
'Seharusnya dia masih di sini, jika dia memang merasa berani untuk menghadapiku. Namanya Cecil ya?' Elly berjalan menyusuri salah satu koridor dimana dirinya juga Cecil sempat saling bersenggolan satu sama lain.
Demi menemui adik tirinya, berdasarkan informasi yang Elly dapat setelah ia sesaat mengintip isi file yang tersimpan di handphone yang sempat Elly curi tadi, serta berdasarkan sedikit ingatan yang kini perlahan mulai pulih, membuat Elly akhirnya bisa menemukan jawaban dari latar belakangnya.
Dan salah satu hal yang paling membuat Elly tertarik adalah soal latar belakang dair tubuh yang Elly diami ternyata adalah seorang yatim piatu, perempuan yang dipungut oleh keluarga asli Cecil.
Yah~ Hanya karena keadaan, dimana tubuhnya itu adalah tubuh yang sudah di anggap sebagai keberadaan yang sudah tidak di butuhkan lagi, makannya tubuhnya tersebut bisa Elly ambil alih setelah si pemilik tubuh mengalami kematian berkat dua orang manusia yang di anggap sebagai keluarga angkatnya, yaitu Maria juga Cecil.
"Baiklah, karena aku penasaran bagaimana reaksimu saat aku menemuimu, aku jadi repot-repot turun lagi, ya kan." Ucap Elly pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Sendirian, karena itu adalah sesuatu yang sudah biasa Elly lakukan, bahkan sekalipun ia berada di tempat asing pun, ia tidak akan segan untuk mencari tahu apapun yang ingin Elly ketahui.
Dan salah satunya saat ini adalah ia penasaran dengan reaksi Cecil, adik angkatnya.
Namun ketika Elly sudah berada di jarak dua puluh meter dari pintu kamar yang di huni oleh Cecil, tiba-tiba saja salah satu pintu kamar hotel yang Elly lewati terbuka, dan sebuah tangan langsung menarik Elly dengan begitu cepatnya.
BRAKK...
"Hei sayang, apa kau tidak merindukanku?" Tanya Aiden tepat di pertemuan kedua mereka.
__ADS_1
Dengan posisi Aiden berhasil menjepit tubuh Elly ke dinding, wajah mereka berdua pun benar-benar cukup dekat, sampai setiap hembusan nafas milik mereka berdua, jadi saling menyapu wajah baik Elly sendiri maupun Aiden.
'Dia, laki-laki yang waktu itu ikutan balapan di arena balap ya?' pikir Elly. 'Siapa sebenarnya dia? Dan lagi-lagi, tubuhku tanpa bisa aku kontrol, kenapa tiba-tiba jadi gemetar ketakutan?
Jika seperti ini sudah cukup jelas kalau laki-laki ini kenal dengan Raelyn ini, tapi disebabkan tubuh yang sudah jadi milikku ini begitu ketakutan, tepat langsung dihadapannya, berarti ada kemungkinan besar kalau dia pernah melakukan sesuatu yang membuat tubuhku ini trauma.'
Dikarenakan tiba-tiba saja masuk kedalam situasi dimana dirinya benar-benar tidak memiliki informasi mengenai laki-laki yang ada di depannya itu, yaitu Aiden, Elly pun jadi ragu dan berusaha keras untuk berpikir, bagaimana caranya untuk menjawab pertanyaan dari Aiden ini.
'Aku harus bagaimana menanggapi pertanyaannya ini? Apakah aku harus seperti orang yang memang seperi Raelyn, dengan kata lain aku seolah memang mengenalnya, atau aku harus mengatakan kalau aku tidak ingat sama sekali, baik itu soal hubungan dia dengan tubuhku?' Pikir Elly dengan begitu serius.
__ADS_1
"Kenapa diam saja? Apa karena mentang-mentang kau sudah punya hubungan dengan Alves, makannya kau tidak mau berbicara denganku?" Tanya lagi Aiden, mencoba menginterogasinya dalam diam.