
Sore itu.
Elly baru saja masak untuk makan malam, tapi saat itu pula Elly menyajikan tiga piring untuk ketiga anak buah nya Alves.
'Apa yang sedang mereka bertiga lakukan? Tapi Elly juga ada di sana.' Alves yang baru saja pulang, karena suara mesin nya cukup senyap, mereka berempat pun berpura-pura tidak tahu dengan kedatangannya Alves.
"Coba cicipi, karena setiap lidah orang berbeda, pasti punya cita rasa sendiri-sendiri." Ucap Elly, membagikan ketiga piring itu kepada merkea bertiga.
Tentu, Alves juga melihatnya.
"Ehhmmm, ini enak Nona. Sayang sekali, karena seharian ini Tuan muda pergi, dari sarapan pagi sampai malam, beliau jadi tidak mencicipi makanan selezat ini." Ucap anak buah Alves yang pertama.
"Iya nih, saya bahkan baru pertama kali bisa mencicipi makanan seenak restoran bintang lima. Nona, anda memang terbaik."
"Bentu, betul. Ini cukup enak, seandainya lambung saya masih kuat menampung makanan satu porsi lagi, saya pasti akan menambahnya terus."
"Heheh, ini keberuntungan kita, benar kan?"
"Hahaha, karena dia tidak makan makananku, dari pada mubazir, mending buat kalian saja."
"Ya, anda memang pandai Nona, dari pada di buang, mending buat kami saja. Tapi apa Nona tidak makan?"
"Tadi sekalian masak, sekalian makan. Jadi makan saja sampai kenyang." Jawab Elly pada ucapan mereka bertiga yang terus saja memujinya.
"Terima kasih Nona."
"Sama-sama. Kalau ada yang mau nambah lagi, masih ada sisa di wajan. Kalian bisa ambil sendiri, karena Alves pasti sudah makan diluar kencan dengan seseorang. Jadi tidak ada gunanya menyisakannya untuk orang itu, benar kan?"
"Ya, benar. Dari pada keburu dingin, kami akan menghabiskannya untuk anda." jawab salah satu dari mereka bertiga.
__ADS_1
Sebuah sandiwara yang di buat oleh mereka berempat untuk memprovokasi Alves, seketika berhasil.
Pria yang sedari tadi mendengarkan pembicaraan mereka berempat dari tadi, sudah mulai terporovokasi.
BRAK...
Alves langsung menendang pintu gerbang itu dan memperlihatkan raut wajah Alves yang sudah mulai menggelap karena sudah merasakan rasa kesal di dalam dada.
Karena tendangan itu pula, mereka bertiga terkejut setengah mati, sampai ada piring yang tadi hampir saja oleng, saking terkejutnya.
"Apa kalian berempat sedang membicarakanku dari belakang?"
"T-tuan muda?" Mereka bertiga tersenyum tawar, dan buru-buru meletakkan piringnya di atas kursi mereka bertiga.
"Kau pulang juga. Aku pikir tidak pulang, karena makanannya sudah keburu habis, jadi kau tidak kebagian." Sahut Elly dengan tatapan datarnya. Dia yang awalnya mau berbalik dengan membawa nampan, tiba-tiba saja tubuhnya di pikul.
Mereka berempat yang langsung peka itu, wajahnya langsung tersipu merah.
"Apa yang barusan Tuan katakan?"
"Tuan muda baru saja menganggap Nona sebagai makanan."
"Berarti-"
Mereka bertiga kembali saling bertukar pandang dan buru-buru memilih untuk melanjutkan makan makanan mereka.
"Alves, turunkan aku!"
"Untuk apa? Kakimu pasti seharian ini lelah untuk di gunakan ke sana kemari tanpa henti seperti setrika. Jadi karena aku bahkan belum makan apa-apa demi makan bersamamu, sekarang kita makan bersama sesuai hidangan yang sudah kau siapkan." Oceh Alves, sebuah lontaran kalimat yang di gunakan untuk membuat gombalan itu pun berhasil membuat Elly tersipu.
__ADS_1
"Apa maksudnya itu? Kalau mau makan, itu masih ada di wajan, jadi bukannya dapur tapi kenapa kita malah ke kamar?" Tanya Elly seolah dia tidak tahu apapun.
"Masa kau tidak mengerti juga?"
PLAK...
"...!" Wajahnya langsung memerah ketika tangan itu malah menampar pan*at nya Elly. "I-itu sakit bodoh"
"Oh ya ampun, sakit ya? Sini aku elus-elus." Gombal Alves, dia dengan sengaja, langsung mengusap pan*at nya Elly dengan tangan kanannya yang tadi di gunakan untuk memukul.
Sebuah sentuhan yang menggelikan itu, membuat kakinya Elly jadi lemas.
"Alves, ini bukan saat nya." Pinta Elly, karena sore ini bukanlah waktu yang tepat untuk melakukan itu. "Dan itu geli."
"Jadi mau aku garuk?"
Semakin merah, wajah Elly saat mendengar ucapan yang keluar dari mulutnya Alves, berisi kalimat vul*ar saja.
"Berhenti, berhentilah melakukan itu." Elly memohon seraya memejamkan matanya karena Alves benar-benar mengusap pan*at nya itu.
"Padahal tadi bilang aku dikira tidak pulang, karena kau kelihatan kesepian, bukankah wajar aku akan menemanimu makan, jadi kenapa kau ingin menolakku?" Godanya lagi. "Tapi ngomong-ngomong, sekarang kau ini memang sengaja ya memakai rok sependek ini untuk merayu mereka bertiga?"
"Kau yang beli, aku yang pakai. Jika kau tidak beli aku mana mungkin memakainya." sahut Elly saat itu juga.
"Alah, alasan saja. Ayo, sesuai keinginanmu, kita akan makan bersama." Jawab Alves.
Alves dan Elly pun seketika masuk ke dalam kamarnya Elly.
Di sanalah, sebuah perang besar terjadi diantara mereka berdua, dan ketiga orang yang sedang makan itu, hanya mencoba menikmati satu demi satu suap yang masuk kedalam mulutnya.
__ADS_1