Story Of The Lives Twins

Story Of The Lives Twins
BAB 50


__ADS_3

Sontak membuat Mike sangat terkejut.


Plak! Blug! Plak! Blug! blug! blug!


"Aaawwh ampun-ampun Lan.. ampun aawwhh" teriak Verza ketika ia langsung dipukul sembari di jambak oleh Mike saat kedapatan ia dengan sengaja mengejutkannya.


"Mau lagi loe hah?" Mike masih menjambak rambutnya dalam posisi masih rebahan dan menimpa kaki Verza dengan kakinya.


"Ampun Lan, awwwh lepasin Alan. Atah atah sakit ah, sue!"


Kemudian Mike melepaskan kembali cengkraman tangannya dari rambut Verza dan kembali ke posisinya semula menghadap ke atas pohon.


"huh! Jadi berantakan dah rambut gua, Hey ada masalah apa lagi loe Lan.." tanya Verza.


"Masalah apaan maksud loe?" jawab Mike sembari masih melihat ke atas pohon.


"Oh syukurlah kalo gak ada masalah. Biasanya tuh kalo loe udah bersemedi disini karena pasti loe sehabis ada sesuatu sama orang tua loe."


"Jiaaah semedi? loe pikir gua petapa gitu hah? sue!"


"Hehe, eh btw gimana dengan kondisi badan loe apakah udah mendingan?" Tanya Verza.


"Seperti yang loe lihat sekarang ini lah.." jawab Mike singkat sembari menggigit batang rumput dan masih menghadap ke atas pohon.


"Hem.. sepertinya udah baik, yasudah kalo udah baikan besok loe balik ke sekolah lagi ya." lanjut Verza.


"Yap"


Mereka lanjut berbincang-bincang cukup lama seperti layaknya sebuah perkenalan kembali bagi Verza yang telah lama bersahabat dengan Alan. Verza merasa sangat senang sekaligus heran karena Alan yang sedang berbincang-bincang dengannya kini menjadi jauh lebih banyak kalimat saat berbicara tidak seperti Alan yang sebelumnya.


Karena Alan yang asli ketika mengobrol obrolan omong kosong yang sedang Verza obrolkan, Alan jarang sekali menggubrisnya, dia lebih lebih suka obrolan yang to the point dan tidak suka bertele-tele seperti Mike.


Verza mengajak Mike hendak bermain ke sungai untuk bermain air seperti biasa yang Verza lakukan barsama Alan untuk menghibur Alan ketika Alan kedapatan duduk menyendiri dibawah pohon tersebut. Namun untuk kali ini bukanlah Alan yang sesungguhnya dan tidak ada masalah apapun pula bagi Mike.


"Ayuk lah Lan.. come on"


Seet!


Verza langsung menarik tangan Mike yang mana posisi Mike masih dalam rebahan di atas rumput. Karena ditarik paksa oleh Verza alhasil Mike langsung berdiri.


Kemudian Verza langsung menarik tangan Mike menuju ke sungai. Setelah sampai di sungai, Verza langsung membuka pakaiannya dan langsung lompat ke sungai dari pinggiran sungai itu.


Byurrrrrr


"Hey Lan.. ayo buruan lompat seger banget nih airnya, oiih malah masih bengong di situ sih, loe!"


"Males!" Jawab Mike singkat sembari jongkok melihat Verza yang sudah menceburkan diri di sungai itu.


"Aaish kau ni, ah!"


Verza langsung kembali keluar dari air dan mendekat kembali ke Mike.

__ADS_1


Seet!


"Oit, oit, oit,"


Byurrrrrr!


"Hihihi" Verza tertawa lepas.


"Haiss, Kamfret loe!"


Umpat Mike ketika tiba-tiba Verza menarik tangannya seraya langsung menyeburkan ia ke dalam sungai di susul Verza jua kembali menceburkan diri ke dalam sungai itu.


Byuurrrr


"Hahaha hey Alan, come on.. gua harap loe secepatnya mengingat ini. Ini adalah permainan kita yang paling mengasikkan dari kita kecil tau"


"Aiihh masa sih?" jawab Mike sembari membasuh wajahnya dengan air.


"Iya, okelah gua ngerti loe gak mengingat ini, tapi gua harap loe secepatnya mengingat ini" jawab Verza sembari menyiram-nyiram Mike dengan air secara terus-menerus.


"Berhenti woi! Aiiissh, kunyuk!" Teriak Mike ketika wajahnya dicipratin air secara terus-menerus oleh Verza sembari Verza tertawa riang.


Mike langsung melangkah keluar dari air. Melihat itu Verza pun langsung menyusulnya jua keluar dari dalam air. Sesampainya di pinggir sungai, Mike langsung melepaskan pakaiannya karena tadi ia diceburkan secara langsung oleh Verza ketika ia masih berpakaian. Menjadikan kini pakaiannya basah kuyup.


Ketika Mike sedang melepaskan pakaiannya Verza diam dan terbengong ketika melihat bagian pundak Mike. Sementara Mike langsung kembali duduk dan melihat ke arah Verza yang masih berdiri dan terbengong melihatnya.


Mike langsung menarik tangan Verza sampai dia duduk.


Seet!


"Aiiishh! Sue! Loe pikir wajah gua kayak kentongan!" Verza mendengus.


"Hahaha" Mike tertawa lepas.


"Hey Lan, Loe kenapa buru-buru amat keluar dari air? biasanya geh loe selalu pamer kepandaian loe berenang"


"Masa sih? aiih tapi Gua merasa gua gak begitu suka mainan air tuh" jawab Mike.


Verza terdiam sejenak dan lanjut menoleh ke arah belakang pundak Mike. Tetapi Kepala dia langsung di geser oleh Mike.


Seet!


"Loe kenapa sih, lihat apaan ke belakang gua?" Tanya Mike.


"Enggak.. gua sebenarnya mau bertanya tapi itu pun percuma Lan, kan loe gak bakalan ingat. Itu lho.. gua heran dan penasaran kapan loe tuh mentato tubuh loe, secara selama ini loe kan gak pernah kemana-mana."


"Hemph.. Aux ah!"


Jawab Mike singkat sembari langsung kembali berdiri dan bergegas berjalan pergi. Sementara Verza masih berbicara panjang lebar menjelaskan secara rinci tentang kebiasaan kehidupan Alan sebelumnya.


"Woih Lan. Sue! Gua lagi ngomong gak di dengerin woihhh tungguin gua Alan..!" teriak Verza ketika ia menyadari bahwa Mike sudah berjalan pergi meninggalkannya. Kemudian ia langsung bergegas menyusul Mike yang sudah berjalan cukup jauh darinya.

__ADS_1


Ketika Verza sudah sampai di dekat Mike, dia langsung merangkul pundaknya


Plek!


"Hehe, tega bener loe ninggalin gua Lan, kunyuk!"


"Bodo amat."


"Aissh, loe mah" Verza mendengus.


Sementara Mike langsung tertawa melihat ekspresi wajah Verza nampak lucu sembari mereka berjalan hendak pulang bersama-sama.


Setelah beberapa detik kemudian mereka telah sampai di belakang rumah.


"Wait! rumah loe kan sebelah sana Lan, ngapa loe malah ke arah sini?" tanya Verza sembari menelunjukkan jari ke arah rumahnya Alan. Di depan wajah Mike nyaris menyentuhnya.


Mike pun langsung menampik tangan Verza.


Seet!


"Iya gua tau, tapi anu.."


"Anu apaan?"


"Nyokap loe masak apa hari ini?" Tanya Mike.


"Oh.. gua kira apaan! masak pindang ikan patin, kenapa? loe mau minta makan di rumah gua hah? bayar!" Cetus Verza meledek sembari tertawa.


"Jiah, Iya tenang aja gua pasti akan bayar, tapi.. tunggu lebaran trenggiling ya? Hehe gua mau minta makan di rumah loe, boleh gak?" tanya Mike.


"Hah? Lebaran trenggiling? Sue! Eh, loe seriusan Lan ta.. tapi anu.. loe kan anu?"


"Anu-anu apaan! Gua udah kelaperan coy dari tadi pagi belom makan, udah yuklah" Mike langsung merangkul pundak Verza menuju rumah-nya dia.


***


Mike memang tidaklah sungkan jika ia berkata minta dia memang benar berani berkata minta jika ia bilang lapar ia memang sedang lapar dan tanpa ada rasa canggung kepada orang yang akan ia mintai. Namun bagi Verza sendiri bukanlah berpikir yang tidak-tidak ketika Mike nyeplos minta makan dirumahnya justru ia merasa senang ketika mendengar Mike yang ia kira Alan mau makan di rumahnya.


Namun Verza merasa heran ketika Mike menanyakan tentang apa yang dimasak oleh ibunya dan telah ia jawab bahwa menu masakannya adalah ikan tapi ia kok Mike malah mau memintanya. Karena yang ia ketahui tentang Alan selama ini dia tidak begitu suka dengan segala makanan yang berjenis hewani karena Alan adalah vegetarian alami Alias tidak menyukai makanan serba daging dan ikan secara murni.


Dan satu hal lagi yang membuat Verza heran adalah Alan tidak pernah mau di ajak makan bareng di rumahnya terlebih lagi sampai dia berkata minta.


Ketika tadi di sungai Verza berpikir sedikit tentang Mike pada saat Mike membuka pakaiannya, akan tetapi ia lupa apa yang sedang dipikirnya.


Dan yang sebenarnya ia pikirkan namun ia lupa untuk mengatakannya adalah Mike tidak memiliki tanda lahir yang berada tepat ditengah dadanya seperti milik Alan. Verza sangat paham tentang itu karena memang ia berteman dengan Alan dari mereka kecil dan sering bermain di sungai itu bersama-sama.


***


Catatan


Kisah perjalanan kehidupan Mike masih cukup panjang.

__ADS_1


__ADS_2