Story Of The Lives Twins

Story Of The Lives Twins
BAB 13


__ADS_3

Catatan Author


Ingatlah semua nama tokoh, konflik dan lain sebagainya pada setiap bagian bab, karena nantinya akan terhubung dan menyambung dengan bab-bab mendatang.


Jika kalian sudah tidak sabar dengan isi cerita ini, boleh silahkan dilihat langsung pada bab 18, yakni sambungan dari cerita Alan. Jika anda asli penikmat cerita, maka tidak akan menyerah dengan semudah itu, Selamat membaca ... Terima kasih.


___


Next Story


Selesai mengucapkan kalimat tersebut, Mike kembali menggedor mejanya dengan pukulan keras sehingga membuat banyak siswa-siswi yang terkejut.


Brak! Brak!


Lantas dari arah meja paling pojok ada salah satu siswa yang menyerukan suara, "Woi, biasa aja donk loe!" dialah siswa yang berprestasi cukup tinggi di kelas bernama Deril.


Lekas Mike berbalik badan ke arah dia, nan meliriknya dengan tatapan khas, lantaran diketahui siswa bernama Deril ini memang tidak menyukainya sejak dulu.


"Hei, Kenapa mata loe melotot begitu, gak suka ... ? Lalu mau laporan ke bokap loe yang kaya raya itu hah?" Ucap Deril secara langsung.


"Apa yang loe bilang ... ? tutup mulut loe ya!" Jawab Mike lekas melangkah ke arah dia.


Begitu sudah dihadapan dia, Mike secara bar-bar memegang kerah Deril, seakan-akan mau menghajarnya (berkelahi). Lantas semasih di posisi itu (Kerah Deril di pegang Mike) Deril melanjutkan kalimatnya.


"Loe pikir selama ini gua takut sama loe …? Ngaca dong loe! Tanpa bokap loe yang kaya raya itu, murid bodoh macam loe itu tak lebih dari kotoran dan sampah yang tak berguna, ngerti!" Senyuman iblis pun merekah dari bibir Deril.


"Biad*b! tutup mulut loe! maksud loe apa nyangkut bokap gua segala hah? gua peringatkan lagi ke elo ya ... biar kuping loe dengar dan otak loe bisa nyaring dengan baik wahai anak pintar! Gua adalah gua tidak ada sangkut-pautnya dengan bokap gua dan segala apapun yang ada di bokap gua, ngerti! " Teriak Mike tersulut emosi.


"Kuping Gua udah denger gak usah loe teriak-teriak segala dan lepasin ini woi, brengs*k!" Ucap Deril sembari langsung menangkis tangan Mike dari kerahnya.


Seet!


Usai Deril mengatakan kalimatnya, lekas beranjak pergi keluar kelas, lantaran dari segi Fisik Deril memang tidak sebanding dengan Mike. Semasih melangkah sampai di pintu keluar, dia berhenti sejenak nan menoleh ke belakang lagi.


"Gua cuma berharap manusia belagu macam loe gak akan pernah ada lagi di kelas ini." Pungkas-nya lantas melangkah pergi.


____


Mike tak menjawabnya hanya menatap tajam ke arah dia saja, kemudian Ivan, Taro, Al dan Kenji datang menghampirinya.


"Sudah Mike jangan kepancing emosi, Deril memang begitu orangnya, diam-diam tapi menghanyutkan." Ucap Taro.


"Iya tuh, kepintarannya sih oke, tapi cara dia bersosialnya sangat buruk." Sambung Al.


"Sudahlah lebih baik kita pergi keluar, keburu di tutup pula nanti gerbangnya." Lanjut Ivan.


"Eh kawan, ngomong-ngomong itu … kata-kata yang Deril ucapkan tadi, kata umpatan atau kata nyumpahin ya?" Ucap Mike nampak ekspresi wajahnya sudah tidak emosi.


"Ya mana gua tau, kebanyakan makan ****** kali tuh bocah makanya ngomong ngaco, yasudah gak usah loe pikirin Mike, dia sebenarnya karna gak berani sama loe, jadinya bisanya cuma ngeluarin jurus umpatan." Jawab Ivan.


"Jiaah ... jurus, lu kira di cerita fantasi yang pakek jurus-jurus segala, hahaha" Taro terkekeh.


"Tunggu Men, Kalo Jurus mendapatkan cewek cantik dan seksi yang dadanya gede bolehlah bro, kuy" lanjut Al.


Lantas Semua teman langsung menimpuk kepala dia serempak.


Plak! Plak!


"Dasar Otak mesum loe Al, sue!"

__ADS_1


"Hihihihi" Al cengengesan sembari mengusap-usap rambutnya.


Lantas mereka beranjak keluar kelas bersama-sama sembari masih berbincang sebelum semuanya berpisah.


"Mike, besok kan hari Minggu, loe ada acara kemana?" Tanya Taro.


"Gimana kalo besok kita pergi maen bareng-bareng?" Sambung Al.


"Wei bentar lagi ujian cuy, gimana kalau kita belajar kelompok aja?" Lanjut Ivan.


"Hilih! Puyeng otak akoh gan, kalo hari Minggu masih belajar mulu, gimana kalau kita nonton bareng aja?" Sahut Kenji.


"Jiaah ... mau nonton bareng sama batangan semua kah? ngenes amat coeg!" Jawab Taro.


"Aiih ... terserah kalian saja lah, gua mau pergi besok." Jawab Mike.


"Mau pergi kemana Mike, akoh ikut dong yank?" Jawab Kenji.


"Terserah kalo mau ikut Ken, tapi nanti loe gua tinggal disana ya, terus gua gulung loe disana." Celoteh Mike.


"Eh, emang loe mau pergi kemana Mike, kok mau gulungin Kenji segala, haha." Tanya Ivan.


"Ya kalo Kenji mau ikut gua boleh-boleh aja nanti gua gulung dia disana, haha. Biasa lah Men ... aktifitas kegemaran gua, berpetualang ke gunung/mendaki." Jawab Mike.


"Jiaaah … tuh Ken dengerin, kalo loe mau ikut Mike mendaki gunung kembar." Celoteh Al.


"Gunung kembar, gunung kembar. Telor loe tuh yang kembar!" Sambung Taro sembari menimpuk kepala Al.


Plak!


"Haha, telor gua kan memang kembar bro ..." Celoteh Al.


"Telor loe semua apa kabar bro? bulat atau kotak? hahaha" Celoteh Al. Membuat semua teman menimpuk lagi kepalanya.


Plak! Plak! Plak!


"Kamvret loe! Ngomong ngawur mana ada telor kotak! salah minum obat kali loe ya Al, dasar kambeng!" Cetus beberapa mereka, termasuk Mike.


"Awh ... kena timpuk muluk gua, perih kunyuk!" Jawab Al masih berceloteh ngawur.


"Anj*r, Perih ..?" Jawab semua teman-teman seraya menggelengkan kepala.


___


Kemudian.


"Eh anu ... sebaiknya gak jadi deh yank, akoh gak jadi ikut kamu nanti kulit akoh jadi kusam kena sinar matahari dan para nyamuk nakal yang kelaparan di hutan, uch ... uch ... enggak banget deh akh" lanjut Kenji meneruskan percakapannya tadi dengan bahasa khas alay-nya.


"Aaih ... mulai lagi dah alay-nya si kunyuk satu ini!" Sambung Al, Ivan dan Taro.


"Mau ke gunung mana loe besok Mike?" Tanya Ivan melanjutkan perbincangan.


"Gua gak tau, teman gua yang tahu dimana tempatnya." Jawab Mike.


"Oh Oke lah, loe hati-hati Mike saat berada di kawasan pegunungan ataupun sejenisnya, soalnya kan, di kawasan seperti itu kebanyakan angker dan denger-denger banyak mitosnya." Sambung Taro.


"Iya gua paham betul bro, santuy gak cuma sekali gua keluyuran ke tempat seperti itu cuy, yaudah gua jalan duluan ya." Ucap Mike berpamitan.


"Oke, Yup-yup bye semua." Jawab teman-teman yang lain dan saling berpencar untuk pulang ke rumah mereka masing-masing.

__ADS_1


___


Mike pulang menggunakan jasa transportasi umum jenis bus. Lantas semasih melangkah menuju halte, telephone dia berdering.


Kring ... kring ...


Lekas ia menjawabnya. "Ya halo, Bro."


'Halo Mike, loe kesini bentar ya, kite ngobrol-ngobrol." Ucap salah satu temannya bernama Saga. Yakni salahsatu teman yang hendak pergi ke gunung.


"Oke" Jawab Mike singkat.


'Yup, eh tunggu bentar, emangnya loe lagi di mana sih, kok kedengarannya berisik banget disana?" Lanjut Saga.


"Di jalan bro, yasudah gua jalan kesana sekarang." Pungkas Mike lekas mematikan sambungan teleponnya.


Bep!


Lokasi yang Mike tuju berjarak cukup jauh dari sekolahannya, lantas ia menaiki transportasi umum hingga beberapa kali transit, dan jua di sambung menggunakan layanan ojek online lantaran jalan menuju ke tempat temannya masuk ke gang-gang sempit perkotaan.


Kurang lebih 1 jam ia sampai, lantas di sambut langsung oleh beberapa teman-teman yang sudah stay menunggunya.


"Lama amat loe Mike, ber telor dulu apa gimana? dan mana motor loe/mobil loe?" Tanya Saga.


"Tumbenan loe ngojek Mike, masih pake seragam sekolah pula." Sambung Samuel.


"Hilih ... liatlah bro ini baru jam berapa? gua baru balik sekolah lah." Jawab Mike mendengus seraya mengulurkan tangan saling berjabat dengan mereka.


"Jiah ... iya deh loe kan emang masih bocah" Sambung Dion.


"Sompret, iye gua masih bocah dan loe orang semua udah pada tua ye hahaha" Jawab Mike mengejek.


Ya, pergaulan Mike memang luas bahkan kebanyakan teman-temannya sudah dewasa dari kalangan apapun baik dari suku, Agama, miskin ataupun kaya. Mike tidak peduli tentang kronologi temannya, yang terpenting baginya semua bisa menjalin pertemanan dengannya dengan baik-baik dan tidak berkhianat.


"Sue!" Jawab teman-temannya dari ucapan Mike tadi.


"Eh Mike, apa loe udah siap besok kita otw" Lanjut Saga.


"Pastinya siap bro, huffff ... hari ini berasa seperti neraka bro," Jawab Mike.


"Emangnya kenapa bro? palingan gara-gara loe bolos lagi ya ... lalu di omelin sama guru ... ? hahaha" Jawab Dion tertawa lepas (mengejek)


"Ya biasalah udah menjadi cemilan kalo guru ngoceh mah, hehe" Jawab Mike sembari garuk-garuk kepala.


"Dasar anak bandel loe," Sambung Saga.


"Biarlah kata orang gua bandel, tapi gua selalu keren kan?" Jawab Mike sok cool.


"Aux ah gelap! terserah kau mau ngomong apa" jawab Saga.


"Yang penting loe seneng dah ..." Sambung Dion dan Samuel.


"Hahaha icikiwir ..." Mike tertawa lepas.


Lantas mereka lanjut berbincang-bincang di temani secangkir kopi dan beberapa cemilan yang Mike bawa.


___


Next

__ADS_1


__ADS_2