Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
42 : PTRI : Elly Pergi


__ADS_3

Elly berlari pergi masuk ke dalam lift, menekan tombol lift paling besar, dan lift pun pergi menuju ruftoop.


'Tapi kenapa dia memarahinya seperti itu? Kan yang salah bukan Orson. Aku sendiri, juga, entah...aku merasa bersalah juga tidak bersalah. Di dalam lac memang ada lima flashdisk, tapi karena di antara itu semua hanya ada yang memenuhi syarat kalau flashdisk hanya itu, aku ya mengambil yang itu dan memberikannya.


Tapi jika ternyata bukan itu yang Alves cari, apakah itu yang tergantung di laci meja ruang kerja Alves yang ada di rumah?' Di sebabkan Elly hanya mengetahui satu kunci itu ada di rumah, Elly pun akan pulang untuk membawakannya, karena dia merasa, misi yang di berikan oleh Orson artinya belum sepenuhnya tuntas.


___________________


Di ruang rapat.


"Maaf Tuan, seharusnya saya yang mengambilnya."


Dengan wajah kesal itu, Alves menaikkan salah satu alisnya dan menoleh ke arah Orson yang sedang berdiri dan terlihat menyesali?


Tapi apa maksud dari ucapannya yang seharusnya mengambil adalah Orson? Padahal Alves kan memang sudah menyuruh Orson yang mengambilkannya?


"Seharusnya? Memang siapa yang tadi mengambilkannya jika bukan kau?" Tanya Alves, dia menuntut jawaban cepat dari Orson ini.


"Karena kebetulan Nona pelayan ada di kantor anda, makannya saya menyuruh beliau. Sesuai deskripsi memang mengambil barang yanng terlihat benar, tapi sepertinya, anda sendiri yang tidak meletakkannya di sana, jika Nona sendiri saja hanya menemukan itu saja." Pada akhirnya yang di tuduh melakukan keteledoran Alves sendiri.


"Kau menuduhku?" tekan Alves.


"Kan anda yang memiliki itu, jika di laci hanya di temukan flashdisk yang itu, berarti bukankah artinya memang tidak ada di tempatnya?" Imbuhnya lagi. "Lalu sepertinya~"


Melihat Orson menoleh ke belakang, Orson sedang memberitahu kalau kemungkinan besar Elly masih belum jauh dari tempatnya.


"Sepertinya Nona mendengar teriakan anda juga." Peringat Orson.


Alves yang tidak tahu apa yang sudah di perbuatnya, mendengar Orson kalau bentakannya tadi sempat sampai keluar ruangan, membuat Alves sendiri terdiam.


'Karena aku membentak Orson, jangan-jangan dia jadi merasa bersalah karena mengantarkan flashdisk yang salah.' Entah karena apa, tapi hatinya jadi ikut merasa bersalah sebab dia jadi seperti menyalahkan Elly secara tidak langsung, Alves pun segera berdiri dan berniat untuk pergi ke kantornya.


Tapi apa yang terjadi, tiba-tiba saja mereka semua langsung mendengar adanya suara helikopter.


"I-itu, bukankah itu Helikopter anda, Tuan?" Satu orang berdiri dan menunjuk ke jendela full glass.


Terlihat dengan jelas, sebuah Helikopter sedang pergi menjauh degan cukup cepat.


Sontak, semua orang yang berada di ruang rapat langsung menatap Alves yang bahkan kini sedang berdiri dengan wajah serius.

__ADS_1


"A-apa ada sesuatu yang tidak anda ketahui Tuan? Itu kan Helikopter anda, tidak mungkin ada yang berani membawa tanpa alasan dan bertanya lebih dulu kepada Tuan."


Hanya dengan mendengarnya saja, Alves sudah merasa geram, tanpa menyahuti beberapa gumaman yang masih bisa Alves dengar, Alves langsung berlari pergi dari ruang rapat.


BRAK!


Dan itu pun di susul dengan Orson. Semua orang yang ikut dalam rapat, langsung kebingungan sendiri.


"Hei kau dengar tadi? Di kantor Tuan ada Nona pelayan? Berarti Tuan memang membawa pelayan ke kantornya?"


"Kedengerannya memang begitu."


"Lalu helikopter milik Tuan tadi? Jangan ada yang mencurinya?"


Satu tuduhan tidak berdasar itu membuat semua orang menatapnya secara serentak.


"Mana mungkin ada orang bodoh yang kabur dengan membawa Helikopter milik Tuan! Yang ada sebelum benar-benar kabur jauh, Tuan sudah melacaknya, dan bisa jadi Tuan akan menembaknya dari tempat."


Semuanya pun jadi terdiam di tempat.


_____________


Sebelum lift benar-benar tertutup untuk membawa Alves aja, Orson langsung menyellip di antara pintu dan akhirnya bisa masuk juga ke dalam lift.


"Siapa yang membawa Helikopterku?" Tanya Alves kepada salah satu penjaga yang di tempatkan di ruftoop untuk menjaga Helikopternya.


-"Itu Tuan, wanita yang tadi pagi anda bawa. Beliaulah yang membawanya pergi."-


"Dan kau malah mengiyakan saja dia membawa Helikopterku?! Kau punya wewenang apa memberikan dia akses untuk menggunakan Helikopterku?!" Marah Alves, kepada orang yang ada di ujung telepon.


-"M-maafkan saya. Tapi saya pikir Nona itu kekasih anda, dan beliau juga berkata ingin pulang untuk mengambil barang yang tertinggal untuk Tuan pakai. Karena terlihat buru-buru saya jadinya, mengizinkannya. Walaupun saya sudah menawarkan diri untuk ikut, tapi beliau menollak."-


"Tch." Alves yang sudah kesal itu, langsung memutuskan panggilannya.


Dia tidak jadi pergi ke kantornya, dan langsung pergi ke atas ruftoop.


"Tuan,-" Panggil Orson.


"Dengar kan tadi? Elly pulang-"

__ADS_1


"Ya, Nona pulang untuk mengambil barang anda. Sepertinya Nona ingat, kalau ternyata barang yang anda cari itu sebenarnya ada di rumah anda. Tapi-" Orson yang tadinya sengaja menyela, sedikit menggantungkan kalimatnya, menoleh ke arah samping kanan, mereka berdua pun melihat helikopter yang baru saja pergi itu, kini sudah terbang kian menjauh. "Saya tidak pernah berpikir kalau Nona pelayan, bisa menggunakan Helikopter juga. Apakah anda yang mengajarkannya?"


"Kau tidak mengerti. Aku menemukan dia ada di pinggir pantai dalam kondisi sekarat, setelah aku memberikannya perawatan, dia membuat kesepakatan agar dia tinggal di rumahku jadi pelayanku, dan entah kenapa, dia malah melakukan segalanya. Aku sendiri juga tidak tahu kalau dia punya keahlian untuk menerbangkan Helikopter." Balas Alves.


Segala kemisteriusan itu tetap melekat pada diri Elly.


Alves sendiri tidak tahu mengapa, sekalipun Elly nampak bisa mengerjakan semuanya, juga menyimpan segala rahasia yang kemungkinan cukup besar sampai bisa di tanggung sendiri, tapi Alves seperti tidak mempermasalahkannya.


"Segalanya?" Orson bertanya.


Alves hanya meliriknya saja, sebelum dia kembali menatap pintu Lift yang akhirnya terbuka juga.


"Apakah itu berarti yang-"


"Seperti yang kau pikirkan. Dia juga melakukannya." Timpal Alves.


Orson langsung merinding, ternyata di balik wajah Elly yang polos tersimpan banyak hal yang tidak di ketahui oleh mereka berdua.


"Kau tahu? Saat pesta beberapa hari lalu? Aku sebenarnya bukan sekedar mabuk saja, tapi dia juga yang menyelesaikannya untukku." Tambahnya. "Dan sekarang? Dia bahkan sampai pulang membawa Helikopterku untuk membawa Flashdisk yang ketinggalan di rumah. Berapa banyak lagi yang dia bisa?"


Sesampainya di ruftoop, Alves dan Orson langsung berjalan menghampiri tempat landasan helikopter.


WUSHHH......


Karena langit sudah tidak begitu cerah, angin dingin pun menyambut tubuh mereka berdua.


Alves berdiri sambil menatap pemandangan segala penjuru kota dari tempatnya itu.


"Malam ini aku akan membawanya ke pesta, sebagai wanita pendampingku."


"Bukankah berarti anda itu, bukannya sama saja seperti mengumumkan Nona menjadi milik Anda?"


"Maka dari itu, apa kau sudah menemukan tambahan Informasi yang sudah aku kirim tadi malam?" Alves bertanya mengenai informasi yang memang Alves dan Elly butuhkan.


Untuk Elly, dia membutuhkannya karena dia penasaran dengan latar belakangnya sendiri, sedangkan Alves, dia hanya ingin membantunya, meskipun itu dalih untuk mengetahui seperti apakah latar belakang keluarga dari Elly ini?


Karena saat Alves menemukannya saja, Elly sudah dalam kondisi sekarat.


"Elly." Lirih Alves, terus menunggu Elly kembali.

__ADS_1


__ADS_2