
Catatan
Mohon untuk tidak membandingkan cerita ini dengan kehidupan real jika Anda menemukan suatu yang tidak semestinya ada di kehidupan real.
Sebelum mereka membawa Alan sampai tepat di ruang kelas, Alan menghentikan langkahnya seraya melepaskan tangan Taro yang sedang merangkul pundaknya.
Seet!
"Oit, oit, elah Mike, Jadi ja'im bener sekarang loe, ett dah" Ucap Taro sembari melirik Alan ketika tangannya dilepas paksa oleh Alan sedikit kuat.
Sementara Alan sendiri masih terdiam tanpa kata, namun pandangan ia teralihkan ketika ada salah satu siswi berjalan bersama dengan siswi yang lain di dekat mereka.
"Hey Kamu, tunggu" Panggil Alan mengarah pada salah satu siswi tersebut yaitu Maria teman terdekat Ananta yang ia jumpai pada beberapa hari lalu di perpustakaan.
"Uhum uhum" Taro meledek
"Uhuk uhuk" sambung Ivan sembari meletakkan kepalan tangan ke Mulut (Kode pura-pura batuk)
"Hakcim" Pura-pura Kenji walau sebenarnya dia kesal.
"Acieh cieh, Kuy samper." Ledek Al
Dan semua teman-teman ikut meledek Alan ketika melihat Alan memanggil siswi itu sembari sedikit mendorong Alan ke arah siswi tersebut.
"Come on Pangeran"
Suut!
Sontak Alan nyaris terjatuh ketika di dorong oleh Taro. Tetapi Alan masih cukup stabil sehingga ia tidak sampai terjatuh. Setelah Alan sudah di dekat Maria, Alan sedikit tersenyum sementara Maria sendiri langsung menunduk seraya senyum tersimpuh malu karena teman-teman dia jua langsung meledeknya.
"Cieh.. Maria cieh.. kuy"
"Ehem"
"Apaan sih kalian," bisik Maria ke arah teman-temannya setelah itu dia menoleh kembali ke arah Alan.
"Ada apa, Mike?" Tanya Maria nampak malu.
"Tidak, Itu.. si Anu.." Alan ragu-ragu hendak menanyakan sesuai apa yang ingin ia tanyakan kepada Maria yaitu tentang Ananta.
"Anu..?"
Maria mengulangi kalimat yang Alan ucapkan Sontak semua teman-teman yang mendengarnya menjadi tertawa terpingkal-pingkal. khususnya para siswi teman-temannya Maria, mereka saling tertawa lepas.
"Ahahaha"
Sementara pada sisi teman-teman Mike ketika mereka tengah tertawa, mereka saling berbisik.
"Haduh kacau si pangeran tampan satu ini, gayanya emang barbar tapi saat didepan cewek langsung melempem, kek kerupuk tersiram oli bekas. ett dah nih bocah, ciut amat nyalinya" Ucap Taro membicarakan Mike bersama dengan teman-temannya.
__ADS_1
Kemudian kepala Taro langsung di timpuk oleh Ivan.
Plak!
"Eh kunyuk, kagak ada kalimat yang lebih dahsyat lagi apa? Kerupuk tersiram aer comberan kek gitu, haha"
"Haha Eits bro, tapi Mike biasanya kagak kaku-kaku amat kalo bicara sama cewek mah, apalagi hanya sama Maria yang biasanya dia bareng sama Ananta." Sambung Ivan.
"Eh iya bener juga, tapi si kunyuk Ananta apa kabar dia yak, udah dua hari kagak masuk sekolah dia" sambung Ivan.
Teman-teman Mike masih saling berbisik-bisik membicarakan Alan, sementara Alan sendiri sudah kehabisan pikir hendak melanjutkan kalimat yang hendak ia tanyakan kepada Maria setelah ia melihat banyak dari mereka saling tertawa.
Namun, Alan adalah tipikal orang yang dingin dan paling sukar jika menjadi pusat perhatian seperti ini. Maka ia langsung menghentikan niatnya untuk bertanya pada Maria. Ia pun langsung pergi begitu saja dari hadapan Maria.
Sontak membuat semua teman-teman yang berada disana menjadi bingung. Karena biasanya Mike yang mereka kenali sikapnya tidak seperti itu. Jika Mike hendak bertanya pasti dia langsung nyeplos.
"Eh bro, loh itu si Mike kok ngacir gitu aja ett dah tu bocah ngapa yak" Ucap Taro.
"Aissh si pangeran ini jadi kagadanta bener dah (tidak jelas)" sambung Ivan.
"Ayank akoh.. tungguin Eike" Sambung Kenji langsung bergegas menyusul Alan.
Melihat itu, semua teman-teman langsung bergegas menyusul Alan juga yang sudah berjalan hendak masuk ke ruang kelas. Sementara Maria sendiri menggelangkan kepala sembari tertawa-tertawa bersama dengan para teman-temannya melihat sikap Mike menjadi dingin dan pemalu seperti itu.
Karena pada sebenarnya Maria lah yang malu jika berhadapan langsung dengan Mike, karena dia memang sudah lama menyukai Mike layaknya Ananta yang memendam rasa sudah sangat lama. Hanya bedanya jika Ananta sudah berteman dekat dengan Mike maka Ananta mampu bersikap biasa-biasa saja.
***
Alan hanya melirik mereka ketika mereka baru saja datang menghampirinya, lalu ia pun langsung mengambil buku didalam tas untuk mengalihkan perhatian yang sedang tertuju padanya dan langsung membaca buku tersebut.
"Wei Mike, sejak kapan loe jadi kaku banget begitu berhadapan ma cewek, jiaah" Ucap Al mengawali percakapan.
"Et dah Mike, cuma sama Maria aja loe kaku bener, biasanya geh loe yang suka godain dia duluan sampai dia lari terbirit-birit akibat Malu, haha" Sambung Taro.
"Apakah perlu gua berikan jurus andalan gua pangeran?" Lanjut Al seraya kepalanya mendekat ke Alan menyadari Alan masih fokus ke buku yang sedang ia baca. Sontak kepala Al langsung di geser oleh Alan.
Seet!
Alan tidak menjawab sepatah katapun, ia hanya melirik mereka ketika ia tengah menggeser kepala Al supaya menjauh darinya.
"Jiaah, jurus andalan apaan Al yang loe punya? palingan anu" sambung Taro.
"Eits jangan salah bro, jurus andalan gua nih paling ampuh untuk menangani masalah seputar kurang percaya diri terhadap lawan jenis tau" jawab Al nampak percaya diri.
"Eh nyuk, loe ngomong kek gitu apa kabar dengan status loe hah? Jomblo karatan pula sampai sekarang loe." Jawab Taro.
"Ya gimana dia gak jomblo karatan, orang dia saja selalu MS" sambung Ivan.
Sontak semua teman-teman memandang ke arah Ivan termasuk Alan.
__ADS_1
"MS apaan bro?" Tanya salah satu diantara mereka.
"MS alias Main Sendiri, hahaha"
Mendengar kalimat dari yang Ivan ucapkan itu semua teman-teman langsung tertawa terpingkal-pingkal karena mereka semua tau apa maksud dari kalimat itu.
"Hahaha"
Sementara Alan juga menjadi ikut tersenyum seraya menggelengkan kepala karena ia juga mengerti akan hal yang hanya lelaki ketahui itu.
"Sue loe Van! Pakek acara bongkar kartu segala loe." Al mendengus.
"Makanya cuci dulu tuh otak loe, biar kagak mesum mulu. Jurus mesum kok mau ditularin ke Mike, mana mempan." Lanjut Ivan.
"Jiah, mana tau dia mau Van, eh Mike gua ada koleksi terbaru nih Mike, loe mau kagak? Gua share deh, 100% gratis sepesial buat loe" Lanjut Al sembari hendak mengeluarkan hapenya dari saku.
"Cih" Alan hanya meliriknya saja lalu fokus melihat kembali ke buku yang sedang ia baca.
"Eh sompret, malah di cuekin gua." Gumam Al seraya mendengus ketika melihat Alan sudah kembali fokus membaca buku.
Sementara Kenji menarik kursi dari sebelah meja Alan hendak duduk mendekat ke Alan, namun ketika dia sedang menarik kursi tersebut, Alan menoleh ke arah dia dengan tatapan tajam.
"Hehe" Kenji cengegesan sembari mengembalikan kursi itu ke tempatnya semula, karena dia sungkan terhadap Alan yang dia Kira Mike saat ini.
***
Perlahan-lahan para siswa-siswi masuk ke dalam ruang kelas karena jam pelajaran segera berlangsung. Al, Ivan, Taro dan Kenji jua sudah kembali duduk di tempatnya masing-masing.
Deril (Adiknya Bonanza) tidak masuk sekolah hari ini.
Sementara Alan sendiri masih di posisi yang sama yaitu membaca buku. Ia menoleh sejenak ke arah kursi sebelah dia yaitu di tempat duduk Ananta yang masih kosong. Lalu ia menaruh buku yang sedang ia baca sejenak di atas meja. Kemudian ia menghela napas dalam-dalam sembari mendongak ke arah plafon sembari berpikir.
'Dimana kamu Mike.. kenapa masih belum hadir juga hingga saat ini.' Batin Alan tiada henti-hentinya memikirkan saudaranya yang tidak tahu dimana keberadaannya saat ini.
Tidak selang waktu lama, sang wali kelas telah hadir memasuki ruang kelas.
"Selamat pagi.." sapa sang guru sembari melangkah menuju meja.
"Selamat pagi Pak.." Jawab semua siswa-siswi secara serentak. Setelah Guru menaruh beberapa buku yang dia bawa ke atas meja, dia kembali beranjak berdiri ke depan kelas.
"Perhatian Anak-anak, hari ini kelas kita ini akan kedatangan dua siswa didik baru" Ucap sang Guru
Sontak semua para siswa-siswi merasa gembira setelah mendengar yang guru sampaikan bahwa akan ada dua siswa baru yang hendak masuk kelas mereka.
"Wow dua cowok sekaligus guys" para siswa-siswi saling berbisik-bisik satu sama lain.
Sementara sang guru seringkali melihat ke arah Alan ketika dia sedang berdialog. Setelah guru selesai berdialog Kemudian sang guru mempersilahkan Siswa baru tersebut untuk segera masuk ke dalam ruang kelas.
"Mari silakan masuk"
__ADS_1