
Next
Setelah Bonanza melepaskan cengkramannya tersebut, Alan merintih sembari batuk-batuk akibat lehernya terasa sakit nan susah untuk bernapas. Namun setelah ia usai batuk-batuk ia langsung mengayunkan sebuah pukulan tepat di perut Bonanza.
Blug!
"Arrgh!"
Bonanza langsung jatuh tersungkur karena ia tidak menduga bahwa Alan langsung melakukan hal tersebut. Sementara Alan sendiri langsung melakukan pukulan itu karena ia ingat bahwa beberapa hari lalu ia pernah menikam Bonanza tepat di area yang ia pukul itu.
Alan tidak mempedulikan hal lain walaupun ada banyak rekan-rekan Bonanza disana, ia langsung melangkah menuju ke Mike, lalu ia langsung mencoba membuka tali yang mengikat tangan Mike.
"Alan.. maafkan aku" ucap Mike.
"Jangan ada drama untuk sekarang ini, diamlah dulu." Jawab Alan sembari membuka tali tersebut, tergesa-gesa.
"Woi! Apa yang kalian lakukan hah! Kenapa masih diam saja, Gobl*k! Cepat kalian tangkap bocah kecil itu!" Pekik Bonanza sembari merintih kesakitan.
Mike melotot ketika mengetahui ada beberapa rekan-rekan Bonanza mendekat hendak memukul Alan dari arah belakang. "Menyingkir Lan, cepat menyingkir!"
Gerakan mereka sangatlah cepat, saat Mike berteriak dengan kalimat itu, tidak ada waktu bagi Alan untuk menyingkir, alhasil Alan dipukul oleh mereka tepat di pundak.
Brak!
Alan kembali terjatuh sebelum tangan Mike berhasil ia lepaskan. Kini ia berada di cengkraman Anwar. Perlahan-lahan Bonanza kembali berdiri, lalu ia pun langsung menampar Alan.
"Dasar brengs*k kau, Baj*ngan kecil!"
Prak! Prak!
Mike semakin emosi melihat sang Adik diperlakukan seperti itu, namun apalah daya, posisi ia tidak bisa menolong sang adik, saat ini ia hanya mampu berteriak menahan emosi.
Kemudian, Bonanza melangkah hendak mengambil suatu barang di ruang lain, sementara Alan masih berada didalam cengkraman Anwar. Usai Bonanza mengambil barang tersebut ia pun langsung mengeluarkannya dari kerangka, yaitu sebilah badik.
Sontak Mike maupun Alan melotot ketika Bonanza mengeluarkan badik tersebut.
"Hei, apakah kau ingat, apa yang kau lakukan ini hah?" Ucap Bonanza sedikit menarik bajunya sendiri ke atas memperlihatkan bekas luka di perutnya akibat ditikam oleh Alan beberapa hari yang lalu, kini terdapat darah mengalir di area luka tersebut akibat dua kali dipukul oleh Mike tadi dan kini dipukul oleh Alan.
__ADS_1
"Kau akan segera membayarnya dengan nyawamu, wahai bocah tengik!" Bonanza menyodorkan badik tersebut ke area dagu Alan.
"Woi! Hentikan kampang!" Pekik Mike tidak terima, ia sangat khawatir melihat adegan tersebut.
Bonanza akhirnya menoleh ke arah Mike lalu ia datang mendekat.
"Hahaha apakah kau sungguh takut jika saudara kembarmu ini musnah Mike? Atau.. bagaimana jika kau dulu yang Musnah?" Bonanza menyodorkan Badik tersebut ke area yang sama dengan Alan tadi yaitu dagu.
"Hentikan, manusia laknat!" Seru Alan ketika ia melihat adegan tersebut. Alhasil Bonanza pun kembali menoleh ke Alan.
"Wow.. luar biasa haha sungguh luar biasa, inikah Story Of The Lives Twins? Kisah kehidupan saudara kembar yang saling mengasihi satu sama lain hah? Haha tapi.. saya ingin bertanya kepada engkau, apa kau benar-benar menyayangi saudara kembar kau ini hah?" Ucap Bonanza sembari menempelkan badik tersebut ke leher Mike.
Alan masih terdiam seraya melotot tajam nan mengepalkan kedua tangan.
"Haha Hei, kenapa kau diam saja? Atau mungkin.. sejatinya kau sangat membenci saudara kembar kau ini bukan? Didalam dunia ini siapapun orang yang memiliki wajah sama dengan wajah kita pastilah kita tidak akan menyukainya. Em… bagaimana jika saya akan membantu kau untuk menghancurkan wajah kembaran kau ini hah?" Bonanza hendak menyayat pipi Mike dengan badik tersebut.
"Jangan pernah sekali-kali kamu mendustai sebuah kasih sayang seorang saudara terlebih lagi kepada saudara kembar. Karena hanya kami yang mengetahuinya. Manusia laknat seperti kamu tidak akan pernah mengerti tentang sebuah kasih sayang dari anggota keluarga, Saya bilang hentikan!" Seru Alan melotot tajam.
"Haha," Bonanza tertawa Iblis sembari melangkah kembali ke Alan.
"Hei baj*ngan kecil, dengarlah. Dari sorot mata tajam yang kau miliki itu, sudah terlihat jelas bahwa kau sebenarnya adalah manusia yang sangat kejam. Tetapi itu semua tidak pernah kau perlihatkan, kini saatnya kau perlihatkan kepada dunia tentang siapa diri kau yang sebenarnya," Bonanza melepaskan tali yang masih mengikat di tangan Alan.
"Kau pemuda yang memiliki paras tampan, kelak besar kau pasti menjadi idaman dari para wanita, bayangkan bagaimana nantinya jika wanita yang kau cintai diambil oleh seseorang yang memiliki paras sama seperti kau itu hah? Ah.. itu pasti sangat menyakitkan sekali bukan? Em.. tidak hanya wanita saja, tetapi harta dan tahta yang harusnya menjadi milik engkau sewaktu-waktu bisa saja diambil oleh dia," Ucap Bonanza mempengaruhi Alan sembari melangkah pelan memutari Alan.
"Tutup mulut busuk kau Brengs*k!" Pekik Mike, lalu ia jua melihat ke Alan "Jangan dengarkan dia, Alan."
"Haha, hei ternyata nama kau sangat bagus, sesuai dengan paras tampan yang kau miliki, Alan.. ya Alan dengarlah lihat baik-baik wajah dia, tubuh dia dan semua yang ada didalam diri dia, itu semua adalah milik engkau. Maka Musnahkan dia, jangan biarkan dia mengambil semua yang ada didalam diri engkau" Bonanza mempengaruhi Alan bak iblis yang tengah menggoda manusia untuk berbuat keburukan. Kemudian ia memberikan badik itu ke Alan.
Alan tersenyum tipis lalu ia pun langsung meraih badik tersebut di tangan Bonanza.
Bonanza dan seluruh rekan-rekannya langsung tertawa, namun sebaliknya dengan Mike, ia langsung melotot tajam saat Alan menerima badik tersebut terlihat senyum penuh misteri.
Mike tidak bisa melihat bahasa tubuh Alan, antara terpengaruh oleh ucapan Bonanza atau tidak, mengingat Alan memang memiliki sifat yang sangat Misterius.
**
Disisi Jovan, ia langsung masuk kedalam rumah itu akibat geram menyaksikan adegan yang terjadi didalam rumah itu. Ia masuk secara mengendap-ngendap hingga akhirnya ia berhasil masuk didalam ruangan tersebut tanpa ada yang mengetahuinya.
__ADS_1
Orang-orang yang saat ini berada disana hanya ada kurang lebih 10 orang termasuk Bonanza, itupun mereka semua kini berada didalam satu ruang sedang menyaksikan perkara itu. Jovan pun langsung bersembunyi dibalik suatu barang yang ada didalam ruangan itu tanpa ada yang mengetahuinya.
**
Usai Alan meraih badik tersebut, ia pun memandang tajam ke arah Mike sembari masih tersenyum penuh Misteri. Sementara Bonanza langsung mendekat seorang diri ke Mike, disusul oleh Alan melangkah pelan mendekat ke Mike juga.
"Hai Mike, bagaimanakah rasanya jika nyawa kau sedang berada di ujung tanduk seperti sekarang ini hah? Hahaha" ucap Bonanza berbicara didekat Mike sembari tertawa-tertawa.
"Hidup dan mati hanya ada di tangan Tuhan, bukan ditangan manusia keji seperti kau!" Mike melotot tajam nan tiada ekpresi takut samasekali.
"Lihatlah setelah ini apa kau akan tetap mengatakan bahwa kematian di tangan Tuhan, hei Alan, cepat lakukanlah!" Perintah Bonanza.
Alan memandang tajam ke arah Mike sembari mengangkat badik tersebut setinggi bahu.
"Adik.." Ucap Mike pelan, namun disaat Mike melontarkan kalimat tersebut Alan jua mengedipkan satu mata-nya.
Cling!
Sontak Mike langsung tersenyum, Alan langsung mengangkat badik tersebut bak seseorang hendak menebas sebuah batang pohon dan mengarahkannya tepat ke Mike.
Namun tanpa Bonanza duga bahwa Alan mengayunkan badik tersebut ke arah kanan dan kiri dengan kecepatan penuh yaitu ke arah tali yang mengikat kedua tangan Mike.
Seet!
Seet!
Kejadiannya sangatlah cepat setelah tali tersebut berhasil Alan tebas, tanpa basa-basi Mike langsung menyerang Bonanza.
Brak! Brak! Brak!
Walau saat ini kondisi Mike masih terluka, namun ia masih mampu melumpuhkan Bonanza hingga dia langsung terjatuh.
Melihat Bonanza terjatuh semua orang yang berjumlah 9 orang tersebut langsung terjun menyerang. Disaat itupun Jovan langsung ikut terjun menyerang untuk membantu Alan dan Mike.
"Ka.. kamu" Ucap Alan ketika Jovan datang menangkis tangan orang yang hendak memukul Alan.
"Iya, kawan. Tidak akan kubiarkan orang lain memukulmu sebelum aku berhasil memukulmu lebih dulu" Jawab Jovan sembari menggangkat kedua alisnya.
__ADS_1
Tuing Tuing Tuing
"Cih, dasar manusia aneh"