Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
70 : PTRI : Pelukan belakang yang hakiki


__ADS_3

Setelah pulang dari kantor lebih awal, Alves dan Elly turun dari mobil dan langsung masuk kedalam rumah yang hanya di diami oleh mereka berdua. 


Seperti sepasang suami Istri, ketika Alves berjalan masuk kedalam kamar, Elly pun ikut masuk juga. 


Semua yang akan Alves lakukan, seperti hendak meletakkan handphone di atas nakas, minum, mengambil handuk, Elly adalah orang yang lebih dulu melakukannya untuk Alves. 


“Apa kau ingin makan sesuatu?” Tanya Elly. Dan sekarang ia tengah membantu Alves melepaskan mantel coat nya dari tubuhnya. 


“Aku ingin memakanmu.” Tukas Alves, sambil menyimpan wajah malu-malu nya. Hanya sebuah candaan yang bahkan Elly sendiri sama sekali tidak begitu tertarik dengan kata-kata Alves yang tidak begitu nyambung?


Sebenarnya memang nyambung, tapi jika itu keinginan Alves sendiri, “Sayangnya aku sedang dalam konidsi tidak bisa melayanimu untuk bisa memakanku.” Tekan Elly. 


“Jawabanmu itu, kenapa selalu terdengar seolah kau tidak begitu peduli dengan tubuhmu ya? Tapi ngomong-ngomong, jika aku bukan majikanmu, melainkan orang lain, apakah kau akan melakukan hal yang sama seperti apa yang biasanya aku inginkan dan perintahkan?”


“Tidak sih.” 


“Apa? Jadi maksudmu, kau pilih-pilih?”


“Tergantung juga.” Elly masih tidak berani untuk menatap mata Alves secara langsung, setelah kejadian di dalam mobil yang membuat jantungnya itu tidak bisa Elly kontrol.


“Kau memang wanita aneh, tapi aku suka.” Celetuk Alves. 


DEG.

__ADS_1


Tanpa di sadari Alves, hal itu membuat satu godaan yang tidak di sengaja untuk Elly. 


Ya, satu kejutan itu kembali datang, jantungnya kembali di buat berdegup kencang, seolah sedang di pompa, tapi setiap pompa dari jantungnya itu, sama sekail tidak membuatnya meledak. 


‘Padahal kata-katanya sederhana seperti itu, kenapa jantungku ini tiba-tiba berdebar? Semoga dia tidak menyadarinya.’ Pikir Elly, buru-buru menjauhkan dirinya dari Alves yang kini sedang melepas satu persatu kancing bajunya.


“Jadi ada spesifikasinya ya?” Tanya lagi Alves.


Elly meletakkan mantel koatnya di atas tempat tidur dan menjawab. “Ya, sepesifikasi keberuntunganku ada padamu, apa kau puas?” Jawab Elly lugas. 


BLUSSH…


Telinganya Alves, seketika langsung memerah. ‘Wanita ini, kalau hal menggoda, pintar sekali.’ detik hati Alves. 


‘Alves?’ Elly melirik ke arah bawah, dimana kedua tangan Alves benar-benar sudah melingkar di depan perutnya. “Kau mau apa?”


“Temani aku tidur ya?” 


Elly kemudian menoleh ke samping kanannya, yang mana Alves meletakkan kepalanya di atas bahunya Elly. 


Saat itu, hujan terus turun dan kini menunjukkan hujan semakin deras, sampai ada beberapa kilatan petir dan berakhir dengan sebuah dentuman yang cukup keras. 


JDEERR…..

__ADS_1


Mendengar dentuman petir yang cukup keras, di saat yang sama pula Elly merasakan kalau Alves semakin mengeratkan pelukannya.


“Apa kau takut petir?” Tanya Elly dengan hati-hati.


“Tidak,”


“Kalau tidak, kenapa kau memelukku semakin erat?” Elly yang sebenarnya merasa sesak, sekaligus geli, sebab nafas Alfes yang hangat itu menyapu kulit tipisnya, tidak bisa lepas dari pelukannya Alves.


“Kalau aku memelukkmu lebih erat seperti ini, memangnya kenapa?”


“Ya~ Tidak kenapa sih, hanya saja-” Elly menunduk, rona pipinya jelas sudah terlihat, karena ia sudah tidak mampu untuk mengontrol detak jantungnya sendiri, karena pelukan hangat yang di lakukan oleh Alves terhadapnya, benar-benar berbeda dan memiliki kesan yang tidak mampu di ucapkan dengan kata-kata selain nyaman. ‘Haya saja aku tidak mau kau kau mendengar detak jantungku.’


“Hanya saja apa?” Tanya Alves seolah ia tidak tahu dengan kondisi Elly yang sudah separuh malu itu. 


“Tidak jadi. Nanti aku akan menemanimu tidur, jadi lepaskan aku, aku harus masak.” Elly mulai berusaha untuk melepaskan diri dari pelukannya Alves, tapi Alves sama sekali bergeming. “Alves, aku lapar, aku ingin makan, biarkan aku pergi dulu untuk masak makan sore kita.”


Tapi usahanya untuk melepaskan diri, benar-benar sia-sia. Alves sama sekali tidak mau membiarkannya pergi, padahal Elly saja sudah mendengar suara perut milik Alves yang sudah mulai protes untuk minta di isi. 


“Alves, kau dengar kan? Alves? Hoi.” Elly mencoba menggetok kepala Alves, namun Alves sendiri sudah tidak merespon ucapannya. Dan ketika Elly sedikit mencoba meraih wajah dari pria ini, Elly langsung beringsutan karena saat itu juga ia meraskan tekanan dari beban tubuh Alves semakin berat, hingga ia baru tahu kalau Alves sudah tertidur dalam pelukannya. ‘Ya ampun~ Dia malah tidur, bagaimana aku bisa memindakannya ke atas kasur? Dia, benar-benar berat, bahkan jika aku menyeretnya, dengan tubuhku yang lemah ini, aku sama sekali tidak kuat.’


Karena sudah seperti itu, Elly pun melakukan berbagai cara untuk memindahkan tubuh Alves, sampai akhirnya karena lelah, diakibatkan tubuh beruang milik pria di belakangnya itu cukuplah berat, ketika Elly sudah berada di tepi tempat tidur, tubuhnya tiba-tiba saja terhempas. 


BRUK….

__ADS_1


“Akhh~ Kenapa tubuh rapuh seperti ini harus di tindih dengan beruang grizzly seperti dia sih?” Gerutu Elly, terpaksa harus menikmati tubuhnya di timpa oleh tubuh Alves yang sebenarnya cukup berat itu.


__ADS_2