Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
161 : Arlo


__ADS_3

"Katakan, sebenarnya apa yang sedang terjadi di sana? Kenapa acara fashion show yang di adakan oleh cucuku malah berakhir seperti itu." Tanya kakeknya Alves.


"Kami rasa ini ulah dari orang itu Tuan besar." Kata bodyguard dari kakeknya Alves. Dia pun memberikan tab untuk di berikan kepada sang Tuan besar.


Begitu sudah mendapatkan tab tersebut, dia pun membacanya. "Dia- kenapa dia melakukan ini kepada Alves? Memangnya dia sudah membuat masalah apa sampai anak ini menargetkan cucuku?"


Sebuah foto dari seorang pria berambut putih perak, iris mata berwarna ungu dengan kacamata berwarna hitam di letakkan di atas kepala, sosoknya yang sedang memakai jad berwarna putih karena menghadiri satu sesi acara pernikahan dari salah satu kerabatnya, membuat dia memang memiliki penampilan yang tidak kalah jauh dengan Alves.


Tapi, pria yang ada di dalam foto ini, dia adalah seorang Tuan muda dari keluarga Armstong, yaitu Arlo.


"Maaf, saya sendiri juga tidak tahu, Tuan."


"Apa kau tidak bisa menghubungi Alves?"


"Ada kemungkinan alat komunikasi di sabotase, bahkan komunikasi radio pun sama sekali tidak bisa di gunakan. Sepertinya tujuannya hanya satu, Tuan Arlo ingin membuat Tuan muda Arvin jadi musuhnya, dengan kata lain memancingnya agar jadi musuh."


"Tapi kenapa? Apa anak muda zaman sekarang tidak punya akal sehat? Sampai menargetkan cucuku yang berharga. Haissh...anak sekarang, mereka tidak bisa di andalkan, aku jadi khawatir kalau Alves kalah, jika Arlo ingin punya saingan." keluh kakeknya Alves, dia pun merasa frustasi karena malam ini akan jadi malam yang di penuhi dengan berbagai macam peristiwa yang tidak bisa di lupakan, dan besok akan jadi berita yang cukup besar.


"Saya pikir anda harus tenang, sebab ada orang lain yang bisa menjaga Tuan muda dengan baik selain Orson."

__ADS_1


"Siapa yang kau maksud?" Delik kakeknya Alves kepada anak buah nya itu.


"Ini. Walaupun Nona Elly memiliki latar belakang dari panti asuhan dan punya keluarga angkat yang membuatnya menderita selama puluhan tahun, tapi semenjak kejadian dimana Tuan muda menyelamatkannya dan merawatnya, kepribadian dari Nona Elly ini sudah berbeda.


Sampai saat ini semua insiden yang terjadi, baik di kantor, rumah, bahkan waktu itu di resort serta dalam perjalanan pulang, meskipun Tuan muda menganggapnya pelayan, tapi Nona Elly memiliki kemampuan untuk menjaga segala hal yang berhubungan dengan keselamatan Tuan dengan cukup baik.


Jadi saya pikir anda tidak perlu mengkhawatirkan apapun." jelasnya. "Ada beberapa saksi mata, bahkan termasuk dengan apa yang terjadi detik ini, Nona Elly sedang memberikan perlawanan pada musuh kita. Jadi pada dasarnya Tuan memang memiliki pelayan yang cukup berguna."


Di akhir dia berbicara, senyuman tipis pun terlihat cukup jelas, mewarnai bibirnya itu.


"Jika kau tidak cerita, aku tidak akan tahu. Kerjamu bagus, sini jongkok di sebelahku." Perintah kakek nya Alves, dan pelayan pribadinya itu pun berjongkok di samping tempat sang Tuan besar duduk, setelah itu sebuah usapan lembut pun mendarat di atas kepalanya. "Tapi apa kau setuju jika wanita itu aku jadikan sebagai menantu dari cucuku?"


"Tapi tetap saja, perintahkan anak buahmu untuk membantu mereka. Bagaimanapun aku tidak ingin kekacauan ini berlangsung lama, karena tetap menyangkut dengan nama keluarga Avaris. Harus selesaikan dengan singkat, buktikan pada mereka kalau Avaris bisa membereskannya dengan cepat." perintahnya.


"Baik Tuan. Tapi berikan saya usapan lagi lebih lama, dengan begitu saya bisa mengerjakan tugas dari Tuan sekarang juga." Ucapnya.


________________


Di bawah langit malam yang begitu indah, sebab banyaknya bintang yang bertaburan di langit dari kota metropolitan.

__ADS_1


Seorang pria, kini sedang ada di atap dari sebuah gedung perkantoran paling tinggi diantara yang lain.


Pria pemilik dari rambut berwarna putih perak ini pun tersenyum lebar dan menikmati hembusan dari angin malam yang terasa cukup dingin itu.


"Memang indah, bisa berdiri di atas gedung paling tinggi, bahkan sampai aku merasa bisa menggapai bintang di atas sana, membuatku merasa senang." Ucap pria ini. "Tapi, baru-baru ini aku melihat ada bintang yang lebih bersinar, dan bahkan lebih menarik perhatianku ketimbang bintang yang ada di langit." ucap pria ini sekali lagi.


Tangan dari pria ini pun dia rentangkan ke atas, membuka telapak tangannya dan tiba-tiba saja mengepal, membayangkan kalau apa yang ia tangkap itu adalah bintang yang barusan dia gapai.


Tapi- begitu dia buka, dia hanya menangkap angin kosong saja.


"Kan, aku tetap saja tidak bisa menggapai bintang yang ada di langit. Tapi- aku pikir ada satu bintang yang bisa aku gapai di tempat ini dan bisa aku jadikan milikku." ucapnya lagi.


KLEK.....


"Hah..., Arlo, apa yang barusan kau katakan? Aku seperti mendengar kalau kau rasanya ingin menangkap seseorang." Dan Alves yang tahu ada seseorang di atas gedungnya, berhasil dia temui dan orang yang harus ia hadapi saat ini adalah Arlo, orang yang memiliki kesamaan untuk memiliki sesuatu yang sama juga.


"Akhirnya kau bisa meluangkan waktu untukku, Alves." jawab pria berambut putih perak ini, yaitu Arlo.


Dengan senyuman yang terukir di bibir tipisnya, pria ini pun sempat melirik pada satu orang lagi yang akhirnya datang ke tempatnya juga.

__ADS_1


"Dan aku pikir, akhirnya bintang itu muncul juga di hadapanku. Kalian berdua itu serasi ya, selalu saja bersama-sama seperti lem. Karena aku iri, aku jadi ingin salah satu dari kalian." Kata pria ini, lalu dia pun memperhatikan dua wajah yang menjadi teman bermainnya saat ini setelah sekian lama.


__ADS_2