Story Of The Lives Twins

Story Of The Lives Twins
BAB 33


__ADS_3

"Berhenti disana!" Teriak Mike nan melotot tajam.


"Tapi Alan! itu sudah sepantasnya mereka terima setelah apa yang telah mereka perbuat kepada engkau!"


Selesai mengucapkan kalimat tersebut, mereka hendak kembali mendekat ke arah Ferdi.


"Saya bilang berhenti di sana!" ulang Mike.


"Alan, Selama ini dia telah menganiaya engkau, semasa engkau belum kehilangan ingatan, biarkan kami membuat dia jera' "


"Apakah anda melihatnya secara langsung? apakah diantara kalian ada yang melihat saya dianiaya oleh beliau?" Jawab Mike.


Ketika Mike mengucapkan kalimat pertanyaan tersebut membuat Semua warga langsung terdiam sembari memandang satu sama lain.


"Saya tanya apakah diantara kalian ada yang melihat saya dianiaya oleh mereka? kenapa anda semua terdiam? bisakah anda semua menjelaskannya kepada saya?" Lanjut Mike


"Lan, Alan.." panggil Verza hendak ikut serta berbicara namun ia langsung kembali di sentil oleh pak Tarman.


"Sssttt.. kamu diam saja dulu dik Verza," bisik Pak Tarman


Ketika Verza memanggil nama Alan, Mike hanya meliriknya saja. Setelah itu ia kembali melanjutkan apa yang hendak ia ucapkan kepada para warga


"Saya tegaskan saya memang tidak tahu tentang siapa diri saya, saya pun tidak tahu siapa mereka (Ferdi dan Ika) bahkan anda semua yang berada disini saya tidak tahu! namun, melihat tindakan yang kalian semua lakukan kepada mereka apakah itu pantas? apakah saya akan merasa terlindungi di balik kekejaman kalian setelah kalian semua menganiaya beliau? apakah menurut kalian tindakan kalian ini untuk membela saya? Lalu.. apakah sebuah tindakan menghakimi seseorang demi membela seseorang adalah benar?"


"Akan tetapi Alan" salah satu warga hendak menjawabnya


"Tunggu! Saya belum selesai berbicara, bukankah damai itu indah Bapak-bapak dan Ibu-ibu? saya akui saya hanyalah anak kecil yang belum terlalu mengerti banyak tentang kehidupan. Namun, satu hal yang saya ketahui bahwa Darah lebih kental dari air yaitu keluarga tetaplah paling utama bagi saya ketimbang orang lain. bagaimanapun diri saya yang dahulu, apapun yang mereka lakukan kepada saya dahulu mereka tetaplah keluarga saya. Karena oleh merekalah saya besar hingga sekarang ini dan sudah sepantasnya untuk saya melindungi mereka atas tindak kekejaman yang kalian lakukan kepada mereka.


Saya hanyalah sebatas anak kecil yang masih mencari jati diri saya, namun yang saya ketahui tindakan main hakim sendiri itu tidaklah benar. Jika memang yang menjadi pokok permasalahan kalian menghakimi beliau adalah karena beliau mengintimidasi saya.. maka saya akan mengatakan, sudahilah amarah kalian semua, karena saya selaku yang mengalaminya sudah memaafkan mereka. Saya tahu segala tindakan pastilah ada karmanya, mungkin inilah sebuah karma mereka yang saya tidak ketahui asal muasalnya


karena saya benar-benar tidak tahu dan sungguh-sungguh saya tidak mengingat apapun."


Mendengar Mike ucapkan kalimat tersebut semua warga langsung terdiam seribu bahasa sembari bertatap wajah satu sama lain.


"Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian.. sekarang masalahnya sudah selesai, Alan sudah berkata demikian mohon untuk tidak menindak lanjuti permasalahan ini kepada pihak yang berwajib. Karena ini hanyalah masalah didalam keluarga yang harusnya di selesaikan secara kekeluargaan, mari silakan bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian.." Sambung pak RT membubarkan para warga yang sedang berkumpul.


Kemudian para warga akhirnya masing-masing meninggalkan rumah pak Ferdi sembari saling berbisik-bisik satu sama lain.


Setelah semua warga yang berkumpul tadi telah bubar, Ferdi langsung berlutut di hadapan Mike sembari menangis, disusul oleh Ika dan Yadi mendekati Mike.

__ADS_1


"Maafkan Ayah, Nak.. maafkanlah Ayahmu ini, maafkan perlakuan Ayah yang Ayah lakukan kepadamu selama ini"


"Maafkan Ibu juga Nak, Ibu akui Ibu sangat bersalah padamu selama ini" Sambung Ika.


"Alan, maafin gua jua ya Lan, selama ini gua juga banyak salah sama loe" susul Yadi.


"Sudahlah sudah, apa yang sedang kalian lakukan, huffff... seperti sedang didalam sebuah drama saja, haha" Jawab Mike cengegesan sembari membantu Ferdi berdiri.


Pak RT dan rombongan bapak-bapak yang berunding semalam masih berada di sana, mereka semua langsung tertawa sembari menggelangkan kepala mendengar jawaban Mike yang terdengar sangat konyol seperti itu.


Begitupun dengan Verza yang masih berdiri disana, dia kagum dengan keberanian Alan yang belum ia lihat dan belum ia dengar sebelumnya.


"Pak RT, apakah ada kamera?" Tanya Mike.


"Kamera? untuk apa Dik Alan?" Pak Rt nampak bingung.


"Untuk merekam drama, hihihi" candaan Mike tertawa sembari ia melirik ke arah Ferdi, Ika dan Yadi beserta ke sejumlah orang yang masih berada disana.


Alhasil Candaan Mike membuat suasana yang sebelumnya gaduh nan sedang penuh tangis langsung berubah menjadi hangat dan penuh ceria sehingga membuat semua orang menjadi tersenyum penuh gembira.


"Walah.. Ada-ada saja kamu dik Alan." Sambung pak Toni tertawa bersama dengan orang-orang yang berada disana.


Pak Ferdi dan Bu Ika sangatlah beruntung memiliki anak seperti Alan, meskipun kalian mendidiknya dengan cara yang demikian, namun semua itu tidak merubah karakter asli dari dik Alan sendiri bahwa dia sangat mencintai sebuah kedamaian keluarga. Sayangilah Dia Bu, Pak, karena menjadi orang tua itu haruslah menjadi contoh yang baik untuk semua anak-anaknya." Pungkas pak RT.


"Baik Pak, saya mengerti dan akan saya perbaiki kesalahan saya yang gagal menjadi seorang Ayah yang baik untuk Alan, saya akui saya telah banyak berbuat kesalahan yang semestinya tidak saya lakukan kepada, Alan" jawab Ferdi.


"Yasudah pak Ferdi dan Bu Ika, kami semua pamit dahulu ya.. ingat Bu, pak, mendidik anak dengan cara yang baik, akan menumbuhkan generasi yang baik-baik." Pungkas pak RT sembari berjabat tangan kepada Ferdi, Ika ,Yadi dan Mike.


Kemudian masing-masing diantara Bapak-bapak tersebut pergi meninggalkan rumah pak Ferdi.


***


Setelah mereka semua telah pergi, Verza tersenyum melihat ke arah Mike.


"Yasudah saya juga ikut pamit Bu, Pak, dan loe Alan.. semoga loe lekas sembuh ya.. segera kembali ke sekolah"


"Yep, pastinya" jawab Mike tersenyum.


Setelah Verza pergi Mike memandang kembali ke arah Ferdi yang sudah lemas tak berdaya penuh luka lebam di tubuhnya, kemudian ia dan Yadi menuntun Ferdi masuk kedalam rumah.

__ADS_1


Setelah sudah didalam rumah, Ika langsung mengambilkan kotak obat, dan hendak mengoleskan obat merah ke beberapa luka yang terdapat di wajah Ferdi.


"Sudah Bu, sini biar saya saja yang melakukanya" Pinta Mike.


"Tapi Alan.." Ika nampak berkaca-kaca.


"Ibu lanjutkan saja pekerjaan yang lain, Ibu belum masak kan?" tanya Mike sembari tersenyum.


Ika mengangguk dan meneteskan air mata karena ia merasa sangat menyesal. Setelah Ika sudah kembali ke dapur untuk memasak dan lain sebagainya, Mike mulai hendak mengoleskan Obat merah ke wajah Ferdi.


Di saat tangan ia hendak mengoleskan obat merah tersebut ke wajah Ferdi, wajah Ferdi langsung menghindar.


"Kenapa? sudahlah tak usah merasa canggung, kita semua keluarga kan? Maka tidak usah lah merasa canggung" ucap Mike.


Disaat Mike berkata demikian, Ferdi langsung menatap ke wajah Mike, didalam pikiran Ferdi ingin langsung mengatakan yang sesungguhnya bahwa Alan bukanlah anak mereka.


Namun ia melihat Mike tersenyum disaat Mike mengatakan itu, membuat ia mengundurkan niatnya untuk mengatakan yang sesungguhnya, karena waktu dan suasananya pun belum tepat baginya.


Bagi Mike sendiri walau ia tidak mengingat apapun didalam hidupnya namun didalam hatinya ia tetap merasa menginginkan sebuah keluarga yang utuh, yaitu memiliki Ibu, Ayah dan juga saudara, karena ia tidak pernah merasakan itu didalam kehidupan ia sebelumnya. Karena semasa hidupnya ia selalu merasa sendirian dan kesepian tanpa adanya anggota keluarga.


Dan sekarang ia kini memilikinya walau itu bukanlah asli didalam kehidupannya melainkan kehidupan saudara kembarnya yang terpisah ketika mereka lahir yaitu


Michealan Stevanus Lawrence (Alan)


Bersambung..


***


Catatan


Mike telah membalikkan seluruh keadaan kehidupan Alan didalam keluarga yang sebelumnya membuat Alan menderita.


Namun.. bagaimanakah dengan kisah kehidupan Alan setelah ia kini menjadi Mike didalam kehidupan Mike? Akankah dia mampu menyesuaikan diri setelah kini dia menjadi Mike yang memiliki watak dan karakter berbalik dari dirinya?


Akankah Mike dan Alan bisa mengingat kembali siapa diri mereka masing-masing dan bisa saling bertemu?


Lalu bagaimanakah kisah pertemuan mereka?


Yap, Perjalanan kisah kehidupan Alan dan Mike masih sangat panjang. Kisah selanjutnya akan ada pada episode-episode mendatang. Terimakasih

__ADS_1


__ADS_2