
Sementara Alan sendiri masih terdiam, setelah ia sampai tepat di pintu gerbang, Vidze langsung meraih tangan Alan hendak segera menariknya pergi.
"Ayo, buruan sudah menjelang petang nih, tempatnya sudah dia yang ngatur" Ucap Vidze.
Alan langsung menangkis tangan Vidze yang sedang menarik tangannya
Seet!
Alan pun masih terdiam sembari melihat ke arah mereka semua satu persatu.
"Loe kenapa sih Mike aneh banget deh, Bonanza tuh kembali menantang loe"
"Nantang?"
"Iya dia kembali nantangin loe, dan dia bilang kalo loe gak mau nurutin tantangan dia teman cewek terdekat loe akan dia bunuh, Mike"
Ucap Vidze karena ia paling paham dengan Mike karena Mike dikenal sangat peduli dengan semua teman-temannya. Biasanya jika sedang ada apapun yang terjadi dengan temannya Mike selalu siaga membantu dan berkorban untuknya.
"Teman wanita? akan dibunuh?" Alan nampak bingung.
Alan terdiam lagi sembari berpikir siapakah gerangan teman wanita yang meraka maksud. Disaat ia terdiam, sekilas didalam pikirannya teringat ucapan dari Ananta ketika pertama kalinya ia berjumpa dengan Ananta di rumah.
'Nama gue adalah Ananta, gue adalah teman terdekat dan terbaik loe selain para gerombolan kunyuk loe itu Mike dan kini gue akan menjadi orang yang pertama loe kenali' ucapan dari Ananta pada waktu itu yang sedang Alan bayangkan.
Dan sekilas Alan terbayang jua ketika Ananta ditarik paksa oleh Andika saat sedang duduk bersama di ruang perpustakaan, Alan pun terbayang mata Ananta berkaca-kaca melihat kearahnya saat di ditarik pergi oleh Andika.
'Oh tidak, apakah jangan-jangan gadis itu maksud dari orang-orang ini?' Batin Alan.
"Hey Mike, malah bengong sih loe, udahlah ayo buruan kita cabut" ajak Jejen merasa heran karena biasanya Mike sudah langsung buru-buru ke TKP jika Mike mendengar ada hal-hal demikian dan tidak kelamaan berpikir seperti yang ia lihat saat ini.
"Iya Mike, loe buruan ambil mobil loe gih" sambung Vidze.
"Mobil? tapi.." Alan ragu-ragu hendak melanjutkan kalimat yang hendak ia ucapkan, namun sudah langsung terpangkas oleh Dimas.
"Aiissh, kelamaan mikir loe Mike. Yaudah pake mobil gua sajalah, kebetulan gua belom lama dibelikan mobil baru, sekalian nanti loe tes gimana mesin mobil gua, Oke bray" kata Dimas.
Dimas adalah teman Mike sesama anak orang kaya dan suka keluyuran bersama rakyat biasa seperti Mike.
"Udah yuk ah, come on" sambung semua teman yang lain langsung menarik Alan untuk segera masuk ke dalam mobil bersama mereka.
__ADS_1
Jarak tempuh lokasi yang akan diadakan balap liar telah diatur oleh Bonanza cukup jauh dari kediaman Mike, hingga memakan waktu hampir 2 jam perjalanan karena lalulintas jua cukup padat menyadari pada sore hari adalah jamnya orang pulang kerja.
Ketika di dalam perjalan mereka sembari berbincang-bincang. Alan duduk didepan bersama Jejen selaku yang mengemudikan mobilnya.
"Hey Mike, tadi siang tumben amat loe menolak panggilan telpon gua sih?" ucap Dimas.
Alan masih terdiam.
"Mike kok loe diem aja sih? tadi siang gua telpon mau bilang ke loe untuk nyobain mobil baru gua, eh.. kagak loe angkat-angkat dirijek pula, sue loe!" lanjut Dimas.
Alan hanya tersenyum tipis karena ia tidak mengenal dengan mereka semua, karena didalam galeri hape milik Mike tidak ada satupun foto dari mereka bertiga, Alan terdiam sembari ia membayangkan Ananta, Alan berpikir jika setelah sampai di lokasi nanti bukanlah Ananta yang ia lihat, ia akan segera kembali pulang.
"Waduh.. mulai gerimis pula nih," ucap Vidze dari kursi belakang sembari menoleh ke arah jendela.
Dari arah kursi belakang kepala Vidze lagsung mendekat ke depan, ia hendak berbicara di dekat telinga Alan.
"Hey Mike, loe masih ingatkan perkataan Bonanza tempo hari, gua berharap kali ini dan seterusnya loe jangan sampai kalah dari dia"
"Iya Mike, Bonanza jarang bermain-main dengan ucapannya loh" sambung Dimas dari kursi belakang.
Sementara Alan langsung menggeser kepala vidze yang berbicara terlalu dekat padanya.
Seet!
Sontak membuat Jejen yang sedang menyetir menoleh ke arah Alan.
"Cih.. Loe amnesia apa gimana sih Mike, baru saja tempo hari loe adu balap dengan dia dan mensetujui persyaratan dia saat bertanding, et dah"
"Persyaratan?"
Vidze kembali mendekat dan langsung memegang kening Alan dengan tangannya.
Plek!
"Loe amnesia apa gimana sih? apakah karena loe kesurupan dedemit gunung pada hari kemarin ya? yaelah.. baru saja geh kemarin loe asal nyeplos nerima tantangan bonanza begitu aja, terus apa kabar sama tampang wajah loe sekarang ini hah? apa loe lupa?"
Alan kembali menyingkirkan tangan Vidze yang iseng memegang keningnya
Seet!
__ADS_1
Tetapi Alan masih terdiam belum menjawab sepatah katapun.
"Hahaha sory-sory gua becanda coeg. Eh Mike, btw kok bisa Bonanza bilang jika loe gak mau nurutin tantangannya dia akan membunuh teman wanita loe, emang apa yang sebenarnya terjadi Mike?" Tanya Vidze.
"Iya Mike, ada urusan apa sih sebenarnya, kok sampai dia melibatkan teman-teman loe, terlebih lagi wanita pula yang dijadikan umpan si kamvret itu buat menemui loe" sambung Dimas.
"Iya tuh kagak gentle sekali dia, menggunakan wanita buat umpan, cuih!" pungkas jejen.
Sementara Alan sendiri masih terdiam sembari berpikir.
'Kalian menanyakan semua ini padaku? justru akulah yang seharusnya bertanya pada kalian, siapakah ada apakah dan bagaimanakah? tentang semua ini.'
"Hey Mike, tetapi loe tenang saja jangan terlalu khawatir, kita semua akan ada bersama loe, dan siap siaga untuk membantu masalah dan kesusahan yang akan loe hadapi nanti," Dimas memberikan semangat untuk Alan yang saat ini menjadi Mike.
Alan mengangguk, sementara semua teman-teman sebenarnya sudah merasakan perbedaan Mike yang sedang bersamanya saat ini. Namun mereka tidak banyak bertanya ketika melihat Alan tidak banyak berbicara, karena mereka berpikir mungkin saja dia (Alan) diam saja karena sedang memikirkan teman wanitanya yang sedang dalam bahaya.
***
Beberapa saat kemudian mereka telah sampai di tempat tujuan, tetapi sebelum mereka sampai di tempat tersebut, Dimas sudah turun dulu ketika dijalan untuk kembali kerumahnya mengambil mobil.
Bonanza bersama dengan kawan-kawannya sudah menunggu dan posisinya sedang duduk di depan mobil sembari menghisap sebatang rokok.
Alan, Jejen dan Vidze turun dari dalam mobil, disaat mereka baru saja turun dari dalam mobil, Dimas sudah tiba dengan mobil kendaraan yang siap dipergunakan untuk balap. Dia datang bersama rombongan dari kelompok geng lain.
Karena sebelum Dimas mengambil mobilnya, ia menghubungi semua teman-teman dari kelompok lain untuk berkumpul di arena balap liar tersebut. Sontak kelompok itu merasa heran karena belum lama diadakan balap liar kenapa mendadak sudah akan bertanding kembali. Akan tetapi solidaritas pertemanan mereka kuat, alhasil mereka tetap datang sesuai permintaan Dimas.
Lain dari pada itu Dimas pun sudah menjelaskan kepada mereka semua, bahwa kedatangan mereka hanya untuk mengantisipasi hal-hal buruk yang mungkin bisa saja terjadi. karena tujuan pertandingan balap liar kali ini sedikit berbeda dari pertandingan biasanya karena menyangkut nyawa seseorang.
***
Alan langsung berjalan menghampiri Bonanza beserta kawan-kawannya dan disusul oleh Vidze, Jejen, Kodar dan Dimas selaku mereka teman terdekat Mike walau Alan sendiri belum mengetahui yang manakah yang bernama Bonanza diantara mereka.
Bonanza turun dari mobil langsung berdiri tepat didepan Alan beserta rombongannya dengan petantang-petenteng sembari menghisap sebatang rokok. Melihat tingkah seperti itu Alhasil Alan sudah menduga bahwa lelaki bertubuh gagah besar dan tinggi yang berdiri tepat dihadapannya tersebut adalah yang bernama Bonanza.
Alan belum mengatakan apapun ia hanya meliriknya dengan tatapan khas yang tajam dan melirik serta Andika yang posisinya berdiri tepat di sebelah Bonanza.
Namun Bonanza sudah mengerti ketika melihat tatapan Alan, dia langsung mengkode tangan kepada salah satu temannya untuk segera mengeluarkan Ananta dari dalam mobil. Setelah Ananta sudah mereka keluarkan sontak Alan langsung melotot terkejut karena benar adanya gadis tersebut adalah Ananta yang terlihat sangat memprihatinkan.
Ketika Ananta ditarik keluar dari dalam mobil dan setelah Ananta mengetahui ada Alan berdiri tepat didepan Bonanza, ia pun langsung melihat ke arah mata Alan sembari berkata lirih diiringi tangisan.
__ADS_1
Hiks hiks hiks
"Mike.. Mike.. Mike.."