Story Of The Lives Twins

Story Of The Lives Twins
BAB 86


__ADS_3

Setelah Mike terbangun ia langsung menoleh ke kaca jendela.


"Loh, dimana ini?" Gumamnya lirih. Kemudian ia beranjak keluar dari dalam kendaraannya dan menyusul Marvin yang sedang bertanya kepada salah satu warga yang berada disana.


Setelah Mike sampai, Marvin telah selesai bercakap-cakap dengan warga tersebut dan sedang berjalan kembali kearah kendaraannya.


"Pa, kok kita sampai disini si?" Ucap Mike


"Iya, papa lupa jalannya Mike, apakah kamu tau dimana rumahnya?"


Mike diam sejenak sembari garuk-garuk kepala, karena dia jua belum begitu paham dengan nama-nama desa, nama kecamatan dan nama dusun disana. Menyadari ia hidup didaerah tersebut kala itu tidaklah begitu lama dan jua ia tidak sempat kemana-mana.


"Coba kita putar balik kembali kearah sana saja pa"


"Yasudah, ayo"


***


Kemudian mereka langsung bergegas jalan kearah yang dimaksud. Di tengah perjalanan ketika menjelang sampai pada tujuan yang sedang dituju, Marvin dan Mike merasa heran ketika melihat banyak para warga yang tengah berbondong-bondong hendak menuju ke suatu tempat.


Marvin berniat hendak bertanya, namun ia menghentikan niatnya karena tujuan dia adalah kerumah Ferdi, alhasil ia tetap melaju kendaraannya dengan pelan menuju kerumah Ferdi.


Namun, ketika mereka sampai pada perempatan jalan yang menuju ke rumah Ferdi, nampak terlihat semakin ramai sekali para warga yang tengah berkumpul kearah alun-alun desa.


"Pa, Tunggu sebentar deh." Ucap Mike ketika Marvin hendak melaju kearah jalan yang menuju rumah Ferdi.


"Kenapa Mike?"


"Tidak, itu loh disana terlihat sangat ramai sekali, seperti sedang ada sesuatu."


"Ah, Mungkin saja sedang ada pameran atau hiburan desa," Jawab Marvin hendak menginjak kembali gasnya.


"Tunggu pa," ucap Mike langsung kemudian ia hendak bergegas turun.


"Mau kemana kamu Mike?"


"Mau melihat kesana sebentar."


"Hey Mike, bukankah kau yang sangat berantusias untuk segera menjemput saudaramu. Kenapa kamu malah mau pergi kesana, mengurusi sesuatu hal yang tidak penting semacam itu?"

__ADS_1


"Hanya sebentar pa," Jawab Mike bersikukuh untuk segera melihat kesana, karena Mike pandai dalam melihat bahasa tubuh.


Ya, Mike dapat melihat ekspresi orang-orang yang tengah berkumpul tersebut tidak nampak gembira, melainkan seperti sedang ada sesuatu hal. Jika memang disana ada hiburan, pameran ataupun sejenisnya, seharusnya ekspresi wajah mereka terlihat gembira, yang mana Mike bisa menilai akan hal itu.


"Mike tunggu."


"Ada apa pa, saya hanya sebentar saja kok, nanti Mike segera menyusul kesana pa," ucap Mike.


"Pakailah ini, untuk antisipasi wabah virus Corona menular jika kamu ikut berkumpul dengan orang-orang yang berada disana" ucap Marvin sembari memberikan masker.


"Aiih, ada-ada saja pa, yasudah." Jawab Mike langsung menerima masker tersebut lalu ia segera memakainya.


***


Kemudian ia langsung berjalan ke arah kerumunan warga yang tengah berkumpul tersebut. Sementara Marvin hendak kembali memacu kendaraannya. Namun, ketika ia hendak menginjak gas, terdengar dari kerumunan para warga tersebut bersuara secara serentak dengan kalimat yang terdengar sangat aneh bagi Marvin.


"Bakar saja dia! Musnahkan dia! Bakar dia!"


Sontak membuat Marvin langsung menghentikan niatnya. Kemudian ia bergegas untuk keluar dan melihat jua apa yang tengah terjadi disana.


Disisi Mike ketika dia baru saja masuk ke kerumunan para warga, ketika itu jua para warga sedang berteriak secara serentak dengan kalimat yang Marvin dengar, kemudian Mike langsung menerobos kearah tengah-tengah untuk melihat apakah yang sedang terjadi disana.


Memang sedikit sulit untuk menerobos warga yang tengah berkumpul tersebut. Namun Mike tetap bersikukuh untuk tetap menggeser para warga meskipun ia dibentak berkali-kali oleh beberapa warga yang ia geser secara paksa.


"Jangan, saya mohon lepaskan dia! Kenapa anda semua sangat kejam, saya sangat mengenal sahabat saya! Dia tidak mungkin melakukan hal itu, dia telah difitnah! Tolong lepaskan sahabat saya, saya mohon!" Teriak pemuda tersebut.


Ketika Mike mendengarnya, ia semakin penasaran karena dia paham dengan suara pemuda yang sedang berteriak-teriak tersebut.


'Ya Tuhan, bukankah itu suara Verza?' Batin Mike berkata sembari melotot.


Kemudian, setelah ia mendengar suara pemuda tersebut seperti suara Verza, ia semakin terpacu untuk segera menggeser paksa kerumunan para warga yang tengah berkumpul tersebut sekuat tenaganya.


Seet!


Seet!


Seet!


"Woi! Br*ngsek! Main dorong-dorong saja kau!" Bentak para warga ketika Mike mendorong mereka. Namun Mike tidak mempedulikannya.

__ADS_1


Dan setelah ia sampai pada titik tengah, ia melotot penuh terkejut, ketika ia melihat ada api yang telah berkobar-kobar mengelilingi seseorang yang sedang di ikat tali pada suatu tiang.


'Astaga Tuhan,'


Kemudian, Tanpa basa-basi ia langsung berlari untuk menyelamatkan seseorang yang hendak dibakar massa tersebut. Namun, ia belum mengetahui bahwa orang yang hendak dibakar massa tersebut adalah saudara kembarnya, karena posisi Alan sedang menunduk kearah bawah. Sehingga belum nampak seperti apakah rupa dari pemuda itu.


Mike paling benci dengan adanya penindasan, sehingga ia tidak mempedulikan bagaimanakah nantinya jika ia tiba-tiba menyelamatkan seseorang yang hidupnya berada diujung tanduk, dan Mike tidak peduli apapun permasalahan yang sedang terjadi.


Yang sedang dipikirkan oleh Mike ketika ia langsung berinisiatif untuk segera menyelamatkan orang tersebut adalah, bahwa semua mahluk yang berada di dunia berhak untuk hidup.


***


Kemudian, Mike langsung berlari sangat kencang menuju titik tengah keberadaan Alan. Ketika Mike sudah sampai, ia masih berdiri didepan kobaran api yang mengelilingi Alan, dan melihat kearah Alan, namun karena posisi Alan menunduk dan jua wajahnya telah dipenuhi dengan luka lebam dan berdarah-darah sehingga belum nampak jelas bahwa pemuda tersebut adalah Alan.


Mike masih diam sejenak untuk merangkai teori untuk menyelamatkan pemuda tersebut, dan kemudain banyak dari para warga yang berteriak-teriak kepadanya.


"Woi! Anak muda, Apa yang hendak kau lakukan disana, cepat menjauhlah dari sana!"


Mendengar suara tersebut, Mike hanya menoleh sekilas kearah para warga yang berteriak-teriak untuk menghentikannya. Namun para warga tidak melihat bahwa bentuk fisik Mike sama persis dengan orang yang hendak di musnahkan karena posisi Mike menggunakan masker penutup sebagian wajah.


Selesai ia menoleh sekilas kearah warga, tanpa basa-basi lagi Mike langsung melompat ke kobaran api tersebut yang mengelilingi Alan.


Ketika ia sudah sampai didalam lingkaran kobaran api yang mengelilingi Alan tersebut tanpa basa-basi ia langsung melepaskan tali yang sedang mengikat tangan Alan pada tiang itu.


Ketika Mike sedang melepaskan tangan Alan yang sedang terikat tersebut, sontak membuat para warga yang menyaksikan saling berteriak-teriak penuh geram. Namun, Mike sama sekali tidak mempedulikannya.


Kemudian, setelah tali tersebut berhasil ia lepaskan, Alan hendak terjatuh karena tubuhnya terasa lemas setelah dihakimi masa. Mike langsung menangkapnya sehingga posisi Alan tepat berada ditangan dia. Dan setelah Mike melihat kearah wajah pemuda tersebut


'Astaga Tuhan.'


Betapa terkejutnya Mike setelah melihat siapakah orang yang hidupnya sedang berada diujung tanduk tersebut yang tak lain dia adalah saudara kembarnya sendiri yaitu Alan.


"Ya Tuhan, Alan!" Teriak Mike penuh terkejut dan hatinya terasa sangat pedih ketika melihat saudara kembarnya sudah tak berdaya dan nampak berdarah-darah.


"Siapa kamu, kenapa kamu menyelamatkanku?" jawab Alan lirih karena posisi Mike sedang memakai masker sehingga dia tidak tahu bahwa yang menyelamatkannya adalah saudara kembarnya sendiri.


Mike tidak langsung menjawab pertanyaannya, melainkan ia langsung memeluk Alan diiringi air mata yang mengalir deras diantara kedua pipinya, tak kuat ia menahan pedih melihat saudara kembarnya dalam kondisi yang sangat mengenaskan semacam itu.


Catatan

__ADS_1


Segala apapun yang ada didalam cerita ini hanyalah fiktif belaka. Jadi, mohon untuk tidak membandingkannya dengan kehidupan asli jika terdapat sesuatu yang tidak semestinya ada di kehidupan nyata.


Terimakasih.


__ADS_2