Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
54 : PTRI : Bunga pengantin


__ADS_3

"Baiklah kepada kedua pengantin kita untuk mempersiapkan posisi kalian di atas panggung."' Ucap MC.


Lysandra dan juga Nero pun berdiri membelakangi para tamu undangan.


Banyak kalangan muda yang memang merupakan teman sekolah maupun teman kerja mereka berdua yang masih single untuk berkumpul di depan panggung.


Bagi mereka semua, terutama yang masih single, mendapatkan bunga yang di lempar oleh sepasang pengantin akan membuat si pemilik bunga itu konon akan mendapatkan keberuntungan, salah satunya adalah bahwa tidak lama lagi akan mendapatkan jodohnya, ataupun menyusul untuk naik ke pelaminan juga.


Entah memang benar atau tidak, mereka hanya berharap bahwa keberuntungan itu akan menjadi salah satu dari mereka.


"Para tamu undangan yang masih muda-muda dan belum punya pasangan atau hanya masih dalam status berpacaran, apakah kalian siap?" Pembawa acara ini semakin meneriakkan kalimat yang membuat mereka semakin semangat.


"Siap dong!"


"Harus siap!"


"Akan aku pastikan kalau akulah yang akan mendapatkannya."


Mereka semua sudah mulai menaruh harapan besar pada diri mereka masing-masing.


Ketika mereka semua sudah bersiap untuk menangkap barang taruhan itu, maka Elly pun sama juga.


Walaupun dia sebenarnya tidak tahu apa cerita di balik bisa menangkap bunga yang di lempar oleh sepasang pengantin itu, Elly justru sangat serius menanggapi semua ucapan dari Asena untuk mendapatkannya, seakan itu adalah misinya?


'Sebentar, aku kan seharusnya menerima perintah dari Alves. Jika bukan Alves yang memberikanku perintah, aku seharusnya tidak mengiyakan perintah dari Asena tadi.' Karena pikirannya itu, Elly pun jadi mundur ke belakang.


'Kenapa anak ini malah mundur!' Asena menatap tajam Elly.


Bahkan Alves pun sama terkejutnya dengan Asena yang tiba-tiba melihat Elly tidak jadi masuk kedalam kumpulan mereka semua.


"Kenapa mundur? Bukannya tadi kau sudah terlihat semangat untuk ikutan menangkap bunga nya?" Tanya Alves heran.


Mendapatkan pertanyaan demikian dari Alves, dengan wajah malu-malu, Elly sedikit mendongakkan kepalanya ke atas untuk menatap Alves yang punya tinggi tubuh semampai.


"Tadi siang-" Elly sengaja menggantungkan kalimatnya agar Alves sedikit terpancing dengan ucapannya itu.


"Ada ap-" Alves yang baru saja menyadari maksud Elly yang baru separuh berbicara itu hanya tersenyum lemah. "Lakukan saja, bawa bunga itu untuk kita bawa pulang. Harganya lumayan loh kalau di jual."


"Uhm.., baiklah. Aku akan mendapatkannya untukmu." Jawab Elly dengan begitu antusias, lalu sedikit mencincing gaun panjangnya dan berjalan pergi masuk kedalam kerumunan itu.


Awalnya niatnya memang seperti itu.


Akan tetapi, sang Mc sudah lebih dulu mentakan : "Baiklah, akan saya hitung sampai tiga, kepada sang pengantin, siap untuk melempar. Saya hitung, satu, tiga!"


"Hah?"


Tepat di hitungan ketiga yang di ucapkan secara mendadak itu, bunga itu langsung di lempar ke belakang dengan begitu jauh.

__ADS_1


Kelihatannya tenaga karena semangat dari kedua mempelai itu sedang dalam kondisi bagus-bagusnya, lemparannya pun jauh.


Dan ketika Elly yang memang hendak ikut masuk kedalam kerumunan itu melihat ada ikat bunga sudah ada di udara, dengan jaraknya yang masih sejauh lima meter dari posisi tertinggi bunga itu berada, Elly langsung berlari.


"Ell-" Alves sontak terkejut dengan Elly yang masih memakai sepatu high heels setinggi tujuh centimeter itu malah di buat berlari.


DRAP.....DRAP.....DRAP......


"Aku akan mendapatkannya!"


"Aku dulu!"


"Aku duluan yang akan mendapatkannya."


'Akulah yang akan mendapatkannya lebih dulu.' Batin Elly. Dia berlari dengan cepat, dan di saat sudah dalam posisi yang tepat, dia membuat salah satu kakinya untuk menjadi daya tumpu untuk melompat tinggi.


Ya...


Ketika semua orang sedang buru-buru untuk merebut bunga yang akan jatuh, maka tidak dengan Elly, dia adalah orang yang langsung tancap gas untuk melompat tinggi, sehingga sebelum mereka semua mulai berebut saat bunganya dalam posisi rendah, maka Elly adalah orang yang lebih dulu.


SHYUUNG~


Ikat bunga itu pun langsung di tangkap oleh tangan Elly yang sudah terulur ke atas.


"EH?"


"Dia .., menangkapnya duluan!"


"Rebut itu!"


Mereka yang tidak terima dengan Elly yang lebih dulu mendapatkan ikat bunga itu, langsung berlari berbondong-bondong menghampiri Elly.


"........!" Sedangkan Elly yang langsung merasakan adanya ancaman besar, langsung berlari mundur dan bersembunyi di balik punggung Alves.


"Eh? Ap-"


"Aku yang mendapatkannya, kenapa mereka mau merebutnya dari ku?" Tanya Elly dengan acara sembunyi-sembunyi seperti baru saja melakukan kejahatan.


"Kau licik! Itu bunga belum mengarah ke bawah tapi kau sudah mendapatkannya lebih dulu."


"Ulangi!"


"Lemparannya ul-"


Seketika wajah dingin milik Alves langsung membungkam mulut mereka yang mau protes. "Padahal aturannya siapa yang lebih dulu bisa menangkap bunganya dialah yang mendapatkannya. Jadi apa alasan kalian mengatakan untuk mengulanginya? Itu sama saja dengan menghina kedua mempelai, apa kalian bahkan tidak tahu dengan aturan dasar itu?"


Seperti pria yang sedang melindungi Istrinya, Alves langsung bersikap dingin dengan aura yang begitu mencekam, karena dalam seketika suasananya terasa jadi sesak.

__ADS_1


"A-ahh...jadi siapa yang tadi mendapatkan bunganya?!" Sela MC ini, sebelum suasana semain tidak karuan.


Lysandra langsung berbisik kepada sang Mc.


"Oh, nona Elly. Selamat, karena anda yang mendapatkan bunga itu, anda diberikan kesempatan untuk memberikannya kepada siapa?"


'Apa? Kenapa acaranya jadi aneh?' Elly jadi bingung sekaligus waspada dengan tangan masih memegang ikat bunga itu.


"Ayo, Nona Elly, untuk siapakah bunga yang sudah anda dapatkan dengan lompatan eksotis anda tadi?" Tanya pria ini lagi.


Lagi-lagi menjadi pusat perhatian orang, Elly tanpa sungkan keluar dari balik punggung Alves yang lebar itu.


"Aku akan memberikannya ke-"


BRUK...


Suara dari tubuh seseorang yang tiba-tiba saja jatuh, langsung membuat mereka semua menoleh ke panggung.


"Lysandra! Lyn..! Apa yang terjadi kepadamu?! Liyn!" Nero yang terkejut dengan Istrinya yang tiba-tiba saja tidak sadarkan diri sudah panik dan mencoba untuk membangunkan Liysandra itu.


"A-apa yang terjadi kepadanya?"


"Lyn!"


Asena, Gibran, Alves, dan Elly juga sama-sama kaget dengan kondisi Lysandra yang tiba-tiba saja pingsan.


"Lysandra, apa yang terjadi kepadanya?" Tanya Asena, jadi ikut takut dengan kondisi yang ada di depan sana.


'Kenapa dia tib-' Elly tiba-tiba langsung menatap ikat bunga yang ia pegang itu dengan wajah yang kian panik. 'Jangan-jangan ini ada sesuatunya?'


"Elly, ada apa?" Tanya Alves bingung dengan ekspresi wajah Elly yang terlihat lebih panik dari mereka semua.


"B-bunga!" Tekan Elly dan langsung melempar bunga yang di pegang nya itu ke sembarang arah. 'A-aku..., benar, ini ada racunnya!'


Setelah Elly membuang bunga itu, Elly langsung melepaskan sarung tangan brukat yang ia pakai.


Tapi karena pandangannya semakin kabur, dia jadi semakin sulit untuk menentukan arah tujuannya untuk mendapatkan air.


Sampai Alves yang menyadari keanehan yang di miliki Elly, karena tiba-tiba jalannya tidak seimbang, Alves buru-buru berlari dan..


BRUK..


"Elly!" Panggil Alves kepada Elly, setelah dia mendapatkan lebih dulu tubuh Elly sebelum tubuh wanita ini jatuh ke lantai. "Elly! Apa yang terjadi!"


"Alves, cepat bawa kerumah sakit!" Saran Asena.


Dengan buru-buru Alves membopong tubuh Elly sambil berteriak. "Nero bawa Lysandra ke helikopterku!"

__ADS_1


Dengan wajah paling dingin yang pernah ada, Alves berjalan dengan langkah lebar dan cepat, membawa Elly di gendongannya, lalu di susul dengan Asena serta Nero yang membopong tubuh Lysandra pergi ke rumah sakit.


__ADS_2