaya tidurnya yang cukup seksi, karena hana selimut yang seharusnya menyelimuti tubuhnya itu, sudah di tendang keluar drai area tempat tidur, dan jatuh ke lantai.


Dan orang yang mereka cari adalah perempuan ini, Ellynda.


Dua orang sedang adu mata untuk memberikan isyarat satu sama lain, setelah mengangguk setuju, salah satu dari mereka berdua mulai mengulurkan tangannya ke arah Ellynda yang tengah tertidur itu.


Semakin dekat, dan semakin tegang pula suasana di dalam kamar tersebut.


Sampai di jarak kurang dari sepuluh sentimeter antara ujung tangan dengan wajah Elly, dengan mata yang masih terpejam itu, tiba-tiba Elly mencengkram tangan tersebut.


GREP...


"Akhh..!"


Menariknya ke atas tempat tidur dengan cepat, Elly langsung menindih orang itu dengan tubuhnya, dan tanpa ampung, bahkan lututnya benar-benar menekan tepat ke ulu hati, sedangkan tangan kanannya, dia langsung mengambil pistol yang ia letakkan di bawah bantal dan menodongkan ke arah satu orang yang ada di samping kanannya.


"Siapa kalian? Jawab, sebelum aku hitung sampai tiga. Satu- " Ucap Elly dengan nada yang cukup serius.


"Tiga." begitu sudah mengatakan angka tiga, Elly tanpa sungkan langsung menarik pemicunya, dan suara yang cukup keras langsung mengisi keheningan di pagi hari dengan suara tembakan.


DORR..


PRANG...


"KYAA...!"


Alhasil, suara kaca yang langsung pecah karena peluru yang keluar dari pistolnya, sukses membuat mereka yang ada di dalam kamarnya langsung berteriak keras.


Sampai Alves yang sedang tertidur itu, langsung berlari keluar dan menghampiri kamar milik Elly yang terlihat masih terbuka.


KLEK....

__ADS_1


"Elly! Apa ada?!" Tanya Alves setelah menyalakan semua lampu di dalam kamar.


Tapi, rasa khawatir bercampur cemas juga terkejut itu, langsung sirna selepas dia melihat Elly yang ternyata sedang menahan salah satu pelayan di bawah tubuhnya, dan pelayan yang satunya lagi yang berdiri di samping kanannya itu sudah berjongkok ketakutan setelah serangan dari Elly yang di sengaja untuk menakut-nakuti mereka semua.


"T-Tuan! Tolong kami!" ucap pelayan yang ada di bawah tubuhnya Elly.


Elly terdiam sambil menatap ke arah bawah. Pelayan perempuan ini sudah seperti mau menangis karena saking takutnya dengan tindakan Elly yang cukup mendadak dan sangat mengejutkan itu.


"Kenapa kalian di dalam kamarku sepagi-pagi ini? Jika saja kalian mengetuk pintu, aku pasti akan membukakannya, dan tidak akan menganggap kalian itu orang yang mau menculikku." Tutur Elly, memberitahu kepada dua orang? Tidak, karena di dalam kamar itu sebenarnya ada lima orang pelayan yang sudah ketakutan sendiri karena Ellynda yang hampir saja menembak salah satu rekan kerjanya itu.


"Elly, turunkan senjatamu." Alves langsung memberikan perintah pada Elly yang terlihat gemas ingin sekali lagi memberikan pelajaran pada mereka semua yang tiba-tiba menyelinap masuk itu.


"Sebelum kau menjelaskan kenapa ada mereka semua di sini, aku tidak akan menurunkannya." Balas Elly.


'Hahh, padahal aku ingin membuat kejutan. Seharusnya kamarnya aku berikan obat bius dulu, agar dia bisa di bawa pergi dan di berikan perawatan secara diam-diam, jadi saat dia bangun, dia akan terkejut.


Tapi rencananya jadi gagal karena aku melupakan hal penting itu.' Alves yang awalnya ingin membuat Elly terkejut dengan perubahannya sendiri, jadi gagal total.


Benar, hari ini sebenarnya adalah hari pernikahan mereka berdua, tapi Alves sengaja tidak memberitahukannya untuk menjadi sebuah kejutan kepada Elly.


Tapi, karena semuanya sudah terbongkar, Alves pun tidak bisa menyembunyikannya lagi.


"Mereka semua hanya melakukan perintahku saja, jadi tidak usah menyalahkannya."


"Memangnya apa yang kau berikan perintah pada mereka?"


Begitu sudah mendapatkan pertanyaan itu, Alves menurunkan tangannya dari wajah yang baru saja dia usap dengan kasar dan menjawab : "Menculikmu."


"...? Untuk apa?"


"Sebenarnya hari ini adalah-"

__ADS_1


__ADS_2