Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
76 : PTRI : Apa kebiasanmu?


__ADS_3

“Sudah selesai,” Kata Orson, sudah berhasil menyelesaikan pengobatannya kepada Alves. 


“Hm…, terima kasih.” Jawab Alves, kembali memakai handuk kimono. “Ayo, keluar. Kau itu seharusnya tidak masuk ke kamar ini.” Imbuhnya, mendorong pelan punggung Orson agar keluar dari kamar. 


‘Maksudnya itu tidak ada yang boleh masuk selain dirinya kan?’ Terka Orson, mau tidak mau harus mengikuti kemauan Alves untuk keluar dadri kamarnya Elly. 


KLEK.


Setelah pintu kamar tertutup, saat itu juga pintu kamar mandi sudah terbuka, dan Elly pun keluar, setelah menyelesaikan urusan ritual paginya dengan perasaan yang cukup nyaman.


‘Hahh, akhirnya aku bisa sedikit bebas. Yang tadi pagi itu benar-benar melelahkan. Besok pagi, tubuhku pasti langsung pegal semua gara-gara tubuh ini belum terbiasa.’ Pikir Elly, lalu melepaskan handuk yang membalut tubuh telanjangnya, dan memakai pakaian yang akan ia kenakan hari ini. 


KLEK…


“Elly, aku punya sat-”


“Hei, apa kau tidak bisa mengetuk pintu dulu?” Elly langsung mengernyitkan matanya saat melihat Alves tiba-tiba saja membuka pintu tanpa mengetuk pintu lebih dulu.


“Ini rumahku, aku bisa melakukan apapun sesuka hatiku.” Jawab Alves, tanpa memperdulikan citranya sendiri sebagai seorang pria, masuk ke kamar wanita begitu saja. 


“Jadi apa yang ingin kau katakan?” Tanya Elly tanpa memperdulikan kalau Alves sedang melihatnya. 


“Kenapa kau memanggil Orson?” 


“Apa hanya itu saja yang ingin kau tanyakan?” Tanya lagi. 


“Tida, sebenarnya buka hanya itu aja. Tapi jawab satu pertanyaan itu dulu.”


“Menurut pepatah, lebih banyak orang akan lebih baik. Biasanya apa yang kau lakukan di hari libur seperti ini?” Tanya Elly lagi, sambil memakai celana, kaos putih dengan perpaduan jaket jeans, lalu rambut yang di ikat satu. Kesan casual pun tetap terlihat pada diri Elly, yang padahal hanya memilih pakaian secara sembarangan. 


‘Kelihatannya, walaupun dia memakai daster sekalipun, dia tetap cantik.’ Tanpa sadar jadi terpengaruh dengan keberadaan dari Elly yang baru saja menyelesaikan penataan dirinya sendiri.


“Satu menit tiga puluh lima detik, bayar aku seratus lima puluh ribu untuk setiap menit kau menatapku.” 


“Apa kau sedang memeras Bos mu sendiri?” Tanya Alves dengan senyuman miringnya, mendengar Elly malah menuntut bayaran kepadanya, padahal hanya menatap Elly. “Padahal saat kau menatapku aku tidak meminta uang sama sekali kepadamu.”


“Tapi yang paling rugi kan aku, kau melihat semuanya dari atas sampai bawah, itu biaya pelayananan yang cukup tinggi karena aku berhasil mencuci matamu.” Karena yang Elly hadapi adalah pria dengan segudang harta, dia pun dengan bebas melakukan apapun, selama uang bisa masuk ke dalam rekening bank nya. 

__ADS_1


Dan itulah yang Elly lakukan ketika di kehidupan sebelumnya. 


Walaupun pekerjaannya serasa tidak sebanding dengan usaha yang ia kerahkan, sebab banyak yang menganggapnya sebagai orang yang hanya bisa dimanfaatkan layaknya boneka, ia tidak begitu mempermasalahkan, karena satu prinsip yang tertanam di dalam dirinya adalah sebuah kesempurnaan. 


Alves tersenyum licik, melihat wanita di depan sana begitu perhitungan jika sudah menyangkut masalah uang. 


“Padahal aku juga rugi,” Gumam Alves. 


“Rugi apanya? Kau sendiri punya banyak uang, dan aku hanya butuh tempat tinggal juga uang, serta-”


“Suami.”


Mendengar hal tersebut, Elly menatap Alves dengan tatapan paling dingin. 


Padahal sudah berapa kali Elly mengatakan soal penolakan dan menyangkut pautkan hubungan itu, tapi Alves jelas terlihat begitu gigih untuk mendapatkan dirinya untuk jadi Istrinya?


‘Padahal yang pastinya ingin jadi Istrinya adalah pemilik tubuh ini.’ benak hati Elly, dia merasa iba karena jiwa dari tubuh yang Elly gunakan itu benar-benar sudah tidak ada. Padahal tubuh itu masih muda, tapi beberapa ingatan yang Elly lihat, semuanya adalah hal yang kurang menyenangkan. 


Tapi karena Elly sudah memutuskan agar membuat tubuh yang ia gunakan itu bisa hidup dalam kenyamanan dan kemewahan, serta tidak ada yang berani untuk mengusiknya, Elly pun akan membuat siapapun yang menentangnya akan dia balas. 


Kebaikan di balas kebaikan, dan kejahatan di balas dengan kejahatan. 


“Dengan Alves, aku sama sekali tidak akan bosan untuk mengatakan kalau aku akan menolak tawaranmu itu.” Elly mempertegas setiap ucapan yang terus saja menyangkut antara dirinya dengan keinginan Alves untuk menjadikannya Istri, karena Elly sendiri masih memiliki trauma dengan kehidupan lalunya yang gagal sekali dalam pernikahannya. 


“‘Sama sepertimu, aku juga tidak akan lelah memberimu tawaran untuk menjadikanmu Istri. Katakan saja padaku langsung, jika kau tiba-tiba berubah pikiran.” Senyum Alves, seperti orang yang gila, sebab ia memperlihatkan ekspresi wajah bodohnya, mengatakan tawaran yang tidak pernah Alves tawarkan kepada wanita lain selain Elly sendiri. ‘Padahal dia pernah sekali mengatakan kalau aku sudah menodai tubuh itu, bukannya aku seharusnya bertanggung jawab?


Tapi kenapa- ah~ Ya, aku baru ingat kalau dia pernah gagal sekali dalam pernikahannya di kehidupan sebelumnya, makannya dia masih belum membuka hati. 


Tapi apa kau akan terus seperti itu? Apakah sosokku di matanya adalah pria yang suka selingkuh seperti pria sebelum aku?’ Pikir Alves. 


“Alves? Kenapa kau lama? Jika tidak makan, akan aku habiskan nih.” Ancam Orson, di tinggal di ruang makan oleh Alves.


“Iya, sebentar!” Teriak Alves, dan melihat tatapan tidak percaya Elly karena mendengar asisten pribadinya Alves yang biasanya terlihat sopan, bermartabat saat bekerja, tiba-tiba jadi seperti orang lain. 


“Tunggu, kau belum menjawab pertanyaanku, kau biasanya melakukan apa di saat libur seperti ini?”


“Oh, kau benar-benar penasaran ya? Aku biasanya di hari libur seperti aku gunakan untuk olahraga, atau main golf, dan yang paling senggang, biasanya aku dan Orson akan melakukan terjun payung. Kenapa? Dari pertanyaanmu kau terlihat seperti sedang tertarik dengan sesuatu yang berhubungan denganku.”

__ADS_1


Elly memejamkan matanya, dan menyentuh dagu nya sambil memperlihatkan wajah berpikirnya. “Ok, kau sarapan dulu, ganti pakaian dan kita akan bersiap.”


“Bersiap kemana?” Alves sama sekali tidak tahu jalan pikiran yang dimiliki oleh Elly kali ini.  


Elly tersenyum bangga, dan menjawab : “Kita akan bersenang-senang.”


‘Sebentar, senyumannya itu selalu membuatku merasa akan ada yang salah dengan tujuannya kali ini.’  Tiba-tiba saja Alves merasa tidak enak dengan rencana yang dimiliki Elly untuk mereka. 


‘Hehehe, karena dia punya kuasa yang lebih, aku akan memanfaatkannya.’ Detik hati Elly, belum melakukan apa yang sedang dipikirkannya, ia sudah merasa senang. 


‘Kenapa tiba-tiba saja bulu kudukku berdiri?’ Bahkan Orson yang hendak mengambil semur daging sapi yang dibuat oleh Elly, bulu kuduknya benar-benar berdiri. 


_____________


Di tempat lain. 


“Apa yang sedang kau pikirkan Cecil?” Tanya sang wanita paruh baya berumur 45 tahunan itu kepada anaknya bernama Cecil. “Akhir-akhir ini aku sering melihatmu melamun?”


Cecil yang sedang duduk di sofa, hanya melirik sekilas Ibu nya itu dan kembali dalam posisi berpikirnya. 


‘Dia terus saja melamun, apa yang sebenarnya terjadi sih? Ini membuatku kesal jika dia tidak mau membicarakannya denganku.’ pikir perempuan ini, Ibu Cecil.


Karena Cecil terus saja diam, ia pun duduk di samping Cecil.


“Bukannya kau seharusnya bisa bersenang-senang dengan Aiden? Rautmu sunggih tidak baik, katakan, apa yang sebenarnya terjadi. Apa kau ada masalah dengan Aiden?”


Cecil yang tadinya hanya menggigit jari dengan lamunan terus tertuju pada pikirannya mengenai salah satu orang yang ia kenal, akhirnya mau menoleh ke arah Ibu kandungnya yang terlihat sudah menantikan sebuah jawaban kepadanya. 


“Bukan. Tapi ini tentang Raelyn,” jawabnya. 


“Apa? Kenapa kau malah terlihat seperti orang susah hanya karena anak yang tidak berguna itu? Kau kan sudah membuat dia pergi ke alam lain, kenapa tiba-tiba jadi mengkhawatirkan itu?” Tanyanya lagi. Padahal selama ini hidup mereka berdua jauh lebih nyaman, setelah kepergian salah satu orang yang membuat mereka seperti berada di dalam genangan penuh kebencian karena seseorang, yaitu Raelyn, anak angkatnya.


“Tentu saja aku mengkhawatirkannya, karena waktu pesta beberapa hari lalu itu, disana aku sempat melihatnya, Raelyn. Aku benar-benar melihat wajah itu lagi di sana.” Kata Cecil lagi dengan wajah cemas. 


“Kau pasti salah lihat, mana mungkin ada orang yang bisa selamat setelah dia tercebur kelaut dengan mobilnya itu. Kau pasti pernah melihat di berita, di dunia ini selalu ada wajah mirip kembar identik, padahal mereka adalah orang asing.” Jelas ibunya Cecil, berharap kalau anaknya itu anaknya itu bisa kembali tenang. 


“Iya, aku juga tahu itu. Walaupun Ibu sudah mengatakan hal itu menenangkanku, tapi hanya berdasarkan omong kosong itu, ada yang tidak mungkin menjadi mungkin, dan aku masih saja gelisah dengan hal itu. 

__ADS_1


Bagaimana jika dia benar-benar Raelyn? Bagaimana jika rahasia kita terbongkar, karena kita yang sudah melakukan sesuatu terhadapnya? Semua itu tidak bisa hilang dari kepalaku.” ucap Cecil, tetap saja merasa cemas, dengan sesuatu yang kemungkinan akan menantinya di depan sana. 


__ADS_2