Story Of The Lives Twins

Story Of The Lives Twins
BAB 37


__ADS_3

"Jangan-jangan apa coeg!" Tanya Taro melirik ke arahnya.


"Jangan-jangan dia kesurupan setelah dia mendaki gunung kembar pada hari kemarin ya?" Celoteh Al.


Kepala Al langsung ditimpuk oleh Ivan dan Taro


Plak!


"Gunung kembar-gunung kembar, Telor loe itu yang kembar, sue!" Ucap Ivan.


"Aissh! telor gua emang kembar coeg! punya kalian orang apa kabar hah? kagak ada telornya ya?" Jawab Al ngejek. 😛


Mendengar celotehan Al, Semua teman-teman langsung menimpuk kepala Al.


Plak! Plak! Plak!


"Awwh! Sakit kunyuk!" Al mendengus sembari mengusap-usap kepalanya sendiri. 😒


"Sue kau Al!" 😠


"Wuahaha" Al langsung tertawa lepas merasa berhasil mengejek teman-temannya. 😁


Setelah itu mereka langsung berjalan hendak mengejar Alan lagi yang sudah berjalan hendak memasuki kelas.


***


Ketika Alan tengah berjalan hendak memasuki kelas, Ananta datang dia langsung merangkul pundak Alan dari arah belakang.


Plek!


"Hehe hey Mike, masuk juga akhirnya hari ini loe," sapa Ananta secara langsung sembari cengegesan. Ketika Alan menolehnya, ia langsung melepaskan tangan Ananta yang sedang berada di pundaknya.


Seet!


"Yaelah Mike.." Ananta meliriknya. 🙄


"Kenapa?" Ucap Alan singkat.


"Masa iya si loe kehilangan ingatan lalu kehilangan pula sikap loe yang dulu, huh!" Ananta mendengus.


"Memang seperti apa sikap saya dulu?" Jawab Alan sembari berjalan masuk ke dalam ruang kelas. Ananta pun menyusulnya. Alan langsung duduk di kursi sementara Ananta langsung duduk di atas meja milik Alan.


"Yang jelas dulu sikap loe itu tidak begini, Mike" jawabnya.


Alan langsung melihat Ananta dengan tatapan tajam.


"Hehe upps gue salah gomong ya?" Ananta cengegesan seraya langsung turun dari atas meja.


"Yaelah.. Biasa aja kali Mike, tatapan mata loe itu mengerikan tau, seakan-akan mau memakanku saja, huh!


Kemudian Taro, Ivan, Al dan Kenji telah menyusul masuk ke dalam kelas sembari memanggil-manggil nama Mike ketika mereka baru saja berjalan sampai di pintu masuk.


"Hey Mike, Mike, Mike, hey Mike, uyeeeaah"


Salah satu dari mereka ada yang langsung duduk di kursi sebelah Alan dan sebagian lagi ada yang langsung duduk dimeja Alan.

__ADS_1


Breek!


Alan masih diam seraya menatap tajam pada Al yang duduk langsung di atas meja dia.


"Ooihh Mike, ada apa sih sama loe, perasaan tidak seperti biasanya tatapan mata loe itu ngelihat gua sampe segitunya amat." Ucap Al.


"Kamu tau ini apa?" tanya Alan sembari tangannya mengetuk ke meja.


Plok! Plok! plok !


"Ya ini meja lah Mike, yaelah.." Al meliriknya juga. 🙄


"Apakah meja di buat untuk duduki? bukankah tempat duduk itu adalah kursi?" Jawab Alan.


"Hehe, iya, iya tuan muda, yaelah.. biasanya loe juga yang mengawali duduk di meja" lanjut Al.🙄


"Sssttt.." Ananta langsung membisiki Al sesudah Al turun dari atas meja.


"Hah? Apa!" Al langsung melotot seraya melihat ke arah Alan.


Sontak membuat teman-teman yang lain merasa penasaran.


"Eh apaan sih, eh ada apaan sih?" Tanya semua teman ketika melihat ekspresi wajah Al nampak terkejut setelah dibisiki oleh Ananta.


Sementara Al langsung mendekat ke Alan seraya memegang pundaknya.


Plek!


"Jadi loe gak kenal siapa gua, Mike?"


"Maksudnya apaan sih, Al?" semua teman merasa semakin penasaran setelah Al mengucapkan kalimat demikian.


"Mike, ini si Mike, dia tidak kenal dengan kita semua bro, dia hilang ingatan." Jawab Al seraya memandang ke semua teman-temannya. Sontak Semua teman sangat terkejut.


"What!"


"Itu.. itu, apakah itu beneran Mike?" Tanya salah satu diantara mereka.


Alan mengangguk.


"Astaga Tuhan.. apa yang terjadi sama loe Mike?" tanya semua teman-teman, kemudian Ananta langsung bercerita mengenai Mike setelah dia diberitahukan oleh pembantu Alan pada kemarin ketika dia datang ke rumahnya. Karena memang setelah Ananta lebih dulu mengetahui tentang hal tersebut, dia belum menceritakan itu kepada semua teman-teman Mike.


Semua teman langsung terdiam seraya memandang semua ke arah Alan, sementara bagi Alan sendiri merasa risih jika ia di lihatin kemudian ia langsung berjalan pergi hendak keluar kelas.


"Wei Mike, Haga Dipa Mike, sebentar lagi guru masuk kelas lho Mike" panggil Ivan.


Namun Alan tidak menoleh kembali ke arah mereka karena memang saat ini jam kelas belum mulai, ia hendak pergi dahulu ke toilet.


***


Setibanya di toilet, ia tidak sengaja bertabrakan dengan salah satu siswa dan kebetulan siswa yang bertabrakan dengannya tersebut adalah Deril.


Bruuk!


"Aaiish!"

__ADS_1


Alan berlahan-lahan memandang ke arahnya karena posisi mereka saat bertabrakan tidak saling pandang satu sama lain. Setelah Alan memandangnya, Deril langsung memegang kerah Alan serta langsung menyeretnya ke arah pojok tembok.


Braak!


Tubuh Alan langsung di hentakkan ke tembok. Alan langsung melotot seraya menangkis tangan Deril dari kerahnya


Seet!


Namun Deril kembali memegang kerahnya sembari melotot.


Belum ada percapakan langsung diantara keduanya, hanya saling pandang mata satu sama lain hingga beberapa detik.


Karena Deril sendiri masih merasa ragu dan terbesit rasa takut pada Mike, namun dia mencoba untuk memberanikan diri. Akan tetapi dia belum mengetahui bahwa yang sedang dihadapannya itu bukanlah Mike.


***


Deril langsung berkata dengan nada yang keras dan membentak menyadari suasana toilet sepi karena jam pelajaran hendak segera dimulai.


"Hey ayo lawan gua! lawan gua! Sekarang loe lagi sendirian kan.. ayo cepat lawan gua! Tidak usah loe belagu kalo sedang bersama teman-teman loe! Buktikan kalo loe itu benar-benar jagoan tanpa teman-teman loe!" Ucap Deril sembari menarik ulur badan Alan ke tembok saat dia sedang memegang kerah baju-nya Alan.


Alan pun langsung menangkis kembali tangan Deril


Seet!


Alan masih menatapnya dengan tatapan tajam tidak mengucapkan kalimat apapun. Sementara Deril sendiri sudah merasa sangat geram. Dia mengepalkan tangannya hendak mulai kembali mengayunkan pukulan pada wajah Alan.


Namun Alan langsung menangkisnya seraya melotot, serta tangan Deril langsung ia hempaskan hingga tertatap dinding di samping dia.


Praak!


"Awh, aiish!"


Deril meringis kesakitan serta dia sudah mulai merasa takut ketika Alan menghempaskan tangannya cukup kuat, terlebih lagi dia melihat Alan melotot tajam kearahnya, namun dia belum ingin berhenti untuk terus mencobanya kemudian dia hendak mengayunkan kembali pukulannya ke wajah Alan. Namun tidak jadi dia lakukan karena kebetulan ada petugas kebersihan datang ke dalam toilet.


"Awas loe ya! tunggu saja jika saatnya tiba. Akan Mati di tanganku kau Pengecut!" Ucapnya sembari berjalan pergi seraya menelunjukkan jari tengah ke arah Alan.


Sementara Alan sendiri hanya menggelengkan kepala ketika Deril berkata demikian, setelah itu ia segera menyelesaikan urusan pribadinya didalam toilet (buang air).


***


Setelah selesai, ia masih berdiri di depan wastafel toilet sembari melihat dirinya sendiri di kaca cermin. Ia kembali memegang nama pengenal di bajunya seraya melamun.


'Siapakah sebenarnya diriku ini, Ya Tuhan? aku benar-benar tidak mengerti, aku sungguh-sungguh bingung. Apakah benar nama ini adalah namaku? tapi kenapa aku tidak mampu mengingat tentang masa laluku, Ya Tuhan. Siapakah diriku ini.. siapa aku, oh tidak! oh tidak! aarghh kepalaku aarghhh..'


Batin Alan tiada hentinya bertanya-tanya, kemudian ia menundukkan kepala seraya ia pegang dengan kedua tangannya, ia merasakan sakit yang sangat luar biasa pada kepalanya ketika ia terlalu memaksakan diri untuk mengingat tentang siapa dirinya.


Disaat ia merintih kesakitan, nampak sekilas terbayang nan terdengar sebuah kalimat yang menyayat didalam hatinya.


(Dasar anak sampah tidak berguna! anak bisu kau! manusia lemah! mana yang kau bilang jantan hah!)


Alan mendengar suara teriakan Ferdi ketika ia dianiaya olehnya dan suara Naldo ketika ia dibully olehnya. Karena memang itu adalah terakhir kalinya sebelum Alan kehilangan ingatan. Namun ia tidak mengetahui dan sekalipun ia tidak mengingat suara siapa yang sekilas terngiang-ngiang didalam pikirannya tersebut.


Alan semakin merasakan kesakitan membuatnya berteriak cukup keras.


"Aaarrrghh!"

__ADS_1


__ADS_2