Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
129 : PTRI : Target


__ADS_3

"Mobilnya yang itu kan?" tunjuk penumpang ini, alias rekan kerja dari laki-laki yang di sebelahnya itu tengah menyetir.


"Ya iyalah bodoh! Tembak saja mobilnya."


"Tapi, mereka bahkan-"


"Apa gunanya mobil anti peluru! Tembak bannya!" Suara dari perintah itu langsung di iyakan oleh rekan kerjanya.


Dari ke empat mobil yang terus berjalan mengikuti mobil yang dikendarai oleh Orson, Alves dan Elly, mereka akhirnya mengeluarkan senjata mereka dan menargetkan mobil yang ada di depan mereka itu.


DORR...


DORR...


CTANG....


Tidak ada satu pun yang berhasil mengenai mereka bertiga gara-gara mobil yang di gunakan oleh Alves itu adalah kendaraan khusus anti peluru.


"Gagal."


"Tembak ban nya."


"Baik." Dia pun menembak ke arah ban nya.


DORR...


CTANG...


Namun kejadian di luar perkiraan, tiba-tiba area ban dari mobil itu langsung di lindungi oleh alat pelindung.


"Heheh, kampret. Mereka punya kendaraan yang cukup mumpuni." Seringai pria ini, merasa gagal sendiri, sebab usahanya untuk membuat mobil yang di targetkan nya itu meledak ataupun mengalami kecelakaan sama sekali tidak berhasil. "Apa kau bawa kopernya?" Tanya pria berkepala plontos ini.


Tapi, demi menyembunyikan kepalanya yang botak, dia pun memakai topi hitam yang di pakai dengan cara terbalik ke belakang.


"Ada di bawah kursi penumpang." Jawab pria ini, masih serius dengan menyetir.


"Seharusnya kita itu pakai senjata yang besar." ujarnya, merasa kalau usaha tadi sempat salah sasaran saja.


"Ya, terserah. Lakukan saja, lagi pula Bos juga yang akan menangani kekacauan yang kita buat." ucapnya, tanpa mengalihkan perhatiannya dari target yang ada di depan.


"Baguslah, berarti siang bolong seperti ini aku tanpa sungkan tidak akan menahan diriku lagi." Ucapnya dengan senyuman lebarnya.

__ADS_1


Sedangkan pria yang sedang menyetir mobil itu kemudian melirik ke arah rekan kerjanya yang terlihat sedang memilik suasana hati yang senang, apalagi saat sudah memegang senjata laras panjang yang sedang di rakit itu. Maka hari ini akan jadi hari yang cukup meriah untuk melakukan pesta raya berhujankan peluru.


"Kau dengar kan? Lakukan sesuka kalian, yang pentin buat semua orang yang ada di dalam mobil itu terbunuh." perintah pria ini kepada semua teman-temannya yang sedang berkendara dengan mobil mereka masing-masing. "Kepung, lagi pula target mobil kita hanya ada satu." Imbuhnya.


-"Baik."- Suara dari alat komunikasi radio itu pun menjawab semua perintah itu.


Setelah menerima perintah tersebut, ketiga mobil lainnya pun langsung berpencar dengan melewati sisi kanan dan kiri jalan, dua diantara lainnya berada di belakang dan salah satu dari mereka, mobilnya tengah berusaha untuk menyalipnya, agar bisa mengepung posisi mobil nya Alves.


KLAK...


Selesai merakit senjata laras panjang itu, pria ini pun segera membuka kaca dari atap mobil dan mengeluarkan separuh tubuhnya itu keluar sambil membawa senjatanya.


"Aku akan menembaknya sekarang juga." Gumam pria ini dengan wajah senang, karena ia akhirnya bisa memperlihatkan kemampuannya dalam menembak.


DORR...


DORR....


DORR....


Teman-teman nya lebih dulu menembak mobil tersebut. Dan terlihat tidak ada balasan sama sekali selain bertahan di dalam mobil.


DORR....


DORR....


'Baiklah, aku akan lihat seberapa tahannya kaca mobilmu itu dalam menahan peluru yang akan aku tembakan.' Berhasil membidik kaca tengah bagian belakang mobilnya Alves, jari telunjuknya pun langsung menarik pemicunya, dan ledakan dari peluru yang keluar dari selongsongnya akhirnya terjadi.


DORRR....


Dan di dalam mobilnya Alves, Orson tiba-tiba saja langsung berteriak. "Pegangan yang erat!"


Orson memberikan perintah bertujuan untuk mengendalikan mobilnya secara ugal-ugalan, akan tetapi di saat yang bersamaan, ketiga mobil yang ada di samping kanan dan kiri tiba-tiba langsung menghimpit mobil mereka, termasuk dengan yang ada dari depan.


BRAKK....


CTANK...


Satu peluru berhasil tertahan di kaca belakang mobilnya Alves.


"Orson." Panggil Alves, tidak puas hati dengan kinerja dari Orson, sebab membuat mobilnya jadi kena himpit.

__ADS_1


"Maaf." Sahut Orson.


"Matilah kau!" ucap dari supir mobil sebelah kiri mobilnya Alves.


Dan satu tembakan kembali muncul.


DORR..


CKITT...


Seketika Orson langsung mengambil rem mendadak, sehingga kedua mobil yang ada di samping kanan dan kiri mereka tadi, langsung saling menghantam diri dengan mobil teman mereka masing-masing.


Di tengah-tengah mobilnya Alves separuh berhenti, Elly langsung memanggil nama Orson dengan sedikit tegas. "Orson!"


"Iya!" Dengan wajah seriusnya, Orson membanting stir ke arah kanan, menurunkan tuas gigi ke roda gigi pertama, Orson langsung menarik rem cakram.


Alhasil arah mobil pun langsung berbelok ke arah kanan.


Dari situlah, sunrof atau atap mobilnya langsung Elly buka dan Elly yang sudah diberikan senjata oleh Alves, langsung ia todongkan ke depan.


"Kau mengganggu kami? Jangan salahkan aku kalau aku justru akan sangat mengganggu kalian." Gerutu Elly dengan ekspresi wajahnya yang begitu serius.


"Waahah, ternyata di dalam nya ada wanita cantik. Kau mau aku menemanimu ber-"


DORR.....


Belum sempat berbicara penuh, Elly langsung menarik pemicunya yang sontak langsung membuat senjata laras panjang yang ada di depan pria di mobil di belakang mereka, langsung oleng dan hampir saja jatuh.


'Sebenarnya siapa mereka ini? Apa mereka juga satu kelompok dan ada hubungannya dengan empat kasus yang sudah berhasil aku tangani?' Pikir Elly, dia langsung melirik ke arah supir dari mobil di belakangnya tersebut.


DORR...


DORR....


Alves berhasil menembak kaca depan mobil itu, meskipun rupanya mobil mereka berdua sama-sama mobil anti peluru.


Dan Orson, setelah berhasil membuat mobilnya berbelok ke kanan, sebelum mobil mereka benar-benar ditubruk oleh satu mobil yang tersisa di belakangnya tadi, Orson kembali menarik rem cakram, dan menginjak gas sedalam-dalamnya dengan catatan Elly sudah berhasil masuk lebih dulu dan memasang sabuk pengaman dengan cepat.


BRRMMMM........


"Apa-apaan itu tadi?! Sebenarnya musuhmu itu siapa?" Tanya Elly sangat penasaran pada Alves yang masih duduk di belakang sambil mengelus senjata yang sedang Alves pegang itu.

__ADS_1


__ADS_2