Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
155 : Pengaturan rencana


__ADS_3

Hati-hati adalah kalimat untuk membuat orang harus waspada akan sesuatu yang di percaya akan ada bahaya yang bisa membawa bencana.


Dan solusi dari hal tidak terduga yang bisa datang kapan pun dan dimanapun, adalah dengan waspada, dan itu adalah dengan cara berhati-hati.


'Jika dia bicara seperti itu, apakah artinya-' Setelah mendengar Alves dan Orson mengatakan untuk hati-hati, Elly pun akhirnya punya pikirannya sendiri. 'Alasan Alves membawa kotak make up sendiri dan Orson membawa rantang makanan juga minuman sendiri, lalu Alves yang juga menyiapkan gaun ini secara pribadi adalah karena ingin mencegah orang lain merusak acara ini yang bisa saja menargetkanku?'


Lalu seperti yang di pikirkan Elly saat ini, semua usaha dari mereka berdua pun benar-benar berhasil membuat Elly terus dalam keadaan aman, sebab di sini Elly memang dijadikan posisi sebagai tokoh utama di acara malam ini.


_______________


Sedangkan di dalam sebuah mobil.


"Apa kau sudah membawa makanannya kesana?" Tanya seorang wanita cantik ini, dia adalah Yuli, orang yang beberapa hari lalu membuat kekacauan di depan gedung kantor bersama dengan Elly juga Alves.


Karena masalah itu, Yuli yang tadinya sudah di kontrak untuk menjadi model dari brand ambassador satu set perhiasan yang akan di luncurkan malam ini, di batalkan, dan membuatnya mendapatkan denda sampai dua milyar, Yuli yang masih tidak puas hati dengan Elly, memutuskan untuk membuat rencana.


-"Sudah, seperti yang anda perintahkan, makanan, minuman, dan rencana cadangan lainnya sudah saya kerjakan dengan baik."- Jawab wanita berkacamata bundar ini.


Dengan penampilannya yang terlihat biasa-biasa saja, tentu dia tidak akan mudah di curigai baru saja mengerjakan rencana yang di perintahkan oleh Yuli ini.


"Bagus, aku akan menunggu hasilnya, jika sesuai aku akan memberimu imbalan lebih. Aku sudah mentransfer uang muka untukmu." kata Yuli. "Jadi pastikan kau pergi jauh dan menghilang dari mereka agar kau tidak ketahuan.


Dan uang muka sebesar lima juta sudah di kirimkan ke rekening dari orang suruhannya.


TUT...

__ADS_1


Begitu sambungan teleponnya terputus, Yuli pun tersenyum lebar sambil mengamati sebuah botol kecil yang berisi sebuah obat khusus untuk membuat target nya mendapatkan masalah serius, entah itu pada makanan, maupun kulitnya.


'Rencana yang sempurna untuk membuat wanita itu tidak bisa keluar dari tempatnya.' Pikir Yuli, berharap kalau rencananya berhasil, maka acara itu akan terkendala karena model nya mengalami masalah serius pada tubuhnya.


"Kau benar-benar kejam, tapi memangnya rencanamu akan berhasil?" Tanya teman dari Yuli, kini dia sedang duduk di samping Yuli, dan dia adalah Cecil.


"Makannya, aku hanya mencoba untuk memastikan apakah pekerjaan dari anak itu berhasil atau tidak, aku hanya tinggal menunggunya. Tapi, jika rencananya gagal, jelas aku akan membuat dia menderita, karena di tanganku ada kedua orang tuanya yang sudah aku sekap. Jadi dia tidak akan bisa melakukan apapun, karena di dalam tubuh nya saja sudah aku berikan alat pelacak, dan sensor kebohongan. Aku akan dapat mengetahuinya hanya dari laptop ini." Jawab Yuli dengan panjang lebar.


"Ternyata kau sangat niat sekali mau membuat dia menderita." Kata Cecil.


"Hei, ini juga bagian dari rencanamu juga, aku hanya menjalankan apa yang kau katakan. Lagi pula kita berdua kan punya dendam yang sama." Kata Yuli, dia mulai memperbaiki make up nya, sedangkan Cecil, dia hanya memandang keluar jendela mobil dan menatap langit berbintang yang ada di luar sana.


"Aku harap bisa berjalan lancar, karena aku merasa lelah jika dia berkeliaran terus di depan mataku." Kernyit Cecil, lalu bersandar ke balakang dan akhirnya memejamkan matanya.


"Yah, beritamu cukup menggemparkan, sampai heboh juga. Makannya kalian sudah seperti buronan." Cibir Yuli, dia pun tahu cerita dari kehidupan Cecil yang harus dipenuhi banyak drama karena berita dari diri Cecil dan ibu nya yang menyiksa Elly sudah tersebar kemana-mana.


"Ya, silahkan." Jawab Yuli, lalu dia membuka atap mobilnya, sehingga dia pun bisa merasakan sensasi angin malam yang cukup menyejukkan.


____________


"Untung aku bergerak cepat. Sebelum penata rias meriasmu, aku berhasil mengambil alih pekerjaannya." ucap Alves, dia kembali merapikan pakaian kemeja dan jas yang seharusnya dia pakai dengan cukup rapi.


Tapi gara-gara ada satu orang yang berbuat onar tanpa di ketahui oleh si orang yang akan menjadi penata rias Elly, Alves terpaksa harus turun tangan.


"Kotak make up yang di pakai oleh penata rias yang aku panggil, sebenarnya sudah di sabotase, tanpa di ketahui oleh temanku itu, jadi aku dengan buru-buru mengambil alih pekerjaannya dan meriasmu, itulah alasanku meriasmu.

__ADS_1


Karena jika tidak, entah apa yang akan terjadi pada kulitmu, karena ada campuran obat yang sudah di letakkan di beberapa perlengkapan make up nya." Jelas Alves sekali lagi.


"Lalu, soal makanan. Karena di dalam industri ini banyak persaingan dengan cara kotor, apapun yang di siapkan di sini, kami berdua tidak pernah mempercayai siapapun. Jadi untuk makanan, akan saya bawa untuk di cek, dan sebagai gantinya ini makanan yang saya buat sendiri untuk kalian berdua." Ucap Orson, dia akhirnya angkat bicara juga untuk menjelaskan alasan di balik mereka berdua yang merupakan orang yang sibuk, tapi justru menyempatkan waktu mereka untuk melakukan hal sepele untuk Elly.


"Ada juga yang seperti itu. Padahal aku jika tidak makan juga tidak mas-" ucapannya langsung di sela oleh Alves.


"Lambungmu itu punya riwayat maag, jadi jangan anggap sepele kau ini kuat." Sela Alves, dia tahu semua kondisi dari tubuh nya Elly karena dia memang memeriksa seluruh tubuhnya saat di rumah sakit, ketika Elly waktu itu baru saja masuk rumah sakit karena terdampar sehabis mengalami kecelakaan. "Kau harus perhatikan makanan yang masuk, sini."


Alves menyuruh Orson untuk memberikan tas tersebut kepadanya, dan Orson pun merapikan kembali alat dan perlengkapan make up itu kedalam tas makeup pribadi milik Alves.


"Tapi bagaimana kau yang seroang pria malah punya perlengkapan make up wanita?"


"Memangnya salah, jika pria juga punya? Buka mulutmu." Kata Alves, menyuruh Elly membuka mulutnya, dan Orson yang sudah merapikan kembali alat dan perlengkapan make up itu tas, dia segera mengambil sisir dan catokan rambut untuk menata rambut Elly.


"Tidak salah sih, hanya aku merasa asing saja.Tapi apakah kalian berdua ini sudah terlatih dan sering bekerja sama seperti ini?" Maksud yang di ucapkan oleh Elly ini adalah soal dua pria yang mana satu di depan sedang menyuapinya makanan setelah berhasil menjadi penata rias yang tidak kalah pro dengan make up artis yang Alves panggil, sedangkan di belakang, Orson justru sedang menata rambutnya Elly dengan cukup pro juga.


"Tidak juga sih." Jawab Orson dengan senyuman kecilnya. "Ini baru pertama kalinya mempraktekkan nya pada anda."


"Tapi rasanya kalian berdua sudah cukup mahir. Kalian berdua pasti sudah jelas akan jadi lebih populer jika rahasia kecil seperti ini diketahui oleh orang luar, dan berubah jadi rahasia besar." Oceh Elly, dia jadinya tidak berhenti untuk bicara sebab untuk pertama kalinya dia di perlakukan selayaknya seorang putri kerajaan, dimana dia di layani oleh pelayan dengan kapasitas pria tampan paling maksimum.


"Sudah, tutup mulutmu untuk bicara, makan saja, atau nanti kau akan kelaparan di tengah catwalk." peringat Alves.


"Kau tidak pandai membuat candaan." Ucap Elly.


"Suka hati aku lah, mulut juga mulutku." Sela Alves.

__ADS_1


Dan Orson yang hanya bisa mendengarkan adu mulut dari dua orang di depannya hanya bisa tersenyum, sebab akhirnya ada orang yang bisa sefrekuensi dengan Alves.


__ADS_2