
Guru hendak melanjutkan kalimat kata yang belum tuntas ia ucapkan lantas terhenti sejenak kala terdengar ketukan pintu dari luar kelas.
Tok .. tok .. tok ..
Guru beranjak hendak membuka pintu itu, sontak semula ekspresi sedih penuh duka di wajahnya kini seketika berubah asam kala mengetahui siapa yang mengetuk pintu tersebut yang tak lain ialah Salahsatu siswa bandel yang lagi-lagi terlambat hadir, Yakni Mike.
"Pagi pak .. hehe maaf saya terlambat." Sapa-nya cengegesan tanpa rasa bersalah.
Guru tidak langsung menjawabnya, namun Mike sudah langsung menyelonong masuk. "Permisi Pak, hehe"
Sebelumnya, Guru hendak menghentikan langkah Mike nan hendak menghukumnya lantaran sudah seringkali Mike melakukan hal tersebut. Namun, berhubung situasinya sedang berduka maka ia membiarkan Mike masuk dan mengikuti pelajarannya.
Mike langsung duduk disebelah Alan tanpa mempedulikan yang lainnya apalagi melihat ke arah Ananta sekalipun Ananta tidak lepas pandang sedari dia masuk.
"Lan, Aman kan? Hehe maap." Bisiknya cengegesan, lantas Alan langsung menyenggol pundaknya supaya dia diam, lantaran Sang guru sedang berdialog belum tuntas. Akhirnya Mike terdiam sembari mengikuti siswa dan siswi fokus mendengarkan Penyampaian Guru yang belum tuntas di bicarakan itu.
***
Akibat rasa penasaran yang cukup tinggi dari salahsatu siswa yang duduk pada posisi paling pojok belakang menyerukan pertanyaan langsung kepada guru, yakni Jovan.
"Pak, maksudnya berduka itu apa ya pak?" Tanya-nya.
"Baik, akan segera saya sampaikan, salahsatu siswa dari kelas sebelah bernama Andika telah menghembuskan napas terakhirnya hari ini"
Sontak seluruh siswa-siswi Khususnya Alan, Ananta dan Mike sangat terkejut mendengar berita tersebut.
"Memangnya apa penyebab dia meninggal pak?" Tanya Jovan lantaran dia memang memiliki jiwa keingintahuan yang cukup tinggi dalam segala hal. (Kepo)
"Untuk kasus penyebab dia meninggal dunia, saya sendiri tidak mengetahuinya, namun mendengar kabar dari pihak keluarganya, dia dirawat dirumah sakit dari beberapa hari yang lalu. Dan berakhir dengan duka seperti ini. Mari kita semuanya berdo'a kepada Tuhan, semoga beliau tenang di alam Surga" Guru memimpin doa kepada seluruh siswa-siswi.
Disaat doa sedang berlangsung, Mike melirik Alan serta sedikit menyenggol pundaknya.
Seet!
"Wei Lan, apa kamu mengetahui penyebabnya?" Bisiknya.
"Khusyuk'kan berdoa dulu." Jawab Alan mengalihkan perhatian. Mike cengegesan, akhirnya ia menurutinya untuk khusyuk dalam doa. Usai berdoa, lantas pelajaranpun di berlangsungkan.
Selama pelajaran sedang berlangsung, Mike bertingkah seperti biasanya yakni Usil. Namun keusilannya kali ini sedikit berbeda lantaran ia teringat permasalahan yang menyangkut Ananta.
__ADS_1
Ia menyobek satu lembar buku lantas ia rem*s, kemudian dilemparkannya ke arah Ananta.
Suut!
Lemparan itu tepat sasaran ke telinga Ananta lantas Ananta menoleh penuh asam kepadanya. Namun sebaliknya dengan Mike, saat Ananta menolehnya, dia mengedipkan satu matanya, sembari nyengir kuda.
"Hehehe"
Mengetahui keusilan Mike, lantas Ananta lempar kembali kertas itu ke arah Mike, namun dia salah sasaran melainkan lemparannya itu mendarat tepat di kepala Alan.
Suut!
Klotak!
Lantas Alan menolehnya, namun Ananta sendiri mengalihkan perhatian nan berpolah seakan-akan dia tidak melakukan apapun.
'Sialan!' Batin Ananta.
Mike menyaksikan ekspresi Ananta tampak lucu baginya, membuatnya tertawa hingga reflek tertawa cukup nyaring serta sedikit memukul mejanya.
Brak! Brak! "Huahaha ekspresi macam apa itu loe Ta, huaha"
Alhasil, sebuah penghapus langsung melayang di udara dari arah depan, mendarat tepat di kepala Mike.
Klotak!
Sontak Mike langsung cengegesan sembari garuk-garuk kepala nan di tambah jua dapat cubitan dari sang Adik.
"Bisa diam atau tidak kamu, kak?" Bisiknya seraya mencubit sang kakak.
"Atah, atah, atah, Awuuuhfff sakit Lan, lepasin .." rintih Mike menahan sakit namun tak mampu berteriak. Tapi semua itu sudah cukup menjadi pusat perhatian seluruh siswa-dan siswi didalam kelas.
Setelah itu, dilanjutkan oleh guru berdialog seperti biasanya yakni menegur Mike sebelun akhirnya kembali kedalam belajar mengajar.
***
Next
Beberapa waktu kemudian, sudah memasuki waktu istirahat. Lantas masing-masing aktifitas siswa-siswi seperti biasanya, yakni ada yang masih didalam kelas.
__ADS_1
"Alan, ssttt wei, Lan" bisik Mike mengkode ke arah Ananta semasih Alan sedang menata peralatan tulis ke dalam tas, dalam ekspresi yang tidak bisa Mike ketahui.
Alan menoleh, lantas menoleh jua ke arah yang Mike lihat yakni Ananta. Namun, Ananta sendiri tidak menoleh ke arah mereka berdua cenderung masih tampak asam sedari pagi.
"Ekspresi dia samasekali tak berubah dari pagi. Em .. gimana bila Aku mulai beraksi sekarang saja ya." Ucapnya. Namun Alan masih diam saja karena ia jua tidak mengetahui harus bertindak apa khususnya menjelaskan tentang segala kejadian yang sudah berlalu. (Kesalahpahaman)
Akhirnya Mike beranjak berdiri dari tempat duduk lekas melangkah menuju meja Ananta yang tidak jauh darinya. Namun, begitu ia berdiri, Ananta jua berdiri.
"Ta, Tata oi" Panggilnya ketika melihat Ananta hendak melangkah keluar.
"Haiyaa .. bocah ini, wei tunggu Ta!" Seru Mike lekas melangkah menyusul Ananta ke arah pintu lantaran Dia samasekali tidak menolehnya.
"Wait, wait, Berhenti dulu oih" Lanjutnya lagi seraya meraih tangan Ananta, namun .. Tangan Mike lekas dia tangkis.
Seet!
"Lepasin tangan Gue, Mike!" Pekiknya tampak Asam. Sontak para teman-teman rombongan yang masih didalam kelas menyaksikan itu hendak berdiri untuk menyusul, namun Mike sudah lebih dulu mengkode mereka supaya tidak ikut serta.
"Gua mau ngomong bentar sama loe Ta, plis." Pinta Mike. Namun, Ananta tidak menggubrisnya lantas melangkah pergi dari hadapan Mike seraya melirik arah Alan yang masih duduk di kursi, masih dalam ekspresi Sama.
"Ta, oih Tunggu, Ta!" Seru Mike, lantas ia melirik ke arah Alan sejenak sebelum kemudian Alan mengangguk (Mempersilahkan) Lantas Mike segera menyusul Ananta lantaran Alan mempersilahkanya untuk sang kakak beraksi. (Memberi penjelasan)
Setelah mereka pergi, Lantas semua kelompok Mike mendekat ke tempat duduk Alan, termasuk jua Jovan yang ikut menyaksikan. (kepo)
Sementara Mike sudah tertinggal jarak cukup jauh dari Ananta lantaran Ananta pergi keluar kelas sembari sedikit berlari, Alhasil ia melangkah untuk mencarinya sekaligus mencari Maria kedalam kelas dia, menyadari hanya Maria lah sahabat dekat Ananta. Pikirnya.
Kebetulan tepat Mike sampai didepan pintu kelas Maria, posisi dia (Maria) sedang melangkah didepan pintu hendak keluar, alhasil nyaris bertabrakan dengannya.
Seep!
"Oit, oit, haiyaa .. untung kagak bablas nyosor, eh .. hehe maap." celetuk Mike sembari menutupi bibirnya sendiri yang membuat Maria tersenyum tampak malu-malu padanya.
"Hehe, oh iya Mar itu .. Ananta tadi gak kesini kah?" Tanya-nya langsung. Lantas Maria mengelengkan kepala belum menjawab apa-apa lantaran dia memang malu bila berhadapan Mike hingga sedekat itu.
"Oh, gua kira kesini, yaudah gua tinggal dulu ya" Pamitnya seraya menepuk pundak Maria nan mengedipkan satu mata diiringi senyum khasnya yang sering tebar pesona itu.
Plek!
Cling!
__ADS_1
"Bye" Pungkasnya seraya melangkah pergi nan melambaikan tangan. Sontak Maria tertawa kala setiap kali melihat Mike selalu bertingkah seperti itu kepadanya.
Next