Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
91 : PTRI : Malam yang panas?


__ADS_3

Tirai yang sempat terikat ditiang Gazebo, sudah lepas, dan menutup sebagian besar Gazebo itu. 


“Akhirnya aku bisa melepaskan siksaan dair perutku ini.” Gumam Orson, selesai melakukan ritual buang air besar. 


Karena sudah enakkan, Orson pun kembali keluar untuk ikut bermain air lagi. Tapi sayang sekali, saat ia akan masuk kedalam air kolam tersebut, kedua orang yang ia kenal sudah tidak ada lagi di dalam kolem. 


Yang malahan ia samar-samar melihat bayangan seseorang sedang ada di dalag Gazebo yang sudah tertutup dengan tirai. 


“Bentar, itu seperti Elly?” Orson langsung menutup mulutnya sendiri. 


“Ahh~ Tunggu, jangan terlalu kuat, itu sakit.”


“Padahal kau sendiri juga ku- Arghh…k-kau,” suara milik Alves langsung menghilang, dan digantikan dengan lenguhan lirih dari Elly. 


Dan dari tempat Orson berdiri, ia melihat posisi dari dua orang yang ada di dalam Gazebo itu sudah berbalik, dengan posisi Alves berada di atasnya Elly. Lalu tanpa membuat kelonggaran lagi, Alves langsung meraup untuk dari buah yang tidak bisa di makan itu, sebagai ganti balas dendam apa yang sudah di perbuat oleh tangan lihai milik Elly yang berhasil membuat Alves mendapatkan pelepasan. 


“Ukhh….” Satu lenguhan lagi keluar dari mulut Elly. 


‘Sepertinya aku sudah bukan ada di tempat yang seharusnya.’ kata hati Orson, mengeluh di dalam hatinya sebab hanya dia adalah seorang jomblo. 


Maka dari itu, Orson pun tidak jadi berenang lagi, dan memutuskan untuk kembali masuk untuk makan malam sendirian. 

__ADS_1


_______


Cip…cip….cip….


Suara kicauan di pagi hari itu langsung mengusik kesunyian di tempat itu. 


Setelah melewati malam yang panjang, Alves akhirnya membuka matanya. 


Satu hal yang ia lihat pertama kali adalah langit-langit dari Gazebo?


‘Ah, iya, tadi malam aku akhirnya bisa bermalam bersama dengan Elly.’ pikir Alves. Tapi saat tangannya meraba tempat tidur yang ada di sampingnya, Alves hanya menemukan kekosongan selain pakaian dal lam yang tertinggal di sana. “Hahhh, apa dia langsung pergi saat aku ketiduran?” Gumam Alves sambil mengusap wajahnya dengan kasar. 


Karena Gazebo itu bukanlah Gazebo biasa, ketika saat di butuhkan, kaca yang saat ini menjadi dinding dari Gazebo itu bisa diturunkan, tapi karena malam tadi mereka berdua melewati malam yang lumayan panas, meskipun tidak sampai melakukan hubungan badan, dinding kaca itu pun jadi ada, agar mereka terhindar dari masuk angin.


Hanya dengan emmikirkan itu, Alves jadi tertawa mencibir. 


“Sepertinya kau sudah bangun. Ini, aku sudah masak.” 


Alves tiba-tiba jadi tersadar dari segala pikirannya tadi, setelah Elly benar-benar tiba-tiba saja datang dengan membawa namban. Semua kebutuhannya untuk sarapan pagi pun sudah di siapkan oleh Elly khusus untuknya. 


‘Bangun tidur setelah melewati malam seperti itu dengannya, aku sudah langsung diberikan sarapan pagi dari Elly.’ Jika Alves sendiri merasa cukup beruntung dengan kehadiran Elly di kehidupannya, apalagi dengan pria lain, sudah jelas kalau Elly menjadi Istri idaman untuk semua pria, karena tanpa di perintah, Elly sudah bangun setelah malam-malam berolahraga, dan paginya sesaat Alves sudah membuka mata, makanan sudah hadir dan Elly juha yang datang kepadanya. 

__ADS_1


Karena barang bawaannya banyak, Elly memang sempat membawa troli makanan, di sana, dengan begitu cekatan Elly pertama-tama lebih dulu meletakkan nampn makanan di lantai Gazebo, karena ia salah urutan, Elly baru mengambil meja lipat, meletakkannya di depan Alves, setelah itu meletakkan nampan berisi sarapan pagi nya serta minumannya juga. 


“Aku jadi seperti dilayani oleh star hotel bintang tujuh.” Ucap Alves memuji. 


“Aku pernah kerja di hotel juga, makannya aku tahu apa yang harus aku lakukan pada tamu, tapi karena kau majikanku, tentu aku akan melakukannya dengan lebih baik lagi. Aku hanya salah urutan.” Jelas Elly, lalu ia mengikat kembali tirai Gazebo ke tiang, setelahnya ia naik ke atas dan membereskan serta membersihkan apa yang memang  perlu di bersihkan. “A-”


“Tanganmu nanti kotor, biar aku bawa nanti.” Merebut kembali pakaian da lam milik Elly. 


“Kau~ Jangan mempermalukan aku, sini kembalikan.” Elly mencoba merebut barang miliknya dari tangan Alves, tapi sayangnya Alves dengan sengaja malah dielipkan di bawah kakinya. “Hahh~” 


BRUK…


Elly jadinya terbaring di atas kasur tersebut karena harus menghadapi Alves yang kelihatannya memang sudah begitu terobsesi kepadanya. 


“Tidak mau ambil lagi nih?” Tawar Alves, sudah berhasil menyelipkan barang milik Elly di bawa kakinya. 


“Kalau aku ambil, pasti ada kemungkinan kau akan menggodaku lagi. Kau bahkan belum memakai celananya. Aku tidak mau membahayakan diriku lagi di pagi-pagi ini.”


“Hah, padahal semalam saja kau terlihat menikmatinya, kenapa tiba-tiba jadi sadar diri?” 


“Stop…stop…stop, ok?” Suara milik Orson lantas membangunkan Elly yang hampir mengeluh itu. “Sehubung kalian berdua kelihatannya sudah segar bugar setelah melewati malam yang panas, bagaimana kalau setelah ini kita menjelajah lautan, dengan menggunakan speedboat? Kebetulan di sepuluh sepuluh kilometer di depan sana ada pulau kecil, pantainya adalah pantai pasir putih pula, apa kalian berminat?“ Tawar Orson dengan senyuman bangga. 

__ADS_1


“Aku kira menyelam,” Sela Elly. “Tapi karena aku benci menyelam, itu tidak masalah.” Elly menjawabnya dengan anggukan setuju. 


__ADS_2