Story Of The Lives Twins

Story Of The Lives Twins
BAB 61


__ADS_3

Teriak yudha.


Suasana kelas kian mulai sepi, karena banyak diantara siswa-siswi sudah pulang kerumah masing-masing dan sebagian lagi sudah pergi ke asrama.


Menjadikan Yudha merasa bebas akan hal itu, yaitu bebas untuk bisa meluapkan amarahnya untuk menghajar Mike.


Tangan Mike langsung ditarik oleh Verza ketika Yudha mengayunkan pukulan kepadanya, selanjutnya Verza langsung menarik Mike pergi keluar kelas.


Seet!


"Woi, dasar pengecut loe!" teriak Yudha ketika mereka sudah pergi keluar kelas. Selanjutnya semua rombongan mereka tertawa ketika Verza menarik Mike pergi, karena mereka berpikir Alan takut akan kembali dihajar oleh mereka.


***


Verza menarik tangan Mike pergi untuk menghindari pukulan dari rombongan mereka. Verza masih menarik tangan Mike sembari berlari langsung menuju asrama. Setelah sampai di asrama ia langsung membuka pintu kamar asrama karena tidak terkunci lalu ia langsung melempar Mike masuk kedalam secara kasar.


"Oit, oit, oit,"


Brak!


"Aarrgghhh! Atah atah uhhh oeh! sakit Ver!" Rintih Mike ketika ia terlempar dan menabrak pojok meja tepat dibagian pinggangnya.


"Sakit loe bilang hah! Rasa sakit itu tak sebanding dengan rasa sakit hati gua Alan!" Jawab Verza berjalan mendekat kepada Mike.


"Hah..? maksudnya?" Mike merasa bingung.


"Gua akui gua gak pernah bercerita tentang ini sama loe, karena gua paham pasti loe gak akan pernah menggubris obrolan gua tentang ini."


"Apa sih maksudnya, gua beneran gak ngerti Ver!" Jawab Mike sembari memegang pinggangnya yang masih terasa sakit.


Selanjutnya Verza langsung mengambil telepon genggam didalam sakunya dan langsung ia memperlihatkan sebuah foto yang ada didalam hape tersebut kepada Mike.


"Nih! Loe Lihat!" Ucap Verza dengan nada berteriak.


"Itu..anu..loh, kapan loe memfoto itu ver?" Mike berekspresi bingung.


"Tak perlu loe tau! Yang jelas gua udah tau loe yang sebenarnya!" Jawab Verza yang lupa bahwa Alan telah kehilangan ingatan karena ia tengah larut dalam emosi.


"Hey Ver, apa maksud dari perkataan loe itu?"


"Gak usah loe ngeb*cot begitu Lan! Gua akui loe memang berparas tampan yang pastinya banyak gadis terpincut akan ketampanan yang loe punya itu! Tapi kira-kira juga donk loe gadis mana yang mau loe deketin!" Lanjut Verza.

__ADS_1


"Hey Ver, gua enggak deketin siapapun dan bahkan gadis yang maksud loe itu! Loe salah tanggap Ver, semua yang loe lihat itu adalah suatu kejadian yang tidak disengaja ver!"


"Aiih! Ngeb*cot aja loe Lan! Udah jelas-jelas loe menci*mnya! Masih mengelak apa lagi loe hah! Nyesel gua udah punya sahabat macam loe! Diam-diam tapi menghanyutkan!" Lanjut Verza.


"Hey Ver! Kenapa loe jadi berubah begini sih? Emangnya apa salah gua?"


"Kep*rat loe Lan! masih aja loe mau ngelak dan masih bertanya apa salah loe hah!" Jawab Verza semakin tenggelam didalam emosi selanjutnya ia langsung memegang kerah Mike serta langsung melemparnya kearah tembok.


Brak!


"Aarrggh!"


Brak! Brak! Brak!


Verza langsung memukul wajah Mike hingga beberapa kali pukulan tanpa adanya perlawanan dari Mike, setelah sudah membuatnya berdarah dibagian hidung, Verza menghentikan pukulannya. Serta posisinya masih berdiri membelakangi Mike sembari masih mengepalkan kedua tangannya.


"Ver, ada apa sebenarnya sama loe?" Ucap Mike.


Sementara Verza masih berdiam diri dan nampak tangan ia mengepal semakin terlihat kuat.


"Hey kawan! Apa Inikah yang dinamakan seorang sahabat? Apakah benar engkau dahulu adalah sahabatku dari aku kecil?" Ucap Mike dengan nada pelan.


Sontak membuat Verza langsung melotot mendengar kalimat yang baru saja Mike ucapkan, karena ia langsung teringat bahwa Alan telah mengalami hilang ingatan.


Verza berlahan-lahan membalikan kembali badannya kearah Mike yang posisinya masih duduk dilantai bersandar di tembok nampak darah mengalir diantara hidungnya.


"Apakah hanya karena seorang wanita membuat telingamu menjadi tuli untuk bisa mendengarkan sejenak penjelasan dariku sobat. Dengarlah, aku sungguh tidak mengingat apapun seperti apa diriku yang dahulu dan seperti apakah lika-liku kehidupanku yang dahulu. Namun, aku merasa bahwa hidupku ini sangat menghargai dan menghormati sebuah ikatan persahabatan lebih dari apapun terlebih lagi hanya karena seorang wanita." Ucap Mike sembari mengelap-ngelap darah yang mengalir diantara hidungnya.


Selanjutnya ia melihat kearah Verza yang mana posisinya masih berdiri tepat dihadapan ia duduk, Mike langsung kembali dalam posisi berdiri tepat didepan Verza berdiri.


Ia langsung memegang kedua pundak Verza.


Plek!


"Hey Ver, dengarlah. Apa yang engkau lihat tadi adalah benar-benar sebuah ketidaksengajaan, bahkan aku pun sungguh ingin meminta maaf kepada gadis itu setelah kejadian yang sungguh tidak disengaja itu, namun engkau tau betul hari ini adalah hari pertama buatku masuk kedalam sekolahan ini, aku tak tau dia ada dikelas apa dan bahkan aku sudah mencari keberadaanmu tetapi kamu.."


"Cukup Alan!" Jawab Verza menghentikan ucapan Mike lalu ia langsung memeluk tubuhnya sembari meneteskan air mata.


"Maafin gua Alan..Gua udah keterlaluan sama loe, maafin gua." Ucapnya lirih.


Mengetahui hal tersebut membuat Mike langsung menepuk-nepuk pundak Verza ketika Verza menangis dalam pelukannya karena Versa merasa sangat menyesal telah berburuk sangka kepada Alan sang sahabat sedari mereka kecil.

__ADS_1


"Sudah Ver sudah." Ucap Mike melepaskan kembali pelukan Verza sembari ia masih memegang pundaknya.


Verza menundukkan kepala sembari mengelap-ngelap air mata dipipinya.


"Aku benar-benar sungguh manusia yang bodoh! Aku terhanyut dalam emosi sesaat hanya karena seorang wanita!" Ucapnya.


"Hey, sudahlah tak usah loe bahas dan tak usah loe terlalu memikirkannya. Tentang wanita itu adalah urusan loe yang terpenting loe sekarang tidak berpikir yang tidak-tidak sama gua." jawab Mike sembari tersenyum.


"Justru itu yang membuat gua malu sama loe Alan!"


"Ah, bukankah biasanya juga loe yang malu-maluin hah?" Jawab Mike sembari tertawa untuk melegakan suasana.


"Sue loe!"


Alhasil menjadikan Verza ikut tertawa ketika mendengar dan melihat Mike tertawa mencandainya.


***


Foto yang ada didalam hape miliknya ketika ia memperlihatkannya kepada Mike adalah foto Mike bersama dengan Ani ketika Mike tidak sengaja menabrak Ani hingga keduanya saling terjatuh dan terjadi sebuah ciuman yang tidak disengaja.


Ketika itu Posisi Verza jua sedang berada disana namun berjarak cukup jauh dari keduanya. Ia berada disana adalah untuk melihat Ani karena ia memang menyukai Ani sudah cukup lama, namun ia tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkan perasaannya tersebut menyadari sikap Ani yang pendiam dan sangat berbeda dari gadis-gadis pada umumnya.


Dan ia juga belum sempat menceritakan tentang perasaannya kepada wanita tersebut kepada sang sahabat yaitu Alan. Karena sudah diketahui dan sudah ia pahami jika ia bercerita tentang hal tersebut kepada Alan akan percumah karena pasti ia tidak ditanggapi apapun oleh Alan. itulah yang Verza pikir selama ini.


***


Disaat keduanya sudah saling tertawa selanjutnya Mike lanjut berbicara dengan berbagai macam candaan membuat Verza kembali ceria dan melupakan kejadian yang baru saja terjadi. Dan kini Verza memiliki rasa yang berbalik dari sebelumnya setelah sebelumnya ia sempat memiliki rasa benci terhadap Mike karena ia telah terbakar api cemburu. Kini ia menjadi semakin sayang terhadap sang sahabat.


Grek! Grek! Grek!


Mike menggoyang-goyangkan galon yang terdapat didalam asrama mereka karena ia merasa haus.


"Aiih! Kosong pula isinya nih ah sial!" Ucap Mike.


"Iya gua belum sempat beli kemarin, yaudah loe minta aja dulu satu gelas ke kamar sebelah, disebelahkan kamarnya Yadi." Jawab Verza.


"Oho! Loe Nyuruh gua ngemis gitu hah? sue!" Lanjut Mike sembari berjalan membawa gelas hendak keluar dan berjalan kearah kamar sebelah.


Setelah ia sudah keluar, ia mendapati pintu kamar sebelah sedang tidak tertutup.


"Eh Alan, ada apa?" Tanya salah satu siswa teman Yadi yang mana posisi ia sedang merapikan kasur ketika melihat Mike berdiri tepat di depan pintu masuk.

__ADS_1


"Anu"


__ADS_2