
“Ada apa ini? Kenapa?” Warren seketika berlari menghampiri Arshen yang terlihat begitu menyedihkan itu.
Tapi di saatt Warren hendak menghampiri Arshen yang masih terikat di kursi, Elly dengan begitu cepat, langsung mengatakan larangan dengan wajah seriusnya.
“Berhenti di situ. Aku sedang punya urusan dengan dia,” Elly menempuk kepala Arshen dengan keras. “Dan kau tidka ada hak untuk ikut campur,” Imbuh Elly terhadap apa yang akan Warren lakukan. “Lalu kau,”
Elly menoleh ke arah tangga, dimana Felix masih berdiri di anak tangga.
“Memangnya ada apa dengan apa yang aku katakan tadi? Semuanya benar kan? Pasti tidak ada dari kalian yang memikirkan soal nasih dari orang sepertiku sebelum ini.
Melihat kalian berempat ada di sini, dan akulah satu-satunya wanita disini, sudah pasti hal seperti ini jadi bahan pertimbagan kalau kalian juga tidak beda jauh dengan pria lain, yaitu ingin melakukan sesuatu terhadapku, seperti menjadi pelayan rendahan dari ke empat orang Tuan muda.
Dan kau-” Tatapan mata elangnya, langsung menangkap Warren yang hendak bericara itu. “Jika kau tanya aku siapa, aku adalah sisi lain dari Raelyn, jadi jangan heran jika aku mengatakan apa yang aku pikirkan kepada kalian, sekaligus-”
Sama hal nya dengan apa yang Elly lakukan tadi kepada Warren, Elly pun kembali menjeling tajam ke arah Arshen yang sudah berpenampilan terlihat cukup menyedihkan.
“Aku bukan lagi pelayan kalian. Jika ada salah satu dari kalian masih menganggapku pelayan seperti sebelum ini, akan aku pastikan setelah Arshen, giliran berikutnya adalah kaliam bertiga.” Ancam Elly.
Matanya yang tegas, suaraanya yang begitu jernih saat mengutarakan keinginannya, dan penampilannya yang begitu bertolak belakang sebelum ini, membuat mereka berempat tahu kalau wanita yang ada di depan mereka semua sudah bukan lagi Raelyn yang mereka kenal.
Raelyn yang begiu pengecut, penakut, dan selalu berpenampilan sederhana dengan rambut yang selalu di kuncir satu layaknya ekor kuda.
Semua itu seolah seperti mimpi saja, dan asli dari sifat dari Raelyn adalah yang ini, wanita cantik dengan segudang mental kuat serta punya sifat yang cukup tegas untuk menindaklanjuti orang yang berurusan dengannya.
‘Dia memang bukan Raelyn yang aku kenal lagi, sekarang dia sudah jadi wanita lain dengan wajah Raelyn.’ pikir Felix.
__ADS_1
Walau sedikit kecewa, karena Felix jadi tidak bisa melihat kepolosan dan kesederhanaan dari Raelyn yang dia kenal, ia tetap tidak memiliki rasa kecewa, karena hanya dengan melihat Raelyn atau Elly itu ada di dalam rumahnya, itu sudah lebih dari cukup untuk membuat wanita itu ada di sisinya terus.
“Kau, aku kesal sekali denganmu. Kau menyentuh apa waktu itu? Bagian sini kan?” Elly yang masih belum puas hati dengan perilaku Arshen terhadapnya di beberapa waktu lalu, kembali melanjutkan penyiksaannya terhadap Arshen, dan pertama-tama adalah dengan kembali meletakkan salah satu kakinya di anatara paha milik Arshen, setelah itu Elly pun kembali meneka-nekan pusaka yang terbungkus rapi di dalam celananya Arshen.
“Angh~” Padahal Arshen sudah mencoba menahannya, sentuhan kasar namun tidak terduga, karena hal itu membuat miliknya jadi terangsang. ‘Kenapa aku malah mende*sah?’
Sampai Arshen pun langsung kalap dengan apa yang barusan keluar dari mulutnya.
“Ho~ Suaramu sungguh mes*um, dan itulah yang kau lakukan padaku waktu itu.” Seringai Elly, merasa puas melihat Arshen begitu tersiksa sekaligus di permalukan di depan ketiga temannya sendiri. “Enak kan? Atau kurang enak?”
Saat mengatakan kalimat terakhir itu, tekanan yang tadinya begitu enak, berubah menjadi rasa sakit yang begitu luar biasa, sebab pusaka milik Arshen di injak kuat oleh Elly.
“Argghhh…! Sudah cukup!”
“Darren, apa yang dia lakukan? Dia menyiksa Arshen, kau tidak mau membantunya?” Bisik Warren kepada Darren yang masih duduk di sofa.
Warren yang berbisik dan berada di belakang sofa nya persis, langsung menjawab : “Kau sendiri tadi saja kelihatan sudah takut, tapi kau malah minta kepaku. Aku sebenarnya mau menolongnya, tapi melihat Raelyn sudah bukan lagi Raelyn yang dulu bisa kita bully sesuka hati, aku jadi takut.
Lihat saja ekspresi wajah dan cara dia menatap Arshen, dia justru terlihat seperti orang lain. Dia terlihat seolah dia sedang menyiksa tawanannya, mengenterogasinya, dan jika tidak menjawab sesuai dengan keinginannya, semuanya berakhir dengan siksaan, dan Arshen tadi sudah mendapatkannya.”
“Tapi apa dia benar-benar Raelyn yang asli? Bisa saja dia oplas sehingga punya wajah yang sama dengan wanita itu kan?”
“Benar bodoh, dia memilii tanda bekas jahitan di pingangnya, dan kau pikir itu adalah sesuatu yang di sengaja? Dan kalau memang ia wanita itu bukan Raelyn yang asli, dan sengaja oplas, memangnya apa untungnya sampai masuk ke kesini?” Darren tetap saja merasa khawatir dengan keadaannya Arshen, akan tetapi melihat keganasan yang dimiliki oleh Elly, Darren pun enggan untuk ikut campur.
‘Dia sampai ketakutan seperti ini, tapi kira-kira bagaimana dengan Felix?’ Dan ketika Warren melirik ke arah dimana Felix berada, Felix justru terlihat sedang tersenyum. “Darren, Felix tersenyum. Coba lihat pakai matamu, aku tidak salah lihat dan kau melihat hal yang sama dengan apa yang aku lihat kan? Anak yang biasanya berwajah datar seolah tidak tertarik dengan apapun, tiba-tiba saja tersenyum?”
__ADS_1
Lantas Darren melihat ke arah Felix, dan sesuai dengan perkataan dari Warren, saat ini Felix sedang tersenyum.
“F-Felix? Bagaimana mungkin, dia benar-benar tersenyum. Dia tidak kesambet sesuatu kan?” Darren jadi ikut khawatir, karena melihat sesuatu yang cukup langka.
Felix yang merasakan adanya dua orang sedang menatapnya dengan ekspresi heran, dengan buru-buru langsung memperbaiki kembali ekspresi wajahnya yang mana bibirinya sempat mengembangkan senyuman.
Sehingga dalam seketika perubahan ekspresi Felix pun cukuplah cepat, sampai mengalakan orang yang sedang membaca dan membalikkan lembar halaman buku.
‘Karena aku sampai terpikat dengan cara wanita itu menindak Arshen yang sudah berbuat ulah kepadanya, aku tanpa sadar jadi tersenyum sendiri.
Kalau seperti ini, bukannya aku sama saja dengan menyukai cara dia menghukum orang yang salah.
Walaupun aku sedikit tidak rela, karena Arshen sampai di perlakukan seperti itu oleh seorang wanita, tapi aku cukup menikmatinya, dan setidaknya Arshen jadi sedikit lebih sadar kalau kebiasaan buruknya itu sangatlah mengganggu.’ pikir Felix.
“Arghh…hentikan, kau bahkan melebihi apa yang aku lakukan!” Pekik Arshen, tidak rela terus menerus diperlakukan tidak adil, padahal dia yang membawa Elly, tapi pada akhirnya Arshen baru sadar, ia sama saja seperti baru saja membawa seorang algojo.
“Jadi kau sadar dengan apa yang kau lakukan kepadaku? Sa-”
BRAK..!
Belum juga mengatakan apa yang ingin Elly katakan kepada Arshen, tiba-tiba saja pintu di dobrak dengan keras oleh seseorang.
“Angkat tangan kalian.”
Elly yang sedang asik menyiksa Arshen, langsung memutar tubuhnya ke belakang dengan cepat, sehingga rambut hitam panjang miliknya seketika berkibar, namun di samping itu ia langsung mengernyitkan matanya saat melihat ada empat orang berseragam polisi datang, dan menyuruhnya angkat tangan?
__ADS_1