Story Of The Lives Twins

Story Of The Lives Twins
BAB 42


__ADS_3

Catatan


Masih pada kejadian sebelumnya


Ingat ya, pada bagian bab ini terdapat konten dewasa, dan juga terdapat bahasa kasar serta kata umpatan.


"Hey tutup mulut loe Andika! Loe mau gue mengatakannya hah? oke akan gue katakan, Ya Gue akui gue memang menyukai Mike dari pertama kenal sama dia dan gue sudah menyukainya jauh sebelum kenal sama loe, apakah sudah jelas hah! dan ingat satu hal, jangan pernah loe bilang lagi dia baj*ngan karena dia sangat jauh lebih baik daripada loe, ngerti!"


"Cih, lebih baik dari gua loe bilang hah? lalu apakah Mike tau loe menyukainya sejak lama? dan apakah sebaliknya Mike juga menyukai loe, hah?"


"Dia menyukai gue ataupun enggak itu urusan dia, yang jelas gue menyukainya dan yang pasti cinta itu tidak harus memiliki. Gue sudah cukup bahagia selalu berada disisinya menjadi sahabat terdekatnya, ngerti loe!" pungkas Ananta.


Crek crek crek


Ananta hendak langsung pergi keluar, namun pintu mobilnya dikunci oleh Andika.


"Buka pintunya Andika, gue mau keluar." Pinta Ananta seraya masih terus-menerus mencoba membuka pintu tersebut.


"Cih, haha kasian sekali Nona mencintai seorang sahabatnya sendiri sejak lama tapi tidak berani mengatakannya, sementara ada pangeran yang mencintainya di acuhkan. Loe mau keluar? sinih cium gua dulu," pinta Andika mengejek dan meminta Ananta untuk menciumnya.


"Apa apaan loe gak tau diri sekali, memalukan!" jawab Ananta sembari terus mencoba membuka pintu mobil yang masih terkunci.


"Aiih, cepatlah cium gua dulu" ulang Andika kemudian dia langsung mendekat ke tubuh Ananta seraya memaksa mel*mat bibirnya.


Eempphh!


"Lepasin biadab! dasar baj*ngan tengik tidak tau malu kau!" Pekik Ananta langsung mendorong tubuh Andika yang sedang memaksa melum*t bibirnya.


"Brengs*k! berani-beraninya Loe ngatain gua baj*ngan! Wah oke gua akan buktikan seberapa baj*ngannya gua!" Jawab Andika seraya langsung menampar pipi Ananta.


Cepret!


Praak!


Sontak Ananta langsung tidak sadarkan diri karena Andika menamparnya sangat keras. Setelah Ananta tidak sadarkan diri, Andika kembali memacu kendaraannya dengan kecepatan penuh menuju Markas para geng kakaknya.


***


Jalanan menuju markas geng kakaknya cukup jauh dan terjadi kemacetan cukup parah pada lalu lintas karena sedang terjadi insiden kecelakaan yaitu mobil bertabrakan dijalan yang sedang ia lalui tersebut.


Karena jalan yang tersendat, Andika khawatir Ananta keburu sadar dari pingsannya, selanjutnya ia keluar dari mobil saat kemacetan parah untuk mengambil tali yang berada di jok belakang.


Setelah tali sudah ia dapatkan, ia langsung mengikat tubuh Ananta menggunakan tali tersebut. Tapi tidak hanya itu saja ia juga langsung menutup mulut Ananta menggunakan lakban hitam mengantisipasi jika sampai Ananta berteriak jika dia kembali sadar. Setelah semuanya aman dan jua jalan raya sudah kembali normal, ia segera bergegas melanjutkan kembali perjalanannya.


Tidak selang waktu lama ia telah sampai di Markas kakaknya pukul 15:30 pm. Ananta masih belum tersadarkan diri, Andika langsung membopong tubuh Ananta dari dalam mobil segera masuk kedalam markas para geng kakaknya.


Didalam markas tersebut adalah sebuah rumah kosong tak berpenghuni yang letaknya jauh dari kawasan penduduk, rumah tersebut dijadikan tempat mereka saat berpesta sabu-sabu dan obat-obatan terlarang lainnya, dan juga rumah tersebut memang tempat untuk mereka berkumpul.


***

__ADS_1


Drap drap drap


Suara hentakan kaki Andika ketika masuk ke dalam rumah tersebut sembari membopong tubuh Ananta. Ia langsung menaruh Ananta di lantai dan ia sandarkan kepala Ananta di tembok.


Bruuk!


Seketika semua orang yang berada disana diantaranya


Anwar, Rehan dan Satria, mereka bertiga selaku para kelompok utama geng yang dipimpin oleh Bonanza. Dan para kelompok lain diantaranya


Tora vs kawan-kawan


Tharn vs kawan-kawan


Wendi vs kawan-kawan


(Kembali lihat pada bab 15)


Melihat Andika ketika dia datang sembari membopong seorang gadis masih mengenakkan seragam sekolah merasa terheran-heran.


Kemudian Anwar (kakaknya) mendekat ke Andika.


"Siapa dia Andika?" tanya Anwar karena melihat gadis tersebut masih mengenakkan seragam sekolah sama seperti milik Andika.


"Mainan" jawab Andika singkat sembari menoleh ke seluruh orang-orang yang berada di sana.


Andika tidak pernah bercerita kepada sang kakak bahwa gadis yang sedang di bawanya adalah kekasihnya, namun Andika dan Anwar sendiri pun memang sesama baj*ngan karena sering main dengan para wanita j*lang tanpa Ananta ketahui selama ini.


***


Ketika Andika usai mengucapkan kalimat tersebut, ada datang seseorang memasuki rumah itu yaitu Bonanza musuh terbesar Mike alias kepala geng mereka.


Bonanza langsung mendekat ke arah Anwar dan Andika saat posisi mereka sedang berdiri di depan Ananta yang masih duduk meringkuk dengan tubuhnya yang masih terikat tali dan belum sadarkan diri.


Ketika Bonanza datang menghampirinya, dia langsung jongkok melihat Ananta dari ujung kaki hingga kepala serta langsung membelai rambut dan wajah Ananta.


"Wow oke sekali nih cewek, body-nya mulus, dan wow parasnya sangat cantik" ucapnya secara langsung.


Bonanza kembali berdiri dan langsung mengambil botol air mineral di atas meja lalu langsung ia siramkan di kepala Ananta sehingga Ananta langsung kembali sadarkan diri.


Sontak Ananta terkejut ketika ia membuka matanya melihat sejumlah lelaki dengan tampang beraneka ragam berdiri di depannya. Setelah itu Andika kembali mendekat ke Ananta langsung membuka lakban di mulut Ananta secara kasar.


Kreeks


Ananta melirik ke arah Andika dengan tatapan tajam seraya melirik jua ke sejumlah orang yang berada disana. Kemudian Andika mulai membelai pipi Ananta, sementara Ananta sendiri langsung menghindar. Ketika Andika hendak kembali membelai wajah Ananta, Ananta langsung meludahinya


Cuih!


Sontak membuat Andika langsung emosi.

__ADS_1


"Biadab! dasar Gadis j*lang!" Pekik Andika seraya kembali berdiri serta langsung menampar Ananta.


Prak!


"Loe yang baj*ngan dasar anj*ng! apa maksud semua ini hah! kenapa loe bawa gue kesini, siapa mereka cepat lepasin gue, anj*ng!"


Mendengar kalimat yang Ananta ucapkan tsrsebut Andika melotot hendak kembali menamparnya, namun sebelum jadi ia lakukan Andika langsung ditarik mundur oleh Bonanza.


Seet!


Setelah Andika mundur, Bonanza mendekat ke Ananta.


"Sssttt.. hey jangan teriak-teriak gadis manis, sini Abang bantuin melepaskan ikatannya ya.." Ucap Bonanza dengan suara lembut.


Bonanza langsung melepaskan tali yang mengikat di tubuh Ananta secara perlahan. Disaat Bonanza sedang membuka tali yang mengikat di tubuh Ananta tersebut, Ananta melirik ke sejumlah orang yang berdiri mengelilinginya dengan tatapan sinis. Setelah Bonanza selesai membuka tali itu, ia mendekat ke telinga Ananta sembari berbicara lirih.


"Aroma tubuhmu sungguh menggairahkan"


Mendengar bisikannya tersebut Sontak Ananta langsung melotot lalu ia langsung mendorong tubuh Bonanza menjauh dari tubuhnya.


Seet!


"Biadab kau!" Pekik Ananta.


Karena Bonanza bertubuh tinggi besar dan kekar ia hanya mundur beberapa langkah kebelakang ketika didorong oleh Ananta yang berbadan kecil dan langsing. Bonanza langsung tertawa di susul oleh semua orang tertawa terbahak-bahak termasuk Andika.


"Hahaha"


"Lelucon macam apa ini b*ngsat!" Ananta kembali berteriak seraya melotot tajam ke arah mereka.


Ananta hendak langsung berlari pergi, mencoba menerabas segerombolan orang yang sedang mengelilinginya alhasil ia kembali didorong ke arah posisi tengah oleh mereka.


"Hey! apa yang kalian lakukan! Pergi! jangan mendekati saya! pergi!"


"Ulala Gadis manis.. sssttt jangan teriak-teriak gitu dong, nanti kamu batuk loh.. sssttt sini dekat sama Abang sini jangan takut sayang.."


Satria sembari menjilat-jilat bibirnya sendiri disusul oleh sejumlah orang yang berada disana. Perlahan-lahan segerombolan orang-orang tersebut mendekat ke Ananta, sementara Ananta berlari ke sana dan kemari sembari berteriak dan menangkis tangan-tangan dari orang-orang itu yang perlahan-lahan hendak membelainya.


Saat orang-orang itu sedang mendekati Ananta, Bonanza mundur beberapa langkah mendekat ke Andika serta langsung berbisik kepadanya selaku Andika lah yang membawa gadis tersebut.


"Hey kawan, jadi gimana nih?" Tanya Bonanza memberi sebuah kode.


"Terserah gimana baiknya, tetapi akan lebih asyik jika kita Langsung main bersamaan, gua mau membuat dia trauma sepanjang hidupnya dan mengenang perkataan yang ia lontarkan sendiri ke gua (baj*ngan) dan gua juga ingin setelah ini Mike mengetahui tentang ini secepatnya hahaha" jawab Andika sembari tertawa iblis.


"Apa? kau bilang Mike? apakah gadis itu pacar dia?" Tanya Bonanza.


Andika langsung terdiam karena sebenarnya Ananta adalah kekasihnya sendiri bukanlah kekasihnya Mike.


"Aaaiih okelah gua ngerti bro, siapapun gadis itu jika apapun ada hubungannya dengan Mike, loe tidak usah khawatir, semua akan beres, hahaha"

__ADS_1


__ADS_2