
"Kau mengganggu tidurku." Tutur Elly dengan delikan yang cukup tajam.
"Jika merasa terganggu, hanya tinggal tidur saja, kan?" Menghilangkan rasa terkejut yang sempat mendatanginya, pria ini pun segera mengarahkan cairan obat tidur ke wajah Elly.
Elly yang tidak akan membiarkan dirinya terkena obat tidur itu, langsung menepis tangan itu dengan kuat hingga botol tersebut terlempar begitu saja menabrak pintu lemari yang kebetulan ada di depan sana.
"Mau bermain kasar ya?" Tanyanya dengan senyuman sinis menghiasi bibirnya itu.
Dan reaksi dari Elly sendiri justru sama-sama tersenyum seperti orang yang sedang menantang.
"Tama, karena kita sudah ketahuan seperti ini, kau yang melakukan pencarian, sedangkan aku akan bersenang-senang dengan wanita ini lebih dulu." Perintah pria ini kepada rekan kerja nya yang masih berada di ambang pintu.
"O-ok, jaga baik-baik wanita itu." Jawab Tama, dia pun berjalan masuk kedalam kamar dan mencoba mencari brankas yang sedang mereka cari.
"Ok, kau maunya permainan seperti apa agar bisa lebih menyenangkan?" Tawarnya.
Elly kemudian bangkit dari posisi awalnya yang sedang berbaring miring itu untuk duduk di depan pria yang sedang berdiri di samping tempat tidurnya itu.
"Apalagi kalau bukan tangkap ikat!" Setelah mengatakan itu, Elly langsung berdiri untuk menerjang tubuh pria itu?
Lebih tepatnya, Elly berdiri untuk segera melayangkan bogem mentahnya ke arah wajah itu.
Namun pria tersebut berhasil menghindari serangan pertama yang di lancarkan oleh Elly dengan cara mundur ke belakang.
Karena sasarannya sudah mundur ke belakang, Elly pun akhirnya turun juga dari tempat tidurnya, langsung mengambil langkah lebar ke depan, dia melayangkan kembali tinjunya ke arah laki-laki tersebut.
"Apa kau hanya bisa meninju saja?" Seringai pria ini, karena sudah dua kali mendapatkan serangan berupa tinju yang bisa dia hindari.
'Siapa bilang aku hanya bisa menyerangmu dengan meninjumu?' Sesuai dengan pikirannya, karena dua serangan tadi masih membuat sasarannya belum mendapatkan pukulan, maka serangan selanjutnya adalah dengan menggunakan kakinya.
Dia menumpukan kaki sebelah kirinya dan langsung melayangkan kaki sebelah kanan untuk dia berikan sebagai serangannya kepada si pencuri bertopeng itu.
"Whouu.." Pria ini sedikit terkejut dengan gerakan cepat yang di lakukan oleh Elly tadi hampir saja membuat wajahnya terkena tendangannya.
Tapi seperti biasa, dia bisa menghindarinya dengan membungkukkan tubuhnya ke depan, sehingga tanpa sengaja, dia juga melihat apa yanga ada di balik rok panjang yang di pakai oleh Elly.
"Warnanya kebetulan sekali dengan kesukaannku." Ucapnya, dengan nada menggoda, saat melihat pangkal paha milik Elly itu dilindungi oleh CD berwarna merah.
"Ternyata kau suka warna berani seperti yang aku pakai ya?"
"Ya, apalagi yang memakainya adalah wanita sepertimu, aku jadi semakin menyukainya." Pujinya lagi dengan memberikan setengah senyum.
"Baiklah, karena kau sampai memujiku seperti itu, aku akan berikan ini kepadamu!" Serangan lanjutan dari tendangan Elly yang gagal tadi, dia gunakan untuk membuat serangan lanjutnya dengan memberikan gerakan memutar tiga ratus enam puluh derajat, hingga serangan dari kaki kanan yang gagal itu di gantikan dengan menggunakan tendangan dari kaki kirinya.
BUKH..
__ADS_1
"Akhw...." Serangan itu berhasil mendarat di punggung laki-laki itu.
Rasa sakit tersebut akhirnya di dapatkan juga.
'Padahal tadi adalah gerakan yang cukup sulit selain orang yang sudah berlatih diri bertahun-tahun. Tapi dia-' Menyadari adanya serangan kembali dari Elly dengan menggunakan kakinya kembali, pria ini dengan cekatan berusaha untuk menangkap kaki tersebut.
GREP....
Dan ia berhasil menangkap kaki kanna Elly. "Yang tadi itu cukup menyakitkan, wanita." Ucapnya.
Maka dengan posisi Elly dimana salah satu kakinya akhirnya di tangkap oleh laki-laki itu, maka kakinya pun jadi terbuka cukup lebar, sehingga pria itu kembali melihat dunia surga yang dimiliki oleh semua wanita, dan itu ada di dalam sana.
"Kau pria mesum."
Laki-laki ini tersenyum simpul sambil menatap wajah Elly dengan tatapan penuh makna. "Hahaha ..., siapa yang lebih mesum dariku? Padahal menggunakan rok, tapi bisa-bisanya tidak memakai celana pendek. Bukannya artinya kau memang ingin memperlihatkan itu kepadaku?"
'Bukannya aku tidak mau, tapi aku memang belum di belikan. Alves, aku harus memintanya untuk membelikannya.' Pikir Elly. "Dengan kata lain, kau sudah mulai tergoda hm?"
Satu pertanyaan itu segera di susul dengan Elly yang melakukan gerakan salto ke belakang, sehingga kaki yang tadinya di di cekal oleh laki-laki itu secara otomatis langsung terlepas begitu saja, memberikan Elly kebebasannya lagi.
'Sebenarnya siapa wanita ini? Dia cukup terampil. Lalu Tama-' Laki-laki ini kemudian mencari-cari rekannya yang sudah berhasil menemukan brankas itu di balik lukisan, tepat di sebelah lemari pakaian. 'Aku harus lebih mengulur waktu. Mau wanita ini terluka atau tidak, aku tidak akan peduli. Yang penting adalah tujuanku untuk menemukan flashdisk itu dan memberikannya kepada orang itu.'
'Kelihatannya dia sudah mau mulai serius. Aku tidak tahu apa yang di carinya, tapi melihat yang di incar adalah sesuatu yang di simpan di dalam brankas, berarti itu memang cukup penting.
Alves, dia memilih pergi sendiri tanpa memberitahu apa tujuannya.
Tapi tenang saja, karena aku akan mengurus kedua pencuri ini.' pikir Elly panjang lebar.
Disebabkan penjahat di depannya itu sudah bersiap dengan serangan balasan, Elly pun mau tidak mau harus mewakili semua anak buah Alves yang kurang becus itu dengan melindungi apa yang di miliki oleh majikannya itu.
“Aku sebenarnya tidak ingin mengasari wanita seperti ini, selain yang satunya lagi, tapi karena kau menghalangiku, aku akan membereskanmu lebih dulu.” Ucapnya, sebagai awal dari pertarungan mereka berdua.
“Yah~ Kebanyakan pria memang lebih suka dengan hal kasar jika sudah menyangkut yang itu, tapi tidak masalah. Kau tidak akan menyesal melawanku. Maju.” Kata Elly sambil mengulurkan tangan kanannya ke depan dan memberikan kode dua jari yang di gerakkan keatas, agar laki-laki itu segera melawannya.
“Salahkan sendiri nasibmu itu.” Setelah berkata demikian, pria ini pun berjalan menghampiri Elly dan berakhir dengan berlari, lalu segera memberikan serangan pertamanya.
“Aku tahu, nasibku itu selalu tidak baik.” Jawab Elly di detik terakhir sebelum akhirnya dia membalas serangan pertama yang di lancarkan oleh musuhnya itu.
BUKH….
BUKH…..
BUKH..…
Elly memiringkan kepalanya ke arah kanan, menghindari pukulan yang hampir saja mengenai wajah cantiknya, setelah itu tangan kanan Elly mencengkram pergelangan tangan dari tangan kanan pria itu.
__ADS_1
Elly memutar tubuhnya ke belakang, lalu setelah berhasil menangkap tangan itu, Elly langsung memasang kuda-kuda untuk membuat tumpuan kuat di sepasang kakinya, setelah itu, Elly pun segera menarik lebih kuat lagi tangan yang sudah berhasil dia tangkap itu agar pria yang kini sudah berada di belakangnya itu terangkat dan terlempar ke depan.
BBRUKK…
Satu penjahat bernama tama tadi langsung terkejut dengan suara tubuh yang jatuh ke atas tempat tidur dengan cukup keras.
‘Waduh, dia bisa membanting tubuh Arya yang besar itu dengan tubuh kecilnya itu. gawat, aku harus cepat-cepat membuka brankas ini.’ Tama mulai kelabakan. Tapi dia tetap berusaha untuk tetap tenang, karena dia harus menemukan kata sandi yang tepat.
Dengan menggunakan perangkat khusus, dia mencoba menemukan kata sadi brankas milik Alves itu. Di layar pemindai, memperlihatkan banyak angka yang muncul dan ganti dengan angka yang lain, sampai di bagian atas sendiri, satu persatu nomor yang benar muncul juga.
Dengan kata lain, satu demi satu kode sandi sudah mulai di deteksi.
“Kau sengaja ingin bermain di atas tempat tidur?” Tanya pria ini, namanya adalah Arya.
Karena dirinya memiliki kemampuan bela diri, maka dia di tugaskan untuk melindungi Tama yang merupakan ahli di bidang komputer, makannya untuk membuka brankas dengan nomor sandi yang sebegitu banyaknya, maka Tama adalah kuncinya.
Tapi apa jadinya, jika yang di lawan Arya adalah Elly sendiri?
Elly yang berhasil membanting tubuh Arya ke atas tempat tidur, langsung melompat dan hendak menginjak perut atau setidaknya senjata yang ada di antara ************ pria itu, tapi dengan cepat-cepat Arya segera berguling ke samping kanan, untuk menghindari serangan bahaya itu.
“Ya, aku ingin sekali mempermainkanmu di atas tempat tidur ini. Biar yang punya tahu, kalai disini baru saja ada pergulatan hebat diantara kita berdua.” Kilah Elly dengan seringaiannya.
Masih berdiri di atas tempat tidur, sedangkan Arya sudah ada di samping kaki kirinya, Elly pun segera memberikan serangan lagi, sebelum-
BRUKH…
Arya memutar tubuhnya dan menggunakan kakinya itu untuk menjegal kaki Elly. Karena berhasil di jegal, tubuh Elly pun langsung jatuh ke atas tempat tidur dalam posisi tengkurap.
“Oh, mau mulai ya?” Elly yang mulai geram itu, segera menarik ujung dari celana yang di pakai oleh Arya itu dengan kuat, sehingga tubuh Arya pun kena tarik oleh Elly, dan Elly berusaha lempar agar terjatuh ke lantai.
‘Dia, tenaganya kuat sekali.’ Dan sebelum tubuhnya itu benar-benar di seret oleh Elly itu, Arya menyempatkan kedua tangannya itu untuk mencengkram kuat sisi dari tempat tidur.
Karena bebannya jadi bertambah, dan Elly jadi mengalami kendala untuk menyeret tubuh Arya, saat itulah Arya langsung mengerahkan tenaganya, menumpukan tenaganya di kedua tangannya, mengangkat satu persatu kaki miliknya membentuk gerakan meroda, sehingga saat kakinya terlepas dari cengkraman tangannya Elly, Arya berhasil keluar dari area tempat tidur dan mendarat dengan sempurna di depan tempat tidur.
PIP...
"....!" Elly yang sadar kalau pintu brankas berhasil di buka, Elly segera berlari mengalihkan sasaran dari Arya ke arah Tama.
Tapi demi kelancaran misi, Arya tentu saja tidak akan tinggal diam.
Dia segera mencegat Elly dengan senjata yang dia bawa itu.
KLEK....
Pistol beserta dengan peredam suara, sudah Arya angkat ke arah Elly.
__ADS_1
Elly segera melirik ke samping kirinya, dan di saat itu pula, Arya menarik pemicunya dan ...
DORR...