Story Of The Lives Twins

Story Of The Lives Twins
BAB 83


__ADS_3

Lantas Marvin dan Mike bergegas berangkat pada saat itu juga.


***


Disisi Alan


Semasih didalam perjalanan, rasa pusing sangat membelenggu pikiran Alan, tak ayal membuatnya tertidur di sepanjang perjalanan.


Sebab kala mereka sedang berkendara, terjadi hujan lebat turun secara beriringan. Tidak selang waktu lama mereka pun tiba pada perjalanan laut (naik kapal).


Setelah kendaraan telah terparkir dengan rapi didalam kapal, Joy mengajak Alan untuk mengikutinya masuk kedalam dan beristirahat diruang penumpang yang telah tersedia didalam sana.


Namun, Alan tidak ingin ikut serta mengikuti Joy. Ia masih diam dan merenung didalam mobil, bila keluar hanya sesekali ketika kapal sudah berlayar di tengah laut. Karena kebetulan kendaraan mereka terparkir pada bagian atas, sehingga tidak terlampau pengap dan panas.


Berdiri merenung pada pagar pembatas dibagian parkiran kendaraan didalam kapal itu, Ia memandang jauh kearah laut sembari merenungkan segala hal yang terjadi didalam hidupnya. Hingga kapal yang ia naiki tersebut bersandar pada dermaga tempat daerah asalnya.


Kemudian, mereka kembali melanjutkan perjalanan darat hendak menuju daerah tempat tinggal mereka, yang mana jarak tempuh masih sekitar tiga jam perjalanan hingga sampai pada daerah tersebut.


***


Tiga jam telah berlalu, merekapun akhirnya tiba di perkampungan tempat asalnya. Joy mengendarai mobilnya langsung menuju ke kediamannya, sebab kala menjelang sampai, Joy melihat Alan masih tertidur sehingga ia merasa tidak enak bila membangunkan Alan lantas menyuruhnya turun pada persimpangan jalan kearah rumah dia.


Ketika tepat kendaraannya berhenti, Alan terbangun. Lantas ia bergegas menyusul turun karenanya Joy sudah lebih dulu turun untuk buang air. Setelah Alan turun, lantas Joy menghampirinya seusai Dia menyelesaikan urusannya dikamar kecil.


"Mampir dulu sini bro, masuk kedalam ngopi-ngopi dulu kita" Joy mengajak.


"Tidak bang, terimakasih. Saya langsung pulang saja, sudah menjelang petang juga ini" jawab Alan tersenyum hangat.


"Aih, Yasudah bro kalau begitu, oh iya ataukah kau mau gua antar?"


"Tidak bang, terimakasih"


"Aiih, tak usah sungkan lah kau bro, ada motor saya didalam"


"Tidak bang, terimakasih saya pulang dulu ya bang" Pungkas Alan sembari melangkah pergi.


Setelah Alan melangkah pergi, Joy masih berdiri diteras depan rumah sembari garuk-garuk kepala melihat Alan sangat berbeda dari kemarin.


'Aeh .. Aneh nian sikap sanak tu, Semacam ada dua orang yang berbeda. brrr entahlah' Joy terheran.

__ADS_1


***


Alan berjalan hendak pulang kembali kerumahnya. Langkah demi langkah yang ia pijak menuju ke rumahnya begitupun dengan kata demi kata jua ia gumamkan didalam batinnya.


Alan merasa pasrah ketika ia hendak pulang kembali kerumah Ferdi, pasrah jika ia kembali dianiaya oleh mereka karena ia menyadari dalam beberapa hari ini tidak pulang dan tidak pula memberikan kabar. Namun, ia belum mengetahui bahwa kini Ferdi telah tiada kala ia sedang menjadi Mike.


Di perkampungan tempat Alan tinggal masih terbilang cukup sepi, karena kawasan tempat ia tinggal tersebut masuk kearah jalan kecil, bukan tepat dipinggiran jalan besar penghubung antar propinsi.


Alan berjalan melewati berbagai ladang milik warga yang terpampang dipinggiran jalan kecil yang sedang ia lalui. Karena jarak rumah Joy dan rumah Ferdi cukup jauh.


Kala Alan tengah berjalan pada jalan kecil itu, tiba-tiba ia dihadang oleh dua orang lelaki bertubuh besar dan tinggi. Sontak membuat Alan terperangah dalam kejutan tak ayal menghentikan langkahnya tepat didepan kedua orang tersebut.


Perlahan-lahan Alan meluruskan pandang kearah kedua orang tersebut, kala sebelumnya ia berjalan sembari menundukkan kepala.


Ketika Alan tepat memandang kearah mereka, mereka melihat tajam kearahnya. Kemudian Alan beranjak hendak langsung menerobos kedua orang tersebut, namun kedua orang itu langsung mencengkram tangan Alan cukup kuat.


seep!


"Hey, hey, Mau kemana kau sanak Lunik!"


"Lepaskan tangan saya! Siapa anda kenapa anda tiba-tiba menghalangi jalan saya!"


"Siapa saya itu tidaklah penting! Cepat ikut kami" Jawab orang tersebut sembari memegang tangan Alan cukup kuat.


"Tidak! Lepaskan tangan saya! Ada urusan apa kalian menangkap saya semacam ini! Dan hendak kemanakah kalian membawa saya bila saya menuruti kalian."


"Tak usah banyak cakap kau! Diam dan patuhlah. Jika tidak, maka kami tidak akan segan-segan melukai kau!" Pekik kedua orang tersebut seraya melotot tajam tampak menyeramkan.


***


Kemudian Alan ditarik paksa oleh kedua orang tersebut menuju ke suatu tempat. Lantas dimasukkanlah Alan kedalam kendaraan. Dan setelah mereka sampai pada suatu tempat yang dimaksud, Alan langsung dihadapkan kepada seseorang. Tetapi tempat tersebut berada lumayan jauh dari kawasan tempat tinggalnya alias berbeda kecamatan.


"Ini bos, kami telah menemukan orang yang anda cari" Ucap salah satu dari kedua orang tersebut mengatakan kepada seseorang yang berada didalam rumah tersebut. Posisi orang itu sedang duduk di kursi membelakangi mereka.


Setelah mendengar laporan dari mereka. Orang tersebut berbalik badan melihat tepat kepada Alan, kemudian dia tersenyum. Lalu dia mempersilahkan Alan untuk duduk.


Alan lekas duduk, namun ia merasa sangat bingung, dia tidak mengenali siapakah orang yang sedang duduk dihadapannya tersebut dan ada maksud apakah orang itu tiba-tiba menyuruh orang untuk memanggil dia kerumahnya.


"Maaf, Anda siapa ya? dan ada keperluan apa dengan saya?" Tanya Alan.

__ADS_1


"Saya Johan. Ada sesuatu yang hendak saya tanyakan kepada engkau. Dan saya perlu penjelasan dari apa yang telah kau lakukan."


"Apa maksud perkataan anda? Saya sungguh tidak mengerti." Jawab Alan tampak bingung.


"Hemph" Johan tersenyum tipis. Lantas ia memanggil seseorang untuk datang kedalam ruang tersebut.


"Jes! Kemari kau." Ucap Johan kepada Jessi. Ya, dia adalah Johan ayah-nya Jessi.


Tidak butuh waktu lama, lantas Jessi keluar dari dalam kamar melangkah kearah mereka duduk rapi di atas kursi seraya menyapu air mata di pipinya sendiri.


"Katakanlah! Apakah benar pemuda ini yang kau maksud yang telah membuatmu menangis sepanjang hari semacam ini hah! Katakan!" Bentak Johan ketika Jessi baru saja sampai dan berdiri tepat disebelah Johan. Karena Johan dibuat pusing oleh Jessi yang mana Jessi terus menerus menangis.


"Benar pa, dialah lelaki baj*ngan yang telah menodaiku" Ucap Jessi secara to the point.


Mendengar hal tersebut sontak membuat Johan melotot terkejut begitupun dengan Alan ia merasa sangat terkejut setelah mendengar yang Jessi ucapkan. Kemudian mereka langsung berdiri masing-masing dan memandang kearah Jessi.


"Apa maksud ucapanmu Jessi. Kenapa kamu berkata seperti itu?" Tanya Alan.


"Apakah engkau lupa hah! Dasar biad*b, papa lihatlah pemuda ini memang sangat baj*ngan. Dia tidak mau mengakui apa yang telah ia perbuat!"


"Perbuat apa maksudmu Jessi! Memangnya apa yang telah ku perbuat padamu?" Alan semakin bingung. Karena ada-ada saja permasalahan yang muncul yang mana dia tidak mengetahui awal mulanya.


"Masih mau mengelak kau Alan! Papa lihatlah ini, ini adalah bukti ketika itu dia memaksaku untuk melayani napsu bejadnya! Aku dipaksa olehnya hingga dia akhirnya merenggut kesucian ku." Ucap Jessi memperlihatkan sebuah foto kepada sang ayah.


Sontak membuat Johan langsung melotot tajam ketika melihat isi foto tersebut.


"Bed*bah! Apa ini hah!" Teriak Johan kepada Alan sembari langsung melemparkan foto tersebut kepada Alan.


Sontak membuat Alan semakin bingung, kemudian ia mengambil foto yang dilemparkan oleh Johan itu di lantai.


Betapa terkejutnya Alan ketika melihat posisi foto yang sedang ia lihat adalah foto orang yang memiliki wajah dengannya (Mike) masih menggunakan seragam sekolah nampak posisi dia sedang berada diatas tubuh Jessi dengan meletakkan tangan tepat di area dada Jessi.


'Astaga Tuhan, ini.. bukan! Ini bukanlah aku, apakah.. Oh tidak! Apakah ini Mike?' Batin Alan bertanya-tanya sembari melihat foto tersebut.


***


Catatan


Kisah ini berlanjut pada seputar permasalahan saat ketika Mike sedang menjadi Alan. Jika para pembaca lupa akan hal tersebut silahkan dibaca kembali pada bab bagian 55, 56, dan 57.

__ADS_1


Terimakasih.


Saat ini Posisi Marvin dan Mike sedang berada didalam perjalanan.


__ADS_2