Story Of The Lives Twins

Story Of The Lives Twins
BAB 32


__ADS_3

Sementara Ika langsung menjerit ketika Ferdi kembali dianiaya oleh massa, Ia pun tiada henti-hentinya memohon kepada para warga supaya berhenti memukuli suaminya.


"Hentikan, tolong berhenti memukuli suami saya pak, tolong.. kasihanilah suami saya, saya mohon.. hiks hiks hiks" Ika menangis histeris sembari terus-menerus memohon kepada para warga, namun ia dipegangi oleh Yadi, mengingat amukan warga saat ini sangatlah beringas.


Akan tetapi Yadi sebagai putra kandung dari Ferdi tidak bisa berbuat apapun, melainkan hanya diam dan menyaksikan sang ayah sedang dihakimi oleh para warga.


"Diam kau! engkau pun sama saja kejinya! engkau mengetahui suami engkau tengah berbuat demikian pada anak kalian, tetapi engkau membiarkannya dan engkau tak melindunginya sebagaimana mestinya menjadi seorang ibu!" jawab para warga yang dominan ke ibu-ibu.


"Tidak Pak, Bu.. tidak seperti itu, tolong hentikan, hiks hiks hiks" Ika hendak mengelak, namun ia sudah tidak bisa merangkai kata-kata lagi untuk menutupi perlakuan yang telah mereka lakukan kepada Alan, ia hanya bisa menangis menyesali perbuatannya.


"Ibu macam apa kau! anak kau sendiri kau lantarkan!" Sambung para Ibu-ibu lain yang merasa geram dengan Ika.


***


"Lan, Alan, buruan bangun Alan." Verza masih terus-menerus memanggil-manggil Mike karena Mike sangatlah sulit untuk dibangunkan.


Ketika Ika sedang menjerit, Mike mendengarnya dari dalam kamar, sontak ia langsung membuka matanya. Ia langsung duduk terbengong sembari mendengarkan suara gaduh dari luar rumah tersebut.


"Puji Tuhan, Akhirnya loe melek juga Lan, huh!"


"Itu.. berisik banget suara orang, sedang ribut-ribut apa sih diluar?" tanya Mike sembari mengucek-ngucek matanya.


"Maka dari itu, ayo loe buruan bangun. Itu di luar sedang ada masalah dengan keluarga loe, Alan" Lanjut Verza.


"Masalah? masalah apaan?" Mike sambil garuk-garuk kepala.


"Aaissh, tak usah lah kau banyak tanya Lan, buruan loe bangun dulu pakai baju, lalu cepetan ikut gua keluar Lan!"


Mike langsung kembali memakai pakaiannya dan langsung di tarik oleh Verza supaya cepat-cepat pergi keluar rumah. Setelah ia sudah keluar dari rumah, Verza langsung menarik tangan Mike ke dalam kerumunan para warga yang sedang berkumpul di halaman depan rumah pak Ferdi.


Verza langsung menggeser para warga untuk memberi jalan kepada Mike menuju ayahnya yang sedang di kelilingi oleh para warga. Ketika Verza sedang menarik tangan Mike, para warga yang melihat Mike langsung Saling berbisik-bisik.


"Ssst eh, eh, lihat tuh itu si Alan datang,"


"Iya benar, itu si Alan, wah lihat tuh kepala dan muka dia benar-benar terlihat lebam begitu, berarti memang benar dia telah dipukuli oleh Ayahnya" sambung para ibu-ibu yang lain.


"Iya, kasihan sekali anak itu,"


"Benar-benar Keterlaluan sekali pak Ferdi, dia tidak bersyukur memiliki anak sebaik Alan, Andaikan saya memiliki anak sepeti Alan, akan saya rawat dengan penuh kasih sayang." Sambung para Ibu-ibu yang lain, mereka merasa iri dengan Ika memiliki Anak yang sangat tampan secara Fisik dan sangat baik.

__ADS_1


Akan tetapi, mereka semua tiada yang mengetahui bahwa Alan bukanlah Anak kandung dari Ferdi dan Ika.


***


Ketika Mike sedang di tarik oleh Verza kedalam kerumunan para warga, Naldo melihat dari arah kejauhan, kemudian dia mendekat ke kerumunan warga karena dirinya juga merasa penasaran. Namun ia memakai jaket dan topi untuk menutupi wajahnya karena disana ada Ayahnya, ia tak ingin keberadaannya diketahui oleh ayahnya jika sampai melihat dirinya sedang berada di sana pada jam-jam belajar.


Ketika Mike dan Verza telah sampai di titik tengah keberadaan Ayahnya sedang dipukuli, kemudian para warga langsung menghentikan pukulannya saat mereka semua melihat Mike datang.


"Alan.. hiks hiks hiks kemari, Nak.." panggil Ika sembari menangis.


Mike masih berdiam diri karena bingung tidak tahu menahu tentang apa yang sedang terjadi, ia lupa bahwa pada malam hari para warga tengah membicarakannya, namun ia sendiri tidak terlalu fokus memperhatikan percakapan diantara mereka, justru ia malah asyik bermain catur.


Kemudian Ferdi langsung di bantu berdiri oleh pak Toni saat para warga kini berhenti menghakiminya. Setelah Ferdi sudah dalam posisi berdiri, Pak Rt selaku orang yang andil dalam kerukunan para tetangga langsung angkat bicara.


"Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, tolong tenangkan diri kalian dahulu Pak, Bu, janganlah seperti ini, kasihan pak Ferdi" Ucap pak RT.


"Tapi, tindakan yang dia lakukan benar-benar sudah keterlaluan Pak, ini sudah sepantasnya yang harus dia terima, akibat segala perbuatan dia" jawab para warga.


"Iya benar! itu benar! biar dia tahu rasanya seperti apa jika tubuh di pukul" sambung warga yang lain merasa geram.


"Iya Pak saya mengerti, namun ingatlah bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, pak Ferdi juga hanyalah manusia biasa yang tidak luput dari kesalahan. Apakah tindakan menghakimi seperti yang bapak-bapak sekalian lakukan ini dapat menyelesaikan masalah? bahkan kita semua belum mendengarkan langsung pengakuan dari pak Ferdi dan Bu Ika, dan kini lihatlah sudah ada dik Alan, ini semua adalah masalah keluarga beliau bapak-bapak dan ibu-ibu, marilah kita berpikir dengan kepala yang dingin, jangan terus-menerus bertindak bermain hakim sendiri." Ucap pak RT.


"Dik Alan, bisakah engkau menceritakan kejadian yang tengah terjadi padamu? apakah benar engkau dianiaya oleh kedua orang tuamu?" tanya pak RT.


Verza mendengar pak RT menanyakan pertanyaan tersebut kepada Mike, dia hendak angkat bicara tentang Alan yang kini hilang ingatan.


Walau sebenarnya pak RT sendiri pun telah mendengar dan mengerti tentang hal demikian ketika ia mendapat laporan dari Mak Moza ketika beliau datang kerumahnya pada malam hari. Namun pak Rt kini tetap menanyakan hal tersebut supaya permasalahannya dapat di tuntaskan dengan sejelas-jelasnya.


Kemudian tangan Verza langsung di sentil (memberi kode supaya Verza jangan ikut campur) oleh pak Tarman yang posisinya berada tepat di sebelah Verza berdiri.


Mike masih terdiam sembari melirik ke arah Ika yang sedang menangis histeris dan ia melirik jua ke arah pak Ferdi yang sudah babak belur dan terlihat lemas.


"Ayo Nak, katakan saja yang sesungguhnya, cukup yang terakhir kalinya saja, katakanlah.." lanjut pak RT dan yang ia maksud dari perkataannya tersebut adalah kejadian tadi malam ketika Mike sebelum pergi ke pos ronda.


"Halah! mana bisa Alan menjelaskan, dia-nya saja hilang ingatan bukankah benar begitu dik Alan?" tanya warga kepada Mike. Karena semua warga telah mengetahuinya.


"Iya benar tuh, mana bisa Alan memberikan jawaban yang sesungguhnya atas segala perlakuan Ayahnya, sudahlah!lebih baik kita hajar saja pak Ferdi biar dia jera'" sambung warga yang lain sebelum Mike angkat bicara.


"Iya itu benar, jangan biarkan manusia keji semacam Ferdi berada di kampung kita, ayo kita hajar saja dia dan seret saja dia keluar kampung kita!" Lanjut warga yang lain.

__ADS_1


"Tenang bapak-bapak sekalian, tolong kalian jangan main hakim sendiri pak tolong hentikan!" Ucap pak RT.


Para warga sudah tidak menggubris lagi yang pak RT ucapkan, kemudian salah satu diantara mereka hendak memukul kembali pak Ferdi yang posisinya berdiri tak jauh dari Mike. Ketika salah satu warga tersebut mengayunkan pukulannya ke arah Ferdi, Mike langsung menangkisnya


Seet!


***


Di sisi lain


ketika Mike sedang menangkis tangan warga yang hendak memukul kembali pak Ferdi, Naldo melihat Wasis telah kembali, kini dia sedang duduk diatas motor sembari menengok kesana dan kemari mencari keberadaan Naldo.


Naldo langsung pergi dari kerumunan warga dan berlari menuju kebawah pohon tempat Wasis menunggunya. Ia pergi dari kerumunan para warga Karena jam juga sudah semakin siang waktunya untuk ia kembali ke sekolah.


"Hey Naldo, loe dari mana sih? eh apakah loe tadi dari sana?btw ada apa sih sebenarnya masalah yang berada disana?" Tanya Wasis.


"Aihhh, itu urusan orang tua! yuk ah kita otw keburu terlambat"


"Urusan orang tua? Maksudnya apaan si? gua penasaran emm.. sepertinya ada drama ya di sana?"


"Drama Korea maksud loe hah?"


"Haha bukan drama Korea lagi coy tapi drama Korengan hahaha Makanya jawab pertanyaan gua dong? loe barusan dari Sana kan? ada apaan sih sebenarnya di sana?" Lanjut Wasis masih bertanya-tanya.


"Kepo loe ah, lagian masa bodo' juga bukan urusan gua, udahlah kita cabut!" Pungkas Naldo sembari hendak memacu kendaraannya


Brem.. Brem..


***


Next


Setelah Mike menangkis tangan warga yang dia ayunkan ke tubuh Ferdi. Mike langsung mendorong salah satu warga yang hendak memukul Ferdi tersebut hingga jatuh tersungkur.


Braak!


Sontak semua mata langsung tertuju pada Mike, dan beberapa diantaranya hendak maju ke arah Mike.


"Alan! apa yang kau lakukan!"

__ADS_1


__ADS_2