Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
56 : PTRI : Latar belakang


__ADS_3

"Apa kau lupa dengan sesuatu? Kau pingsan setelah mendapatkan racun dari bunga yang kau pegang tadi." jelas Alves sambil mengecek dahi Elly.


Niat awalnya memang seperti itu, tetapi Elly langsung menepis tangan Alves dengan sedikit kasar.


PLAK.


"Aku bukan anak kecil, jangan menyentuh dahiku." Kata Elly saat itu juga.


Tangan kanan Alves yang tiba-tiba saja di tepis, langsung dia kepalkan tangannya dengan cukup erat kemudian dia menariknya.


"Dan aku ingin pulang. Aku tidak mau di sini lagi." Pinta Elly dengan mata terpejam, seakan dia tengah terjerat dengan sesuatu yang tidak terlihat.


Pada kenyataannya memang benar, kalau dirinya ternyata sedang terjerat dengan masa lalunya.


Lebih tepatnya dengan masa lalu dari tubuh yang dia diami itu.


"Kalau begitu kita pul-"


"Tunggu dulu. Kau harus Istirahat disini, Elly." Doni yang berperan sebagai dokter yang memang sempat menangani kasus Elly secara khusus, langsung menyela ucapannya Alves.


"Elly? Memangnya kau siapa? Kenal juga tidak, tapi memanggilku seakrab itu." Lirik Elly. Apalagi karena Elly tidak melihat adanya tag nama yang biasanya terpasang di pakaian dari dokter ini, Elly pun jadi merasa curiga dengan pria ini.


"A-akkhhh ..., aku pikir kau sudah memberitahu aku siapa." Ucap Doni kepada Alves yang terlihat sedang muram gara-gara tangannya tadi sempat di tepis kasar oleh Elly.


"Kenapa aku harus memberitahu siapa kau kepada Elly?" Tanya balik Alves dengan nada ketus, sebab ia sedikit kurang suka dengan perlakukan Elly tadi.


Alves yang pada akhirnya kembali duduk di kursi sofa terus memperhatikan Elly yang sedang di berikan arahan alasan kenapa Elly tidak di perbolehkan pulang lebih dulu oleh Doni.


'Dari apa yang dia ceritakan nya beberapa waktu lalu, aku memang masih kurang percaya ternyata jiwa yang ada di dalam tubuhnya itu sudah di isi dari jiwa lain.

__ADS_1


Tapi jika di pikirkan ulang, kalau dia bisa mengerjakan ini dan itu dengan mudah, jelas aku langsung tahu kalau dia sudah cukup terbiasa untuk menjadi seorang pelayan.


Itu hal yang pertama, dan yang kedua, terlepas dari tubuh fisiknya yang lemah, sebenarnya di dalam tubuhnya itu punya jiwa yang kuat.


Apa mungkin, dia tadi marah seperti itu karena dia kesal dia pingsan gara-gara racun yang tidak dia sadari?


Padahal itu bukan salahnya, tapi lihat saja itu, tangannya sudah mengepal, dia seperti mau meninju saja.' Pikir Alves, melihat Elly sudah mulai mengepalkan tangannya dengan erat.


'Kenapa aku bermimpi hal yang tidak mengenakkan? Untung saja aku masih ingat dengan mimpi yang aku dapatkan. Tapi- tubuh ini, siapa yang menyiksanya?


Apakah alasan aku bisa terseret arus air laut dan sampai di pantai juga ada hubungannya dengan nenek peyot itu?


Tapi siapa? Aku hanya mendengar nenek peyot itu memanggil anak nya dengan nama Cecil.


Sial, tubuh ini rasanya menyakitkan.' Elly menggertakkan giginya dengan kuat.


Dia kesal lantaran tubuh yang ia diami benar-benar memiliki fisik yang lemah, sampai dia sendiri merasakan kalau tubuhnya seperti di timpa batu beton. Belum lagi dia sedang mengalami haid, bagi Elly, itu sangat menyebalkan.


Suara notifikasi itu masuk ke handphone milik Alves. Lantas Alves pun membacanya, dan dia akhirnya bisa mendapatkan informasi yang selama ini sedang dia cari berkat kinerja Orson yang cukup cepat.


"Ada apa Elly, apa tubuhmu ada yang sakit?" Tanya Doni dengan wajah khawatir gara-gara Elly meringkuk dengan memeluk tubuhnya sendiri.


Karena Elly sendiri seperti sedang tidak mau di dekati oleh Alves, Alves lebih memilih Doni untuk merawatnya lebih dulu, sedangkan dirinya, dia sedang membaca deretan dokumen yang harus dia baca dengan teliti karena hal itu mengenai latar belakang milik Elly yang ternyata nama aslinya adalah..


"Raelyn?" Gumam Alves dengan nada lirih.


"Apa?" Elly yang masih bisa mendengar gumaman milik Alves jadi bertanya secara spontan.


"Tidak ada." Jawab Alves singkat tanpa mengalihkan pandangannya dari handphone yang sedang Alves pegang dan baca itu.

__ADS_1


Karena tidak mendapatkan jawaban yang ia inginkan, Elly langsung bertanya kepada Doni. "Apa kau punya obat analgesik?"


"Apa?" Terkejut Doni, karena dia tahu kalau obat analgesik adalah obat untuk pereda nyeri tubuh. Tapi jika Elly menggunakan itu, akan ada efek samping yang akan di dapatkannya, dan salah satu diantaranya adalah kecanduan.


"Jangan, kau itu masih muda, jangan hanya karena tubuhmu nyeri, langsung minum obat Analgesik. Dan itu juga kurang bermanfaat karena akan mempengaruhi rahim mu." Ungkap Doni.


'Begitu ya? Padahal di kehidupanku yang sebelumnya, aku memang sering minum obat analgesik. Aku harus apa? Tubuhku rasanya nyeri. Ini setelah aku mendapatkan mimpi buruk itu, tubuhku jadi seperti ini.' Elly yang pasrah dengan tubuhnya yang terasa nyeri, kembali berbaring dan menutup selimut sampai ke ujung kepalanya.


Dia berharap setelah tidur, rasa nyeri nya menghilang.


'Lah~ Tadi dia seperti hampir mengamuk hebat, karena tidak mau di rumah sakit. Sekarang, dia malah tidur lagi.


Sayangnya, walaupun tubuhnya itu sedang nyeri, aku harus membuat dia menghindari obat analgesik.


Ya, tatapan matanya tadi saja seperti anak kecil yang sudah kecanduan ingin makan permen manis. Tidak boleh, aku sudah yakin kalau dua orang ini-' Doni melirik ke arah Elly dan Alves secara bergantian. 'Pasti suatu saat akan bersama.'


Doni pun mengangguk setuju dengan apa yang ia pikirkan itu.


'Raelyn, dia ternyata berasal dari keluarga Abend? Latar belakang dari keluarga ini sebenarnya biasa-biasa saja, tapi aku cukup kenal dengan Erwin Ayah dari Cecil, dialah orang yang pernah menyelamatkan nenekku.


Aku pikir keluarga Abend hanya memiliki satu orang putri, jadi apakah Raelyn ini adalah anaknya Erwin juga?' Pikir Alves dengan keras.


Alves sama sekali tidak akan tahu kalau dia tidak menyuruh Orson yang melanjutkan penyelidikan atas latar belakang Elly, jika ternyata Elly atau nama yang sebenarnya adalah Raelyn itu adalah orang yang tinggal serumah dengan keluarga Abend.


TING.


Satu file lagi di kirimkan dari Orson untuk Alves.


Dan ketika di buka, dia akhirnya tahu bahwa Raelyn hanyalah anak yang di ambil dari panti asuhan. Alasan awalnya untuk mengadopsinya, tapi akhir dari kehidupannya Raely di tempat barunya, Raelyn justru di pekerjakan sebagai seorang pembantu.

__ADS_1


"Jadi begitu ya." Alves tiba-tiba jadi tersenyum sendiri, dan kadang senyumannya kian menakutkan saat Alves menemukan bacaan yang membuat emosinya tiba-tiba saja naik.


'Kenapa anak ini tersenyum seperti itu?' Doni jadi merinding melihat Alves yang senyum-senyum sendiri seperti Iblis.


__ADS_2