
Namun sebaliknya dengan mereka, justru merekalah yang meminta maaf cenderung merasa tidak enak kepadanya. Lantas beberapa diantara merekapun saling berbisik nan menimpuk kepala Kenji.
Plak!
"Loe juga si, Ken. Kebiasaan!" Celetuk Al.
"Awuh, atit taux"
"Sudah, sudah .. tidak masalah, saya mengerti kawan." Sambung Alan ditengah mereka sedang berbisik.
"Oh iya, memangnya kemana Mike, Kok dia gak berangkat bareng loe?" Tanya Ivan seraya menoleh keseluruh penjuru arah.
"Oem .. Mungkin sebentar lagi dia sampai, yasudah saya masuk dulu." Pungkas Alan mengakhiri perbincangan.
Sesudah ia masuk kedalam ruang kelas, tak lama kemudian seluruh siswa dan sisiwi jua menyusul masuk, termasuk Ananta. Namun, begitu Ananta masuk dia samasekali tidak menoleh ke arah Alan, selain memang dia sedang marah akibat masalah kesalahpahaman kemarin, sebab dirinya kini sedang dirundung emosi atas perkara dengan seorang siswi asing tadi.
Alan sesekali menoleh ke arahnya, lantaran meja tempat ia duduk memang bersebrangan langsung dengan dia. Lantas melihat ekspresi Ananta tampak tidak memungkinkan untuk disapa, akhirnya Alan mengalihkan perhatiannya sendiri untuk membuka buku sembari menanti kehadiran Mike sekaligus Guru.
Skip
***
Disisi Mike
Beberapa menit yang lalu. Tepatnya masih di jam yang sama saat Alan sedang menaiki bus, Mike sedang tertidur pulas di Condominimum milik Saga.
Mereka semua masih tidur dalam posisi yang tidak jelas, seperti kaki di atas kepala temannya maupun kepala di atas kaki, serta suara dengkuran keras saling bersahutan.
Grrrr .. grrr .. grrr …
Handphone milik Saga berbunyi lantaran sudah dihubungi oleh beberapa rekan-rekan kerja-nya. Alhasil, ia bangun lebih awal dibanding Mike, Dion dan juga Samuel.
Usai dia berbenah dan membersihkan diri, lantas memanggil Mike semasih ia sedang memakai baju.
"Wei Mike. Sekolah apa kagak Loe, hoi bangun!" Ucapnya sedikit lantang, seraya menimpuk telapak kakinya.
Plak!
"Umm … 5 menit lagi" Jawab Mike masih terpejam. Lantas Saga hanya menggelengkan kapala sembari menyelesaikan dulu aktifitasnya.
Setelah usai nan nyaris berangkat kerja, melihat Mike dan teman-teman lain masih tertidur, akhirnya ia meraih panci yang biasa dia pakai untuk memasak Mie beserta sendok makan. Lantas ia pukul sendok tersebut di atas kepala para teman-temannya.
__ADS_1
Teng .. treteng .. teng .. teng ..
"Kebakaran, kebakaran, bangun woi, kebakaran!"
Teng .. treteng .. teng .. teng ..
Sontak Mike, Dion dan jua Samuel terkejut, akhirnya bangun nan saling duduk seraya menutupi kedua telinga mereka masing-masing. Sebab Saga melakukannya secara terus-menerus seraya tertawa-tawa.
"Oiih .. Sue, loe Bro! Macam emak-emak lagi bangunin anak-anaknya saja loe, Akh!" Gerutu Samuel sembari garuk-garuk kepala.
"Condominimum Loe kebakar beneran baru ****** Loe, Kunyuk! Lagi mimpi enak-enak bareng cewek, blum klimaks jadi ambyar semua, Kamvret!" Sambung Dion saling menggerutu.
Alhasil, Saga mendekat sembari bawa bantal lantas dia timpuk langsung kepala Samuel dan juga dion.
Blak! Blug!
"Emak-emak, mata loe somplak anjer!" Ucapnya kala menimpuk kepala Samuel, lantas menimpuk jua kepala Dion.
"Klimaks apaan anjer! Rasakan mimpi enak loe yang ambyar Nih,"
Blak! Blug!
"Kebiasaan nonton Video kagak jelas, Otak loe ikut kagak jelas pula loe, Sue!" Gumam Saga Sembari masih terus menimpuk kepala mereka.
Blak! Blug!
"Mau bangun apa kagak kalian orang hah!"
"Oit, oit, ampun .. ampun." Gumam mereka lantas beranjak bangun meninggalkan kasurnya. Sementara Mike masih duduk di atas kasur di posisi paling pojok dalam mata yang masih terpejam nan garuk-garuk kepala.
"Ini anak satu lagi, malah masih merem. Hoi Mike! Mau sekolah apa kagak loe!" Teriak Saga didekat telinga Mike, Lantas Akhirnya tanpa Mike sengaja ia mengayunkan sebuah pukulan keras tepat di wajah Saga.
Seet!
Saga terpental nan menabrak lemari di belakangnya.
Braak!
Sontak Samuel dan Dion terkekeh melihat adegan tersebut. "Hahaha"
"Aish! Dasar Bocah Kunyuk loe Mike, Sue!" Gerutu Saga, sementara Mike masih mengucek-ucek matanya sendiri lantas ikut terkekeh bersama Dion dan Samuel.
__ADS_1
"Hahaha, loe ngapa Main salto-salto sendiri pagi-pagi begini, Bro?" Ucapnya pura-pura Bodoh. (Mengejek)
"Aux ah, gelap! Dah bubar kalian sana, ancur semua ruang kamar gua!" Jawab Saga sinis seraya melihat seluruh ruang kamarnya tampak sangat berantakan. Baik ranjangnya maupun bagian lain tampak kulit kacang berserakan maupun botol minuman usai mereka tenggak semalam.
Lantas .. Usai Saga mengucapkan kalimat tersebut, Mike, Samuel dan juga Dion langsung berkemas masing-masung hendak pulang. Khususnya Mike, usai dia melihat Jam, ia pun melotot reflek, hingga berteriak cukup keras. "What! Apa-apaan ini, ****** gua!"
Ketiga temannya terkejut, namun sebelum mereka berkata-kata, Mike langsung lari meraih jaketnya nan bergegas pulang tanpa pamitan.
"Oih, dasar bocah monkey. Main nyelonong aja dia, Sue!" Gumam Saga menggelengkan kepala, namun semua sudah memaklumi atas sikap Mike yang tidak ada aturan tersebut.
***
Mike menyadari jam sudah semakin siang dan sudah bisa dipastikan sampai sekolah pastilah sudah terlambat. Namun, dia tidak akan menyerah segampang itu untuk tetap berangkat apalagi suasana moodnya sedang bagus. Sebab sudah menjadi hal biasa pula baginya bila tiba disekolah terlambat dimarah guru maupun di hukum.
Keluar dari Condominimun milik Saga, dia memacu kendaraannya sangatlah kencang. Jalur alternatif menjadi andalan, serta rambu-rambu lalu lintas tidak ia perhatikan.
Sesampainya di rumah, dia tidak mandi, melainkan hanya ganti seragam sekolah saja serta menata buku dan peralatan sekolah, kemudian memacu kembali kendaraannya secepat kilat hingga sampai di lingkungan sekolah hanya memakan waktu kurang dari 15 menit.
Tinn .. tinn ..
"Stop Pak!!!" Teriak-nya kala melihat gerbang sekolahnya hendak di tutup oleh petugas. Lantas ngerem mendadak tepat didepan gerbang itu nyaris menabrak sang petugas.
Ciiiit!
"Oit, oit, permisi pak .. maap hehe" Ucapnya. Sang petugas itu hanya meliriknya sinis lantas segara mempersilahkan Mike masuk karenanya ia sungkan sekaligus kesal namun tidak bisa berkutik kala dihadapan Mike sebab betapa Barbarnya siswa ini. Pikir sang petugas.
"Aha, gitu dong cakep .. Thanks, Pak." Celetuk Mike saat dia sedang memasuki gerbang tersebut.
***
Disisi Alan
Tidak lama kemudian, guru sudah memasuki ruang kelas. Kemudian, Sang Guru lekas menyampaikan berita yang hendak ia sampaikan kepada semua siswa dan siswi terlebih dahulu sebelum memulai pelajaran.
"Perhatian sejenak anak-anak." Ucap Guru usai menyapa pagi nan berdiri tepat didepan kelas.
Lantas seluruh perhatian siswa dan siswi pun kedepan nan siap hendak mendengar penyampaian sang Guru.
Namun, khusus untuk Alan, dia tidak melihat hanya ke arah sang guru saja, melainkan berkali-kali melirik ke arah pintu. Sebab sang kakak belum jua hadir hingga kini.
"Saya pribadi sungguh menyesali atas Sekolah kita yang usai berduka meninggalnya salahsatu siswa dari kelas ini pada beberapa hari yang lalu (Deril) kini sekolah kita sudah kembali berduka." Ucap sang guru belum tuntas menyampaikan kalimat kata, dia sudah menundukkan kepala tanda duka yang sedang dia rasakan.
__ADS_1
Sontak semua siswa dan siswi terkejut atas berita tersebut. Nan saling berbisik akan pertanyaan yang ada didalam pikiran mereka masing-masing tentang kalimat 'Berduka' yang dimaksud oleh sang guru.
Next