Pelayan Tangguh Rasa Istri.

Pelayan Tangguh Rasa Istri.
149 : PTRI : Debat


__ADS_3

'Akhirnya, aku bisa dapat uang tambahan. Karena dia orang kaya, dia termasuk sebagai atm berharga juga dong. Anggap saja ini sebagai ganti kemeja yang aku berikan kepada dua orang itu.' Sambil bersenandung ria, Elly pun keluar dari ruang kelas.


KLEK...


Begitu dia membuka pintunya, ada satu kaki yang hendak menjegal kakinya.


Tapi, seakan Elly tidak menyadari kaki yang tiba-tiba muncul, Elly dengan sengaja langsung menginjak kaki tersebut.


"Akhhh...! Kau, menginjak kakiku! Ini sakit bodoh!" bentak wanita berambut pirang ini. Dia seorang wanita blasteran eropa dan asia,


"Oh, aku tidak tahu ternyata ada kaki di depan pintu. Tapi aku tidak akan minta maaf ya, karena yang salah kan bukan aku tapi kakimu yang berada di sembarang tempat." Ejekan pertama pun akhirnya keluar untuk membalas ucapan dari wanita yang tidak Elly ketahui itu.


"Zelda, dia-" Teman Zelda yang baru saja datang untuk menahan tubuh Zelda yang hampir jatuh itu, langsung terkesiap dengan keberadaan serta sikap juga ucapan dari Elly yang benar-benar terdengar berani.


Elly akhirnya tahu nama dari wanita berambut pirang itu.


"Jadi kau tidak mau tanggung jawab dengan kelakukanmu yang sudah melukai kakiku ya?" Zelda mulai tersenyum sinis, karena mulai dari sini ia akan menjadikan alasan dari kakinya yang terinjak itu untuk membuat Elly di hukum.


Tapi-


"Ya, aku bahkan sebenarnya enggan untuk bicara dengan mulut yang suka bicara songong itu." Balas Elly detik itu juga dengan tatapan merendahkan.


"Relyn, ternyata kau benar-benar punya sikap yang berubah ya? Apa jangan-jangan perubahan dari sikap dan penampilanmu itu hasil dari kau yang diam-diam menghilang dengan cara heboh karena kau sebenarnya jadi simpanan seseorang?" Ucap Zelda, dia mulai memancing pembicaraan yang akan menekan psikologis dari Elly jika banyak orang yang akan membicarakannya.


Tapi, lagi-lagi Elly yang enggan untuk bicara itu, segera pergi dari sana.


Tidak terima di abaikan seperti itu, Zelda segera bangkit dari tubuh temannya yang tadi sempat menahan tubuhnya.


Begitu dia sudah bangkit, untuk mencegat Elly pergi, Zelda pun mengulurkan tangannya dan meraih rambutnya Elly.


GREP...


"Kau mau kemana? Urusan kita kan belum selesai." Ucap Zelda, menarik rambutnya Elly dengan sedikit kencang.


Tapi, bukannya Zelda bisa membuat Elly tersiksa dengan tarikan rambutnya itu, Zelda justru seperti baru saja di permainkan, karena rambut yang ia tarik adalah rambut palsu.


'Sial, kenapa aku malah menarik rambut palsu?' detik hati Zelda.


"Hahaha, Zelda, dia berniat memprovokasi perempuan itu, justru yang di permalukan dia sendiri."


"Ini tontonan yang menari, padahal tidak ada satu orang pun yang berani melawan Zelda, dan bahkan Raelyn dulu sering di bully olehnya. Apakah kali ini akhirnya ada yang bisa menantang Zelda seperti itu?"

__ADS_1


"Hihihi, kau benar, ini bahkan lebih menarik dari kedatangan dari perempuan yang mirip dengan Raelyn itu. Walaupun aku sempat iri dia di kerumuni banyak laki-laki, tapi dia bahkan punya sifat yang beda, dia malah menantang keras agar tidak ada yang mendekatinya, sampai..apa kau lihat tadi? Dua orang yang di seret tadi itu?"


"Oh iya, kira-kira apa yang di lakukan oleh dia kepada mereka berdua ya?"


"Iya nih, aku jadi penasaran."


Banyak yang menertawakan atas sikap Zelda yang gagal mempermalukan Elly di depan semua orang. Dan bahkan sialnya kakinya memang sakit karena sempat di injak dengan sengaja oleh Elly.


"Hahhhh, ya ampun Zelda, kau bahkan merusak style yang Alves berikan padaku. Jika kau bahkan suka dengan rambut, silahkan bawa saja sana, jangan ganggu aku. Sampai mencurinya dariku, kau sepertinya kekurangan uang untuk mendapatkan rambut palsu seperti itu ya?" ucap Elly tanpa menoleh ke belakang sedikit pun, karena ia memang tidak ingin berurusan dengan siapapun lagi di sana.


"Pfft, dengar itu? Zelda barusan di hina."


"Hahaha, dia pantas, suasanya bahkan jadi menarik gara-gara ada yang bisa menantang Zelda seperti itu."


Emosi dengan semua ucapan yang dari tadi dia dengar itu, Zelda langsung melempar rambut palsu itu ke sembarang tempat, tepatnya ke arah salah satu dari mereka yang punya mulut lebih banyak bicara sambil berteriak "Diam kalian! Awas saja, jika ada lagi yang menertawakanku, aku pastikan besok kalian tidak ada yang bisa masuk ke kampus lagi!" Ancam Zelda.


KLEK...


Tapi, lagi-lagi, setelah pintu ruang kelas itu terbuka, semua ucapan yang berisi kalimat ancaman dari Zelda itu seakan berhasil pergi terbawa angin ketika satu per satu pria yang sempat berkumpul di dalam kelas dengan Elly sebagai satu-satunya perempuan, keluar dengan gaya rambut dan penampilan mereka yang cukup bergaya itu.


"Wah, lihat-lihat!"


Teriakan histeris itu seketika membuang suasana riuh karena Zelda tadi, lagi-lagi Zelda di abaikan.


"Oh! Dua orang yang di seret itu! B-bagaimana bisa?! Apa tadinya mereka berdua setampan itu?" Tanya wanita ini dengan mata jelalatan, karena bisa melihat sosok dari dua orang yang sempat di seret oleh Elly beberapa waktu lalu, yang tadinya terlihat cukup culun, kini seperti seorang model majalah.


Bahkan Felix, dia jadi seperti seorang aktor dengan deretan teman-temannya yang sama-sama tampan, sehingga mendukung pemeran utamanya.


"J-jangan-jangan mereka mau membuat grup K-pop!"


"Kyaa! Aku harus minta tanda tangannya dulu sebelum ucapanmu kejadian."


"AKu juga mau!"


"Eh minggir-minggir, aku juga mau!"


Sontak, Zelda tersingkirkan.


"Zelda, kita harus pergi dulu, disini berbahaya, mereka pasti mendengar ucapanmu." Ucap teman Zelda kepada Zelda, membantunya pergi dari sana.


"Hei-hei, tunggu apa yang sebenarnya kalian pikirkan? Kita tidak akan membuat grup K-pop!" Pekik Darren, dia tidak begit suka dengan kerumunan.

__ADS_1


"Ini pasti akan jadi hari yang melelahkan." Kata Warren.


"Jadi ini efek dia menata rambut kita. Dia ternyata punya tangan ajaib."Tutur Felix, dia melayani stau per satu orang yang ingin di mintai tanda tangannya.


Dan dua orang yang diseret Elly beberapa waktu yang lalu, juga sama-sama di hampiri oleh banyak wanita.


"Sebentar, kenapa kalian ingin tanda tangan kami?"


"Tentu saja akan jadi kenang-kenangan, kali saja kedepannya kalian berdua bisa jadi Artis juga, ya kan?" Balas salah satu siswi, yang ingin minta tanda tangan kepadanya.


"Padahal setiap hari, kita sama-sama sering bertemu, kalian ini munafik sekali ya jadi orang." Ucap teman dari laki-laki yang kena kelinci percobaan seperti dirinya juga.


"Halah, berisik saja kau, tanda tangan cepat." Tekan wanita ini, agar bisa mendapatkan tanda tangan dengan cepat tanpa banyak bicara lagi.


________________


"Hah...karena mereka bertujuh, aku bisa menghindari Zelda." Gumam Elly. Dia lantas mendongak ke atas, dan melihat adanya langit-langit yang di dekorasi dengan hiasan kupu-kupu yang menjuntai dari atas ke bawah. "Padahal aku awalnya niatnya bukan seperti ini. Tapi kenapa semua tujuan yang awalnya ingin aku lakukan selalu saja jadi melenceng?" Gerutu Elly lagi.


Dia pun sadar juga, kalau tindakannya untuk menyeret dua orang tadi dan membuat style rambut baru untuk mereka berdua, serta empat orang lainnya, berhasil membuat semua waktu yang di miliki oleh Elly terbuang begitu saja.


Padahal tujuan utama dia pergi ke kampus adalah untuk menyelesaikan semua masalah yang berkaitan dengan Raelyn dengan kampus nya, baik biaya hutang miliknya yang ada di kampus, maupun soal kelulusan yang akan ia percepat.


Dia tidak peduli soal dirinya yang tidak akan sekolah lagi, karena bagi Elly yang sudah pernah menjalani masa sekolah di kehidupan sebelumnya, sudah cukup untuk menuntun dirinya bisa menjalani hidup di sini.


Lagi pula, ia tidak memiliki ambisi apapun, setelah ambisi itu hilang di saat perannya sudah habis di dunianya dulu.


Dan yang Elly inginkan sekarang bisa hidup dalam damai.


"Ya, damai~ Huh~" Elly pun menarik nafas sedalam-dalamnya, dan membuangnya secara perlahan lewat mulut. "Sekarang aku harus pergi menyelesaikan masalahku." Semangatnya sudah kembali, tapi begitu dia berbalik, Elly langsung menabrak tubuh seseorang.


BRUKKK....


Elly tidak merintih apapun selain tubuhnya yang sempat terhuyung.


"Siapa sih yang tiba-tiba berdiri di belakangku?" Gerutu Elly. Tapi begitu dia membuka matanya, Elly justru menemukan seorang wanita yang Elly pikir wanita ini adalah seseorang yang selalu muncul dalam ingatan penuh siksa itu.


Maria, Ibu angkat dari Raelyn, atau lebih tepatnya Ibu kandungnya Cecil.


"Ternyata, kau memang benar-benar di sini. Kenapa kau tidak pulang ke rumah, jika kau ternyata baik-baik saja? Apa kau tahu, banyak yang mencarimu." ucap wanita ini dengan tatapan matanya yang tegas, dia terus memperhatikan penampilan Elly dari atas sampai bawah. 'Dia punya pakaian bagus, bahkan semua yang dia kenakan dari atas sampai bawah adalah barang mahal.


Tapi aku tidak menyangka juga, Raelyn bisa selamat dari kecelakaan yang di buat-buat itu. Dan karena anak ini sudah ada di sini, aku akan membuat dia pulang ke rumah.' Pikir Maria.

__ADS_1


__ADS_2