Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
106 : PTRI : Lawannya adalah Aiden


__ADS_3

Dan hasilnya, Elly pun berhasil berdiri di depan Aiden yang masih terbaring itu. 


‘Ternyata kau bisa melakukan bela diri sampai seperti itu?’ Aiden hanya terkejut dengan tindakan yang di ambil oleh Elly untuk melepaskan diri dari cengkramannya tadi, cukuplah mengagumkan, padahal dari ekspresi wajah yang dimiliki oleh Elly, jelas sedang dalam tekanan dari sebuah siksaan akibat obat yang perlahan mulai bekerja. 


Tap, Aiden yang tidak mau tinggal diam saja, saat melihat Elly hendak menggapai pintu keluar untuk kabur dari kamarnya, Aiden yang masih terbaring di lantai itu segera mengayunkan salah satu kakinya, berputar setengah putaran untuk menjegal kaki Elly lagi. 


Dan Elly yang sedang dalam kondisi pikirannya naik dan turun, karena tidak mampu mempertahankan konsentrasinya terus menerus untuk akal sehatnya itu, membuat Elly jadi langsung kembali jatuh. 


“Kau~ Pergi!” Elly mencoba menendang wajah Aiden yang mana, tangannya hendak meraih tangannya Elly.


Tapi semua itu tidak berhasil, karena Aiden malah jadi menangkap salah satu kaki yang hendak menghantam wajahnya. 


“Heheh…kau sama sekali tidak bisa lepas dariku,” Seringai Aiden, ia mulai merasa senang dengan keberadaan dari Elly yang sudah mulai melakukan pemberontakan, sama seperti waktu itu.


_____________


Flashback On. 


BRAKK….


Satu pintu di buka dengan kasar. Tapi orang ini tidak pergi masuk sendirian, sebab ia juga tengah menyeret satu orang lagi agar ikut masuk kedalam rumahnya. 


“A-Aiden! Apa yang mau kau lakukan?!” Tanya Raelyn dengan wajah paniknya, ketika salah satu tangannya tiba-tiba saja dicengkram dengan begitu kasar lalu ditarik dengan kuat oleh pria bernama Aiden. 


“Melakukan apa, memangnya aku juga harus memberitahumu soal itu juga? Coba katakan, apa kau tahu alasan aku berbuat kasar seperti ini?!” Teriak Aiden, lalu menghempaskan tubuh Raelyn ke atas tempat tidur dengan sangat kuat, sehingga Raelyn yang sudah ketakutan setengah mati dengan tindakan Aiden yang tiba-tiba saja begitu kasar, berusaha untuk merangkak lari turun dari tempat tidur tersebut. 


“T-tidak, aku tidak tahu!” Jantungnya sudah berdebar dengan cukup cepat, tubuhnya pun jadi gemetar tepat setelah Aiden menggunakan nada tinggi kepadanya. Sebuah ketakutan yang Raelyn dapatkan ketika tiba-tiba saja di bentak. 


“Ternyata otakmu bodoh ya? Kau tadi kan mengatakan minta putus denganku, jadi aku ingin tahu, kau ingin putus denganku karena apa?!” Bentak Aiden, lalu mencengkram salah satu kaki Raelyn yang hampir pergi itu dan menyeret paksa tubuh yang langsung kembali terjatuh ke atas tempat tidur. 


“B-bukannya kau ada hubungan dengan Cecil, jadi daripada aku di khianati seperti ini, lebih baik kau dengannya saja. Aku malas berdebat lagi dengan anak itu!” Beber Raelyn dengan mata sudah berhasil mengeluarkan air mata tangisan akan ketakutan dan kesedihannya. 


“Padahal kau sama sekali tidak punya hak untuk putus denganku. Jadi coba tarik lagi ucapanmu itu, jika kau mau menarik kata-katamu itu, aku akan menganggap kalau aku sama sekali tidak mendengar kata-kata putus itu.” Ucap Aiden, lalu meraih tangan Raelyn dengan kuat, menariknya, dan membuat kedua wajah mereka saling bertemu satu sama lain. 

__ADS_1


“T-tidak! D-dari pada aku sakit hati terus, dan merasa di duakan, aku tidak mau menarik kata-kataku!” Jawab Raelyn dengan nada bergetar. 


Dia harus memilih jawaban singkat tapi juga padat, dan karena dirinya tidak mau mendapatkan masalah hati yang lebih berkepanjangan seperti ini, sebab melihat kedekatan Aiden bersama dengan Cecil di belakangnya, Raelyn pun sudah punya keputusan yang bulat. 


“Terus? Apa alasanmu yang lain? Padahal kau tahu aku juga mencitaimu.”


“Mencintaiku hanyalah kedokmu saja, aku…dimatamu, aku hanyalah wanita di gunakan untuk melampiaskan rasa bosanmu kan? 


Dan kau benar-benar berhasil memanfaatkan kepolosanku, dan aku sudah tidak tahan itu…aku, aku sama sekali sudah tidak mau membohongi diriku sendiri kalau kau hanya memberikan perhatian palsu kepadaku untuk kesenanganmu sendiri. 


Aku tidak mau dibodohi lag! Aku sudah lelah Aiden, jadi aku tetap ingin putus darimu!” Racau Raelyn terhadap Aiden yang kini menjadi saksi atas putusya hubungan diantara mereka berdua secara langsung. 


Mendengar jawaban Raelyn yang begitu panjang lebar itu, Aiden langsung terdiam. 


Dia menatap wajah Raelyn dengan ekspresi wajah paling dingin, membuat Raelyn langsung berwajah pucat pasi, ketika senyuman yang biasanya Aiden berikan adalah senyuman lembut kepadanya, tapi sekarang tiba-tiba saja tersenyum miring, sontak Raelyn yang merasakan insting untuk menjauh dari Aiden langsung datang. 


“Baiklah, jika kau mau putus dariku, aku akan mengabulkannya. Tapi-”


GREP…


Sudah jelas, kalau Aiden sudah merencanakan sesuatu saat itu juga. 


Salah satu tangannya yang masih bebas itu meraih bahu Relyn, menariknya lebih dekat, Aiden pun membisikkan sesuatu tepat di telinga kiri Raelyn dan berbisik “Setidaknya kau harus menemani malam terakhir kita.”


“..........!” Raelyn langsung membelalakkan matanya, kalimat yang keluar dari mulutnya Aiden, secara spontan membuat Raelyn menemukan pikirannya bahwa Aiden akan melakukan sesuatu terhadapnya. 


Takut dengan apa yang akan Aiden lakukan, apalagi setelah melihat dirinya saja sudah dimasukkan kedalam kamar, dengan posisi diantara mereka berdua sudah cukup jelas mengisyaratkan sesuatu yang besar, Raelyn pun langsung memberontak, menarik tangannya dan menyingkirkan tangan kiri Aiden dari atas bahunya. 


“L-lepas!” Teriakan yang dihasilkan oleh Raelyn, sudah tertanam jelas sebuah ketakutan yang amat mendalam. “Aiden! Lepaskan aku!’” Menarik kuat tangannya dari cengkraman tangan Aiden. 


“Entah kau ini bodoh sampai tingkat apa, tapi minta putus secara langsung di rumahku sendiri, kau sama saja sedang menyerahkan dirimu kepadaku, Raelyn. Jangan berharap kau bisa lari dariku!” Aiden seketika menarik tangan Raelyn ke arah atas, sehingga tubuh Raelyn secara otomatis langsung terangkat dan membuat tubuh mereka berdua pun jadi langsung menempel. 


“Tidak, jangan Aiden, tidak!” Kakinya terus memberontak, berusaha menendang entah itu tubuh Aiden atau kaki Aiden, tapi karena Aiden sendiri adalah seorang pria yang kekuatannya tetap saja melampaui apa yang dimiliki oleh Raelyn, Raelyn pun tidak mampu melepaskan diri dari cengkraman Aiden. 

__ADS_1


“Tidak, jangan, memangnya apa yang jangan? Tujuanmu kan datang kesini hanya ada satu, menemuiku, dan tujuanku setelah kau menemuiku, tentu saja mengakhiri hubungan seperti yang kau inginkan dengan pesta panas ini. Raelyn, kau menyerah saja, tidak akan ada yang menolongmu, bahkan sekalipun ada pelayan yang lewat di depan kamarku, mereka tidak punya kuasa untuk menghentikanku.


Jadilah wanita patuh untuk semalam, Raelyn.” Dan setelah mengatakan itu kepada wanita yang akan putus hubungan dengannya, karena hubungan antara dirinya dengan Raelyn memang sebatas untuk menghilangkan kebosanan, maka Aiden pun akan merayakan perpisahan mereka berdua dengan hal yang lebih panas. 


Aiden mengajaknya untuk berolahraga malam di tempat tidurnya, Raelyn yang terus memberontak demi menyelamatkan dirinya sendiri dari manusia yang tiba-tiba saja berubah menjadi binatang buas, terus saja gagal, sampai di satu titik Aiden memberikan sentakan sangat keras kepada Raelyn, yaitu saat pakaian Raelyn berhasil di buka. 


“Kyaa! Aiden! Jangan lakukan ini!” Raelyn berusaha untuk menutup kembali pakaian yang sempat ditarik ke atas oleh Aiden, namun tangan tersebut pun langsung di kunci oleh Aiden dengan di letakkan ke atas kepala. 


Sehingga Raelyn pun tidak mampu untuk bergerak sedikitpun selepas Aiden benar-benar berhasil menempatkan diri di antara kedua kakinya yang sudah melebar, dan memperlihatkan tubuhnya sedikit demi sedikit. 


“Jika kau menolak, artinya tidak ada kata putus, tapi jika kau menerimanya, tentu keinginanmu untuk putus denganku pun akan aku kabulkan.” Dua buah pilihan diberikan kepada Raelyn yang sudah berwajah ketakutan, sampai ketika Raelyn hendak angkat bicara, Aiden malah bicara menambahkan lagi. “Tapi karena kau sudah bertekad untuk putus, tawaran tadi sudah hilang. Jadi nikmati pesta kita ya.” 


Dan Aiden pun benar-benar melakukan apa yang ingin di lakukannya kepada Raelyn. 


“Hiks…Aiden, jangan…, kau lakukan saja dengan Cecil, jangan aku…hiks.” Ucap Raelyn dengan tangisan yang sudah mulai sesenggukan. 


“Lah, kan di jam ini aku masih kekasihmu, tapi setelah pesta kita selesai, barulah aku akan mencobanya dengan dia.” Jawab AIden dengan santai, ujung jarinya pun menyentuh brankas rahasia yang tersimpan di pangkal paha Raelyn, dia menyentuhnya dan mulai menawan hati serta tubuh Raelyn dalam genggamannya. 


Setidaknya untuk hari ini, khusus malam, jam, menit, dan detik ini, sebelum hubungan diantara mereka berdua putus bersamaan dengan hari yang tidak lama lagi akan berganti. 


“A-aiden, aku mo ah~”


“Apa? Coba katakan lagi dengan jelas, aku ingin tahu tadi kau bicara apa.” Pinta Aiden, menyambut kulit tipis dari leher Raelyn dengan sebuah kecupan dan jilatan yang cukup menarik jeritan kecil yang langsung keluar dari mulut Raelyn.


“He Ahh~ Hentikan itu!” Teriaknya, dengan tubuh menggeliat tidak karuan untuk menahan sensasi tersebut. Sensasi yang cukup menyita banyak gair*ah sek*sual untuk menginginkan lebih? 


Walaupun mulutnya mengatakan itu, tapi tidak dengan tubuhnya, itulah yang membuat Aiden tersenyum puas melihat Raelyn dengan penampilan super biasa, polos, lugu, bisa dia mainkan.


__________


Flashback Off.


Akan tetapi, karena waktu itu ayah Aiden sempat mendengar keributan di dalam kamar anaknya, Raelyn yang hampir saja ditiduri oleh Aiden, jadi bisa di hentikan. 

__ADS_1


‘Tapi kali ini tidak, tidak akan ada yang menghalangiku untuk mendapatkannya lagi.’ Pikir Aiden selepas mampu menyeret tubuh Raelyn dengan jiwa Elly itu ke tepi tempat tidurnya. 


‘Aku tidak seperti Raelyn yang dulu, aku adalah aku, dan karena kau melawanku, kau harus kena imbasnya.’ Benak hati Elly. 


__ADS_2