Story Of The Lives Twins

Story Of The Lives Twins
BAB 77


__ADS_3

Alan merintih kesakitan saat ia terjatuh dari atas kasurnya. Namun Mike sama sekali tidak mendengarnya. Karena Ia masih tertidur dengan sangat pulas.


Kemudian ia langsung bergegas berdiri, setelah ia berdiri lalu ia menoleh kearah Mike. Ketika ia melihat Mike, ia sedikit terkejut ketika melihat cara tidur Mike yang sangat berantakan. Ia merasa terkejut karena ia melihat Mike seperti melihat dirinya sendiri.


'Astaga Tuhan..'


Ia berdiri disebelah kasur sembari masih melihat kearah Mike hingga beberapa detik. Kemudian ia menoleh jua kearah jarum jam.


'Wah, Sudah siang ternyata'


Karena biasanya ia bangun pada sekitar jam 4:30 ataupun jam 05:00. Kemudian, ia langsung bergegas hendak membersihkan diri dikamar mandi.


***


Di lantai bawah.


Ting.. Tong.. Ting.. Tong..


Suara bel rumah berbunyi hingga beberapa kali.


Kemudian Bu Tiah bergegas untuk segera membukakannya meskipun ia sendiri sedang dalam kesibukan lain. Walaupun ada beberapa pembantu yang lain, namun pada jam itu mereka jua sedang sibuk karena memiliki tugasnya masing-masing.


Clek kreek


"Loh, Tuan sudah pulang.." Sapa Bu Tiah ketika baru saja membuka pintu rumah tersebut dan orang yang memencet bel rumah tersebut adalah Marvin.


Marvin sudah sampai pada kediamannya tepat pukul 06:00. Karena ia meminta Daniel untuk memacu kendaraannya dengan kecepatan penuh walaupun ia menerabas derasnya air hujan ketika sudah melanjutkan kembali perjalanan darat setelah perjalanan laut sudah usai. Dan beruntung selama didalam perjalanan tidak terjadi suatu kendala apapun.


"Apakah Mike sudah bangun bi?" Tanya Marvin sembari langsung melepaskan sepatunya.


"Belum Tuan.. belum bangun." Jawab Bu Tiah sembari berjalan sehabis menutup kembali pintunya.


"Yasudah, biar saya saja langsung yang akan membangunkannya" jawab Marvin beranjak berdiri setelah ia selesai melepaskan sepatunya.


"Tapi anu.. itu tuan.." lanjut Bu Tiah hendak mengatakan apa yang tengah ia lihat pada malam hari bahwa Mike ada dua. Namun ia juga masih ragu-ragu untuk mengatakannya.


Namun Marvin jua sudah tidak menggubris yang hendak Bu Tiah ucapkan, ia langsung bergegas berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Mike.


Setelah ia tiba tepat didepan pintu kamarnya. Ia langsung mengetuk pintu tersebut hingga tiga kali.

__ADS_1


Tok tok tok


Kemudian ia mendapati pintu kamar tersebut ternyata sudah terbuka sedikit. Tanpa basa-basi iapun bergegas berjalan memasuki ruang kamar Mike.


Setelah ia masuk kedalam, Ia melihat posisi Mike masih tertidur. Kemudian ia langsung berjalan mendekat kearahnya.


'Oh Tuhan.. engkau Anakku Michealan.. ' batin Marvin sembari mengusap lembut kening Mike dan langsung meneteskan air mata.


Kemudian, ketika Marvin masih mengusap-usap keningnya, Mike membuka kedua matanya.


"Emmmph.. Papa sudah pulang..?" Ucap Mike dan langsung beranjak duduk.


"I.. iya nak.." jawab Marvin sembari menyapu air mata di kedua pipinya.


"Emm, Papa kenapa..?" Tanya Mike sembari mengucek-ngucek matanya.


"Tidak," jawab Marvin singkat kemudian ia langsung memeluk Mike dengan sangat erat.


***


"Maafkan papamu ini nak.. maafkanlah Papa.." Marvin langsung menangis tersedu-sedu.


"Papa kenapa? Apa yang terjadi dengan papa, kenapa Papa menangis pagi-pagi begini? Ada masalah apa Pa?" Tanya Mike.


"Maafkanlah Papa jika Papa selama ini tidak mengetahui keberadanmu nak, engkaulah Miche.."


Marvin hendak mengucapkan kalimat dengan sebutan nama Michealan, namun kalimatnya menjadi terhenti ketika ia mendengar ada suara didalam kamar mandi.


Gumprraaaang


Suara cawan yang terbuat dari kaca yang biasanya buat menaruh suatu barang milik Mike didalam kamar mandi pecah.


"It.. itu.. suara apa itu? Siapakah yang berada didalam kamar mandimu nak?" Ucap Marvin terkejut ketika suara dari dalam kamar mandi terdengar cukup keras seperti ada suatu benda yang terjatuh. Kemudian karena ia penasaran iapun langsung bergegas menuju kearah kamar mandi tersebut.


"Anu, Itu.. lah itu Siapa ya..?" Ucap Mike bersuara lirih dan merasa bingung karena ia lupa bahwa ia tengah bersama pemuda yang memiliki wajah yang sama dengannya yaitu Alan.


Ketika Marvin melangkah hendak sampai didepan pintu kamar mandi tersebut, kemudian terdengar suara dari dalam kamar mandi itu.


Klek clek clek

__ADS_1


Suara sedang membuka kunci.


Kemudian saat yang bersamaan ketika pintu tersebut sedang dibuka oleh Alan, Mike baru mengingatnya bahwa yang berada didalam kamar mandi tersebut adalah pemuda yang memiliki wajah yang sama dengannya. Kemudian ia hendak berkata kepada sang ayah.


"Itu dia Pa, anu.." kalimatnya menjadi terputus ketika Marvin langsung menoleh kembali kearah kamar mandi tersebut ketika pintu kamar mandi tersebut telah terbuka sepenuhnya oleh Alan.


Ketika Marvin melihat Alan keluar dari dalam kamar mandi hanya mengenakkan celana jeans panjang tanpa busana atas alias tel*njang d*da membuatnya teramat sangat terkejut.


"Oh Tidak, Ya Tuhan.."


Ucap Marvin sembari melotot melihat kearah Alan karena rasa terkejut yang bercampur dengan rasa bahagia yang tiada Tara didalam lubuk hatinya, ketika melihat kedua putranya sudah bersama.


Dan dia tidak habis kira bahwa kedua putranya sudah saling bertemu, bahkan sudah berada didalam satu ruang kamar yang sama.


"Michealan.."


Ucap Marvin ketika ia fokus melihat kearah d*da Alan yang mana tepat dibagian tengah dadanya tersebut terdapat tanda lahir yaitu tahi lalat sebesar ujung jari kelingking.


Karena Alan belum memakai busana menjadikannya nampak jelas terlihat bahwa dia adalah yang bernama Michealan.


Ketika Marvin menyebutkan kalimat nama tersebut, Mike langsung melompat dari atas kasur dan langsung mendekat kearah mereka.


"Apa yang baru saja papa ucapkan, siapakah dia pa?" Tanya Mike secara langsung dan terlihat sangat bahagia.


Sementara Alan sendiri masih terdiam seribu bahasa.


"Dia.. dia adalah Michealan, dia adalah saudara kembar mu nak." Jawab Marvin dengan mata yang masih fokus melihat kearah Alan dan air mata-nya pun telah mengucur deras diantara kedua pipinya.


"Apakah yang baru saja Papa bilang itu benar, bahwa Aku memiliki saudara kembar Pa.. dia saudara kembarku?" lanjut Mike bertanya nampak ekspresi wajahnya sungguh terlihat sangat bahagia mendengar pernyataan dari Marvin.


Kemudian ia melihat kearah Alan dengan senyuman lebar terlihat diwajahnya.


"Apa maksud anda?" Tanya Alan singkat melihat Marvin dan menoleh jua kearah Mike yang berdiri tepat disebelah Marvin.


"Ya nak, kamu adalah putraku, kamu adalah anakku, Namamu adalah Michealan Stevanus Lawrence. Putraku." Jawab Marvin mengulang-ulang kalimatnya sembari mengelap-ngelap air mata yang mengalir deras diantara kedua pipinya.


"Michealan..?"


"Ya, kamu adalah Michealan, kamu terlahir hanya dalam kurun waktu beberapa menit setelah Mike terlahir. Kemarilah Anakku.."

__ADS_1


Pinta Marvin ingin sekali memeluk Alan sembari ia masih menangis.


__ADS_2