
Sepulang kerja.
"Dimana dia?" Baru juga pulang ke rumah, tapi Alves sama sekali tidak menemukan batang hidung nya Elly.
"Nona sedang pergi dengan Tuan Gibran juga Nona Asena." Jawab Indy.
"Apa dia sudah lama pergi?"
"Sekitar satu jam yang lalu."
"Kenapa pergi tapi tidak bilang kepadaku?" Gumam Alves. Melihat ada makan malam sudah di sajikan dengan sedemikian rapi oleh Indy, Alves menyuruh Indy untuk pergi. "Kau pulanglah."
"Baik Tuan."
KLEK.....
"Padahal setiap sore dia pasti sudah menyiapkan makanan, tapi karena dia pergi, dan yang menyiapkannya orang lain, aku sama sekali tidak berselera untuk makan." gerutu Alves, menatap makanan yang sudah ada di meja makan.
Setelah kepergian Indy, Alves memberikan pesan kepada tiga orang yang bertugas di luar untuk masuk dan makan.
Dan Alves, dia memilih untuk pergi ke dalam kamarnya.
__ADS_1
_________
"Apa yang membuatmu mengajak kami berdua pergi bersama denganmu?" Tanya Asena kepada Elly, karena Elly lah yang lebih dulu memberikan tawaran kepada sepasang suami Istri yang belum lama menikah ini untuk pergi ke mall.
"Aku hanya ingin ada teman yang menemaniku pergi." Jawab Elly, seperti kucing polos kecil yang kehilangan induknya, Asena pun tiba-tiba jadi bersimpati kepada perempuan di depannya ini. "Dan sekalian mengajak kalian berdua makan bersama, karena lagian setiap pagi atau malam, dia bahkan tidak makan masakanku, selain memakanku, jadi sebelum dia menemukanku lebih baik aku pergi dengan kalian."
"...!" Asena dan Gibran jadi tersipu dengan penuturan Elly yang cukup blak-blakan itu.
"Jadi maksudnya, dari pada makan masakanmu, kaulah yang di makan? Dia itu memang ganas seperti beruang Grizzly, jadi seharusnya saat malam hari, kau tutup dan mengunci pintunya." Beritahu Asena, memberikan nasehat kepada Elly.
"Tapi itu termasuk cinta. Yang lebih penting dia lebih menyukaimu ketimbang orang lain." Sela Gibran.
"Apa kau sedang mengejekku?" Asena yang merasa tersinggung itu, mencubit salah satu paha milik Gibran, karena orang yang di maksud oleh Gibran itu terasa untuk Asena sendiri, sebab Asena adalah mantan tunangannya Alves.
"Makannya, jangan bicara sembarangan di depanku yang membuatku salah paham." jawabnya dengan cepat.
"Pfft, kalian berdua serasi."
"Nanti kalian berdua juga akan serasi, bahkan pasti lebih serasi dari kami. Aku bahkan malam itu sebenarnya menonton konsermu, kau cantik, bahkan tanpa di sadari semua orang, perhiasan yang di pamerkan itu sebenarnya untukmu, ya kan?" Asena sebenarnya cukup iri, tapi mau bagaimana lagi?
Alves dan dirinya bukanlah orang yang cocok, sebab sikap dingin yang ada pada diri Alves beberapa minggu lalu, kini justru sudah meleleh karena kehadiran dari Elly ini.
__ADS_1
"Sebenarnya itu terlalu berlebihan, aku tidak membencinya, tapi juga bukan berarti aku menyukainya." Jawab Elly.
DRRTT..
DRRTT...
"Heheh, Alves menghubungiku. Dia pasti sedang mencarimu, apa kau tidak mau pulang?" Asena sempat menunjuk handphone nya ke arah Elly, dan tertera nama beruang, jadi itu memang adalah Alves.
Karena handphone nya mati, jadi Elly tidak bisa di hubungi.
"Lagi pula kau juga sudah membeli banyak barang belanjaan karena uang pesangonmu dari Orson karena kau tampil waktu itu, jadi itu pasti bisa jadi kejutan untuk Alves. Rayu dia agar dia tidak memakanmu hidup-hidup sebelum kau resmi memilikinya." Bisik Asena, lagi-lagi membuat sebuah hasutan untuk Elly.
"Entahlah, memangnya dia mau?"
"Kenapa wajahmu jadi terlihat sedih begitu?" Asena jadi panik karena raut muka Elly yang tidak baik itu.
"Itu kana- karena aku masih sedikit takut. Aku kan pernah gagal, tapi sekarang tiba-tiba jadi berurusan dengan pernikahan lagi."
"Apa kau cemas jika dia hanya mempermainkanmu?" Asena menepuk ujung kepala Elly. "Tapi melihatmu selama ini kau melayaninya dengan baik, dan dia juga membalas semua kebaikanmu dengan semau caranya sendiri walaupun sampai mencoreng harga dirinya, itu artinya dia serius. Aku jamin, walaupun aku mantan tunangannya, dia pasti sangat serius denganmu. Aku bersumpah atas namaku sendiri." Jelas Asena, dia pun mengangkat tangan kanannya dan mengucapkan janji sumpah bahwa apa yang di katakan nya pasti adalah sebuah kebenaran.
Melihat ada yang begitu peduli padanya, Elly pun jadi tersenyum lagi.
__ADS_1
Sebuah kepedulian yang cukup berharga.